Posted by: annisa1 on: 29 Januari 2009
Setiap hari, kita dan anak-anak kita dibombardir dengan banyaknya iklan, baik di televisi, majalah, koran, radio, internet, dan lain sebagainya terus-menerus tanpa henti sejak bangun tidur hingga saat beranjak dari tidur lagi. Kita diajari, ditawari, digoda, “dipermudah” untuk menjalankan hidup konsumtif, untuk hidup secara “modern dan bergaya”, untuk melepaskan kontrol keinginan kita atas barang-barang penuh gengsi, dan sebagainya.
Tak pernah lepas sedikit pun iklan ini “menyerang”, di jalan raya, di dalam gedung bioskop, bahkan di kantor saat kita seharusnya berkonsentrasi bekerja. Iklan itu bahkan sering menawarkan sesuatu yang tidak kita perlukan.
Ada satu hal yang masih bisa kita pegang dalam menyikapi itu semua, yakni iklan-iklan tersebut tidak bisa memaksa kita untuk membeli produknya. Mereka hanya bisa membuat kita tertarik untuk membelinya. Itulah yang sesungguhnya perlu kita lakukan mengenai kebiasaan membaca. anak-anak harus kita buat tertarik untuk membaca. anak-anak harus kita perkenalkan dengan keasyikan dan kesenangan membaca.
Membaca adalah jantungnya pendidikan dan merupakan kegiatan sepanjang hayat. Oleh karena itu, kita mutlak perlu “MENGIKLANKAN” KECINTAAN MEMBACA ini seagresif iklan-iklan lainnya. Kita mutlak perlu mengiklankannya, membuat tertarik tanpa henti tanpa bosan, karena adanya manfaat yang luar bisa dari kegitan membaca.
Bagaimana respon Anda?
Setuju sekali.
Dengan membaca wawasan kita semakin luas dan hari-hari kita akan selalu berharga karena ilmu bertambah dan bertambah dari waktu ke waktu.
Tetapi, hal ini belum disadari banyak orang. Setidak-tidaknya kita mulai dari lingkungan kecil dulu.
Adakah saranmu tentang kreativitas mengiklankan hal membaca untuk keluarga kita ukhty?
24 Februari 2009 pada 10:17
Betul dengan membaca kemudian menjadi tahu, setelah tahu kemudian menmahami dan menghayati maknanya kemudian meninggalkan yang jelek dan mengamalkan yang baik dari yang di baca.