Posted by: annisa1 on: 4 Juli 2009
Surabaya (SuaraMedia) – Pemerintah siap mendanai penghafal Al Quran yang ada di Jawa Timur dengan APBD. Penghafal Al-Qur’an, menurut Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf, masih berjuang sendiri tanpa dukungan dari orang lain. “Karenanya, Pemprov siap menyisihkan dana APBD untuk LPPIQ sebesar Rp 20 juta,” ujar wagub saat menghadiri Milad ( Ulang tahun) Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an (LPPIQ) ke-16 di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (15/5).
Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya juga memberikan sumbangan sebesar Rp 5 juta.” Kalau dulu orang hafal Al-Qur’an tapi buta huruf, namun sekarang justru kebalikannya,” terangnya. Wagub berharap, sumbangan tersebut dapat meningkatkan mutu dan kualitas penghafal Al-Qur’an dan pendidikan Al-Qur’an.
Untuk meningkatkan pendidikan menurut dia,ada tiga syarat yang harus dipenuhi, pertama guru yang berkualitas den bertingkah laku baik, kedua kurikulum yang harus diperbaiki dan ketiga sarana prasarana yang memadai.
Dijelaskannya, sama halnya dengan guru pendididkan umum, guru Al-Qur’an harus disekolahkan. Selain disekolahkan guru di bidang agama harus diperjuangkan dengan cara sertifikasi dan tunjangan. LPPIQ yang bergerak di bidang lembaga pendidikan dan pengkajian ilmu Al-Qur’an diharapkan dapat memperjuangkan hal ini.
Dalam acara ulang tahun LPPIQ mengadakan serangkaian acara, di antaranya mewisuda 42 santriwan-santriwati, penyerahan hadiah juara apresiasi Al-Qur’ani dan Tolkshow. Penyerahan hadiah diberikan secara simbolis Wagub Jatim, Wawali kota Surabaya dan Direktur LPPIQ Prof DR HM Roem Rowi MA. Peringkat pertama lomba apresiasi Qur’ani diraih kelompok Al Hikmah dari Gresik, kedua Al Hidayah dari Ketintang Baru Surabaya dan peringkat ketiga diraih kelompok Baitul Haq dari Ketintang Permai Surabaya.
Sementara Talkshow yang mengangkat tema Selamatkan Generasi dengan Teknologi Qurani menghadirkan Prof DR HM Roem Rowi MA, Ust DR H Abdullah Shahab MSc dan Ust Bagus Sunyoto MPsi. LPPIQ juga menggelar pameran hasil kerajinan berupa pakaian, makanan kecil dan depot. Ada 14 stan yang memajang hasil karyanya.
Wakil Direktur LPPIQ Drs Mashudi Tohir Mag mengatakan, saat ini LPPIQ mempunyai anggota binaan mencapai 3.500 yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik serta 290 tempat binaan. Saat ini LPPIQ memiliki program ,yaitu Qurani Kids Club (QKC), Q-Key Organizer, Q-Key Wedding Organizer, Q-Key Prudaction dan Muslim Gaul Dotkom.(rpb/s.med) SuaraMedia.Com
7 Agustus 2009 pada 08:13
Assalamu ‘alaikum wr wb
Kami dari PKBM Zamzam, Jl. Cakalang 209 Polowijen, Malang telah membuka Pesantren Putri Tahfidz Qur’an. Alhamdulillah sudah dimulai pada awal bulan Agustus ini dengan 7 orang santriwati. Mereka semua diasramakan tanpa dipungut biaya.
Kami mengundang kaum muslimin yang peduli alQuran untuk berinfaq di jalan Allah dengan cara ikut mendukung biaya hidup mereka.
Bagaimana bisa kontak dengan Pemprof Jatim?
Abdillah Hanafi