Learn to Be A True Muslimah

Motto Hidup – Bikin Hidup Makin Hidup!

Posted on: 12 Juli 2011

Bismillah..

Entah kenapa, motto hidup yang kutulis itu mempengaruhi perjalanan hidupku selanjutnya. Misalkan, suatu saat ana pernah menulis bahwa motto hidup ana adalah Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin!“. Maksudnya, kagiatan ta’limku harus lebih baik, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Alhamdulillah, ternyata motto hidup tersebut bisa terwujud. Di akhir tahun, ana menghitung jumlah catatan kajianku, ternyata ada sekitar 400 lembar selama satu tahun pada tahun 2008. Artinya dalam satu hari ana menulis satu lembar catatan kajian karena memang kajian itu dilaksanakan setiap hari.

Lalu setelah menetapkan azzam, alhamdulillah pada tahun 2009 catatan kajianku meningkat dua kali lipat lebih, yaitu 1000 lembar catatan kajian dalam setahun. Sebenarnya ana merasa ini masih kurang. Kenapa? Karena itu hanya didapat dari 3 majlis ta’lim utama dan beberapa majlis ta’lim tambahan.. Padahal ana punya obsesi mengikuti SELURUH KAJIAN AKHWAT dan UMUM di kota Solo.. baik pagi, siang, sore, ataupun malam. Obsesi ini terbangun karena membaca biografi para ulama yang sangat cinta ilmu. Imam Nawawi saja dalam satu hari menghadiri 14 majlis ta’lim. Namun, ana tidak bisa melakukan obsesiku itu karena masih harus membagi waktu dengan kuliah dan mencari uang dengan memberi les privat pada para pelajar. Selain itu, juga keterbatasan gerak sebagai seorang muslimah, tidak bisa pergi ke majlis ta’lim yang jauh dari rumah pada malam hari.

Dari segi kualitas, menurut ana ada peningkatan. Why? Karena majlis ta’lim yang kuhadiri adalah majlis ta’lim yang diisi oleh para huffadz al-Qur’an. Mereka selalu berpesan agar selalu membaca dan mempelajari al-Qur’an.. termasuk menghafal al-Qur’an. Nasihat mereka yang sejuk itu teringiang-ngiang di hatiku. Oleh karena itu, ana memutuskan tahun selanjutnya akan kuhabiskan untuk menghafal al-Qur’an di ma’had tahfidz. Meskipun ana tahu, ada konsekuensinya pula, yaitu menunda pekerjaan, sekolah S2, ataupun pernikahan.. karena salah satu syarat diterima di ma’had tahfidz saat itu adalah tidak boleh ndobel kegiatan.. Padahal setelah lulus kuliah ada tawaran pekerjaan dengan gaji cukup tinggi di Jakarta, dihubungi oleh Ketua sebuah yayasan untuk mengajar, dan pernah ada staf sebuah penerbit datang ke rumah menawari ana untuk menulis buku Fisika ataupun menjadi editor buku Fisika dan Bahasa Arab. Namun, dalam hati ana, al-Qur’an lebih utama. Insya Allah ana bisa mendapatkannya lagi di waktu selanjutnya.. jika Allah mengizinkan.

Lalu suatu saat ana menulis, motto hidup ana adalah Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan“. Ternyata benar, dengan berawal dari menulis motto hidup tersebut, akhirnya ana mendapat kemudahan yang tersusun rapi pada waktu selanjutnya. Padahal awalnya ana hanya asal menulis aja, mengambil motto dari ayat al-qur’an..

Saat itu ana tidak punya alat transportasi menuju ke sekolah, karena ana terbiasa naik sepeda ke mana2. Padahal jarak rumah-sekolah sekitar 20 km, ditempuh dalam waktu 2 jam jika naik sepeda. Bagaimana ini?? Kalau berangkat habis shubuh pun bisa terlambat.. Tiba2 ana ditawari menjadi pembina asrama di sekolah. Di asrama, ana bertemu dengan seorang akhwat yang sangat baik. Ana belajar banyak pada beliau, tentang ketegasan, kejelasan fakta, keberanian, percaya diri, dan optimis menatap masa depan. Karena ana tinggal se-asrama dengan beliau, maka ana berangkat ke sekolah diboncengkan naik sepeda motor. Wew! Beliau kalau naik kendaraan cepat sekali! Di jalanan yang sepi, kecepatannya 120 km/jam.. Hmm.. Takut juga sih awalnya. Namun, setelah terbiasa dan yakin akan kemahirannya naik sepeda motor. Ana enjoy saja.. :)

Lalu motto ana sebagai peneliti adalah, Dengan doa, keyakinan, kesungguhan, dan kesabaran, maka sesuatu yang nampaknya tidak mungkin akan menjadi mungkin (bi idzniLLAH.. = dengan izin Allah)“. Perkataan semacam ini sudah dikenal baik oleh para peneliti meskipun redaksinya mungkin berbeda.

Lihat saja, dulu orang tidak pernah berpikir bisa berbicara dan mendengar suara orang lain yang terpisah jarak yang sangat jauh, melewati sungai, laut, gunung, dsb. Pada zaman dahulu sekitar tahun 1400 an ada seorang jenius bernama Leonardo Da Vinci. Setiap hari ia sering  merenung di sebuah gua, setiap  keluar gua ia selalu berbicara aneh dan membuat orang tertawa. Ia berkata bahwa suatu hari orang akan dapat berbicara dan melihat wajah orang lain dari tempat yang sangat jauh.  Enam ratus tahun yang lalu ini adalah mimpi.. !!

Abad 20 digemparkan dengan munculnya teknologi  elektromagnetik sehingga mengubah peradaban dunia yang membuat khayalan Davinci menjadi kenyataan. Sekarang, orang menganggap biasa kalau bisa berbicara dengan orang di lain provinsi, pulau, bahkan negara dengan alat2 yang dihasilkan oleh para peneliti. Biasanya para ilmuwan dan peneliti itu memang memiliki imajinasi/ khayalan/mimpi yang akhirnya terwujud di masa depan.

Sebenarnya ada suatu teknologi yang lebih hebat dari itu  yaitu teknologi wrapping (berpindah tempat). Secara theory, hal ini  terbentur dengan hukum kekekalan massa dan energi. Jika sesuatu itu hilang maka ia harus menjadi energi. E=mc^2. Hilang juga dapat berarti hancur. Yang paling memungkinkan adalah ia berubah menjadi cahaya, dan berpindah dengan kecepatan cahaya. Namun, hingga saat ini kita hanya mempunyai hubungan teori antara photon dan cahaya. Teori wrapping  hingga hari ini ini masih menjadi suatu Hipotesa.

Seorang ilmuwan muslim di Jerman percaya bahwa teknologi ini  akan ditemukan berdasarkan Al Qur’an QS. An Naml :40.

Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al- Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni’mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

(Al-Qur’an Al-Karim Surah An-Naml [27] :40)

Beliau berkeyakinan  bahwa Al Qur’an telah  memberikan isyarat  bahwa  teknologi  ini  suatu hari akan ditemukan oleh seorang hamba Allah yang sangat sholeh yang menguasai Al Qur’an.

= = = = = =

-Motto Hidup, Bikin Hidup Makin Hidup!!-

About these ads

4 Tanggapan to "Motto Hidup – Bikin Hidup Makin Hidup!"

anti rajin sekali update,
bisa jadi duit nih blog kalau rajin, :)
syukran

BERANI HIDUP TAK TAKUT MATI, TAKUT MATI JANGAN HIDUP,
TAKUT HIDUP MATI SAJA……….

-MOTTO HIDUPKU-

bgus bguss tulisannya :)

[...] beliau untuk menyelesaikan S2. Beliau lah yang ana ceritakan dalam beberapa tulisan ana di sini dan di [...]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 304,368 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: