Learn to Be A True Muslimah

Muraja’ah Partner

Posted on: 4 Desember 2011

Bismillah..

Suatu hari di pekan ini..

Karena ustadzah ada rapat dengan para asatidzah tahfidz se-Solo Raya, maka kami diberi tugas untuk muraja’ah partner dengan santri yang lain. Sebelum meninggalkan ma’had, ustadzah sudah memilihkan, manakah pasangan/partner yang akan menyimak atau yang akan disimak.

Yang ditunjuk untuk menyimak tentu yang hafalannya lebih banyak atau yang sudah hafal juz yang akan disimakkan padanya. Atau dengan kata lain, secara umum kakak tingkat menyimak hafalan quran adik tingkatnya.

= = = =

“Mbak, ana disimak ya.”, kata adik tingkatku.

“Baiklah.”, jawabku.

Jika ana menyimak, lalu ada kesalahan atau kata yang terlewat tidak diucapkan, maka ana tidak langsung memberitahu yang benar. Hanya memberi kode saja, baik dengan suara dehem, gelengan kepala, atau kode tangan. Tapi, kalau yang disimak itu membaca hafalannya dengan memejamkan mata, maka cara ana menegurnya adalah dengan sentuhan tangan.

Mengapa tidak langsung diberitahu yang benar?

Agar dia berpikir lebih dahulu. Dengan adanya proses berpikir itu, ada kemungkinan dia akan teringat sendiri dan insya Allah ketika ia membaca lagi pada waktu selanjutnya, tidak salah lagi. Tapi, kalau langsung diberitahu salahnya, biasanya dia akan salah lagi di tempat itu.

Jika setelah berpikir beberapa waktu, ternyata belum juga menemukan yang benar. Baru ana bertahu ‘clue’nya. Misal:

1. memberitahu makna / terjemahnya

2. memberi kode dengan 1 jari telunjuk, jika dia masih kurang satu huruf. atau dia meloncati satu ayat sehingga ada satu ayat yang belum terbaca.

3.memberitahu isi secara umum ayat tersebut berbicara tentang apa

4. memberiahu bahwa ayat itu mudah/mirip dengan suatu ayat lain di surat lain.

Jika masih belum bisa menebaknya, maka ana akan memberitahu lafadz yang benar. Bukan hanya itu, ana juga akan memberitahu rahasia kunci2 ingatan yang ana miliki di ayat tersebut agar tidak salah lagi.

Kunci ingatan? Apa itu?

Biasanya para penghafal qur’an memiliki kunci ingatan khusus untuk mengingat suatu ayat agar tidak lupa, misalnya agar bisa menyambungkan satu ayat ke ayat lain, agar bisa menyambungkan suatu ayat ke ayat di lembar sebaliknya, agar bisa membedakan antara ayat2 yang sangat mirip, baik makna dan atau lafadznya. Kunci2 ingatan ini bisa berbeda2 untuk tiap orang.

= = = = =

“Eh hem, masih kurang satu huruf, ukhti..”

“Wah, antum meloncati satu ayat”,

“Mm.. artinya adalah ‘memusnahkan’ “,

“Eh.. eh.. yang datang siapa?”, tanyaku untuk membuat dia berpikir tentang kesalahan dhomir atau kata ganti.Dalam ayat itu, diceritakan yang datang adalah Nabi Musa ‘alaihis salam. Artinya orang laki2 tunggal (orang ketiga). Akhirnya dia sadar, dan mengganti kata ‘hum’ dengan ‘hu’.

“Ayat ini sangat mirip dengan ayat di surat Ali-Imron.”, jawabku menjelaskan ketika dia salah membaca Surat Al-anfal ayat 10. Memang ayat itu sangat mirip dengan Surat Ali-Imron ayat 126.

“Bedanya, di ayat ini tidak ada kata ‘lakum’, dan perhatikan letak kata “bihi”nya. Trus di sini ada tambahan kata “innallaaha”. Sedangkan di Surat Ali Imron tidak ada, tapi di sana nama Allahnya ada alif lam, maka mbacanya al-‘Aziizul Hakiim”, kalau di surat Al-anfal, “Aziizun Hakiim”.

“Baiklah, agar tidak lupa lagi, di mushaf antum ana tulisi ya, ‘tanpa lakum’! “, kataku agar dia ingat jika nanti muraja’ah. Selain itu ana juga memberi garis bawah dan melingkari harakat yang tadi salah dibaca.

Oleh karena itu, si penyimak sebaiknya juga siap dengan pensil di tangannya untuk memberi tanda ‘kunci2 ingatan’ pada mushaf sahabat yang sedang disimak.. :)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 312,134 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: