Learn to Be A True Muslimah

Waktu Terbaik untuk Menghafal

Posted on: 4 Maret 2012

Termasuk hikmah dari Allah bahwasanya tingkatan semangat seseorang, motivasi, keinginan, dan konsentrasinya untuk mencari ilmu dan meraihnya berbeda-beda dan bervariasi antara satu waktu dengan waktu lainnya, sepanjang hari, minggu, dan bulan.

Itulah sebabnya di sebagian waktu seseorang merasakan kenikmatan jiwa yang menakjubkan, cepat paham dan kuat dalam menghafal, dibandingkan waktu2 yang lain. Waktu terbaik untuk menghafal menurut pengalaman para ulama antara lain:

1. Waktu sahur

“Waktu pikiran paling jernih adalah waktu sahur.” (Khalil bin Ahmad)

2. Awal pagi

“Ketika kekuatan semakin melemah, maka dibutuhkan refreshing. Ketika menulis, membaca, mengarang, tetap dibutuhkan, dan lebih penting lagi menghafal, maka waktunya harus dibagi dua, yaitu menghafal di awal pagi dan malam. Dan sisa waktunya dibagi untuk menulis, membaca, istirahat, dari hal2 yang mubah.” (Ibnul Jauzi)

3. Waktu malam

“Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur, di tengah hari, kemudian di pagi hari. Menghafal di waktu malam lebih baik dari waktu siang. Dan waktu lapar lebih baik dari waktu kenyang.” (Al-Khatib Al-Baghdadi)

Hanya saja, yang dimaksud lapar di sini bukanlah keadaan yang sangat lapar karena ketikamenghafal pun butuh tenag, seperti yang disampaikan oleh Syekh Waliyullah Ad-Dahlawi, “Waktu untuk menghadap Allah adalah ketika seseorang terbebas dari gangguan alami (fisik), seperti ketika sangat lapar, sangat kenyang, sangat mengantuk, terlalu capek.. atau gangguan pikiran seperti telinga yang mendengar suara bising karena ribut, pandangan yang dipenuhi dengan gambar2 berwarna-warni dan bisikan2 lainnya.

= = =

Sumber: 102 Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara

About these ads

6 Tanggapan to "Waktu Terbaik untuk Menghafal"

waktu menghafal terbaik adalah saat sahur dan ba’da shubuh. pada saat itu perut belum terisi makanan dan otakpun lebih maksimal dan fokus digunakan untuk menghafal. dan sekali-kali, jangan pernah menghafal setelah makan, karena ketika itu otak fokus untuk mencerna makanan. maka, saat-saat terbaik menghafal dalam waktu yang cukup lama selama seharian adalah saat seseorang dalam keadaan berpuasa. saat itu perut kosong dan jiwapun tenang karena dalam keadaan beribadah (shaum). Wallahu Ta’ala A’lam.

kalau menurut sy adalah ketika pikiran tidak dalam keadaan capek.insya Allah mudah untuk menghafalkan,sy sendiri malam hari dan ba’da sholat subuh.wallahu a’lam.

ya, ana juga setuju. Kalau lagi capek, baiknya tidak menghafal… tapi muraja’ah biasa saja… atau siap2 tidur sambil mendengarkan murattal.. Hanya saja, ukuran capek / tidak itu, berbeda2 untuk tiap orang. Ada orang2 tertentu yang diberi anugerah Allah.. memiliki energi dan semangat yang sangat besar sehingga orang2 melihat mereka seolah2 tidak pernah lelah, contohnya para ulama zaman dahulu. Kalau sekarang, apa masih ada ya, orang seperti itu?

.ya saya jga setuju karena menghapal disaat sahur nyaman dan mudah terhapal

Terims…
Atas masukannya..
Jazakumullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 295,601 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: