Posted by: annisa1 on: 6 Oktober 2009
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Alhamdulillah, senyum terukir di hatiku….
hari ini aku mengetahui nilai skripsiku, alhamdulillah, dapat nilai A (cum laude)… ^_^
Judul Skripsi: “Pengukuran Karakteristik Akustik Ampas Singkong dengan Metode Tabung impedansi Dua Mikrofon”
Berikut perincian nilainya:
Nilai Seminar Skripsi :
Pembimbing I : 95
Pembimbing II : 100
Rata-rata nilai seminar skripsi : 97.5
Nilai Pelaksanaan Skripsi :
Pembimbing I : 100
Pembimbing II : 95
Rata-rata nilai pelaksanaan skripsi : 97.5
Nilai Ujian :
Penguji I : 99
Penguji II : 86
Penguji III : 75
Penguji IV : 80
nilai rata-rata ujian skripsi : 85.0
- – -
Total : 730 Nilai Akhir : 92.5 Nilai : A
- – -
Total SKS : 157
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nya : 3.59
Predikat : Cum Laude (lulus dengan pujian)
* * *
Alhamdulillah, ini semata-mata karunia Allah,
alhamdulillah, ini semata-mata pemberian Allah…
= = = = =
Haadzaa min fadhli Rabbiy…,
liyabluwaniy a-asykuru am akfur…
Ya Allah, masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang banyak bersyukur kepadamu, ya Rabb…
Aamiin…
Posted by: annisa1 on: 25 September 2009
Sebelumnya saya beristighfar bila ada readers yang hanya membaca judul tulisan ini saja. Tadinya tulisan ini saya beri judul “Ingin hafal Al-Quran atau ingin jadi Penghafal Al-Quran?” yang terinspirasi dari perkataan seorang hafidz yang dipertemukan dengan saya saat Itikaf di Daarut Tauhiid, Ramadhan kemarin. Hanya saja supaya lebih bombastis, judulnya sedikit dibuat slengekan. Jadi lupakan sejenak permainan bahasa EYD kita.
Lupakan masalah judul diatas. Jika masih dirasa menggangu anggap saja judul tulisan ini adalah “Ingin Hafal Al-Quran atau ingin menjadi Penghafal Al-Quran?”. Dan saya yakin, jika tulisan ini mengandung kebenaran maka pembaca akan dipertemukan dengan kesimpulan yang senada dengan judul tulisan ini.
Sangat sederhana sekali pertanyaannya. Ingin hafal Al-Quran atau ingin menjadi penghafal Al-Quran? Dua pilihan yang serupa namun sangat berbeda makna. Pilihan yang pertama, ingin hafal Al-Quran, bermakna bahwa si pemilih berharap dan berusaha agar seluruh isi Al-Quran ada dalam ingatannya. Sedangkan pilihan kedua, ingin jadi penghafal Al-Quran. Terkesan hampir mirip dengan pilihan pertama, hanya bedanya, untuk pilihan yang kedua, si pemilih secara tidak langsung menerjunkan dirinya menjadi seorang penghafal abadi. Maksudnya, tiap ada bagian yang dia hafal, bagian yang lain terlupa. Begitu yang terlupa dihafal lagi, bagian yang lainnya balik terlupa. Benar-benar menghafal tak ada habisnya.
Hal inilah yang seyogyanya sedang saya alami. Benar-benar bisa bikin “babak belur”. Berputar-putar menghabiskan waktu, namun tak ada hasil. Sebuah surat selesai di hafal. Berlanjutlah menghafal surat yang lainnya. Begitu berhasil terhafal, surat yang sebelumnya sudah hafal malah terlupakan lagi. Jadi sampai kapankah akan hafal Al-Quran?
Salah satu hal yang menyebabkan seseorang menjadi penghafal Al-Quran adalah karena surat-surat yang telah dihafalnya jarang sekali di muraja’ah. Dan kenapa jarang di muraja’ah? Jawabannya….. Ada banyak faktor. Diantaranya :
* Terlalu PD pada ingatan yang menurutnya sangat kuat, dan mustahil lupa. Padahal manusia pada fitrahnya selalu dibuat lupa.
* Tidak ada guru atau pun teman untuk bermuraja’ah. Bagaimana mungkin bisa mengetahui hafalan kita bagus atau tidak, jika tidak diuji, minimal di hadapan teman kita yang pandai tahsin Al-Quran.
* Sedikit “jam terbang” untuk mengetes hafalannya. Jika bacaan surat ketika shalat selalu menggunakan surat-surat pendek, lantas surat-surat panjang yang telah dihafal mau dikemanakan?
* Dll (Dan Lupa Lagi…..)
Mungkin kendala-kendala inilah yang membuat Muhammaf Yasin mantap mengambil pilihan hidup. Yasin adalah salah seorang sahabat baru yang saya kenal sejak itikaf kemarin. Dia sering curhat dengan saya tentang diri dan keluarganya. Dalam sebuah dialog, dia mengungkapkan bahwa dirinya ingin hafal Al-Quran. Selain mengikuti kuliah khusus menghafal Al-Quran, dia juga memberikan satu kriteria untuk calon istrinya kelak. Perempuan itu haruslah seorang hafidzah. Benar-benar mantap. Tak ada kriteria lain. Kaya? Cantik? Pintar? Dia geleng-geleng kepala. Tak penting… asal perempuan itu hafal Al-Quran, titik. Jawaban yang membuat bulu kuduk saya merinding bukan main. Merinding, karena memang kriteria itu tidak pernah terlintas dalam benak saya. se… di… kit…. pun.
* * *
Sin…. ana mungkin tidak seyakin antum untuk mendapatkan gadis seorang hafidzah. Mengingat ana sendiri belum mampu konsisten untuk menghafal Al-Quran. Tapi setidaknya ana berharap Allah mengkaruniakan kepada ana pasangan hidup yang “ber-azzam untuk hafal Al-Quran”. Dan mudah-mudahan Allah menganugerahi kemampuan kepada kita agar bisa “hafal Al-Quran”, dan melahirkan generasi-generasi yang hafal Al-Quran.
Saudaraku Yasin, mari kita ingat kembali akan keutamaan-keutamaan insan yang hafal Al-Quran. Betapa mulianya ia dihadapan Sang Khaliq, betapa mudahnya ia melewati sirath, betapa orang-tuanya menjadi orang tua termulia kelak di hari penghisaban. Ah.. masih banyak lagi tentunya bukan akhi? Mudah-mudahan ingatan itu menjadi penyemangat bagi kita untuk istiqamah menuju cita-cita “hafal Al-Quran”. Selamat berjuang! Jangan lupa saling mendoakan, dan jangan sungkan untuk memberi kabar sampai juz berapa hafalan antum, agar ana menjadi termotivasi untuk mengejar ketertinggalan.
Ah.. ana beruntung antum tidak mau menerima tantangan ana waktu itu. “Barang siapa yang hafal Al-Quran terlebih dahulu. Maka dia berhak untuk menikah duluan”. Huh… coba kalau antum menerima tantangan itu. Bisa-bisa saat umur ana menjelang 40 tahun baru bisa nikah…
Allahu Rabbi…! Berikan kekuatan-Mu kepada kami. Ijinkan hati kami terisi penuh dengan ayat-ayatMu. Dan pilihlah kami menjadi salah seorang penjaga kalimat-kalimat suci-Mu.
= = = ==
http://insansains.wordpress.com/2008/10/28/kesia-siaan-besar-bagi-para-penghafal-al-quran/
Posted by: annisa1 on: 25 September 2009
Menuntut ilmu agama dari sumbernya adalah sebuah kebutuhan yang semakin mendesak seiring dengan semakin jauhnya umat Islam dari ajaran agama mereka. Kerajaan Saudi Arabia yang dikenal dengan gerakan pemurnian ajaran Islam menjadi tujuan banyak pencari ilmu dari semua penjuru jagat. Keberadaan kota Makkah dan Madinah yang merupakan titik tolak dakwah Islam dan selalu identik dengan ulama juga ikut berperan dalam hal ini.
Universitas Islam Madinah (UIM) bisa menjadi salah satu pilihan bagi para pemuda yang haus akan ilmu agama yang murni, juga para orang tua yang memimpikan ada di antara keturunan mereka yang Allah angkat derajatnya dengan ilmu agama. Apalagi, ternyata UIM membuka pintu lebar-lebar bagi para pemuda Islam untuk meraih beasiswa.
Sekilas tentang Universitas Islam Madinah
Universitas Islam Madinah (al-Jami’ah al-Islamiyyah bil Madinah al-Munawwarah) didirikan pada tanggal 25-3-1381 H (6-9-1961), yaitu pada masa pemerintahan Raja Su’ud bin Abdul Aziz Alu Su’ud.
Rektor pertamanya adalah Syaikh Muhammad bin Ibrahim (Mufti Kerajaan Saudi Arabia), kemudian Syaikh Abdul Aziz Bin Baz (Mufti Kerajaan Saudi Arabia), dan saat ini dipimpin oleh Prof. Dr. Muhammad bin Ali al-’Uqla.
Kurikulumnya digodok oleh para ulama terkemuka dunia Islam, dan saat ini memiliki lima fakultas, yaitu:
1. Fakultas Syariah.
2. Fakultas Dakwah dan Ushuluddin.
3. Fakultas Quran dan Dirasat Islamiyyah.
4. Fakultas Hadits dan Dirasat Islamiyyah.
5. Fakultas Bahasa Arab.
UIM juga membawahi tiga sekolah setingkat SMP dan tiga sekolah setingkat SMA. Menurut buletin Akhbarul Jami’ah, UIM merencanakan untuk merintis fakultas ilmu-ilmu umum dan membuka kampus khusus mahasiswi.
Universitas Islam Madinah merupakan hadiah dari pemerintah Kerajaan Saudi Arabia untuk para pemuda Islam di seluruh penjuru dunia. Hingga tahun 1429 H (2008 M), universitas ini telah meluluskan 20.385 sarjana S1 dari 147 negara, 74 %-nya dari luar Saudi, serta 968 master dan 621 doktor, 47 %-nya dari luar Saudi. Untuk Indonesia secara khusus, UIM telah menelurkan 828 sarjana S1, 19 master, dan 8 doktor.
Bentuk beasiswa
Bentuk beasiswa yang ditawarkan adalah menyelesaikan program S1 tanpa dipungut biaya. Bagi yang belum siap bisa mengikuti program bahasa 1-2 tahun, dan bagi yang berminat, terbuka kesempatan untuk meneruskan hingga program S3. Disamping itu, ada banyak fasilitas yang diberikan kepada mahasiswa yang diterima, antara lain:
1. Kesempatan tinggal di tanah haram dan belajar kepada ulama Haramain.
2. Kesempatan menjalankan ibadah haji dan umrah.
3. Tiket keberangkatan dari negara asal sampai Madinah.
4. Tiket PP ke negara asal setiap liburan akhir tahun.
5. Mukafaah (tunjangan bulanan) yang cukup, sehingga bisa lepas dari tanggungan orang tua.
6. Badal kutub (tunjangan pembelian kitab) setiap tahun.
7. Badal imtiyaz (insentif untuk peraih predikat mumtaz/cum laude) setiap tahun.
8. Badal thiba’ah (tunjangan pencetakan tesis dan desertasi)
9. Asrama yang nyaman dan kondusif.
10. Pelayanan kesehatan di rumah sakit kampus.
11. Transportasi antar jemput dari kampus ke Masjid Nabawi setiap hari
Prosedur pengajuan beasiswa
Ada tiga cara yang bisa ditempuh untuk mengajukan permohonan beasiswa, yaitu:
Muqabalah (interview langsung). Cara ini bisa dilakukan di dua tempat:
Kampus Universitas Islam Madinah.
Tempat penyelenggaraan daurah tahunan di Indonesia. Sejak 2003, daurah tahunan ini tidak diselenggarakan lagi, dan insyaallah mulai tahun ini akan diadakan lagi. Informasi daurah di Indonesia tahun ini bisa diperoleh secara tidak resmi di: http://serambimadinah.com/ atau http://muslim.or.id/
Murasalah, yaitu dengan mengirim berkas yang diperlukan ke:
عمادة القبول والتسجيل، الجامعة الإسلامية بالمدينة المنورة، ص. ب. 170، المملكة العربية السعودية.
atau: Deanship of Admission and Registration, Islamic University of Madinah, PO Box 170, Kingdom of Saudi Arabia.
Pendaftaran online, di: http://www.iu.edu.sa/iu_web/content.aspx?id=814
Persyaratan Umum:
1. Beragama Islam dan berkelakuan baik.
2. Komitmen mentaati aturan UIM.
3. Sehat jasmani.
4. Lulus ujian atau muqabalah yang dilakukan pihak UIM.
5. Memiliki ijazah dari sekolah negeri atau swasta yang mendapat akreditasi (mu’adalah) dari UIM. Berarti, ijazah dari sekolah negeri di Indonesia tidak perlu akreditasi.
6. Siap belajar sepenuhnya.
7. Memenuhi setiap persyaratan yang mungkin ditentukan UIM saat mengajukan permohonan beasiswa.
Persyaratan masuk program S1:
1. Memiliki ijazah SMA atau sederajat.
2. Usia ijazah tidak lebih dari 5 tahun.
3. Tidak pernah drop out (DO) dari universitas lain karena sebab akademis atau hukuman.
4. Usia pemohon beasiswa tidak lebih dari 25 tahun.
5. Peminat Fakultas Quran harus memiliki hafalan 30 juz.
Berkas yang diperlukan:
1. Ijazah.
2. Daftar nilai ijazah / rapor tahun terakhir.
3. Syahadah husn sirah wa suluk (surat keterangan berkelakuan baik), diutamakan dari sekolah asal. SKCK dari kepolisian juga bisa dipakai.
4. Akte kelahiran dari instansi terkait.
5. Surat keterangan sehat dari penyakit menular, dikeluarkan oleh instansi resmi.
6. 6 lembar pasfoto ukuran 4 x 6.
7. Tazkiyah (rekomendasi) dari dari 1 lembaga keislaman di negara asal, atau dari 2 tokoh agama yang dikenal, berisi keterangan komitmen menjalankan kewajiban agama dan berpegang kepada adab-adab Islam.
* Catatan: Saat pengajuan permohonan beasiswa, cukup dengan menyerahkan fotokopi berkas yang diperlukan. Diwajibkan menyertakan fotokopi paspor dan visa bagi yang datang langsung ke kampus UIM, dan diutamakan menyertakan fotokopi paspor bagi yang lain.
Beasiswa di unversitas lain di Saudi Arabia
Terbuka pula kesempatan mendapat beasiswa dari universitas-universitas berikut:
1. Universitas Ummul Qura di Makkah. Program yang bisa diikuti adalah program S1 ilmu agama. Kesempatan meneruskan hingga jenjang S3 juga terbuka. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi: http://www.uqu.edu.sa/
2. Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud di Riyadh (universitas Islam terbesar dan induk LIPIA Jakarta). Program yang ditawarkan pasca sarjana ilmu agama. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi: http://www.imamu.edu.sa/
3. Universitas King Saud di Riyadh (universitas terbesar). Anda bisa mengikuti program S1 dan pasca sarjana ilmu agama, serta pasca sarjana ilmu umum. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi: http://www.ksu.edu.sa/
4. Universitas King Fahd di Dahran. Program yang ditawarkan adalah pasca sarjana ilmu umum. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi: http://www.kfupm.edu.sa/
Selesai ditulis di Madinah, 9 Sya’ban 1430 H oleh Anas Burhanuddin, mahasiswa Universitas Islam Madinah.
= = = = =
http://www.serambimadinah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=70%3Abeasiswa-di-universitas-islam-madinah&catid=45%3Ainfo&Itemid=65
Posted by: annisa1 on: 25 September 2009
Ini bukan cerita dongeng belaka, tanpa didahului pada suatu masa..
Ini terjadi dimasa kini, tentang seorang akhwat dan cita-citanya…
Mungkin bagimu tidak ada yg spesial pada tag tittle di atas…
Namun bagiku sebuah sensasi semangat yg menambah gairah…
Bukan gairah seronok semata, namun gairah yg membuncah…
Kagum sekaligus bangga…
Tersebutlah nama “MARYAM” ,nama yg bukan aslinya, untuk menghilangkan sum’ah bagi yg mengenalnya…
Tak ada yg spesial pada fisiknya kecuali wajahnya yg putih dan awet muda (*kata zaujaty)…
Bayangkan saja umurnya sudah 65 thn namun nampak 40an saja…
Apa yg tidak biasa padanya???
Kudengar cerita ini langsung dari zaujaty…
Dia mengenal akhwat yg satu ini…
Dengan cita-cita besarnya…
Dia sangat terkenal dikalangan para akhwat..
Karena dia memiliki keistimewaan yg tak biasa di kalangannya saat ini…
Dia seorang hafidzah…Yaa, seorang penghapal Al-qur’an…
Lengkap dengan 30 juz hapalannya…
Dengan itu saja, dia berbeda dengan akhwat yg lainnya…
Ditambah lagi dengan cita-cita luhurnya…
Sebuah ma’had lengkap dengan sarananya…
Ma’had yg diberi nama “Al-Qaanitaat” yg berarti wanita yg senantiasa taat…
Dia berjuang mencetak akhwat penghapal Qur’an…
Dan sempat ku kesana dan mendengar langsung para akhwat menghapal Qur’an dari kejauhan…
Seperti suara tawon yg sangat banyak, menggema di sebuah bangunan dengan 3 lantainya…
Decak kagumku dengan semua ini…
Seorang akhwat dengan cita-citanya…
Aku berandai, jika saja ada ma’had untuk ikhwan seperti ini…
Aku ingin menjadi seorang hafidz seperti mereka…
Target 4 juz setiap bulannya…
Yg disetor pada sang hafidzah.
Lain waktu, kudengar cerita lain dari zaujaty…
Bagaimana sang hafidzah ini menjaga hapalannya…
Setiap satu pekan, 30 juz diulang-ulang…
Sehari, mungkin 4-5 juz diingati…
Subhanallah…
Makin kagum ku dibuatnya…
Dia tidak biasa, dia sungguh luar biasa dimataku…
Tanpa ku pernah berjumpa dengannya…
Seperti cerita dongeng yg menyejukkan hatiku…
Masih ada penjaga Al-Qur’an dimasa ini….
Kisah nyata, seorang akhwat dengan cita-citanya
Dengan segenap tekad ku sampaikan ke jauzaty…
Tirulah dia…
Jadilah kau seorang penghapal Al-Qur’an…
Yg dengannya kau dapat memberi syafaat 70 orang dari keluargamu…
Di akhirt nanti…
Itulah balasan bagi para penghapal Qur’an…
Begitulah cerita tentang sang hafidzah…
Semoga Allah membalas kebaikannya..
Dan kita dapat mengambil pelajaran darinya…
Bahwa sekarang ini, kita masih dapat menghapal Kitabullah..
Bukan hanya cerita sirah dahulu saja..
Ini sebuah realita seorang akhwat dan cita-citanya…
Bagaimana dengan kita…
*** Kamus kata :
Akhwat = wanita
Jauzaty = istriku
Ma’had = sebuah pesantren kecil tempat menuntul ilmu syar’i
Sum’ah = berbangga diri
Hafidz/hafidzah = Penghapal Al-qur’an
Ikhwan = laki-laki
= = = = =
Subhanallah !!
http://umarvijay.multiply.com/journal/item/34
Posted by: annisa1 on: 25 September 2009
oleh Ustadz Rizki Narendra
Berikut adalah artikel berkenaan dengan tips-tips tentang bagaimana cara mudah dalam menghafal Al-Qur’an yang ditulis oleh Ustadz Rizki Narendra. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca belajarislam.com yang sedang menghafal maupun yang akan menghafal Al-Qur’an. Ustadz Rizki Narendra adalah seorang Hafidz lulusan Ma’had Arrayah Sukabumi. Berikut adalah tips-tipsnya
Manghafal al-qur’an al-karim perlu dilakukan secara bertahap, artinya memulai dari ayat yang sedikit dan juga mudah, bukan memulai dengan yang banyak kemudian tiba-tiba berhanti di tengah jalan. Perumpamaan Otak manusia seperti cangkir. Kalau saja seember air di tuangkan sekaligus kedalam cangkir maka yang terjadi bukannya air tersebut masuk tetapi malah tumpah kemana-mana, dan hasilnya air yang tersisa dalamnya hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Seperti halnya sebuah cangkir otak manusia ketika dijejali sekaligus dengan file-file hafalan yang terjadi adalah rasa malas dan jenuh dalam menghafal dan akhirnya berujung paa meninggalkan hafalan sama sekali.
Mulailah hafalan dari surat yang antum anggap mudah, mulailah sedikit-sedikit namun istiqomah dan berkesinambungan, kalau misalnya otak kita hanya dapat menghafal satu atau setengah halaman perhari maka biasakanlah untuk istiqomah dalam hal tersebut selama satu atau dua bulan, Tujuannya adalah membiasakan otak untuk menerima memory hafalan sebanyak setengah atau satu halaman perhari. Nah..! ketika otak kita sudah terbiasa dengan hal tersebut maka dengan sendirinya dia akan meminta tambahan. Pernahkah kita memperhatikan bagaimana atlet angkat besi berlatih..? seorang yang ingin menjadi atlet angkat besi dia akan memulai latihannya dengan beban yang ringan selama beberapa waktu, hal tersebut bertujuan untuk membiasakan otot-ototnya,ketika suda terbiasa secara otomatis dia akan menambah beban yang lebih besar lagi. Sepeti itulah hafalan al-quran, ketika otak sudahterbiasa dengan
hafalan yang sedikit denagan sendirinya dia akan meminta tambahan hafalan.
Dan salah satu faidah dari tadaruj ini adalah menjaga keselamatan hafalan dari bercampur baurnya ayat mutasyabihatnya, karena sebagaimana kita ketahui bersama bahwasanya di dalam alqur’an terdapat banyak sekali ayat mutasyabihat (ayat-ayat yang mirip).
Muraja’ah merupakan kunci pokok dalam menghafal, hafalan tanpa muroja’ah adalah Nol. Rasulullah salallahu ‘alaihi wassallam brsebda:”sesungguhnya perumpamaan penghafal al-quran adalah seperti pemilik seekor unta yang ditambat, jika dia mengikatnya maka dia akan menguasainya, dan jika dia melepaskannya maka unta itu akan pergi.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Ketahuilah bahwa ayat yang paling sulit dihafal, ketika kita berhasil menguasainya akan menjadi ayat yang paling melekat di dalam ingatan, hal itu dikarenakan kita harus mengulangnya berkali-kali dan mengeluarkan energy yang lebih besar untuk menghafalnya, oleh karena itu janganlah kita mudah menyerah ketika kita menemukan kesulitan dalam menguasai sebuah surat.
Suatu hari Al-Imam Ibnu Hibban sedang membaca buku dengan tujuan untuk menghafal sebuah buku, maka dia terus menerus membacanya dan mengulanginya dengan suara keras. Dan di rumah tersebut ada seorang nenek, sedang Al-Imam Ibnu Hibban terus-menerus mengulanginya, sekali, dua kali, tiga kali, hingga sepuluh kali, sampai nenek tersebut merasa bosan mendengarnya, dan berkata: “apa yang engkau lakukan?”, al-imam menjawab: “aku ingin menghafal buku ini.”, nenek tersebut berkata: “celakalah kamu, kalau memang kamu ingin memnghafalnya maka sesungguhnya aku sendiri sudah bisa menghafalnya”. Al-imam bekata: “kalau begitu perdengarkan kepadaku”, maka nenek tersebut memperdenganrkan hafalan kitab tersebut yang baru saja dia hafal, kemudian al-imam berkata: “kalau aku tidak menghafalnya kecuali setelah aku mengulanginya sebanyak tujuh puluh kali”. Kemudian setelah satu tahun berlalu al-imam mendatangi nenek tersebut dan berkata: “wahai nenek, perdengarkanlah kepadaku hafalan kitab satu tahun yang lalu”, maka dia tidak bisa memperdengarkannya, berkata al-imam: “adapun aku tidak lupa satu sedikitpun darinya”. (kaifa tahfadzul ma’luumaat fii dzlihnika, syaikh ‘adil bin Muhammad, hal.16)
Memang benar bahwasanya umur yang paling sesuai untuk menghafal adalah di waktu kecil, sebagaimana pepatah mengatakan “menghafal di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu, sedang menghafal diwaktu tua bagaikan mengukir diatas air”, namun hal ini tidak menghalangi seseorang yang sudah berumur untuk dapat menghafal al-quran, selama dia memiliki azam dan tekad yang kuat untuk bisa menghafal al-quran, disertai dengan niat ikhlash intuk menghafalnya maka insya Allah, Allah subhanahu wata’ala akan menolongnya, Allah ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya telah kami mudahkan al-qur’an itu untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Al-Qomar:22)
Waktu yang paling baik untuk menghafal yang baik berbeda-beda bagi setiap orang, ada yang merasa tengah hari adalah waktu yang paling sesuai untuk menghafal, sebagian lain berpendapat tengah malam, dan lain sebagainya. Hal tersebut bukan menjadi masalah, yang penting adalah ketika waktu itu tiba jangan ada sesuatu yang mengganggu kita, matikan HP, TV, jauhkan pandangan kita dari hal-hal yang dapat menarik perhatian seperti Koran, majalah, hiasan2 unik, gambar sampul buku-buku, dll. Jangan biarkan ada yang merusak konsentrasi kita.
Berkaitan dengan waktu menghafal yang baik sebagian ulama memandang bahwa waktu lapar atau perut kosong lebih baik daripada waktu kenyang, dan pagi hari lebih baik dari sore hari, namun sebagaimana telah disinggung tadi bahwa hal tersebut relative bagi masing-masing individu.
Pilihlah tempat yang jauh dari keramaian, karena hal tersebut biasanya sangat mengganggu kelancaran menghafal. Dan tempat yang kami rekomendasikan adalah masjid, karena tempat tersebut merupakan tempat yang penuh berkah, atau juga kamar yang sepi. Dan kami sarankan untuk tidak memilih tempat yang memiliki panorama indah seperti pegunungan atau kebun bunga atau tepi pantai, karena biasanya yang terjadi adalah pemandangan seperti itu justru menarik perhatian ketika menghafal sehingga mengganggu konsentrasi, orang cenderung memilih untuk menikmati panorama tersebut dari pada menghafal al-quran, dan bahkan mungkin sebagian ada yang beralasan bahwa hal tersebut merupakan tadabbur alam, dan tadabbur itu pahalanya lebih besar dari sekedar menghafal al-quran.
Proses menghafal al-quran sangat terbantu apabila seseorang memahami bahasa arab, karena dengan begitu dia mengerti tentang apa yang dia baca, dan juga bacaannya sangat membekas di hati dari pada yang hanya menghafal tanpa tahu memahami apa yang dia baca. Memang pemahaman bahasa arab bukan hal yang mutlak dibutuhkan untuk sekedar menghafal al-quran al-karim, namun perlu diketahui bahwa tujuan utama diturunkannya al-quran bukanlah untuk di hafal, bukan agar seseorang memindahkan huruf-hurufnya dan lafadz-lafadznya kedalam memory otak, melainkan untuk ditadaburi, dan tidak mungkin bagi seseorang untuk mentadaburi al-quran jika dia tidak memahami apa yang dia baca. Jadi kesimpulannya cepat atau lambat seorang yang sedang berusaha menghafal al-quran dituntut untuk bisa memahami bahasa arab.
Nabi shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda: “diantara tanda-tanda baiknya keislaman seseorang adalah dengan meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat untuk dirinya” (HR. At-tirmidzi dan Ibnu Majah). Dan cukuplah hadis tersebut diatas sebagai peringatan bagi kita untuk menjauhi hal-hal yang tidak mendatangkan manfaat, seperti duduk-duduk dipinggir jalan, main game on-line, Play stasion, berlama-lama chating untuk hal-hal sepele, baca buku komik, dan lain-lain.
Ketahuilah bahwasanya hal-hal semacam itu hanya akan mengganggu pikiran kita, membuat penuh memory otak kita dengan persoalan yang tidak berguna, dan mejadikan kita banyak melamun ketika menghafal atau muroja’ah. Biasanya akan terlintas pikiran-pikiran yang berkaitan dengan hal-hal tersebut, seperti: “wah, coba tadi waktu lagi main PS aku pake teknik ini, pasti rajanya bakal kalah telak..!” atau ”gimana ya, cara memecahkan teka-teki di game tadi..?” dan pikiran-pikiran serupa lainnya yang membuyarkan konsentrasi.
Carilah teman yang memiliki semangat yang sama seperti kita, kemudian dekati dia, jadikan dia teman untuk muroja’ah, kemudian tumbuhkan semangat berkompetisi agar saling terpacu untuk menjadi yang terbaik, dan semangat semacam inilah yang tumbuh dikalangan para sahabat, mereka berusaha untuk saling mendahului dalam kebaikan sebagai implementasi dari firman Allah ta’ala: “maka berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan” (al-maidah: 48).
Seseorang yang baru memulai proses menghafal biasanya akan menghadapi tekanan mental. Dan biasanya hal ini timbul karena merasa kesulitan untuk menghafal ayat-ayat tertentu sulit, atau karena mudahnya ayat-ayat yang dia hafal lenyap dari memorinya, atau juga Karena banyaknya ayat-ayat mutasyabihat (ayat-ayat yang mirip) dan susah untuk dibedakan, sehingga tidak sedikit dari mereka yang pada mulanya berazam untuk menghafal al-quran tiba-tiba saja patah semangat dan akhirnya berhenti.
Ketahuilah bahwasanya jalan menuju surga itu penuh dengan duri, dan orang-orang pilihan Allah adalah mereka yang mampu menghadapi cobaan semacam ini. Ketika seseorang mengalami hal seperti ini maka yang perlu dia lakukan :
Jangan menambah hafalan untuk sementara, cukup lakukan muroja’ah dari hafalan-hafalan yang sebelumnya. Atau kalau memang tidak bisa memuroja’ah Karena pikiran terlalu penat cukup dengan membacanya saja, tetapi jangan sampai meninggalkan al-quran secara total.
baca dan tadabburi tafsir dari ayat-ayat yang telah dihafal atau yang ingin dihafal agar kita mengerti makna dari ayat-ayat tersebut sehingga timbul rasa cinta untuk menghafalnya, sebagaimana kata pepatah: “tak kenal maka tak sayang”.
Salah satu cara untuk mengembalikan semangat adalah dengan membaca kisah-kisah orang-orang pilihan seperti kisah para mujahidin pada zaman dahulu, ulama, raja-raja, dan lain-lain. tetapi jangan membaca buku yang tidak bermanfaat seperti majalah gossip, komik-komik, dan yang sejenisnya karena bacaan-bacaan seperti itu bukannya menambah semangat tetapi justru melalaikan, dan mengajak kita untuk berkhayal.
Dengarkan bacaan al-quran dari orang-orang yang dikaruniai suara yang merdu, baik itu melalui kaset murotal atau sesame teman.
Ketahuilah bahwa ayat yang paling sulit dihafal ketika kita berhasil menguasainya akan menjadi ayat yang paling sulit untuk hilang dari ingatan,karena dia akan mengeluarkan usaha yang sangat keras, begitu pula sebaliknya, ayat yang mudah untuk dihafal biasanya akan mudah hilang (orang bilang “easy come easy go”).
Lakukan sedikit olahraga.
Setelah pulih lanjutkan kembali hafalan.
Tidak diragukan lagi bahwasanya maksiat adalah salah satu hal yang menghambat hafalan, adh-dhohhak berkata: “kami tidak mengetahui seorangpun yang menghafal al-quran kemudian lupa kecuali karena dosa” kemudian beliau membaca firman Allah ta’ala: “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kamu). (QS. Asy-syuuro: 30).
Demikian sedikit tips untuk menghafal al-qquran, semoga bermanfaat, dan selamat menghafal, semoga Allah ta’ala memberi taufik. Wallahu a’lam.
Posted by: annisa1 on: 21 September 2009
JEDAH–Menghafal Alquran mestinya memang tak mengenal waktu dan usia. Di Arab Saudi, gerakan menghafal Alquran masuk ke mana-mana, termasuk penjara yang bisa mengurangi hukuman (remisi). Bagi remaja kasus narkoba juga diwajibkan menghafal Alquran, sebagi sanksi khusus.
Gerakan menghafal biasa dilakukan anak-anak, remaja, dan dewasa 40 tahunan. Namun, kali ini berbeda. Muhammad Abdullah Musa yang sudah berusia 70 tahun berhasil menyelesaikan hafalan Alqurannya dan lulus dengan penghargaan dari Lembaga Tahfizul Quran, Jeddah, dengan nilai 91. Acara diselenggarakan hari Kamis, 16 Juli kemarin di Masjid Raja Abdul Aziz, Jeddah.
“Ketika saya masih muda, saya sudah menghafal dua juz Alquran tetapi kemudian lupa karena problema hidup,” kata Musa seperti dikutip harian Arab News edisi akhir pekan kemarin.
Bagaimana pun, kecintaannya kepada Alquran mendorongnya terus untuk menyelesaikan hafalan Alquran secara utuh dan penuh, meski usia tak lagi muda dan mulai terkendala faktor ingatan. Sebab, hafalan Alquran yang lupa akan menumpuk dosa.
Maka, ia kemudian bergabung dengan program-program khusus yang diadakan di masjid pada malam hari untuk laki-laki tua. “Hal ini memberi orang tua seperti saya dan pekerja di siang hari sebuah kesempatan untuk mempelajari kitab Allah,” katanya.
Musa menghafal secara rutin serta mendapat bimbingan dari Masjid Raja Abdul Aziz. Di sini ia berhasil menyelesaikan hapalan 10 juz.
“Pada awalnya saya mengalami kesulitan besar dalam pelafalan dan tajwid, tetapi kemudian dapat teratasi masalahnya,” katanya.
Kemudian ia bergabung dengan Lembaga Tahfidzul Quran di Mesjid Salah Karamah, Jeddah, dan berhasil menyelesaikan hapalan 30 juz. “Saya menghapal dua sampai tiga halaman setiap hari. Di malam hari saya pergi ke Mesjid Raja Abdul Aziz Masjid untuk mengulang (takrir) sekitar 2 juz,” katanya.
Menurut Musa, ia bisa menyelesaikan hafalan karena dorongan anak dan istri. Walaupun secara usia, dia sudah sangat lanjut. Apalagi jarak antara mesjid yang membinanya dengan rumah tempat tinggalnya berjarak enam kilometer. Dalam usia yang semakin mendekati kematian itu, hafalan Aquran justru memicunya untuk bisa bersama Rasulullah di sorga kelak.mtf/taq
= = = = =
http://www.republika.co.id/berita/63675/Gerakan_Menghafal_Alquran_di_Saudi
Posted by: annisa1 on: 21 September 2009
Berikut ini adalah salah satu dari metode bagi anda yang mau menghafal ayat-ayat dalam al Qur’an. Tapi yang perlu diperhatikan sebelumnya bahwa,
Obat terbesar dalam menghafal dan memahami adalah taqwa kepada Allah SWT. “Bertaqwalah kepada Allah, niscaya Dia mengajarimu”
Imam Syafi;i berkata, “Aku mengadukan perihal keburukan hafalanku kepada guruku, yang bernama Imam Waki’, lalu guruku berwasiat agar aku menjauhi maksiat dan dosa. Guruku kemudian berkata: ‘Muridku, ketahuilah bahwa ilmu adalah cahaya. Dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang-orang yang maksiat’”.
Adapun langkah-langkah menghafal al Qur’an, sebagai berikut:
http://dkmfahutan.wordpress.com/2007/08/02/metode-menghafal-al-qur%E2%80%99an/
Posted by: annisa1 on: 21 September 2009
Assalamualaikum Wr.Wb.
Saudara-saudaraku sekalian.
Disini saya mengucapkan terima kasih banyak,terhadap mail-mail saudara,tertuju khusus kepada saya,baik itu berupa nasehat, saran, dukungan, kritikan, pujian dllnya. Saya tampung semua itu dgn senang hati. Yang dilayangkan lewat jalur umum maupun khusus. Meskipun dahulu saya pernah mengatakan, saya mohon maaf nggak dapat membalas mail semuanya. Nampaknya hal ini memang tidak dapat saya hindari lagi. Masih banyak juga yang masuk ke japri, mungkin sudah suratan saya, belajar sambil berkarya.
Percayalah,saya tidakkan marah, maupun keberatan, dgn permintaan-permintaan saudara sekalian,utk lebih banyak menulis artikel keagamaan, ataupun apalah namanya. Juga nasehat-nasehat serta bimbingan dari saudara semua.saya ucapkan terimakasih.Hanya
saja, kalau ada yang belum saya kabulkan permintaannya saya mohon maaf
Terkadang,saya merasa, bahwa yang diminta utk menuliskan ttg Metode menghafal Quran, cara berpakaian, berjilbab,dllnya..yang masih banyak lagi, saya rasa sudah saya tuliskan, beberapa bulan yang lalu, kalau saya forward kan nggak enak,s ama yang lain..? yang sudah pernah membacanya. Kalau nggak salah, saya masuk mailist ini, sehabis lebaran Idul Fitri yll, dan dari sekian banyak, saya lihat copyannya, ternyata banyak sekali.apalagi setelah saya gabungkan tanggapan-tanggapan dari saudara semua (surat-surat saudara semuanya, masih ada pada saya,mulai dari awal sekali, saya simpan baik-baik). Dan mohon didoakan saya, agar bisa berhasil dalam thesis (kuliyah) saya ini. Saya hanya takut, tugas belajar yang diberikan sangat sedikit, sementara yang saya teliti ratusan hadist.
Tapi, tak apa saya mengabulkan sedikit permitaan dari saudara,yang saya kira,cukup diperlukan bagi seorang Muslim yang ingin dekat pada Allah.
Pertama persiapan dalam menghafal Al Qur’an:
(Sejauh pengalaman saya yang menghafal Al Qur’an 30 juz, selama dalam jangka waktu 3 tahun, hanya inilah tambahan dari tulisan saya yang berlalu ttg bagaimana menghafal Qur’an itu,dalam hal ini,saya tak perlu memakai referensi, karena menghafal Qur’an itu butuh kesabaran, keuletan, dan ketelitian,):
1.Hati harus sangat bersih. jauhkan dari punya rasa sakit hati sesama teman, guru, orang tua, suami, istri, anak, dllnya. Jangan sama sekali punya penyakit hati, percayalah, Al Qur’an tidakkan masuk kepada saudara, kalau hati saudara masih ada kotornya. Bayangkan saja, sumur, atau bak kamar mandi saudara, bila saudara ingin mengisi air baru kedalamnya, kalau tidak saudara bersihkan betul, yakinlah,warna airnya akan abu-abu. Begitu pula hati, kalau ingin dimasuki cahaya Al Qur’an. Penyakit hati itu sangat banyak, bisa saudara baca di buku-buku.Hasad, sombong, ta’ajjub, riya’, tak punya rasa kasih sayang sesama manusia, egois, dllnya.
2.Kalau ada kesalahan cepat-cepat minta maaf, jangan malu utk melakukan hal itu.
3.Jangan sama sekali bersikap kasar pada orang lain, jangan sakiti hatinya, tetapi bila ia mengritik saudara, hadapi dgn baik, lawan ia dgn argumen yang mantap, tanpa harus dgn kata-kata yang kasar, dan menyakitkan hati. Jangan lawan api dgn api. Tapi lawan api dgn air, dan harus pegang prinsip terhadap kandungan Al Qur’an.(tetapi ada masa-masa kita harus bertindak tegas.). Lihat sikon.
4.Lihat kembali mail yang saya tuliskan dalam masalah ini.(trip-trip mendidik diri dan anak dalam menghafal Qur’an) beberapa bulan yang lalu.
Do’a utk menghafal Qur’an:
a.) Banyak do’a utk itu. Salah satunya coba saudara lihat diakhir Al Qur’an yang sering dilantunkan orang dgn nyanyian (Allaahummarhamni bil Qur’an…dst fahami artinya,berdo’alah dgn khusyuk dan mengharap betul pada Allah,kalau saudara betul betul meresapinya,pasti saudara akan menangis.dan sering-seringlah menangis utk itu,juga utk menyesali perbuatan dan dosa,Air mata yang selalu keluar karena takut pada Allah,adalah mata yang ngak kesentuh oleh api neraka.Jangan terlalu banyak tertawa yang sampai melupakan diri kita pada Allah.
b) Do’a yang lain. “Allahumma innani fuqaraa, faagnina, wainnani adzillah, fa’aijjani, bimannika, wajuudika, wafadlika, wakaramika, ya Ar hamarraahimiin” Artinya (Wahai Tuhanku,sesungguhnya aku sangat miskin,maka kayakanlah aku(dgn cahaya Al Qur’anMU), aku ini sangat lemah, maka kuatkanlah iman dan jiwaku itu dgn karuniaMU, kehebatanMU dan keutamaanmu, dan kelebihanMU, wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.…
Shalat utk menghilangkan sifat pelupa
Shalat tsb,ada empat Rakaat, sebaiknya dilakukan pada malam hari, Dan di dalam keempat rakaat itu yang harus dibaca pada Ayat rakaat pertama dan kedua.harus hafal dulu beberapa surat dibawah ini:
Surah Yaasiin, Al Furqaan (keduanya dibaca di rakaat pertama) Kemudian Surah, Fushilaat dan Ad Dukkhaan (dibaca pada rakaat kedua). Nah sudah hafal belum..? kalau belum, dihafal dulu.
Cara yang termudah utk menghafal Qur’an adalah dgn:
a) Memahami betul artinya (lihat terjemahan) supaya nggak hilang-hilang, atau susah hilangnya.
b) Hafal menurut cerita, atau topiknya (satu-satu topic, karena Al Qur’an itu berbagian-bagian, misal,ttg orang bertaqwa, cerita nabi Adam, Nuh, dllnya.
c) Hafal ayat per ayat,jangan masuk pada ayat kedua sebelum hafal ayat yang pertama.
d) Ulangi kembali. Dan ketika menambah ayat yang selanjutnya ulangi lagi ayat yang sebelumnya..lakukan hal ini terus menerus, jangan sampai berhenti. pertama-tama yang kita hafal sangat sedikit,lama kelamaan akan banyak sendiri itu nantinya, karena itu sudah janji Allah (‘Allamal Insaanaa maalam ya’lam, Mengajarkan manusia, apa-apa yang tidak ia ketahui).
e) Setelah dihafal beberapa surat, bawa ia di dalam Shalat saudara, pasti disitu akan ketahuan, mana ayat ,atau kata-kata yang anda lupa.Baca saja semampu saudara. Setelah selesai shalat lihat lagi Al Qur’an sambungan ayat yang lupa itu tadi, hafal lagi.Begitulah
seterusnya.
f) Kalau menghafal Qur’an jangan tanggung-tanggung, hafal sampai 30 juz, karena kalau
tidak, maka ia akan bisa lupa kembali. Jangankan yang setengah,yang sudah hafal 30 juz saja masih sering lupa,dan harus diulang terus.
g) Menghafal Al Qur’an itu sangat mudah dan cepat, bisa tiga tahun, kalau kita mempunyai tugas lain, seperti belajar, kerja rumah, dllnya, tetapi mempertahankannya sangatlah beratnya…Sungguh sangat berat. (surat Annisaa,yang lumayan cukup sulit dan panjang itu, bisa dalam jangka tiga hari, sudah saudara hafal, tetapi bila telah lupa, mengulangnya, bisa sampai lebih dua bulan.Bayangkan itu..?!.
h) Yakinlah kalau saudara punya tekad dan kemauan yang kuat, utk menempuh sesuatu yang baik, pasti semua itu akan mudah. kalau nggak ada kemauan yang kuat, jangan harap anda akan hafal.
i) Hafal terus jangan bosan-dan mundur, dgn segala godaan dan rintangan,tak ada yang mudah dicapai utk menuju sesuatu yang baik itu.harus butuh kosentrasi yang kuat, dan waktu yang cukup.
h) Dan yang harus ada orang yang mau mendengarkan hafalan Qur’an saudara itu., tidak perlu harus di tempat yang formal. Di rumah juga bisa. Bila saudara telah berkeluarga, pada suami/istri, suruh dia dengarkan sambil ia sendiri melihat Qur’an. Bila belum, pada teman,kakak, adek, atau siapa sih yang kita kenal dekat, sambil berjalan pun bisa. sambil
masak, di bis, dllnya, asal jangan di kamar mandi.
k)Tapi saudara jangan heran, bila saudara telah hafal Qur’an,pasti banyak peringatan-peringatan dari Allah, atas perbuatan saudara. Bisa jadi hukuman itu saudara rasakan didunia, setelah itu saudara disuruh bertaubat, minta maaf..begitulah seterusnya Jalan
menuju Allah. Jalannya Penghafal Qur’an.. Sekali lagi bersabar, tabah dan jaga hati. Hafal sampai 30 juz, jangan tanggung-tanggung. Sekali menyelam di lautan, minum saja airnya langsung. (Tapi jangan semua air lautan itu diminum, bisa-bisa saudara mati terapung…) Demikian dulu dari saya, sebelumnya saya tutup artikel ini dgn kata-kata:
Dari kapas dibuat benang
Dari benang dibuat kain
Barang (kata-kata) lepas jangan dikenang
Telah jadi milik orang lain
Kalau ada sumur diladang
Bisa kita menumpang mandi,
Kalau ada kata-kata yang salah
Pada saudara saya mohon maaf, pada Allah saya mohon ampun.
Wassalam (Rahima Rahim)
Posted by: annisa1 on: 21 September 2009
VOA-ISLAM – Olahraga berkuda ternyata memiliki manfaat untuk metode penyembuhan bagi berbagai masalah anak. Mulai dari masalah psikologis, mental, emosional, lemah fisik, kemampuan berbahasa dan berbicara, bahkan autisme.
“Menunggang kuda adalah kegiatan menyenangkan bagi banyak orang, tapi bagi anak yang memiliki keterbatasan, menunggang kuda bisa menjadi salah satu cara penyembuhan,” kata Lisa McCallum, terapis berkuda dari Sleepy Hollow Therapeutic Riding Centre dan South African Riding for the Disabled Association (Sarda).
Setiap tahun, banyak orang merasakan manfaat dari terapi menunggang kuda dan jumlahnya terus meningkat.
Terapi berkuda memiliki tiga manfaat utama, yaitu olahraga, pendidikan dan pengobatan. Ketiga hal ini sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak-anak.
Menurut McCallum, terapi berkuda memiliki tiga manfaat utama, yaitu olahraga, pendidikan dan pengobatan. Ketiga hal ini sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak-anak.
Dijelaskan McCallum, terapi biasa tidak berhasil karena kadang anak sudah antipasti terlebih dahulu terhadap kegiatan terapi. Sedangkan aktivitas berkuda, anak memandangnya sebagai kegiatan bermain yang menyenangkan. Sehingga mereka lebih rileks menjalaninya.
Berkuda bisa memotivasi anak yang memiliki masalah mental dan emosional, serta kendala dalam belajar. Kegiatan ini membantu mereka berkonsentrasi, sabar, dan disiplin tinggi.
Aktivitas berkuda membutuhkan kerjasama antara kuda dan penunggangnya. Saat belajar berkuda, akan tercipta ikatan emosi anak dengan kuda yang dikendarainya.
“Hubungan unik antara kuda dengan pengendaranya membantu mengatasi ketakutan. Justru akan tumbuh rasa saling percaya antara anak dengan kuda, hal inilah yang menjadi terapi emosi mereka,” ujar McCallum.
Untuk anak yang mengalami hambatan fisik, misalnya kaki lumpuh, berkuda adalah cara mereka menikmati kebebasan yang selama ini tidak bisa mereka dapatkan saat berada di atas kursi roda. Duduk di atas kuda juga akan melatih otot kaki mereka sehingga bisa berjalan.
“Saat menunggang kuda, otot-otot pada selangkangan anak akan merasakan sensasi seperti saat berjalan kaki. Hal itu akan mengaktifkan otot-otot kaki sehingga pelan-pelan si anak akan bisa berjalan,” kata McCallum. (aa/vvnws)
http://www.voa-islam.com/news/horse-riding/2009/09/08/972/berkuda-sebagai-terapi-pengobatan-masalah-anak/
Komentar Terbaru