Learn to Be A True Muslimah

AYAHKU SUKA MEMBACA

Posted on: 9 Juli 2008

Ayahku sangat suka membaca buku dan buku yang paling sering ia baca adalah Al-Quran. Setiap hari beliau membaca Al-Qur’an sebanyak 3 juz sehingga dalam satu bulan dapat mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak tiga kali. Setiap kali mengkhatamkan Al-Qur’an, ayah mencatat tanggal khatamnya itu dalam secarik kertas tebal. Setelah kurang lebih tiga tahun, ayah telah mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 100 kali. Subhanallah…, dalam hal ini saya masih kalah  😦

Saya sangat iri dengan ayah dengan hobi membacanya ini. Salah satu buku favorit lainnya adalah buku tafsir, sehingga di masyarakat sering diminta mengisi pengajian dengan bahasan tafsir. Di rumah ada beberapa buku-buku Islam yang kebanyakan dibeli ayah setelah berkeluarga (saya tahu dari tahun dibelinya buku itu). Kalau ayah beli buku baru, biasanya ditulis kapan buku itu dibeli, dan kapan selesai dibaca. Buku-buku yang saya sukai (sering dibuka, sering dibaca, sering diulang) ternyata juga disukai pula oleh ayah. Misalnya tentang buku (kitab) berjudul Al-‘Ubudiyah (Hakikat Penghambaan Diri Kepada Allah) karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Waktu pertama membaca buku ini, saya terperanjat. Kenapa? Karena ternyata uang bisa jadi berhala, pakaian bisa jadi berhala, dst. Wah, menakutkan, jangan sampai terjerumus menyekutukan Allah tapi tidak merasa !

Lanjut berbicara tentang buku. Kalau saya membawa buku-buku Islam dari perpustakaan dan membawanya ke rumah, kadang ayah yang lebih dulu selesai membacanya daripada saya. Wah, tambah iri nih. Kupandang wajah ayah dengan agak cemberut (karena mendahuluiku), tapi ia membalas dengan senyuman yang tulus padaku. Akhirnya akupun ikut tersenyum 🙂

Suatu kali, ayah yang gantian membawa buku terbitan baru ke rumah (pinjaman dari temannya). Akhirnya saya duluan menyelesaikan membaca kitab itu (hore…tidak mau kalah terus !!, J). Kitab itu lumayan tebal dan saya menyelesaikan kitab itu dalam waktu satu malam. Wah, saya senang sekali karena akhirnya bisa juga lebih cepat dari ayah. Namun, rupanya ayah tidak terpengaruh dengan rasa senangku ini. Beliau tetap tenang dan membuka kitab itu lembar demi lembar.

6 Tanggapan ke "AYAHKU SUKA MEMBACA"

ehm,,,jadi ngiri,,,
Boleh dunk dishare, cara bagi waktunya itu,,,gmna ya.
salam buat ayahny dech
salam kenal juga

Ayah ana sangat sedikit tidurnya. Rata-rata beliau tidur 3 jam sehari. Cara mbagi waktunya dengan disiplin sholat fardhu dulu. Setelah itu, kalau ada waktu senggang, jangan dibiarkan, langsung diisi dengan hal yang bermanfaat.. dan kegiatan pertama yang dipilih adalah membaca al-qur’an.. baru yang lainnya, agar target tilawah harian dapat tercapai dan bisa istiqomah.

Semoga kita ditolong Allah untuk memanfaatkan waktu sebaik2nya.. untuk kebaikan dan amal shalih semata. amin..

wuih 3 jam sehari,,aq msh bingung,,gmn caranya,,
itu sdh berlangsung sejak dulu,,,mksudte pas msh muda,, gt ?
mungkin punya resep x,,,ya ,,,minum kopi,,,atau gmn x,,,

ayah ana seorang pekerja keras sejak kecil, biaya sekolah sejak SD hingga Perguruan Tinggi dicari dengan hasil keringat beliau sendiri. mungkin itu yang membuat beliau rajin bekerja dan harus pandai membagi waktu..
Beliau memang suka membaca alqur’an dan mendorong anaknya untuk mencontohnya. Kalau tidur 3 jam sehari itu sejak kapan, ana kurang tahu. Tapi kalau membaca al-qur’an 3 juz per hari secara istiqomah itu sejak ana masuk kuliah di UNS.
Sekarang beliau sudah mengkhatamkan al-qur’an 200 kali lebih, ana masih kalah.. ana masih iri dengan beliau dalam hal ini.

ehm,,,ini dg method 1 bln 1 X khatam, jika di breakdown 1 hari min 1 jam baca utk dpet 1 juz, kira2 gitu kah ??,,
3 jam tdr ini yg masih bingung kok bisa2nya carane gmn , agr tidur segitu cukup ?
ya setiap org mungkin punya teknis tersendiri sesuai dg keadaan, tp btw, all is on planed, ya mudah2 kebaikanya bisa dicontoh dan diterima Allah SWT,

iya, kalau ingin khatam 1 bulan, 1 hari bacanya 1 juz. Jika ini bisa rutin, ini bagus sekali. Apalagi kalau satu juz itu, berati kesempatan untuk tadabburnya lebih banyak.

bisa 3 jam karena ayah ana sudah tua, jadi tidurnya sedikit. selain itu, karena pekerjaan ayah cukup padat.

kalau kita ingin meniru, buatlah percobaan dalam tidur, diberi batasan waktu, misal: hari pertama 5 jam, ketika bangun kok masih segar… berarti untuk besoknya dikurangi, tidurnya jadi 4 jam.. setelah bangun kok masih segar lagi, berarti masih kuat.. besoknya lagi dikurangi jadi 3 jam, trus ko masih segar badan dan pikirannya, maka besoknya lagi dikurangi jadi 2 jam.. kalau dengan tidur 2 jam ini bisa bangun tapi badan malah loyo/kurang segar, berarti batasannya adalah dia tidurnya cukup 3 jam saja dalam sehari. begitu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 842.013 hits
%d blogger menyukai ini: