Learn to Be A True Muslimah

MANGKUK CANTIK, MADU, & SEHELAI RAMBUT

Posted on: 5 September 2008

MANGKUK CANTIK, MADU,

dan SEHELAI RAMBUT

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dengan sahabat-sahabatnya Abu Bakar r.a, ‘Umar r.a, ‘Utsman r.a, dan ‘Ali r.a, bertamu ke rumah ‘Ali r.a. Di rumah ‘Ali r.a, istrinya yaitu Fathimah r.ha (putri kesayangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam) menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Abu Bakar r.a berkata, “Iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.

Umar r.a berkata, “Kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

‘Utsman ra berkata, “Ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

‘Ali ra berkata, “Tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit daripada meniti sehelai rambut”.

Fathimah ra berkata, “Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali mahramnya itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata, “Seorang yang mendapat taufiq untuk beramal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, beramal dengan amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Malaikat Jibril ‘alahis salam berkata, “Menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, meyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Surga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat surga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju surga-Ku lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Seorang yang suka membaca Al-Qur’an itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik, mempelajari dan menghayati isi Al-Qur’an bersama-sama itu lebih manis dari madu, memelihara Al-Qur’an di dalam dada hingga akhir hayat itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut.

Hati yang cantik itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik, mendapatkan lelaki (wanita) yang sholih (sholihah) itu lebih manis dari madu, mendidik anak menjadi generasi terbaik pada zamannya itu lebih sulit daripada meniti sehelai rambut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 842.013 hits
%d blogger menyukai ini: