Learn to Be A True Muslimah

Aku Malu pada Tuhanku

Posted on: 21 November 2008

Aku Malu pada Tuhanku

source : dari sebuah milis

Ketika aku di bangku kuliah dan tengah menyelesaikan tugas skripsiku, ada beberapa kejadian yang aku alami, yang seringkali tanpa sadar aku berucap ”Gila … Kebetulan Banget …”. Kebetulan-kebetulan itu menghampiriku sejak aku memutuskan untuk memulai proses pembuatan skripsiku.

Kebetulan pertama, terjadi ketika aku mengambil form pengajuan judul skripsi di kantor sekretariat jurusan.  Pada saat mengambil Form tersebut, petugas yang melayani memberikan informasi bahwa Rapat penentuan Judul akan dilakukan besok siang, jadi kalau mau diikutkan, maka Form Pengajuan Judul harus diserahkan paling lambat sore ini.  Aku terkaget-kaget mendengar berita tersebut,. Karena umumnya proses sejak pengajuan judul sampai keluar persetujuan judul dan penetapan dosen pembimbing, paling cepat akan selesai dalam jangka waktu 2 bulan.  Mendapat info penting tersebut, tentu saja aku sikapi dengan segera mengisi Form Pengajuan Judul dan mencari Dosen Pembimbing Akademis untuk mendapatkan persetujuan Pengajuan Judul.

Kebetulan Kedua, ternyata Dosen Pembimbingku pada hari itu standby di tempat dan bersedia menandatangani Form Pengajuan Judul yang aku buat dan setelahnya segera menyetorkan kepada bagian pendaftaran pengajuan Judul Skripsi.  Akibat 2 kebetulan tersebut, dalam jangka waktu 2 hari tertempel di papan pengumuman fakultas bahwa Aku termasuk diantara mahasiswa yang sudah mulai dapat melakukan penyusunan skripsi.  Semua kawan-kawanku terheran-heran, karena proses pengajuan dan persetujuan yang demikian cepat yang terjadi pada diriku.

Kegiatanku kemudian berlanjut dengan proses penelitian lapangan, seminar judul, dan seminar hasil penelitian.

Ketika aku selesai melakukan kegiatan seminar hasil penelitian, aku mengalami kebetulan yang ketiga.  Secara alur, jika telah selesai melakukan seminar hasil penelitian, maka jika ada koreksi atas laporan hasil penelitian,  dilakukan koreksi yang dianggap perlu dan proses berlanjut dengan UJIAN SKRIPSI atau yang sering dikenal dengan Sidang Skripsi.  Kebetulan yang aku alami adalah ketika selesai seminar hasil penelitian, Doktor yang menjadi pembimbingku dengan ringan mengatakan bahwa aku harus memperbaiki beberapa catatan yang dihasilkan dari kegiatan seminar dan memberikan jeda waktu 2 minggu untuk pertemuan selanjutnya.  Padahal aku berharap aku diberikan waktu jeda hanya 1 minggu agar aku dapat melakukan Sidang Skripsi di hari ke 10 sejak seminar hasil penelitian selesai aku lakukan.  Aku harus mengejar Sidang Skripsi maksimal di hari ke sepuluh karena aku ingin sekali masuk ke dalam rombongan Wisudawan yang akan diwisuda pada Wisuda Bulan April 1995 yang artinya aku dapat masuk menjadi nominasi Wisudawan Tercepat di angkatanku.  Kebetulan aku menjadi mahasiswa angkatan tahun 1991, sehingga bila dapat diwisuda pada bulan April 1995, maka aku dapat menyelesaikan masa kuliahku dalam tempo 3,8 tahun dan menjadi satu-satunya wisudawan di angkatanku yang diwisuda pada bulan April 1995.

Keputusan Doktor pembimbing skripsiku untuk memberikan jeda selama 2 minggu, aku pastikan akan memupuskan harapanku untuk menjadi wisudawan tercepat di angkatanku.  Namun rupanya Kebetulan ketiga datang menghampiriku.  Ketika aku berada di kantor sekretariat Jurusan, Sekretaris Jurusan menanyakan kepadaku sudah sampai mana proses skripsiku.  Penuh semangat aku jelaskan kepada Sekretaris Jurusan tentang peluangku untuk menjadi wisudawan tercepat bila Dosen Pembimbing Skripsiku memberikanku jeda waktu 1 minggu untuk pertemuan berikutnya. Usai mendapatkan ceritaku, Sekretaris Jurusan kemudian bergegas ke ruangan Doktor yang menjadi pembimbing skripsiku. Entah apa yang ia sampaikan kepada Doktor pembimbingku, lima belas menit berselang Doktor pembimbing skripsiku memanggilku dan meminta aku menyempurnakan hasil penelitianku dan siap untuk Sidang Skripsi di hari ke 8 sejak seminar hasil penelitianku.  Tentu saja keputusan yang amat membahagiakanku dan bergegas aku kembali ke asramaku untuk menyelesaikan penyempurnaan skripsiku.

Akhirnya hari Sidang Skripsiku tiba. Aku dijadwalkan untuk sidang skripsi pada pukul 11.00 Wib dan aku harus siap di ruang jurusan dua jam sebelumnya.  Tatkala menunggu jadwal sidang, Kebetulan Ke-Empat menghampiriku.  Saat itu teman satu angkatanku menghampiriku dan menyampaikan cerita bahwa baru saja jam kuliah statistiknya dipercepat, dan sang dosen menyampaikan didepan kelas bahwa kelas hari ini dipercepat karena akan melakukan pengujian skripsi untuk salah seorang mahasiswa seraya menyebut namaku. Sang Dosen yang kebetulan menjadi Dosen Penguji Skripsiku selanjutnya mengatakan bahwa ia akan mengajukan pertanyaan pertama berupa pertanyaan mudah yang seringkali tidak dapat dijawab oleh Mahasiswa yang sedang sidang skripsi.  Pertanyaannya adalah apa Masalah yang diangkat dalam skripsi dan apa Permasalahan yang diangkat dalam skripsi. Mendengar informasi yang sedemikian, tentu saja aku bergegas mencari dalam buku catatan yang aku miliki untuk mengetahui dasar teoritis mengenai Masalah dan Permasalahan .  Kedua istilah itu memang cukup membuat bingung mahasiswa yang sedang berada di ruang ujian skripsi jika tidak ingat landasan teorinya.  Karena Faktor Kebetulan Ke-Empat inilah yang akhirnya menyelamatkanku di ruang sidang skripsi. Aku dapat menjawab dengan baik pertanyaan sang dosen pada saat mengujiku. Dan pertanyaan pertama sang dosen pada waktu itu adalah …. apa Masalah dan Permasalahan dalam skripsimu ?  Pertanyaan yang bisa aku jawab sempurna karena Faktor Kebetulan yang menghampiriku …

Sidang Skripsi berhasil aku lalui dengan baik.  Aku dapatkan nilai A untuk sidang skripsiku.  Proses selanjutnya adalah melakukan pengurusan administrasi untuk dapat mengikuti Wisuda di Periode Bulan April 1995 dan memuluskan jalanku untuk menjadi wisudawan tercepat diangkatanku.

Namun, lagi-lagi proses menuju ke pendaftaran wisuda berjalan penuh tantangan. Proses administrasi yang rumit yang harus aku selesaikan dalam jangka waktu minggu menghadapi situasi yang menegangkan di hari terakhir pendaftaran wisuda.  Pada hari terakhir pendaftaran, aku masih harus mengejar Tanda Tangan Pembantu Dekan I Bidang Akademis.  Saat menuju ruangan sang Pembantu Dekan, ternyata sang Dekan sedang mengikuti Rapat Pimpinan, sehingga aku harus menunggu rapat selesai. Aku menunggu hingga pukul 14.00 Wib dan sang Pembantu Dekan belum menyelesaikan rapatnya.  Padahal pukul 15.00 Wib  adalah batas terakhir pendaftaran wisuda.  Di tengah waktu yang sangat genting tersebut, Kebetulan Kelima datang.  Pada saat genting itu ternyata  datang Dosen Pembimbing Akademisku yang berjalan ke arahku dan menanyakan  siapa yang aku tunggu.  Aku jelaskan situasiku dan dengan santai dosen pembimbing akademisku mengambil map-ku dan membawa masuk ke ruang Sang Pembantu Dekan.  Tak sampai 5 menit, sang dosen keluar dari ruangan Pembantu Dekan dan memberikanku Map yang sudah ditandatangan lengkap dengan secarik Memo : ”Harap Proses Utk Wisuda – Tertanda PD-I ”

Ah …. akhirnya aku bisa wisuda dan merasakan kebanggaan bahwa aku berhasil menjadi Wisudawan Tercepat diangkatanku dengan Indeks Prestasi Sangat Memuaskan.

Ketika mengingat Lima Kebetulan yang terjadi pada diriku di saat masa-masa penyelesaian skripsiku.  Hari ini aku baru mengingat kesalahanku, bahwa pada waktu itu, sesungguhnya bukanlah Kebetulan yang terjadi.   Tetapi adalah kenyataan bahwa Allah SWT ternyata begitu sayang kepadaku dan tetap melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya kepadaku, walaupun aku jarang berkunjung kepada-NYA dan jarang mengucapkan Nama-NYA.  Hari ini aku malu kepada-NYA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 842.066 hits
%d blogger menyukai ini: