Learn to Be A True Muslimah

Bahasa Arab, Asal-Usul Bahasa-bahasa di Dunia

Posted on: 8 Desember 2008

Bahasa Arab dan Inggris adalah bahasa dunia. Keduanya memiliki akar sejarah yang amat panjang dan warisan peradaban yang paling banyak, apalagi Bahasa Arab. Hampir dua per tiga penduduk dunia memakai dua bahasa internasional ini. Oleh karena itu, tidak salah jika para cendekiawan mengatakan, “Dengan menguasai Bahasa Arab-Inggris, kita akan menguasai dua kehidupan dunia.”

Gejala kebahasaan itu kemudian ditangkap para peminat “pasar bahasa”, baik yang
berkecimpung dalam dunia pendidikan, politik, ekonomi, dan bahkan penerbitan. Mereka
mendirikan sekolah-sekolah bahasa, laboratorium bahasa dan berbagai macam kegiatan
kebahasaan, termasuk di antaranya lomba pidato bahasa asing di sekolah-sekolah.

Sejak Bahasa Arab yang tertuang di dalam Al-Qur’an didengungkan hingga kini, semua
pengamat baik Barat maupun orang muslim Arab menganggapnya sebagai bahasa yang
memiliki standar ketinggian dan keelokan linguistik yang tertinggi, yang tiada taranya (thesupreme of linguistic excellence and beauty).

Hal ini, tentu saja berdampak pada munculnya superioritas sastra dan filsafat bahkan pada sains seperti ilmu matematika, kedokteran, ilmu bumi, dan tata Bahasa Arab sendiri pada masa-masa kejayaan Islam setelahnya. Keunggulan bahasa Arab ada pada kekayaannya, pengertian-pengertian niskala (abstrak) dan ketepatan makna (semantic prescision) serta kemungkinan pembentukan kata turunan (derivation).

* * *

Seorang dosen linguistik di sebuah universitas terkemuka di Inggris menghabiskan waktu
selama puluhan tahun untuk mengkaji beberapa dokumentasi ilmiah, literatur, manuskrip,
ensiklopedi, dan lain sebagainya untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dia adalah Prof. Dr. Tahiyya ‘Abdul ‘Aziz yang mengarang kitab berbahasa Inggris “Arabic Language the Origin of Languages” (Bahasa Arab, Asal-usul Bahasa-bahasa di Dunia).

Di dalam kitab tersebut terdapat beberapa artikel dan esai, serta sekaligus kata-kata yang
berpadanan (lafazh musytarak) seperti :
[1] antara Bahasa Arab dan Bahasa Inggris,
[2] antara Bahasa Arab dan Bahasa Latin,
[3] antara Bahasa Arab dan Bahasa Hiroglypa,
[4] antara Bahasa Arab dan Bahasa Jerman,
[5] antara Bahasa Arab dan Bahasa Anglo-Saxon,
[6] antara Bahasa Arab dan Bahasa Perancis,
[7] antara Bahasa Arab dan Bahasa Eropa Kuno,
[8] antara Bahasa Arab dan Bahasa Yunani,
[9] antara Bahasa Arab dan Bahasa Itali,
[10] antara Bahasa Arab dan Bahasa Sansekerta, dan lain sebagainya.
Menurut Prof. Dr. Tahiyya ‘Abdul ‘Aziz, bahasa Arab merupakan asal-usul dari semua
bahasa di dunia disebabkan antara lain :

[1] Kosakata Bahasa Arab sangat luas dan kaya.
Sedangkan bahasa-bahasa lainnya miskin akan kosakata. Bahasa Latin memiliki tujuh ratus akar kata dan Bahasa Saxonia mempunyai seribu akar kata saja. Sementara Bahasa Arab memilki enam belas ribu akar kata.

Bahasa Arab luas dalam kata kerja, asal kata, dan susunan kalimatnya. Contohnya kata sifat “good” dalam Bahasa Inggris atau “jayyid” dalam Bahasa Arab, di mana keduanya memilki kesamaan dalam pengucapannya, yang artinya adalah bagus. Akan tetapi
kita akan mendapatkan kata lain yang merupakan derivasi (penyimpangan, yang berbeda) dari kata “jayyid” tersebut, yaitu Al-Jaud, Al-Jaudah, Al-Ijadah, Yujiidu, Yajudu, Jawaad, Jiyaad, dan lain sebagainya. Akan tetapi kita tidak menemukan kosakata lain yang berasal dari kata “good”.

Bahasa Arab kaya akan sinonim (persamaan arti kata).
Misal Al-Asad yang artinya singa, mempunyai sinonim yang banyak sekali. Di antaranya
adalah Al-Laits, Al-Ghadanfar, As-Sabu’u, Ar-Ri’baal, Al-Hizbar, Adh-Dhargaam, Ad-
Dhaigam, Al-Wardu, Al-Qaswar, dan lain sebagainya.

[2] Tiap Huruf dalam Bahasa Arab mempunyai simbol, tanda, dan arti tersendiri.
Contohnya adalah huruf ha’, di mana ia mengandung arti yang berkonotasi kepada sesuatu yang tajam dan panas, seperti Al-Hummaa (penyakit panas, demam), Al-Haraara (panas), Al-Hurr (yang bebas dan merdeka), Al-Hubb (kecintaan), Al-Hariiq (kebakaran), Al-Hiqd (kedengkian), Al-Hamiim (teman akrab), Al-Hamzhal (buah parai), Al-Hirriif (yang pedas), Al-Haraam (yang dilarang), Al-Hariir (kain sutera), Al-Hanaan (kasih sayang), Al-Haadd (yang tajam), Al-Haqq (kebenaran) dan lain-lain.

Contoh lainnya adalah huruf kha’ mempunyai konotasi kepada segala sesuatu yang tidak
disukai atau dihindari, seperti dalam kata; Al-Khauf (ketakutan), Al-Khizyu (kehinaan), Al-Khajal (malu), Al-Khiyaanah (pengkhianatan), Al-Khalaa’ah (pencabulan), Al-Khinzir (babi), Al-Khizlaan (kekecewaan), dan lain sebagainya.

Sudah menjadi sunnatullah (hukum alam) bahwa yang merasa kekurangan akan meminta
bantuan kepada yang kelebihan. Demikianlah analoginya, bahwa bahasa lain yang merasa
kekurangan akan “mengadopsi” Bahasa Arab yang kaya dengan kosa katanya, serta
menganggapnya sebagai bahasa induk bagi semua bahasa di dunia.

Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab,
untuk kaum yang mengetahui,
(Al-Qur’an Al-Karim Surah Fushshilat [41] : ayat 3)

Wallahu a’lam bish-showab wa ‘afwu minkum

20 Tanggapan to "Bahasa Arab, Asal-Usul Bahasa-bahasa di Dunia"

alhamdulillah ini shrusnya dbca ma lovers bhsa arab

Alhamdulillah, semoga artikel Bahasa Arab di atas bermanfaat. Saya sangat mencintai Bahasa Arab, semoga yang membaca artikel ini juga semakin bertambah cintanya dengan Bahasa Arab ^_^ . Uhibbu al-lughotul ‘arobiyyah jiddan.

tapi kan nabi adam di ciptakan allah bicaranya dengan bahasa arab , tapi, kenapah turunan2 nabi adam bahasanya berbeda-beda ? tolong jelaskan

Prof. Tahiyya itu siapa? Universitas di Inggris, namanya apa? Bukunya terbitan mana, kucari di google ga ada.
Dua pertiga penduduk dunia berbahasa Arab? Datanya dari mana? 1 Milyar penduduk China berbahasa Mandarin itu masih lebih banyak dari total penduduk negara-negara Liga Arab. Begitu juga bahasa Spanyol yang digunakan luas di seluruh Amerika Selatan dan Tengah.

Ati-ati, jangan gampang dikibulin. Canggih amat itu professor menggali bahasa Latin, Yunani, Sanskerta, dll. Tapi itu professor malah lupa meneliti bahasa-bahasa Timur Tengah.
Bahasa Arab hanya lah turunan dan variasi dari berbagai bahasa semitik seperti Ibrani, Akkadia, Aramaic, dan Funisia. Sekalian diteliti morfologi hurufnya, dan sejak kapan bahasa Arab itu punya huruf sendiri.

Lagipula sekadar mencocok-cocokkan kata sim salabim itu malah kacau kalau ngga disertai data arkeologis mengenai usia perkembangan bahasa tersebut. Kalau mau, bisa aja kita cocokin bahasa Indonesia dan bahasa lainnya, terus diaku-aku bahwa bahasa lain mengandung bahasa Indonesia. Padahal mungkin justru sebaliknya bahasa Indonesia yang menyerap bahasa lain.

Salah satu referensinya adalah buku “Keajaiban AL-Qur’an” yang saya baca di Perpus ‘Azzam SKI MIPA UNS. Di buku tersebut tidak dijelaskan secara gamblang siapakah Prof. Tahiyya itu, jadi mohon maaf jika belum bisa memberikan informasi lebih jauh. Kalau saya menemukan, insya Allah akan saya share di blog ini.. ^_^

Yes please dicarikan ya. Aku tak bermaksud merendahkan professor itu loh, hanya saja menurutku ini terlalu konyol.

Teks Arab paling tua yang ditemukan itu hanya berasal dari sekitar 1800 tahun yang lalu. Bandingkan dengan teks Ibrani dan Cina kuno yang sudah sejak 3000 tahun yang lalu, atau huruf-huruf paku di Mesopotamia dan hieroglif Mesir yang sudah 4000 tahun yang lalu.

Kalau boleh tahu, nama blog ukhti apa? Saya ingin bersilaturahmi meskipun lewat dunia maya. Alhamdulillah saya bisa berkenalan dengan ukhti. Semoga dibukakan pintu-pintu kebaikan untuk kita.

Saya sering ke perpus Azzam, insya Allah nanti sore saya carikan bukunya. ^_^

Itulah bahasa beraneka ragam yang diciptakan Allah swt untuk saling kenal dan mengenal tidak saling tipu menipu. Bukan begitu ukhti?

Itulah bahasa yang diciptakan Allah swt agar manusia saling kenal mengenal dan tidak tipu menipu, bukan begitu ukhti?

Semoga kita lebih tertarik dan memperbanyak mempelajari Bahasa Arab

yah… bahasa tidak dipungkiri lg kalau bahasa arab merupakan salah satu baha yang paling kaya dan memiliki kemafanan yang sangat tinggi.

saya percaya akan kebenaran ini, mohon diperbolehkan untuk share ulang diblog saya, untuk menyebar luaskan ilmu yang bermanfaat ini…
Terima kasih..

Iya, silahkan.

untuk ukhti annisa1 sebelum menulis ini sepatutnya anti mengerti dulu tentang sejarah kebahasaan dunia, terutama tentang kelompok2 bahasa dan turunanannya dari manusia mengenal tulisan hingga ke abad modern saat ini. ada byk artikel yg bs digoogling tentang ini sehingga penyampaian ukhti dapat dipertimbangkan secara ilmiah bukan sekadar tulisan asal seperti ini. di samping itu ada byk buku ttg ini yg jg beredar di sana sini. sy menyampaikan ini krn kebetulah sy adlh peneliti bahasa. trims

Jazakumullah khair atas masukannya. Ana menulis ini ketika baru kenal komputer dan internet sekitar 4 tahun yang lalu.

Insya Allah ana usahakan lebih baik untuk ke depannya.

bahasa tertua bahasa apa ya?

bahasanya Nabi Adam as.. 🙂 bagaimana pendapat antum?

Oh ya, ana membaca kitab tafsir Surat Al-Anbiya’. Di sana dituliskan menurut beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Hud ‘alaihissalam adalah orang yang pertama-tama berbicara dengan bahasa Arab.

Karenanya, dialah Rasul yang pertama dari bangsa Arab di antara keturunan Nabi Nuh ‘alaihissalam, sedang Rasul yang terakhir, yaitu Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam adalah juga seorang Arab.

Hanya saja, di situ tidak disebutkan riwayatnya. Jadi perlu melacak di kitab2 hadits.

aku ingin tahu tentang bhs semantik( 082231601467)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 821.185 hits
%d blogger menyukai ini: