Learn to Be A True Muslimah

Hamilul Quran, haruskah Hufadz?

Posted on: 21 April 2010

***

Apakah makna hamilul quran yang sebenarnya?
Apakah seorang hamilul quran haruslah seorang hafidz/hafidzah?
kalo sepemahaman saya sii hamilul quran adalah orang yang mampu mengejawantahkan nilai-nilai alquran…(hatinya bersih, tenang)namun dia tidak harus seorang hafidh/hafidhah…

maaf, nambah pertanyaan satu lagi, saya punya kesan bahwa hafidh/hafidhah sering terkurung dalam opini masyarakat, sehingga tidak leluasa bergerak,,dan ketika ada dari mereka yang mencoba lepas dari kurungan itu,,ada semacam sanksi sosial…
bagaimana pendapat abah?syukron katsiron

Penanya : luluatul chizanah (ana) pada 17 Juni 2008 12:48:53

Jawab:

Istilah yang berlaku dimana-mana, Haamilul Qur’an  ya orang yang menjaga/hafal Quran. Sementara Hafizh adalah laqab bagi ahli hadits. Cuma di Indonesia ini sudah terlanjur salah kaprah, menyebut orang yang hafal Qur’an sebagai hafizh, mengingat makna lughawinya saja, tanpa mempertimbangkan istilah yang sudah berlaku.

Bukan hanya orang yang hafal Quran saja,  tokoh masyarakat; guru; bahkan santri, apalagi kiai; kan juga demikian. Kiai, misalnya, apa bisa leluasa makan di tenda pinggir jalan atau ngempit ayam untuk dijual di pasar? Santri saja tidak pantas, di mata umumnya masyarakat, bila makan sambil berjalan. Orang yang diketahui masyarakat hafal Quran, kok mulutnya kasar misalnya, ya pasti kena ‘hukuman’ masyarakat. Positifnya adalah orang yang hafal Quran dan atau orang-orang yang dipandang baik atau mulia oleh masyarakat, bisa hati-hati dalam bersikap dan bertindak.
Orang yang hafal Quran seharusnya atau diasumsikan  mengerti maknanya. Maka orang yang hafal Quran mesti menjaganya melalui sikap dan perilakunya.

Wallahu a’lam.

Sumber : http://www.gusmus.net/page.php?mod=interaksi&sub=2&id=671

3 Tanggapan to "Hamilul Quran, haruskah Hufadz?"

Sepatutnya orang yang sudah hafal Qur’an atau dekat dengan Al Qur’an, selain dapat menjaga sikapnya, dapat menjaga lintasan pikirannya, sehingga hatinya jernih dan pikirannya cerdas.

Benar benar Berat sekali untuk bercita cita menjadi hafal Qur’an. Tapi tentu pahalanya setimpal. Menjadi Keluarga Allah, seperti yang disampaikan penulis. Subhanallah, kita sangat menghargai orang orang yang bercita cita menghafal Qur’an atau dekat dengan Al Qur’an bahkan mengajarkan Al Qur’an , siapapun dan dimanapun mereka.

Wallahu a’lam.

yang pasti lebih berat menjaganya,,bersyukurlah orang2 yg mndapat amanah bsa menghafal alqur’an,mudah2an bsa lebih mngerti maknanya ,memahaminya,,dan yang paling penting mengamalkan ayat2 yang terkandung dalam alqur’an,tentunya yang sudah di contohkan beliau baginda nabi muhammad saw.

smua di kembalikan pd orang yg menilainya,,boleh berkomentar asal tau betul asal usul pokok pembahasan apalagi yg berkaitan dgn masalah yg jelas2 ada hadist yang menerangkan hal tsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 825.123 hits
%d blogger menyukai ini: