Learn to Be A True Muslimah

LIPI dan LIPIA

Posted on: 18 Oktober 2010

Bismillah…

Setelah lulus dari SMA, aku ingin sekali masuk LIPIA. Aku sudah menyiapkannya hingga 75 %, mempelajari materi-materi Bahasa Arab, berkunjung ke rumah mbak Matin yang lulus test dan ketrima di LIPIA, mencari informasi tentang LIPIA di internet, dan membujuk ayah dan ibu agar mengizinkanku masuk LIPIA. LIPIA adalah lembaga yang mempelajari Bahasa Arab dan ilmu-ilmu dien. Sedangkan aku sangat menyukai Bahasa Arab sejak pertama kali mengenal dan mempelajarinya.

Namun, aku juga sangat menyukai dunia fisika. Mempelajari Fisika membuat diriku semakin kagum dengan kekuasaan Allah. Ada persamaan yang kurasakan ketika mempelajari Fisika dan Bahasa Arab, yaitu kesejukan. Hatiku menjadi dingin dan sejuk ketika mempelajari dua mata pelajaran itu.

Untuk itu, aku sholat istikhoroh, dan ternyata Allah memilihkanku: “FISIKA”. Awalnya aku bertanya-tanya, “Mengapa ya Allah? Bukankah Bahasa Arab itu ilmu syar’i? … Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui, sedang hamba tidak mengetahui”. Aku merasa sangat dimudahkan Allah untuk masuk jurusan Fisika, bahkan aku merasa seolah digiring Allah untuk masuk Fisika. Berbagai kemudahan, satu demi satu kudapatkan ketika akan memasuki dunia kampus. Jurusan Fisika MIPA. Aktivitas yang paling banyak memakan waktu di Jurusan Fisika selain kuliah adalah melaksanakan praktikum atau penelitian di laboratorium.

Sekarang, aku diminta orang tua untuk mencari pekerjaan sedangkan tahfidzku belum selesai. Alhamdulillah, Allah mengujiku bukan dengan ujian terberat. Ujian terberat untuk orang yang sedang menghafal, menurutku adalah pernikahan. Alhamdulillah, aku tidak disuruh menikah, cuma disuruh bekerja. Aku pun istikhoroh, dan ternyata Allah memudahkanku dalam pilihan bekerja. Aku memohon pada Allah agar aku tetap bisa menyelesaikan hafalanku meski disambi bekerja.

Jika aku lolos hingga tahap akhir di test LIPI. Kemungkinan aku akan bekerja di Bandung. Alhamdulillah, aku mendapatkan informasi kalau di Bandung ada mahad tahfidz untuk putri juga. Alhamdulillah, ternyata dibuka dua kelas, yaitu kelas reguler dan kelas karyawan.

(insya Allah cerita ini akan dilanjutkan ketika ana sudah sampai kota Depok, tgl 21 Oktober 2010)

Alhamdulillah, ana dah sampai kota Depok,tanggal22 Oktober 2010. Ana naik kereta api senja utama, sampai Jakarta Kota. Lalu ganti kereta api listrik menuju Depok Baru. Hari itu, ana menyerahkan berkas untuk verivikasi fisik di LIPI Jakarta. Alhamdulillah,Allah memberi kemudahan padaku. Aku tidakperlu mengantri lama (seperti dalam bayanganku, karena yang dipanggil ujian tulis lebih dari 2000 orang). Setelah sampai sana, aku bisa langsung menuju meja pemberkasan hanya dengan mengantri satu orang sambil melihat proses yang ia lakukan.Alhamduliilah.

Di sela-sela menyiapkan ujian tulis LIPI, aku dihubungi oleh sahabat di Ma’had ‘aly,harus presentasi untuk kuliah Pengantar Ilmu Tafsir pada tanggal 28 Oktober 2010. Padahal, seluruh makalah dan referensi yang kugunakan masih ada di Solo. Bagaimana ini? Yang kuyakini,bersama kesulitan itu ada kemudahan.. 🙂

Ujian tulis LIPI insya Allah dilaksanakan hari Selasa tanggal 26 Oktober di Istora Senayan.Aku mendapatkan tempat melalui pintu A-5 – blok VIII. Alhamdulillah, aku mendapatkan kemudahan dari Allah, karena jika kulihat di peta, tempat itu mudah untuk ditemukan, dekat dengan pintu masuk gedung Gelora Bung Karno (Istora Senayan).

(lanjutan)

Selasa jam 5 pagi aku berangkat ke Jakarta, diantar pakai mobil paman. Ana ga biasa naik mobil, agak pusing nih.. Alhamdulillah bawa minyak kayu putih. Aku diantar sampai Gelora Bung Karno, masih sepi. Saat itu jam 05.45. Aku harus berangkat pagi-pagi karena kalau siang dikit nanti jalanan di Jakarta dah macet. Alhamdulilah, di sana aku bertemu dengan kakak tingkatku Jurusan Biologi. Beliau dulu ikut lomba Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) bersamaku. Beliau memakai jas pascasarjana bertuliskan ‘Biosains’. Subhanallah, bisa neruskan S2. Ana juga pingin.. (mulai deh berkhayal..) tapi nggak ah.. pilih qur’annya dulu.

Aku menunggu lama di sana. Ko masih sepi ya?? Ada beberapa orang mendekatiku, “Mbak, ikut ujian LIPI ya?”. “Iya”, jawabku.

Masya Allah, ternyata Istora Senayan itu beda dengan Gelora Bung Karno! Aku salah gedung!

Ya Allah, yang ana pinta adalah yang terbaik menurut-Mu, bukan yang terbaik menurut persangkaanku. Ya Allah, jadikan hati ini ridho dengan keputusan-Mu. Amin.

Ya Allah, sesungguhnya takdir-Mu itu amatlah sempurna..

6 Tanggapan ke "LIPI dan LIPIA"

Alhamdulillah. Do’a kakak dan keluarga bersama Nisa. Insya Allah bisa jadi jalan dalam mengukir prestasi di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala. amiin

hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashir….

afwan,gmana crax brlngganan sms tausyah grats pwm syekh Albni?syukrn

aku berniat banget masuk lipia…. tapi kata orang masuk lipia itu susah… kira kira aku bisa gx yaaa………..

Iya, setahu ana juga gitu. Tapi akan mudah bagi orang yang dimudahkan Allah..

Bagi yang hafalan Al-Qur’annya banyak apalagi jika sampai 30 juz insyaalloh akan dipermudah oleh pihak lembaga, meskipun ini bukan pernyataan tertulis tapi pengalaman selama di lipia seperti itu, bagi para penghafal biasanya mendapatkan penghormatan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 842.013 hits
%d blogger menyukai ini: