Learn to Be A True Muslimah

Adikku Sayang

Posted on: 18 Desember 2010

Bismilah..

Alhamdulillah, hari ini adalah hari penerimaan raport adik-adikku selama semester ini. Sesampai rumah setelah pulang dari kajian, aku diberitahu kalau adik-adik mendapatkan hasil yang memuaskan. Dua adikku, Ahmad Iskandar (kelas 5) dan Umar Said (kelas 3) mendapat peringkat satu di kelasnya, di MI Sudirman. Alhamdulillah.. Ini berita yang baik.. Aku ikut senang..

Tapi adikku yang lain, Fitri, yang bersekolah di SMK IT Smart Informatika belum berkesempatan mendapat peringkat satu, padahal -secara tidak sengaja- kubaca di salah satu buku hariannya, ia punya keinginan untuk mendapatkan rangking satu, bukan hanya di kelas, tapi di sekolah. Wow, cita-cita yang bagus dan optimis!!..

Kulihat nilai-nilai ujian semesternya bagus-bagus, kebanyakan dapat nilai 90 ke atas, bahkan ada yang dapat nilai 100. Tapi.. ada juga yang dibawah 80. Aku berkata kepadanya, “Dik, kalau mau jadi rangking satu paralel, harus unggul dalam semua bidang, tidak boleh ada satu pelajaran pun yang diremehkan. Harus rela belajar berjam-jam, bahkan tidak tidur semalaman. Barangkali engkau menyangka, itu sesuatu yang tidak mengenakkan, tapi justru itu adalah hiburan dan kesenangan baginya.”

Kemudian aku melanjutkan, “Tapi yang lebih penting adalah prestasi di hadapan Allah..” Adikku balas menjawab, “Iya-iya kak, udah tahu.” Aku balas menjawab, “Maksud kakak, adalah sholat berjama’ah… Dek, kalau kamu tahu betapa besarnya pahala sholat berjama’ah, kamu tidak akan mau ketinggalan sholat jama’ah meskipun satu kali. Jika sampai ketinggalan, dan tidak bisa sholat jama’ah, kamu akan menangis tersedu-sedu.. karena tahu rahasia di baliknya.” Adikku terdiam. Lalu aku melanjutkan, “Itulah dek, benar-benar berbeda, orang yang mengetahui dan orang yang tidak mengetahui.”

Adikku yang lain, Aji, aku sering memanggilnya ‘adik kesayangan’, karena ia adalah adikku yang sering menemaniku pergi ke tempat-tempat kajian di masjid ketika malam hari. Meskipun demikian, adik-adikku yang lain tidak merasa iri jika aku memanggilnya demikian karena ada kelebihan masing-masing dari adikku dan aku menyebutkan kelebihan-kelebihan mereka untuk menyemangati dalam beraktivitas.

Adikku yang ini sebenarnya cerdas. Ia mudah menangkap pelajaran dan cepat paham, asal yang ngajari dia adalah orang yang sabar dan tidak mudah marah. Adikku ini sekolah di MTs kelas 1, masih dalam masa-masa peralihan dari SD ke MTs. Ia belum begitu memberi perhatian cukup besar pada pelajaran, ia lebih suka berpetualang ke berbagai tempat, misalnya ke sawah untuk mencari keong, ke sungai untuk mencari ikan, ke pasar burung untuk melihat burung-burung dan aneka satwa yang dijual di sana.

Kelebihan dia yang nampak padaku adalah barangkali ketika besar nanti ia akan menjadi pengusaha yang sukses karena ia berbakat dalam berdagang atau mencari uang. Amin. Aku kalah dalam hal ini. Karena kalu aku membeli barang di pasar, aku lupa untuk menawarnya. Tapi anehnya, meskipun tidak kutawar, pedagangnya menurunkan harga untukku. Baik sekali..

Adik-adikku.. aku sayang kalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 817.806 hits
%d blogger menyukai ini: