Learn to Be A True Muslimah

Perempuan sebagai Istri, Perempuan sebagai Ibu

Posted on: 16 Februari 2011

Bismillah..

Alhamdulillah, kemarin tanggal 15 Februari 2011 diadakan kajian khusus perempuan dengan tema “Perempuan sebagai Istri dan Perempuan sebagai Ibu” di Masjid Kebonan, Sriwedari – Solo. Dalam sms undangannya, kami diprovokasi, bagi akhwat yang mau nikah atau bagi para ummahat.. bisa ngikut kegiatan ini. Kontan aja peminatnya banyak, apalagi kontribusinya cukup terjangkau, lima ribu rupiah. Ana diminta menjadi salah satu panitia dalam kegiatan ini. Setelah ana hitung-hitung, jumlah pesertanya lebih dari 150 akhwat atau ummahat.

Pematerinya ada dua, seorang ustadz di sebuah pondok dan seorang dokter perempuan. Pemateri pertama adalah Ustadz Muchtar, beliau dulu pernah mengajarku pelajaran Aqidah di SMA. Beliau jadi ustadz favorit banyak murid. Kenapa? Karena beliau pandai dalam menyampaikan materi, mendengar perkataannya saja bisa langsung masuk dan langsung paham. Subhanallah, sejuk  gitu..

Pemateri kedua adalah dr. Erna, beliau pernah mengajarku pada kuliah Psikiatri di mahad ‘aly. Beliau adalah ibu yang cerdas dan memperhatikan perkembangan putra-putrinya dengan baik. Beliau menyampaikan beberapa dalil dan menularkan sebagian pengalaman berharga beliau dalam kajian itu.

Di sini ana akan menuliskan sebagian poin-poin pentingnya saja, antara lain:

PEREMPUAN SEBAGAI ISTRI (Pemateri: Ustadz Muchtar)

– Istri di Dalam Rumah: melayani kebutuhan suami, memasak makanan yang disukai suami da anak2, mencucikan baju, membersihkan rumah, mendidik anak2. “Tidak ada anak nakal, yang ada orang tua yang tidak sabar”.

– Istri di Luar Rumah: menutup aurat, jangan pakai wangi-wangian, bekerja di tempat yang aman (jauh dari khalwat/ikhtilat) .

– Macam-macam Istri, ada 4 : (1) istri shiddiq, (2) istri muqorobin , (3) istri shalihat, (4) istri fasiq

PEREMPUAN SEBAGAI IBU (Pemateri: Ustadzah dr. Erna)

– Mendidik anak adalah suatu kewajiban, memang sesuatu yang berat. tapi di baliknya ada keuntungan yang amat besar.

– Sambutlah anak yang pulang dari sekolah dengan lemah lembut dan kasih sayang. Biasanya anak pulang dari sekolah itu dalam keadaan lelah, lapar dan mungkin marah2 karena ada masalah dengan teman2nya. Jangan ikut2an marah. Tahanlah marahmu, memang agak tidak enak karena tidak melampiaskan amarah, tapi tidak enaknya itu cuma bentar. Nanti engkau akan memperoleh kebaikan yang panjang di baliknya. Hatinya bisa menjadi senang dan malah nanti bisa membantu pekerjaan rumah dengan senang hati.

– Jangan mendoakan anak dengan keburukan! Kasihan!

– Yang harus diajarkan pada anak: (1) aqidah dan tauhid yang benar dan lurus, (2) adab dan akhlak yang baik (3) menghafal al-qur’an dan mengamalkannya (4) sholat

(dilanjutkan lain waktu, insya Allah.. krn ini baru yang ada di kepala ana, belum mbuka catatan..🙂 )

Let’s learn to be a true muslimah.

1 Response to "Perempuan sebagai Istri, Perempuan sebagai Ibu"

Untuk segenap muslimah agar mempersiapkan diri untuk menjadi madrasah pertama untuk anak-anak mereka,
الأم مدرسة إذا أعددتها أعددت شعبا طيب الأعراق

dan untuk para ikhwan agar pintar-pintar memilih calon ibu untuk anak-anak mereka agar bisa meretas generesi-generesi tangguh yang memperjuangkan agam Alloh…
Allohumma yassir umuurol muslimiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,001 hits
%d blogger menyukai ini: