Learn to Be A True Muslimah

Arti Namaku (2)

Posted on: 26 Maret 2011

Bismillah..

Sebuah kisah saat keluar dari ruang kuliah di lantai 3 Gedung B MIPA UNS dulu..

= = = =

“Padahal tadi malam aku dah belajar semalaman, eh, nggak jadi ujian.”, kataku.

“Ukh, kamu hari ini berbeda.”, kata sahabat karibku. Namanya Siti Wahyuni. Dia adalah sahabatku yang sangat baik, bersemangat tinggi, pantang menyerah dan cekatan dalam bekerja.

“Apanya?”, tanyaku dengan wajah penuh tanda tanya.

“Kamu mengeluh..”, jawabnya.

“Masya Allaah, jazakumullah khair mbak.., ana diingetin..”, jawabku.

“Wah, padahal tadi ana tidak sadar lho mbak, kalau ana tadi mengeluh. Alhamdulillah, ana punya sahabat seperti ukhti..”. Setelah itu kami saling senyum…🙂

= = = = =

“Nik, nanti kalau aku punya anak, mau kuberi nama: Niken.”, kata mbak Siti.

“Kenapa mbak?”, tanyaku.

“Biar aku bisa selalu inget sama kamu.”, jawabnya.

“Wah, ko sama seperti ortu ana sih? Bapak ana kan dulu ngasih ana nama: Niken, karena ada salah satu temannya yang bernama: Niken.”, jawabku dengan nada keheranan, ko bisa sama.

Lalu aku melanjutkan, “Kata bapak, Niken itu adalah orang yang pandai dan suka melakukan penelitian. Ayahku berharap agar aku bisa sepertinya.”, jawabku menerangkan.

“Oh, begitu.”, jawabnya..

“Paling tidak saat ini aku sudah melakukan beberapa kali penelitian. Jadi, harapan bapak yang dititipkan lewat namaku itu, saat ini sudah (pernah) terkabul.”

= = = = = =

Apakah aku nanti menjadi seorang peneliti ya?

Suatu hari ketika di Laboratorium Pusat, aku pernah ditawari oleh dosen Fisika Inti untuk kuliah S2 di luar negeri, yaitu di Australia. Aku bingung, kenapa? Karena aku perempuan, tidak bisa pergi jauh2 tanpa ditemani oleh mahram. Trus beliau bilang, nikah saja..

Haa? aku jadi bingung, sama siapa? Apalagi seorang istri itu hendaknya mendukung cita2 suaminya. Jadi, istri itu ikut sama suaminya, bukan suaminya yang ikut istrinya.

Pada masa2 akhir akan wisuda, aku juga ditawari dosen Fisika Material untuk kuliah di Jerman. Aku sebenarnya tertarik, tapi sekali lagi, tidak ada yang menemaniku. Jika aku pergi sendiri ke luar negeri, itu rawan (menurutku) dan hatiku melarang keras jika ingin mendapatkan sesuatu tapi melanggar aturan syar’i (pergi tanpa mahram). Saat itu aku hanya diam, seolah-olah tidak tertarik ke sana.

Setelah lulus, ada kakak tingkat yang memberitahu ada beasiswa S2 di salah satu universitas terkenal di kota besar. Ana ditawari juga, karena ada peluang diterima. Tapi saat itu aku masih di mahad tahfidz. Pingin juga sih, tapi hatiku memberitahu, Al-Qur’an harus diprioritaskan. Apalagi kalau udah masuk mahad tahfidz ada syarat tidak boleh menikah kecuali kalau sudah lulus..Jadi, Al-Qur’annya diselesaikan dulu aja!

Sebenarnya dulu ketika aku masuk mahad tahfidz, bapak memberi syarat, boleh masuk sana asal ilmu fisikanya dijaga. Begitu. Dan salah satu bentuk penjagaanku adalah dengan memberi les privat anak2 SMP dan SMA. Kadang2 aku membuka sekilas buku2 kuliahku dahulu. Buku-bukuku sejak SD hingga kuliah masih kurawat di kamar. Hampir seluruh kertas2 ujian masih kusimpan, sehingga aku masih ingat dulu pernah dapat nilai sekian.. sekian.. Ibuku yang mengajariku.

Semoga nanti ada kesempatan untuk kuliah S2 lagi. Dan jika memang benar, aku ingin S2nya di luar negeri. Salah satu dosen Fisika Dasar -yang dulu pernah jadi mahasiswa berprestasi di Australia- memberikan nasihat, “Kalau kalian nanti mau kuliah S2, sebaiknya di luar negeri saja.” Mengapa ya?? Barangkali beliau mengetahui perbedaan atmosfer akademik di dalam dan luar negeri. Penelitian di luar negeri umumnya lebih aktif daripada di Indonesia dengan fasilitas laboratorium yang sangat lengkap, berorientasi kepada produk dan link network industri yang sangat dekat.

= = = =

Ya Allah, berilah aku ganti yang lebih baik dari apa yang telah kutinggalkan. Aamiin.

4 Tanggapan to "Arti Namaku (2)"

Amin3x.. Taqabbal yaa Mujibud Du’a..

Jazakumullah khairan.. Ana memang ingin sekali sekolah di luar negeri. Dari segi IPK sudah memenuhi, tinggal persiapan bahasa, dst. Termasuk jodoh mungkin. hihi.. yang mau menemani untuk kuliah di luar negeri..
Insya Allah ana cepat belajar bahasa asing, karena dari hasil tes psikologi, kecerdasan tertinggi ana adalah kecerdasan berbahasa. Entah apa itu benar, mungkin ana perlu membuktikannya dalam waktu dekat. karena selama ini yang terasah baru hitung2an saat kuliah di fisika, dan kekuatan hafalan saat menghafal qur’an ini. Ya Allah, mudahkanlah. Aamiin..

Aamiin yaa Rabb🙂

kalo d izinkan ane mw ta’aruf ma ukhti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: