Learn to Be A True Muslimah

Mengapa Saya Menghafal Al-Qur’an?

Posted on: 17 April 2011

Bismillah..

Mengapa seseorang mau menghafal Al-Qur’an ya? Ko mau sih? kan berat! Nggak bisa selesai hanya satu hari – dua hari, satu pekan – dua pekan, satu bulan – dua bulan.. !! Pasti orang yang mau ngafal itu punya alasan yang amat kuat, lebih kuat dari baja!!

Semakin kuat alasan seseorang menghafal al-qur’an, maka semakin tangguhlah ia menghadapi ujian-ujian dalam menghafal dan menjaga hafalannya. Meskipun banyak halangan yang merintanginya, ia menganggap bahwa penghalang yang ada bukanlah sesuatu yang menghalanginya, tapi sesuatu yang digunakan untuk mengukur  sejauh mana semangatnya dan kebenaran dari perkataannya. Karena setiap orang beriman akan diuji.

= = = =

Dulu ketika ana masuk ma’had tahfidz, sebenarnya niatnya adalah ingin belajar al-Qur’an.. dan lucunya.. ana tidak tahu kalau orang menghafal qur’an nanti disebut hafidz/hafidzah dan ana juga tidak tahu kalau di mahad tahfidz itu ada yang namanya wisuda dan ijazah.. Mirip seperti ketidaktahuanku bahwa orang kuliah itu bisa dapat gelar dan ijazah.

Awalnya, ana terinspirasi dari nasihat guru hadits ana ketika sekolah dulu, yaitu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah orang yang paling bertaqwa, menjadi suri tauladan dalam segala hal, dan ternyata akhlaknya adalah.. Al-Qur’an. Saat itu aku agak heran dan bertanya-tanya, akhlak Rasulullah saw itu al-qur’an? al-Qur’an kan kitab? Oleh karena itu, mulai saat itu aku berniat harus tahu al-Qur’an itu isinya apa, agar tahu akhlaknya Rasulullah saw.

Setelah lulus sekolah, ana punya target, harus menghabiskan waktu liburan ini untuk membaca seluruh buku2 agama milik ayah di lemari. Salah satu bukunya adalah kitab Riyadhus Shalihin. Ana sangat menyukai buku (kitab) ini hingga tak terasa telah menyelesaikannya. Setelah masuk kuliah, aku mendengar ada training mengkhatamkan kitab Riyadhus Shalihin selama satu tahun. Alhamdulillah, dengan senang hati, aku pun mengikuti kegiatan ini bersama beberapa sahabatku. Kalau Imam Syafi’i belajar kitab Muwatha setelah selesai menghafalnya, kalau ana belajar/mengkaji kitab Riyadhus Shalihin setelah selesai membacanya.

Kajian kitab ini dibimbing oleh para ustadz tiap hari Sabtu dari jam 7.00 pagi sampai jam 16.30 sore. Syarat mengikuti kegiatan ini adalah harus datang tepat waktu. Terlambat 5 menit dianggap tidak masuk (meskipun dia juga tetap diperbolehkan ikut kajian hari itu hingga selesai). Jika tidak masuk tiga kali maka dianggap mengundurkan diri. Disiplin banget ya..!! Biayanya gratis lho.. kami hanya membayar Rp.2500 / hari untuk snack dan makan siang. siapa yang nggak kepengin.. Bahkan ada peserta dari Jakarta yang datang ke Solo tiap hari Sabtu, mengkhususkan diri untuk mengikuti kegiatan ini.

Salah satu hadits yang dibahas di dalam kajian itu, yang menginspirasiku untuk menghafal qur’an adalah bahwa salah satu hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga adalah akhlak yang baik. Ana semakin kagum, karena ternyata ada kaitan antara AL-QUR’AN – AKHLAK – dan SURGA..🙂

Alhamdulilllah..

7 Tanggapan to "Mengapa Saya Menghafal Al-Qur’an?"

Assalm wrwb.
Izin share, boleh yach…
syukran,
berkah, sehat dan sukses selalu buat semua.
amin….

Asw. Salam kenal, semoga saya bisa juga menghafal Al Qur’an

Masya Allah. Saya baru nemu blog mba niken hari ini dan terkagum2 dengan proses dan perjalan menghafal qurannnnya yang panjang. Saya sendiri juga mmasih dalam proses, namun belum intensif seperti mba niken yg bergabung dalam mahad. Mhon doanya mba, semoga perjalanan saya juga dimudahkan.
Salam kenal
Ikrim🙂

Iya, ukhty.. dengan doa, kesungguhan, dan kesabaran maka cita-cita ukhti semoga segera tecapai.. Aamin..🙂

aamiin mba niken🙂 ditunggu tulisan lainnya

assalaamualaikum. mbak niken, jazakillah khair untuk sharingnya di blog yang bermanfaat sekali Saya mau minta nasihat boleh ya.. Saya ibu rumah tangga yang kepingin sekali menghafal Al Qur’an. Saya sudah lulus tahsin, dan sekarang ini tertatih-tatih sekai dalam menghafal Al-Qur’an, karena anak -anak masih bayi balita dan membutuhkan sebagian besar dari waktu saya. yang mau saya tanyakan, baiknya dalam mengatur waktu bagaimana ya? Tilawah 5 juz perhari atau tilawah kurang dari itu tapi setiap hari menambah hafalan sedikit-sedikit ya? jazakillah khair mbak..

wa’alaikumus salam.. ukhti bisa memilih.. (1) membaca 5 juz per hari dulu hingga bisa khatam 20 kali misalnya.. baru mulai menghafal alqur’an.. atau (2) menghafal 1-3 baris per hari sambil tilawah ayat2 : yg sedang dihafal dan yg akan dihafal, dan mengkhatamkan alqur’an.. lalu ayat yg dihafal sebaiknya disetorkan ke org lain.. kl lg sibuk bisa menggunakan bantuan murottal yg didengarkan sambil mengerjakan tugas2 rumah tangga.. ma’akin najah.. 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: