Learn to Be A True Muslimah

Surat Al-Munafiqun

Posted on: 27 Mei 2011

Bismillah..

Salah satu surat yang sering dibaca ayah ketika mengimami sholat shubuh di masjid adalah Surat Al-Munafiqun di juz 28. Mungkin itulah salah satu sebabnya mengapa kalau aku menghafal ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat-sifat orang munafiq, maka hatiku merasakan sesuatu yang lain.

Salah satu yang berkesan adalah sifat orang2 munafiq yang diceritakan dalam surat Al-Baqarah ayat 204 – 206. Dulu ketika menghafal ayat itu, aku bertanya,”Ya Allah, benarkah ada orang di dunia ini yang sejahat ini?”. Seolah-olah aku tidak yakin adanya.

Beberapa bulan kemudian, seolah-olah Allah menjawab pertanyaanku. Aku pun bergumam,”Ya Allah, dia memiliki sifat-sifat seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an.” Lalu suatu saat kemudian, aku membaca tafsir “Fii Dzilalil Qur’an” juz 2. Ternyata, di sana penulisnya pun merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan. Beliau menuliskan bahwa jika engkau bertemu dengan orang2 yang memiliki sifat seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an,itulah dia! Tanpa ragu. Dan ayat yang beliau bahas adalah sama,yaitu surat al-Baqarah ayat 204. Ko bisa sama ya? Padahal aku belum pernah membaca tafsir itu sebelumnya. Selain itu, ayat2 yang membahas orang munafiq itu ada di banyak tempat. Mengapa beliau menuliskan kata-kata itu di ayat 204 surat al-Baqarah?

Wallahu a’lam

2 Tanggapan to "Surat Al-Munafiqun"

Berkaitan dengan tafsir “Fii Dzilalil Qur’an” Sebagian kelompok ada yang mengatakan bahwa pemikiran Sayyid Quthb atau dengan istilah quthbiyyah sangat berperan dalam berbagai tindakan kekerasan dan terorisme. Diulang dengan pernyataan “Sungguh tidak terlalu jauh, kalau kita menyatakan bahwa pemikiran Sayyid adalah pemikiran khawarij”. apa pendapat mbak ?

Bismillah..
Di ma’had ‘aly, kami diajari bagaimana menilai suatu kitab dan bagaimana menyikapi hasil2 karya para ulama.. melalui penelitian secara garis besar maupun penelitian imiah.

Akan lebih bijaksana jika kita tidak menolak seluruh isi karya ulama meskipun di dalamnya ada beberapa kesalahan. Why? karena setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan. Tidak usah jauh2, kita pun demikian, punya sisi baik dan buruk, karena tidak ada yang ma’shum kec Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Untuk kitab tafsir itu, saat ini ana baru membaca juz 1 dan 2 saja karena bertepatan mengunjungi perpustakaan milik teman ana. Sebagai pelajar, jika dalam buku itu ada kebaikan dan ‘ibrah maka kita ambil, jika itu salah maka ditinggalkan. Kita pun perlu menghormati perbedaan jika itu dalam bidang furu’/ cabang. Perlu dibedakan pula antara berpegang teguh dengan ajaran agama dengan ashobiyah..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,007 hits
%d blogger menyukai ini: