Learn to Be A True Muslimah

Menyewa Pentasmi’ Al-Qur’an?

Posted on: 5 Juni 2011

Suatu hari di ma’had tahfidz..

“Ukh, anti ana sewa untuk nyimak hafalan ana ya, satu bulan!”, kata salah seorang akhwat.

“Ok, mau mbayar berapa?”, jawab sahabatku sambil senyum bercanda..🙂

Pembicaraan di atas tentu ada sebabnya. Sistem menghafal saat itu tidak memungkinkan kami untuk saling menyimak hafalan sahabat yang lain. Why? karena sudah sibuk dengan hafalan masing-masing. Tidak ada waktu nganggur! Masing-masing menyiapkan hafalan baru dan hafalan lama yang akan disetorkan.

Sebenarnya ana merasa kurang nyaman dengan sistem itu karena ana mengenali bagaimana hafalan ana. Hafalan ana menjadi kuat kalau sudah disetorkan dua kali ke teman2 dulu, baru setelah itu disetorkan ke ustadzah. Untuk itu, ana mencari sahabat yang kira2 bibirnya berhenti menghafal untuk ana dekati.

“Ukh, tolong simakin ana ya, satuu lembar aja! Nanti gantian deh.”

Dia menjawab, “Wah ukh, ini ana belum siap nih, coba yang lain ya..”.

Yang lain juga hampir sama jawabannya, “Ana sebentar lagi maju, ukhti.  Ntar nggak dapat tempat duduk..”

Apa boleh buat, ana harus nyari yang lain, tidak boleh menyerah. Ana akan mencari teman lain yang sedang minum atau makan (kan bibirnya tidak untuk menghafal).

“Ukh, tolong simakin ana ya, sedang tidak menghafal, kan? jadi bisa nyimak ana”.

Alhamdulillah, akhirnya ia mengiyakan, “Ok, lembar yang mana?”.

“Lembar yang ini.. “, jawabku gembira sambil menyodorkan al-quran merah marunku..🙂.

Setelah itu, kami membuat kesepakatan (tidak tertulis) untuk saling menyimak hafalan baru kami. Yang lain juga sama, ada yang mencari partner sendiri2 secara mandiri untuk menjadi pentasmi’ temannya yang lain dengan strategi: santri di kelas pagi menjadi pentasmi’ untuk santri di kelas siang.. dan sebaliknya.

= = = = =

“Ukh, semoga kita nanti kita punya suami yang mau mentasmi’ hafalan kita ya!”, kata seorang akhwat.

“Iya, misalnya suami-istri sama2 hafal qur’an pun, belum tentu bisa saling simakan, karena sama2 sibuk ngajar.”

“Ukhti, ana sampai mikir! Nanti kalau sampai tidak ada sama sekali orang yang sempat nyimak hafalan ana.. Ana mau menyewa orang untuk nyimakin hafalan ana. Sekali lagi ukh, ana mau nyewa orang untuk nyimakin hafalan ana! Kita nggak mau kan kalau hafalan qur’annya hilang karena tidak pernah disimakin lagi?”

= = = = =

Ana baca buku, ternyata di dalam buku itu diceritakan banyak orang yang dulu hafal qur’an, tapi hafalannya menguap satu juz-satu juz, hafalannya memudar satu surat-satu surat. Ada banyak faktor yang menyebabkannya. Jadi, sebutannya bukanlah lagi orang yang hafal qur’an, tapi “orang yang pernah hafal qur’an”.. atau “orang yang pernah menyetorkan hafalan qur’an 30 juz”. (instropeksi kita semua yang punya hafalan qur’an)

Menjadi pentasmi’ al-Qur’an itu tidak mudah. Mungkin orang yang disimak bisa membaca berjuz-juz tanpa tampak merasa kelelahan dan kehausan. Tapi.. yang jadi pentasmi’ itu malah yang ‘klenger’ duluan sebelum yang disimak selesai menyetorkan seluruh hafalan yang akan dimuraja’ah karena lamanya waktu menyimak.

Ana sendiri (berdasarkan pengalaman beberapa bulan yang lalu), nyimak 3 juz aja sudah “teklak-tekluk” seperti orang mengantuk. Karena untuk menyimak itu butuh kerja otak yang keras juga: konsentrasi tinggi dalam melihat mushaf alqur’an dan harus jeli mendengarkan bacaan. Dia juga bertanggung jawab untuk membenarkan bacaan jika ada yang salah kata, salah huruf, atau “keblasuk/kesasar” karena masuk/pindah ke surat lain.

Sebenarnya rencana “menyewa pentasmi’ al-qur’an” (yang tampak aneh dan asing di telinga) itu tidak perlu dilakukan jika ada anggota keluarga yang mau menyimak dengan sabar dan istiqomah.. atau adanya halaqoh tahfidz bagi para alumni ma’had tahfidzul qur’an. Hanya saja, di kota Solo ini ana belum menemukan.

= = = = =

Kapan didirikan?

5 Tanggapan to "Menyewa Pentasmi’ Al-Qur’an?"

Assalamualaikum, ya biar ndak teklak-tekluk ya minum doping he2,,

Wa’alaikumus salam wr wb
Doping adalah semacam obat untuk meningkatkan stamina/performa dan biasanya digunakan para atlet olahraga. Bukankah penggunaan doping itu dilarang karena membahayakan kesehatan?
Solusi dari keadaan “mengantuk” saat menyimak hafalan adalah dengan: (1) berpindah posisi, (2) berpindah tempat, (3) minum air, (4) makan makanan kecil, (5) berwudhu.. Alhamdulillah, hal itu membantu kami untuk menyimak hafalan 15 juz sekali duduk.. (jam 5 pagi sampai jam 4 sore)..

Oh ya, setelah nyimak 3 juz itu adalah “tekluk” yang pertama..🙂

Ass wr wb..
Perkenalkan saya Ummu Alya. Sy penulis link ug pernah sdr kunjungi (http://kultum.wordpress.com/2008/01/04/pentingnya-menghafal-dan-memahami-al-quran/ ).. Saya punya satu trik untuk mencek hafalan kita secara mandiri. caranya sbb :
1. Sediakn alat perekam, Sy mggunakan hp dgn kapasitas 2 GB
2. Setiap menghafal baru, sy merekam hafalan sy 10 ayat 10 ayat. Bagi pengguna sistim halaman, rekamlah per halaman. Dalam merekam saya membaca dari Mushaf ayat2 itu, supaya hasil rekaman 100% benar. Rekaman ini disimpan rapi dalam folder2.
3. Rekaman ini sy gunakan sgb alat murajaah, seperti kalau kita menghafal berjamaah. Dan juga sbg checker hafalan kita.
4. Bisa digunakan kapan saja, Ketika sdg santai, sdg sakit tenggorokan, atau saar2 dimana tidak bisa menghafal dengan jahar.
Semoga bermanfaat ya.. Selamat menghafal..

Wa’alaikumus salam wr wb..
Alhamdulillah, jazakumullah khairan atas sharing ilmunya.. Sekarang ana jadi tahu dari penjelasan ummu Alya di atas, salah satu solusi kalau tidak ada yang menyimak hafalan qur’an ana.., meskipun ana merasa sangat butuh ada orang yang mau dengan ikhlas menyimak hafalan ana secara kontinyu hingga ana meninggal nanti..🙂. Ana dulu pernah menggunakan trik itu untuk menghafal al-qur’an, tapi hanya beberapa kali dilakukan dan belum terpikir untuk mengumpulkannya dalam folder khusus untuk dimanfaatkan lagi.. Sekali lagi, jazakumullah khairan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: