Learn to Be A True Muslimah

Prof. Dr. Pantur Silaban: Fisikawan Indonesia Pertama yang Mendalami Teori Einstein

Posted on: 20 Juni 2011

Bismillah

Ana sedang mencari profil para fisikawan Indonesia. Alhamdulillah, ana menemukan beberapa. Meskipun ada artikel yang ‘agak lama’, tapi tulisan di bawah ini merupakan hal baru bagi ana. Semoga bermanfaat untuk menumbuhkan jiwa ilmiah, positif, maju dan optimis untuk masa depan Indonesia.

Tulisan di bawah ini menceritakan sedikit tentang profil seorang fisikawan Indonesia, Prof. Dr. Pantur Silaban.

= = = = =

Tahun 2005 ini ditetapkan sebagai Tahun Fisika Dunia oleh badan pendidikan PBB, UNESCO. Tepat 100 tahun silam, Alberts Einstein muda –masih 26 tahun— menulis artikel ilmiah bertajuk ”On the Elektromagnetik of Moving Body”. Tulisan inilah yang akhirnya menelurkan teorinya yang paling populer hingga kini, teori relativitas.

Salah satu murid dari cucu Einstein ada di Indonesia. Dialah Prof. Dr. Pantur Silaban. Mahasiswa jurusan fisika elektro bisa jadi tak awam lagi mendengar namanya. Dialah yang menerjemahkan dua volume buku Elements of Engineering Electromagnetics ke bahasa Indonesia.

Lahir di Sidikalang, Sumatera Utara, 11 November 1937, lelaki ini memang diliputi rasa keingintahuan ihwal alam. Tak heran setiap orasi ilmiahnya selalu bertema ihwal alam semesta dan jagat raya. Tema itu pula yang diangkatnya dalam ajang simposium internasional fisika di Trieste-Italia, Melbourne dan New York.

Berawal dari menggondol gelar sarjana teknik fisika teoretik Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (ITB). Tahun 1964 ia diangkat menjadi staf pengajar Jurusan Fisika. Dua tahun kemudian tepatnya Desember 1966, ayah dari empat puteri ini bertolak ke Amerika Serikat dengan beasiswa United States Agency For International Developments (USAID) untuk melanjutkan pendidikan di Graduate School, Syracuse University, New York.

Mengenai kampusnya ini, Pantur sempat menuturkan komedi ke mahasiswanya. ”Hanya ada dua jenis orang yang kuliah di Syracuse, yakni orang Yahudi dan orang pintar. Saya bukan orang Yahudi,” demikian candaannya yang terkenal ke seantero mahasiswa ITB.

Di sini ia sempat menjadi siswa cucu dari Einstein. Kemudian ia melanjutkan menggondol gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) dalam Teori Relativitas Umum dari School of Relativity, Department of Physics, Syracuse University, New York (USA), pada tanggal 12 Juni 1971. Istri dari Rugun Lumbantoruan ini adalah orang Indonesia pertama yang mendalami teori peninggalan Einstein tersebut.

Kategori: Seputar Silaban || Kontributor: Charly Silaban || || || 

Sumber : (mer) Sinar Harapan, Jakarta

= = = = =

(kapan ya, bisa bertemu dengan beliau? )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: