Learn to Be A True Muslimah

MKFY: Majelis Khatam Fiqih Yaman

Posted on: 24 Juni 2011

Bismillah..

Salah satu cita-citaku sejak kecil adalah masuk pondok pesantren. Limaadza? karena nilai tertinggi di sekolah ketika ujian akhir adalah pelajaran agama. Saat itu, ana tidak tahu kalau nilai 10 dan 9 itu lebih tinggi nilai 10.

“Bu, nilai 10 dan 9 itu lebih bagus yang mana?,” tanyaku lugu pada ibu sambil menunjukkan hasil tesku.

“Ya bagus nilai 10..”, jawab ibu dengan penuh perhatian.

“Jadi, nilai agamaku lebih bagus dari nilai IPA ya?”, tanyaku lebih lanjut.

“Iya..”, jawab ibu dengan senyuman..

Tiap tahun, nilai agamaku selalu lebih bagus dari nilai IPA (meskipun ana juga sangat menyukai IPA). Oleh karena itu, ana ingin sekali masuk pondok setelah lulus SD. Namun, orangtuaku bukanlah orang kaya, sehingga tidak punya cukup uang untuk menyekolahkanku di pondok pesantren. Meskipun demikian, ana berusaha setiap selesai dari suatu tingkat pendidikan, untuk bisa sekolah di pondok. Hanya saja ternyata ana ditakdirkan lain, sekolah di sekolah umum, kuliah pun di jurusan umum, Fisika MIPA. Meskipun demikian, dengan perenungan yang panjang, ana yakin inilah yang terbaik dari-Nya.. karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana dengan segala ketetapan-Nya kemudian ana juga sudah istikhoroh ketika menjatuhkan suatu pilihan.

Alhamdulillah, sepertinya doa dan harapanku sejak kecil dikabulkan ketika sudah dewasa. Meskipun tidak melewati proses pendidikan di pondok, tapi bisa ikut belajar di ma’had ‘aly. Kalau sekitar setahun yang lalu (akhir 2009) ana mendaftar di ma’had ‘aly al-islam, beberapa hari yang lalu (secara tidak sengaja) ana mendaftar jadi tholibah di ma’had ‘aly HQA (Hammalatul Qur’an wal Atsar). Meskipun orang mungkin menganggapnya biasa, tapi berbeda denganku. Aku menganggapnya suatu nikmat yang sangat besar dari Allah SWT. Karena ana bisa berada dalam majlis ilmu yang dihadiri oleh para ustadz-ustadzah yang sangat pandai dalam hal agama. Selain itu, pengajarnya adalah Syekh dari Yaman dan pelajarannya disampaikan dalam Bahasa Arab.. (saat menulis ini pun ana menangis karena sangat bahagia..).

Program ma’had ‘aly HQA yang pertama adalah MKFY. Apakah MKFY itu?

MKFY adalah Majelis Khatam Fiqih Yaman, maksudnya adalah mempelajari kitab Fiqih sampai khatam, dengan pengajar dari Yaman (ini definisi dari ana). Ada hadits shahih/muttafaq ‘alaih yang menganjurkan agar kita (umat Islam) belajar agama kepada orang-orang Yaman. Mengapa ya? Ana belum tahu jawabannya..

Kitab Fiqih yang digunakan adalah Kitab Fiqih Madzhab Imam Syafi’i, Matn Abi Syuja’. Di dalamnya ada beberapa judul utama (yang disebut kitab), yaitu tentang thoharoh, sholat, zakat, puasa, haji, jual beli, dan seterusnya. Pembahasan pertama di MKFY adalah kitab buyu’ (jual beli). Entah apa alasannya mengapa langsung kitabul buyu’ mungkin karena fiqih jual beli itu lebih rumit, makanya dibahas. Sedangkan kitab thoharoh, sholat, zakat, puasa, haji itu sudah sering dibahas atau sudah cukup dikuasai oleh para ustadz/ustadzah.

Pertemuan hari Kamis kemarin (16/06/11) adalah pertemuan pertama, baru membahas satu halaman saja, sudah menghabiskan waktu 1.25  jam. Sebelum datang ke majlis, ana mempelajari buku itu, agar nanti bisa paham. Jika ada kosakata yang tidak kupahami, kutanyakan pada sahabatku. Kunci dari memahami perkataan Syekh tadi (menurutku) adalah harus memiliki pengetahuan dasar tentang jual beli dalam Islam (ini sudah kudapatkan ketika sekolah di SMA Al-Islam I Surakarta sehingga bisa menangkap maksudnya). Selain itu, harus menguasai kosakata yang dipakai oleh syekh (kalau ini ana harus nambah banyak secara aktif dan mandiri). Kunci yang ketiga, konsentrasi penuh. Kunci keempat, muraja’ah di rumah dan bertanya kepada teman jika ada yang belum dipahami.

= = = = =

Sedikit mengulas pertemuan pertama kemarin..

Syekh Ahmad Syihaby menjelaskan tentang pengertian jual beli secara bahasa dan secara istilah. Setelah itu beliau menjelaskan tiga jenis jual beli seperti yang disebutkan dalam kitab. Lalu menjelaskan rukun dan syarat jual beli.

Pembahasan yang menurutku baru adalah istilah bai’un mu’awadhoh, bai’un mu’aththoh, dan rof’ul yad. Sebagai umat Islam kita tidak boleh melakukan jual beli barang najis, misalnya jual beli anjing. Bagaimana kalau ada orang yang butuh anjing untuk menjaga ternak? Berarti lafadznya tidak boleh dengan lafadz jual beli, tapi rof’ul yad.. dst.

Para peserta majlis ini cukup kritis! Banyak pertanyaan berkualitas yang diajukan pada syekh. Semoga suatu saat nanti ana juga menjadi peserta yang mengajukan pertanyaan2 bermutu, bukan hanya menjadi mustami’ / pendengar saja. Aamiin. Alhamdulillaah..🙂

= = = =

Man yuridillaahu bihi khoiron, yufaqqih-hu fid-diin..

Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan, maka Allah akan memberi kepadanya.. kefahaman akan agama..

2 Tanggapan to "MKFY: Majelis Khatam Fiqih Yaman"

tolong dikupas tentang fiqih buyu’

Bismillah. Memang salah satu bab yang dibahas dalam MKFY adalah fiqih jual beli. Sebaiknya para pedagang dan pengusaha tahu ilmu ini.
Yang masih teringat di benak ana adalah tentang jual beli ‘salam’ dan pembahasan tetang riba. Tapi ‘afwan ana belum bisa dan belum berani mengupasnya karena bukan ahlinya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,001 hits
%d blogger menyukai ini: