Learn to Be A True Muslimah

Ujian Tahfidz Akhir Semester: 7 Juz Sekali Duduk

Posted on: 27 Juni 2011

Bismillah..

Tanggal 4-8 juli 2011 di kalender pendidikan mahad tahfidz amcf adalah ujian tahfidz akhir semester. Pada ujian ini, para santriwati di ma’had tahfidz al-manar diwajibkan membaca seluruh hafalannya tiap 7 juz sekali duduk di hadapan ustadzah. Artinya, para santri harus membaca al-qur’an (dengan hafalannya, bukan dengan melihat mushaf) terus-menerus hingga selesai 7 juz tanpa diselingi aktivitas apapun kecuali untuk sholat.

Jika hafalan yang dimiliki santriwati:

10 juz => maka majunya 7 juz dan 3 juz (2 hari)

15 juz => maka majunya 7 juz, 7 juz, dan 1 juz (3 hari)

20 juz => maka majunya 7 juz, 7 juz, dan 6 juz (3 hari)

25 juz => maka majunya 7 juz, 7 juz, 7 juz dan 4 juz (4hari)

dst.. dengan aturan disetorkan tiap 7 juz dan kelipatannya lalu sisanya.

Tujuh juz itu harus BERURUTAN, tidak boleh berpencar atau melompat-lompat. Penilaiannya tiap juz, nilai maksimal 100 (tanpa kesalahan) dan nilai minimal adalah 80 (tiap  kesalahan dikurangi skornya 2,5 poin). Jadi, contoh nilai yang mungkin misalnya: nilai dari juz 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 adalah 100, 90, 95, 100, 85, 95, 100. Tapi, kalau bisa ya semuanya dapat 100. Semua berusaha untuk itu..

Untuk mengantisipasi kurangnya waktu, maka 2 pekan sebelum ujian, santriwati yang bisa maju 7 juz sekali duduk bisa langsung ujian agar semua santri bisa mendapat tempat duduk dan menyetorkan seluruh hafalannya. Apalagi kalau ada juz yang kurang lancar (meskipun satu juz), berarti harus diulang lagi di hari berikutnya, bukan hanya juz itu, tapi seluruh rangkaian 7 juz itu.

= = = = =

Ana teringat ujian semester kemarin. Saat itu ana di kelas pagi, waktu masuk normalnya pukul 09.00- 15.00. Namun, karena ada akhwat yang mau mendaftar, ujian baru bisa dilaksanakan pukul 10.00 (bukan pukul 09.00 seperti rencana) karena ustadzah harus melayani pendaftran santriwati baru terlebih dahulu. (Menurut ana, idealnya ada petugas khusus yang mengurus pendaftaran sehingga ustadzah bisa konsentrasi menyimak hafalan -trutama ketika ujian- sehingga tidak terputus baik di dua ujung waktu atau di tengah2nya).

Suatu hari, ada 4 santri yang maju, termasuk ana yang duduk di kursi tengah (langsung di hadapan ustadzah), yang lain duduk di sebelahku atau di sebelah kanan-kiri ustadzah. Pukul 10.00 pagi ujian dimulai, saat itu ana maju juz 1-juz 7. Dari pukul 10.00 s.d 12.00 ana telah membaca 3 juz, tapi ustadzah belum menghentikan kami..jadi kami terus membaca hingga 10 menit kemudian. Dalam 10 menit itu ana telah mendapat 1/4 juz awal dari juz 4. Menurut perhitunganku, satu juz rata-rata kubaca selama 40 menit. Jadi, kalau 2 jam, bisa mendapat 3 juz.

Setelah shalat dzuhur, dilanjutkan lagi ujiannya. Sampai ashar, ana telah selesai sampai juz 6. Lalu kami berhenti untuk shalat ashar. Alhamdulillah, berarti setelah ashar tinggal satu juz lagi, yaitu juz 7. Selesai juz 7 dibaca, kita belum bisa langsung istirahat, karena ada pertanyaan ujian dari ustadzah sebanyak 14 pertanyaan. Tiap satu juz ada dua pertanyaan: pertanyaan pertama terletak di 1/2 juz awal, pertanyaan ke-2 di bagian 1/2 juz akhir.

Dalam ujian tersebut, ustadzah membaca sebuah ayat atau potongan ayat lalu kami diminta melanjutkan (membaca ayat selanjutnya). Kami tidak berhenti membaca (membaca teruus meski sudah pindah halaman) sampai ustadzah memberi kode berhenti lalu memberi pertanyaan selanjutnya. Ana berharap ujian berakhir sebelum maghrib tiba. Dalam kondisi harap cemas itu, alhamdulillah, ujian ana dan teman2 selesai pukul 17.30, tepat sebelum adzan maghrib berkumandang..

Dalam ujian 7 juz tersebut, alhamdulillah, ada dua juz yang nilainya 100, meskipun ana sudah mentargetkan bisa lebih baik dari itu. Meskipun demikian, alhamdulillah, setelah dirata-rata, nilainya mumtaz (lebih dari 95). Senang memang, tapi yang ana pahami, nilai mumtaz itu mestinya bukan hanya saat ujian, tapi kapanpun dan di manapun. Selain itu, mumtaz itu hendaknya bukan hanya hafalan lafadz, tapi juga hafalan makna dan pengamalan. Allahu Musta’an.. Semoga ujian semester ini dan selanjutnya kami diberi kemudahan oleh Allah.. Aamiin.

Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahla.. wa Anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahla..

= = = = =

Oya, untuk mendapatkan hafalan mutqin dan sedikit kesalahannya itu butuh latihan dulu atau butuh disimak banyak juz sekali duduk berkali-kali, misal tiap 10 juz, 15 juz, atau 30 juz sekali duduk.. secara kontinyu dalam waktu yang relatif lama. Ada sahabat ana yang sudah lulus, bisa disimak 30 juz sekali duduk hanya dengan 5 kesalahan saja. Kesalahan ini biasanya pada ayat-ayat yang sangat mirip baik lafadz maupun maknanya. Jadi kita harus menggunakan banyak jenis ingatan agar tidak terjatuh. Untuk mengatasinya, seorang penghafal al-qur’an harus berusaha MENGUASAI AYAT-AYAT MUTASYABIHAT (ayat-ayat yang mirip) dan harus SERING DISIMAK oleh orang yang mutqin pula hafalannya..

Tapi jarang sekali ada orang yang sanggup menyimak hafidz/hafidzah 30 juz sekali duduk, meskipun dia hafal qur’an..

21 Tanggapan to "Ujian Tahfidz Akhir Semester: 7 Juz Sekali Duduk"

Apakah hafal disini hafal keseluruhan baik bunyi, makna, huruf waqaf, bahkan ayat no surat juga halamannya? Atau sebagian saja?

Di sini menghafal alqur’an 2 tahun saja. ini termasuk singkat, jadi hafal di sini adalah hafal lafadz ayat alqurannya. sedangkan apakah dia hafal makna/tafsirnya.. itu dikembalikan pada diri pribadi masing2 karena latar belakang santri ketika masuk itu berbeda-beda.. ada yang lulusan SMA, ada yang lulusan pondok.. dan bagaimana cara menghafal tiap santri itu juga beda2.. ada yang cukup menghafal lafadz.. tapi ada yang menghafal lafadz sekaligus memahami makna dan tafsirnya..
Kalau untuk hafal no surat insya Allah itu mudah. Kalau disebutkan lafadz ayat lalu diminta melanjutkan insya Allah juga bisa.. tapi kalau disebutkan surat dan no ayat lalu diminta mengucapkan lafadz ayatnya.. itu perlu latihan lama.. kecuali untuk ayat2 yang populer yang sering dipakai dalil ceramah2 para da’i/ustadz/mubaligh..

ana sendiri pernah melihat video seorang anak kecil hafidz quran di Timur Tengah yang hafal surat, halaman, jumlah ayat di halaman tersebut, dan ayatnya.. itu adalah karunia Allah dan kemungkinan cara menghafalnya sejak awal sudah menghafal semua aspek yang ditanyakan.. tapi kalau untuk orang Indonesia apalagi yang belum menguasai bahasa Arab dengan sempurna.. bisa hafal lafadz dan maknanya itu sudah sangat bersyukur sekali.. dan kemampuan menghafalnya bisa ditingkatkan, apakah dia ingin lebih dalam menghafal sampai no ayatnya ataukah beralih ke ilmu lain, misalnya menghafal hadits.. Masya Allah betapa ilmu itu sangat luas sekali..

2 tahun.. Itu sangat singkat, banget malah. Ane ngafal satu baris saja bisa nyampe satu jam lebih itupun jika tak diulang seminggu saja sudah hilang tak berbekas dalam ingatan. Padahal usia masih cukup muda, baru 18an.Mungkin karena kebanyakan dosa kali ditambah tilawah yang terlalu sedikit karena faktor mata yang cepat lelah

haruskah ane paksakan bertilawah meski mata udah pegel? Padahal baru 15 menit. Mohon sarannya berdasarkan pengalaman ustadzah

10 menit aja tiap kali tilawah selama beberapa waktu, lalu ditingkatkan sedikit demi sedikit hingga bisa membaca 1 juz sekali duduk, sebagai contoh kita buat program:

BULAN PERTAMA
pekan 1: sekali tilawah 10 menit
pekan 2: sekali tilawah 15 menit
pekan 3: sekali tilawah 20 menit
pekan 4: sekali tilawah 25 menit

BULAN KEDUA
pekan 1: sekali tilawah 30 menit
dst..

kalau bacaan kita sudah lancar, 30 menit sudah bisa dapat 1 juz.. kalau belum ya tidak masalah.. karena sebuah keberhasilan itu membutuhkan proses yang jelas dan bertahap… yang penting tetep dijaga keikhlasan, semangat, dan keistiqomahannya.. ok!

keluarga ,lingkungan ane boro2 penghafal quran pembaca aje jarang bahkan kagak 5 waktu aje mungkin jarang. Barangkali semijahiliah. Mungkinkah dengan lingkungan dan kemampuan menghafal ane yang lola seperti ini bisa meraih derajat hafidz? Mengingat inkonsisten ane dalam ngafal. Sekarang ngafal besok kagak

kalau ingin meraup kebaikan yang sangat banyak, adek harus pindah ke tempat yang lingkungan yang baik, misalnya pondok pesantren, mahad bahasa arab atau mahad tahfidz.. nah, cari sebanyak-banyaknya ilmu yg shahih di sana.. lalu pulang ke kampung halaman membina ummat..

atau kalau tidak bisa pindah, carilah sahabat2 yang sholih.. yang akan menasehati dan mengajak adek untuk banyak mengikuti majlis ta’lim,

atau adek kumpulkan para pemuda untuk membentuk halaqoh khusus tahfidz quran dengan mengundang hafidz quran untuk mengajari tahsin, tajwid, tahfidz, sekaligus tafsir singkatnya.. insya Allah ini indah sekali..

alhamdulillah mski dgn susah payah udeh nyampe 2 juz. Prtanyaannya 2juz disini masih mentah juz 1 ada aje kelirunya 1 atau 2kali juzama lumayan mateng cuma dalam satu surat ade aje 1.2 ayat yang ngebleng maknanye kcuali yang surat super pendek …adduha dan semisal. Haruskah ane lanjutin ngafal? atau matengin hafalan ampe molotok baik lafaz maupun makna

sebaiknya 2 juz tadi disetorkan dulu ke pengajar quran yang telah menguasai ilmu tajwid dengan baik (adek harus mencari dan menemui beliau).. untuk meneliti apakah bacaan adek itu sudah benar semua atau masih ada yang perlu diperbaiki..

setelah disetorkan, tanyakan kepada beliau apakah adek sudah boleh menambah hafalan lagi atau perlu memantapkan dan memperbaiki hafalan..

ustadzah..ane minta doanye barangkali doa hafizah lngsung diijaba. Bilangin ke allah supaya ane dipaksa masuk mahadtahfidz. Karena 1.2 hal rasanya tak mungkin ane bisa nahfidz kecuali allah yang menghendaki. Maka dari itu mohon doanye supaya allah menghendakinya

mohon maaf tadzah kebanyakan nanya. Ane bingung mau nanya siape mau minta doa siape dalam urusan quran. jadi kali lagi maafin

ya, laa ba’sa

assalamualaikm,..
afwan ana juga pegang lembaga tahfidz.
mau tanya : itu ujian 7 juz sekali duduk 1 pembaca dg 1 penyimak ? atau mbaca jama’i?
sistem penilaian nya hanya pada kelancaran saja , atau tajwid dan fashohah jg dinilai.?
trus misalkan murid tidak bisa mbaca smua hafalanya apakah ada hukumannya?
syukron ‘ala ijabatik..barokallohu fiik.

wa’alaikumus salam wr wb.. jazakumullah khairan pertanyaannya.. memang untuk orang yang terjun ke dunia tahfidzul qur’an maka dia akan memiliki pertanyaan yang lebih jeli dan dalam..
ujian saat itu seorang ustadzah menyimak 3 atau 4 orang santri, dalam keseharian ustadzah memang sudah biasa menyimak 3 atau 4 orang sekaligus.. bedanya kalau harian biasanya nyimak muraja’ah 2 juz sekali duduk.. kalau pas ujian 7 juz sekali duduk. yang dinilai bukan hanya kelancaran, tapi juga tajwid dan fashohahnya juga.. kalau murid tidak bisa mbaca semuanya, hukumannya ya dia hanya dapat nilai sejumlah juz yang dia majukan saja.. sedangkan juz yang lain ga dapat nilai..

karena ana lagi mncari metode ujian yg praktis dan mudah untk siswa2 per semester nya.
slama ini ana rasa agak ribet yg kami jalankan.

Metode ujian itu bisa diubah.. ya dimusyawarahkan saja dengan pembimbing tahfidz yang lain.. metode ujian itu bisa berupa santri:
a- diberi pertanyaan saja (misal: diminta melanjutkan ayat) tanpa membaca hafalannya
b- diminta membaca saja tanpa diberi pertanyaan
c- diminta membaca 1 juz lalu diberi pertanyaan
d- diminta membaca beberapa juz lalu diberi pertanyaan

Sedangkan penilaian ujian itu bisa berupa:
-kelancaran, tajwid dan fashohah dijadikan dalam satu nilai berupa angka (nilai minimal – 100)
-kelancaran berupa angka (nilai minimal – 100), tajwid dan fashohah berupa huruf (A,B,C,D,E atau SB, B, C, K, SK)
-kelancaran berupa huruf (SB,B,C,K,SK), tajwid dan fashohah berupa huruf (B,C,K – nilai SB dan SK tidak ada)

Nilai SB, B, C, K, SK.. itu ada kriteria penilaiannya, misal:
untuk nilai Kelancaran:
SB = kesalahan 0-4 dalam x juz
B = kesalahan 5-8 dalam x juz
C = kesalahan 9-12 dlm sekian juz
K = kesalahan 13-15 dlm sekian juz
SK = kesalahan lebih dari 15
untuk nilai Tajwid dan Fashohah:
B = tajwid dan fashohah sudah benar
C = tajwid benar, fashohah salah.. atau sebaliknya
K = tajwid dan fashohahnya salah

Ini hanya contoh saja, silahkan antum musyawarahkan bagaimana yang praktis dan mudah untuk (1) Metode, (2) Penilaian, dan (3) Kriteria Penilaian dengan mempertimbangkan jumlah pembimbing, jumlah santri, tempat dan waktu yang disediakan..

Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh

Jazakillah khari atas sharingnya ustadzah

ana ingin tanya,dulu waktu ustadzah pertama menghafal Al-Qur’an di usia berapa ? masih kuliah atau setelah lulus kuliah ?

Karena ana sekarang juga masih dalam proses tahfdizh,namun masih belum bisa fokus karena jadwal kuliah yang cukup menyita waktu. Ana juga belum bisa stay di ma’had karena masih kuliah. Kiranya ustadzah ada saran dan nasihat ?

Jazakillah khair

Wa’alaikumus salam wr wb..

mulai akhir kuliah. ya enjoy aja, pergunakan waktu senggang yang kecil2 itu untuk menghafal 1 ayat 1 ayat, tapi bener2 mutqin, trus dikumpulkan dan diulang ketika waktu2 sebelum atau sesudah sholat. luangkan waktu 1/2 jam sebelum shubuh khusus untuk menghafal.. kalau lagi capek ya tilawah aja yang akan dihafal. kalau lagi nunggu bis atau antri, muraja’ah hafalan..
bawalah mushaf saku yang bisa dibawa ke mana2 (kecuali KM), dan milikilah mp3, hidupkan ketika antum naik kendaraan/bis atau ketika jalan. pas kuliah ya konsentrasi kuliah aja.. trus sebaiknya ya tidak ikut organisasi dulu, karena waktunya untuk 2 hal saja: kuliah dan tahfidz.. agar hasilnya kedua2nya mumtaz.

jazakillah khoirn atas metode2 yg diberikan..
insya alloh kami akan memadukan bebrpa metode yg ada.
krn smua santri kami masih SMP & SMA yg mrk jg d tuntut untuk brprestasi d pljrn umum, jd agak lmyan susah bagi wkt mrk yg padat.
tp alhamdulillah sdh trcetak bbrp hafidz d sini.

iya, ana faham.. alhamdulillah kalau sudah tercetak hafidz. by the way, SMP dan SMA mana? barangkali ada orang tua yang tertarik memasukkan anaknya ke sana.

kafila islamic school. free 100% (beasisiwa penuh dari smp-sma) .bisa d liat di web http://www.kafila.or.id
tapi khusus buat ikhwan. dan klo mau masuk SMA, hrs punya hafalan min 10 juz.
semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: