Learn to Be A True Muslimah

Belajar Matematika 12 jam Non-Stop

Posted on: 23 Agustus 2011

Bismillah..

Tulisan ini hanya sekedar mengenang perjalanan ana beberapa waktu dulu ketika masih SMA. Ana sangat suka pelajaran Fisika dan Matematika. Selain itu, ana juga sangat suka pelajaran agama. Oleh karena itu, ketika akan naik kelas 2, ana minta izin ke wali kelas dan guru BK untuk pindah dari kelas SMA ke kelas aliyah. Kenapa? Karena di Aliyah, pelajaran agamanya lebih sulit. Ana tertantang untuk menguasai ilmu yang lebih sulit dan lebih tinggi. Sedangkan di SMA, pelajaran agamanya cukup mudah dipahami. Untuk pelajaran Bahasa Arab saja ana selalu mendapatkan nilai sempurna di ulangan harian. Untuk pelajaran yang lain juga tidak begitu mengalami kesulitan karena ana sangat suka menghafal. Kunci mendapatkan nilai yang bagus di pelajaran agama saat ulangan harian adalah hafal materi dan dalil2nya di luar kepala. Namun, ana menanamkan dalam hati, bahwa nilai itu bukanlah segalanya. Nilai penting, namun amal lebih penting.

Orang tua dan guru2 memberikan nasihat yang berharga. Hal ini benar2 berbeda dengan sekolah umum. Belajar di sekolah Islam lebih sejuk menurutku. Selain nasihat agama yang selalu diberikan, juga suasananya yang lebih islami. Misalnya: (1) para murid dilarang pacaran, kalau ketahuan nanti dihukum oleh guru BK, (2) harus sholat tepat waktu di masjid, (3) para murid harus berpakaian dan berakhlak islami baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Dulu hobi ana adalah belajar. Karena dengan belajar, hati ana terhibur. Selain itu, ana juga suka membuat target2 dan memiliki cita2 yang tinggi. Jika sekolah libur, ini adalah kesempatan emas bagi ana untuk belajar sesuka hati. Karena kalau masuk, kita harus menepati jadwal yang ada dengan berbagai pelajaran. Kalau libur, bisa berjam2 mempelajari materi tertentu yang kita suka.

Pernah suatu hari ketika liburan, ana membuat target: harus menyelesaikan ratusan soal matematika dalam waktu 4 hari. Waktu yang kusediakan adalah 4 x 12 jam. Ana meminta izin pada ibu agar waktu 4 hari itu bisa kugunakan untuk belajar saja. Alhamdulillah, ibu mengizinkan.

Di sekolah ana sudah terbiasa belajar dari pagi sampai sore. Oleh karena itu, proyek belajar matematika 12 jam non-stop itu pun bisa kulalui tanpa halangan yang berarti. Oh ya, maksudnya 12 jam non-stop tentu ketika waktu sholat sudah tiba, sholat harus segera dikerjakan. Liburan saat itu, ana membuat strategi waktu siang untuk belajar ilmu umum sedangkan waktu malam adalah untuk belajar ilmu agama, membaca al-qur’an dan hadits.. Ibu pun memberi dukungan padaku. Alhamdulilah, kalau tiba waktu makan, ibu masuk ke kamar mengantarkan makanan dan minuman untukku..🙂

Hanya saja, ternyata di tengah perjalanan, ana jatuh sakit. Memang, biasanya kalau ana membuat program besar, ana akan jatuh sakit. Hal ini sudah kukenali. Namun, ana memohon pada Allah agar Allah menolongku dalam proyek ini.. Pada malam hari, sakitku makin bertambah sehingga membuatku tak bisa tidur. Ana berharap proyekku ini berhasil, karena setelah selesai ana masih punya proyek lagi, yaitu belajar fisika sesuka hati selama tiga hari, menghabiskan waktu liburan sepekan.

Alhamdulillah, Allah ‘Azza wa Jalla memberi pertolongan padaku. Saat sakit dan tidak bisa tidur itu, ana bingung, waktunya kugunakan untuk apa? Akhirnya ana kembali pada soal2 matematika tadi siang, kukerjakan hingga datang waktu shubuh.

Setelah itu, ana tidak berpikir lagi tentang waktu. Ana terus membaca, menulis dan mengerjakan soal. Hingga akhirnya pada hari ketiga, alhamdulillah targetku telah selesai. Hatiku pun senang, karena berarti waktu untuk belajar fisika bisa lebih banyak. Sakitku pun sudah mulai reda dan mulai sembuh. Hanya saja, sisa liburan itu akhirnya kubagi untuk pelajaran lain juga.

.. Suatu hal yang membuatku bertanya2 saat ini adalah: mengapa Allah memilihkanku Fisika? Padahal ketika lulus kelas 3 SMA ana ingin masuk jurusan Bahasa Arab dan sudah benar2 berusaha ke sana. Sekolah yang kuincar ada di Jakarta sedangkan ortu tidak mengizinkanku sekolah di luar kota. Ya sudah, akhirnya ana memilih jurusan Fisika dalam ujian masuk perguruan tinggi setelah ikhtiar dan istikhoroh.

.. Sampai saat ini, ana pun masih bertanya2: mengapa Allah memilihkanku Fisika?

= = = = =

Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Rabbanaa maa kholaqta haadza baathilaa. SubhaanaKa faqinaa ‘adzaaban-naar..

 

 

4 Tanggapan to "Belajar Matematika 12 jam Non-Stop"

Ya Allah kenapa juga Engkau memilihkanku Bahasa Inggris, pdhal ana ingin melanjutkan ke LIPIA ??

Allah Maha Mengetahui hamba2-Nya dengan kesempurnaan kebijaksanaan-Nya

MasyaAllah…Kak, kenapa bisa sangat suka pelajaran fisika dan matematika? Kalau sy sendiri hanya sangat suka pelajaran matematika.

karena dapat menambah kedekatan, keimanan, dan ketaqwaan kita kepada Allah..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: