Learn to Be A True Muslimah

Muraja’ah Al-Qur’an dengan Mencatat

Posted on: 24 September 2011

Suatu hari..

“Oh, mbak yang sering ikut kajian di Penumping itu ya..?”, tanya seorang akhwat.

“Iya.., ko bisa tahu?”, tanyaku penasaran.

“Iya, tentu tahu..”, jawabnya singkat, ia tidak mau mengaku bagaimana bisa mengenalku.

Memang salah satu hobiku adalah bersalaman dengan orang yang kutemui ketika di kajian. Mungkin dulu aku pernah bersalaman dengannya.. sebelum atau seusai kajian. Ternyata akhwat itu masih mengenal wajahku, padahal aku belum mengenal dan belum mengetahui namanya.

Barangkali juga ada yang memperhatikanku ketika aku mencatat isi kajian. Aku sangat bersemangat kalau ada kajian karena aku menemukan duniaku. Dan dari kajian itu, terjawablah pertanyaan2ku soal dien. Salah satu yang sangat kusuka adalah ketika ustadz menyebutkan dalil dari al-Qur’an yang sudah kuhafal.. kemudian aku mencatatnya (tanpa membuka mushaf). Artinya ketika ikut kajian, seseorang dapat me-muraja’ah hafalannya dengan cara mencatat/menulis.

= = = = =

Salah satu trik agar kita mudah hafal adalah dengan menuliskan “kata-kata awal” tiap ayat dalam satu lembar secara urut dari atas ke bawah. Biasanya ini adalah cara terakhir yang kugunakan setelah menghafal dengan cara melihat dan mengulang.. untuk memperkuat hafalan.

 

4 Tanggapan to "Muraja’ah Al-Qur’an dengan Mencatat"

assalamu’alaikum..
waah.. klw gitu ada Quran Hafalan terbitan al Hamira (klw g salah) yg setiap samping halamanx ditulis awal2 ayatx secara berurutan dengan font merah, awal2 ayatx juga diberi font merah..
tpi emang disayangkan bukan kita sendiri yg mncatat..

Iya, ana pernah lihat mushaf quran seperti itu milik sahabat ana.. kalau ana sendiri belum punya. Yang ana punya baru quran tajwid mini (beli dengan uang hasil keringat sendiri ketika baru lulus SMA) dan mushaf madinah warna merah ukuran tanggung hadiah dari amcf . Kalau mushaf yang lain di rumah tidak ana pakai karena susunannya tidak seperti mushaf madinah..

Biasanya ana mencatatnya per halaman.. kalau sudah dapat satu juz, ditulis dalam sebuah kertas kecil untuk dibawa ke mana2.. termasuk kalau lagi naik sepeda. Hal ini sangat efektif untuk memperlancar hafalan, tapi ingat, hafalan 20 halaman yang dibentuk sebelumnya harus benar2 lancar..

berarti semua hafalan itu emang benar2 dicatat ulang?? atau mksudnya awal halaman aja??
ana pikir bisa juga, tpi kalau gitu wktu mghafalnya per halaman juga..

yang dicatat adalah awal tiap ayat, seperti font merah di quran tahfidz itu.
jadi, tiap halaman di qur’an, di kertas kecilnya dibuat satu kolom
hasil akhirnya: dalam satu halaman kertas HVS itu, terdapat kumpulan awal tiap ayat dalam satu juz yang dikelompokkan beradasarkan halaman

ya, ngafal di awal adalah per halaman, tapi setoran maju ke ustadzah adalah per lembar, sedangkan muraja’ah berdasarkan juz atau surat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,001 hits
%d blogger menyukai ini: