Learn to Be A True Muslimah

Supervisi Pelajaran IPA Fisika

Posted on: 4 Oktober 2011

Bismillah..

Beberapa hari yang lalu, sekolah dikunjungi oleh penilik sekolah dari Dinas Pendidikan Kab.Sukoharjo. Beliau akan mengadakan supervisi terhadap pelajaran |Matematika dan IPA tingkat SMP. Ana sebagai salah satu guru IPA, khususnya pelajaran Fisika.. diminta kepala sekolah untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Tugas yang dilakukan guru sebelum mengajar adalah membuat perencanaan yang matang, baik penguasaan materi, perangkat pengajaran, alat peraga, dan media pengajaran. Penguasaan materi dengan membaca buku diktat dari berbagai penerbit, melihat berbagai macam soal dari bank soal, dan membaca2 literatur2 terbaru di internet untuk mengetahui perkembangan mutakhir dari bab yang dibahas. Semua itu digunakan sebagai alat pemantik rasa ingin tahu murid agar mereka aktif bertanya dan antusias mengikuti pelajaran.

Saat itu ana akan mengajarkan Bab Suhu di Kelas 7A. Sebelum mengajar, ana menyerahkan perangkat pengajaran kepada kepala sekolah untuk diberikan pada penilik sekolah agar dinilai. Perangkat pengajaran terdiri dari Prota (Program Tahunan), Promes (Program Semester), dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Salah satu perbedaan RPP sekolah ini adalah adanya pencantuman dalil dari ayat al-qur’an atau hadits sebagai integrasi IMTAQ dalam pelajaran. Kalau dalam RPP tersebut tercantum surat AL-Kahfi yang menceritakan raja Dzulkarnain dalam membuat tembok dari besi panas dan cairan logam untuk mengamankan suatu kaum dari gangguan Ya’juj dan Ma’juj. Besi yang dipanaskan akan membara dan berubah warnanya. Nah, perubahan warna ini adalah salah satu sifat termometrik zat yang nantinya diterangkan saat pelajaran.

Alat peraga yang kusiapkan antara lain: tiga buah gelas ukur dan satu buah termometer laboratorium. Gelas2 tersebut berisi tiga macam jenis air, yaitu air dingin, air biasa, dan air panas/hangat. Sedangkan termometer yang ana gunakan untuk praktek adalah termometer alkohol. Ana meminta salah satu murid untuk membawa alat peraga itu dari ruang guru ke dalam kelas, sedangkan ana sendiri membawa buku diktat, jurnal mengajar, hand out, laptop dan kotak pensil berisi spidol white board.

Ana masuk kelas dengan mengucapkan salam. Murid2 agak heran, ko kepala sekolah masuk ke dalam kelas dan ada satu orang lagi yang belum mereka kenal juga masuk..🙂 Entah apa yang terjadi, ternyata mereka tidak bertanya padaku, mungkin sudah diberi sedikit penjelasan oleh kepala sekolah atau guru lain sebelum ana masuk.

Setelah menyalakan LCD proyektor dan membuka file presentasi, ana membagikan hand-out kepada murid2. Sebelum ana masuk ke materi, ana bertanya kepada mereka tentang benda2 yang panas dan dingin dengan menunjukkan gambar kopi dan minuman es. Kemudian ana perlihatkan peristiwa2 alam dalam kondisi panas dan kondisi dingin, yaitu peristiwa gunung meletus dan adanya tumpukan salju di negara barat. Setelah memasuki alam pikiran mereka, lalu mereka ana bawa untuk mempelajari konsep suhu, sifat termometrik zat, bagian2 termometer dan jenis2 termometer.

“Zat pengisi termometer haruslah zat yang memiliki sifat termometrik, misalnya raksa dan alkohol.”, terangku pada murid2. Lalu ana menunjukkan gambar alkohol dan raksa. Alkohol sebenarnya tidak berwarna, agar dapat dilihat oleh mata maka termometer diberi zat pewarna merah. Ana juga menerangkan ke murid2 kalau raksa itu sifatnya tidak membasahi dinding kaca.

Lalu ada murid yang bertanya, “Ustadzah, kalau raksa itu mengenai kain, apakah nanti kainnya basah atau tidak?”

“Tidak basah. Hal ini berkaitan dengan adanya kohesi dan adhesi yang nanti juga akan kalian pelajari”, jawabku.

= = = =

Alhamdulillah, pelajaran berlangsung dengan lancar disertai beberapa pertanyaan kritis dari murid2. Yang paling membuat mereka tertarik mungkin adalah pada bagian perkembangan termometer. Ana menunjukkan pada mereka bahwa ada suatu termometer yang seperti pita, hanya ditempelkan di dahi anak kecil, yaitu termometer kristal cair. Lalu ada termometer yang memanfaatkan cahaya, yaitu pirometer optik dan pirometer radiasi total untuk mengukur suhu benda2 yang mengeluarkan cahaya. Selain itu ada gambar adik kecil yang sedang pakai dot.. ternyata dotnya itu adalah termometer..🙂 Dan yang paling akhir, ternyata sudah ada handpone yang berfungsi sebagai termometer.

Ketika slide hampir berakhir, ana membagikan kertas buram sebagai lembar pengerjaan kuis/post test. Lalu ana melanjutkan diskusi selanjutnya tentang jenis2 skala termometer yang namanya diambil dari para ilmuwan fisika.

“Ternyata Celsius itu adalah seorang nama ilmuwan fisika, begitu pula Reamur, Kelvin, dan Fahrenheit. Jika kalian jadi ilmuwan fisika, bisa jadi nama kalian menjadi nama besaran, nama satuan, nama rumus atau nama bilangan dalam ilmu fisika. Barangkali di masa depan nanti akan ada yang namanya “bilangan Citra”. “, terangku pada murid2. Lalu murid2 pun pada tertawa sambil melihat temannya yang bernama Satria Citra..🙂

Ketika sudah sampai pada slide “Rangkuman”, murid2 jadi lebih serius, karena sebentar lagi mereka harus mengerjakan post test. Soal post test yang ana buat ada lima buah, semuanya pilihan ganda. Setelah ana koreksi, alhamdulillah hasilnya memuaskan. Semuanya mendapatkan nilai 100 kecuali 3 orang anak saja..

= = = = =

Rabbi zidnii ‘ilmaa warzuqnii fahmaa… Aamiin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: