Learn to Be A True Muslimah

Ilmuwan dan Rasa InginTahu

Posted on: 11 Oktober 2011

Bismillah..

Waktu kecil, Thomas Alva Edison dikeluarkan dari sekolahnya karena dianggap keterlaluan bodoh dan terlalu banyak bertanya. Namun, ia merasa tidak perlu percaya pada anggapan itu. Ia mulai belajar pada ibunya yang pernah menjadi guru. Karena suka mencoba-coba, Edison kecil lalu membangun “laboratorium”nya sendiri. Alat-alatnya dibeli dari hasil jualan koran dan makanan kecil di kereta api yang kemudian menempa bakat bisnisnya.Tidak seperti ilmuwan lain yang kebanyakan hidup sederhana, selain berpikir tentang penelitian dan penemuan yang hebat, Edison juga berpikir bisnis. Ia bisa mengembangkan kemampuan teknisnya sekaligus tahu apa yang bisa dijual untuk dapat untung besar.

Edison sejak kecil memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa besar. Ia sering penasaran dengan alat-alat baru dan unik, seperti telegraf. Pada usia 29 tahun, ia sudah menjadi penemu yang kaya dan terkenal. Penemuan yang membuatnya ternama adalah phonograph (alat perekam dan pemutar suara) dan bola lampu listrik. Sepanjang hidupnya, ia telah memiliki lebih dari 1000 hak paten atas penemuan-penemuannya.

Einstein, sejak kecil merupakan anak yang pemalu dan suka menyendiri. Ia lahir di Ulm, tempatnya berbukit, tenang dan sejuk. Tempat favoritnya adalah di atas bukit yang ada di desanya. Einstein ternyata pernah membenci sekolah karena murid2 saat itu tidak boleh bertanya apalagi menentang ajaran gurunya. Einstein cenderung pemalu tapi dia tidak pernah takut untuk bertanya sehingga guru2nya tidak suka padanya. Akhirnya, Einstein nekat memutuskan untuk berhenti sekolah pada usia 15 tahun karena gurunya galak dan melarangnya banyak bertanya.

Einstein pernah gagal menjadi guru dan malah terpaksa bekerja di kantor pencatatan hak paten. Akan tetapi, justru di tempat itu ia malah jadi bisa berpikir lebih banyak dan lebih bebas. Pada tahun 1905, ia berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Zurich pada usia 26 tahun. Kariernya pun mulai meningkat dan ia banyak menghasilkan ide2 original dan kontroversial.

Seorang guru hendaknya menjadi pribadi yang menyenangkan. Ia tidak memupus rasa ingin tahu anak dengan melarang mereka bertanya, tapi justru mengarahkan dan menginspirasi bagaimana agar murid2 aktif bertanya dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jangan sampai terjadi pengalaman, seperti Edison dan Einstein yang harus keluar dari sekolahnya karena bermasalah dengan sekolahnya. Orang-orang berilmu, para intelektual, dan juga guru harus dihargai dengan tinggi agar mereka bisa lebih bahagia dalam mengembangkan dan memberikan ilmunya, seperti halnya pada masa peradaban Islam dulu.

= = = =

Ditata ulang dan diramu dari berbagai halaman buku “Imperium III“. Buku yang sangat inspiratif..🙂

1 Response to "Ilmuwan dan Rasa InginTahu"

bagus artikelnya,,,,
quote “tahu tinggi gunung tanpa mendaki ?? how to ??

Makin banyak belajar, banyak tahu, hingga makin sadar byk yang blum diketahui, endingnya paham bahwa ada Dzat Yang Maha Tahu, dan takut kepadaNya adalah tujuan mencari ilmu..

btw, antm tahu mahad ibadurrahman ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,001 hits
%d blogger menyukai ini: