Learn to Be A True Muslimah

Muraja’ah Berkelompok Hari Sabtu

Posted on: 19 November 2011

Bismillah..

Alhamdulillah, hari Sabtu ini di ma’had al-manar diadakan muraja’ah al-qur’an secara berkelompok. Dari seluruh santriwati yang hadir, kami dibagi menjadi tiga kelompok. Barangkali pengelompokan ini (secara tidak sadar) berdasarkan kecepatan membaca hafalan. Juz yang kami baca adalah juz 3 dan juz 4: sebagian Surah Al-Baqarah, seluruh Surah Ali-Imron, dan sebagian Surah an-Nisaa’.

Hampir saja ana tidak masuk karena ketika akan berangkat tiba2 sakit perut. Tapi ana memilih untuk masuk agar bisa muraja’ah dan agar semangat di hati bisa full karena bertemu dengan orang-orang yang bersemangat dalam menghafal. Selain itu, ana juga ingin memantapkan hafalan juz 3 dan 4 ana agar besok Senin ana bisa langsung masuk muraja’ah juz ke-5 dan 6: Surah An-Nisaa’ dan Surah Al-Maidah. Peraturan di mahad sekarang ini adalah harus muraja’ah 2 juz per hari di hadapan ustadzah, berapapun hafalannya (kecuali yang hafalannya belum dapat dua juz). Dengan demikian, kami bisa muraja’ah 10 juz tiap pekan.

Keuntungan muraja’ah berkelompok pada hari Sabtu ini adalah membangun kekompakan dan menumbuhkan semangat baru dalam muraja’ah. Selain itu, kita bisa saling membenarkan kalau akhirnya berhenti karena salah lafadz atau keblasuk ke ayat lain yang mirip. Yang membetulkan biasanya adalah santri yang hafalannya mantap dan kuat. Hanya saja ada juga kelemahannya, yaitu tempat2 waqof dari masing2 orang kemungkinan berbeda-beda. Oleh karena itu, kadang ada yang sudah waqof  (berhenti) tapi ada yang masih terus membaca. Akhirnya kami membaca dengan nafas terpanjang (tidak terlalu banyak waqof di tengah ayat), yaitu satu ayat dengan satu nafas atau bahkan mungkin bisa tiga baris dalam satu nafas..🙂

Ternyata, di kelompok ana yang rata2 terdiri dari santri yang membaca qur’an dengan lambat/sedang, ada satu orang yang membaca dengan cepat. Akhirnya kami pun terpengaruh juga karena suara teman ana tersebut lumayan keras, dan akhirnya bacaan kami menjadi cepat. Alhamdulillah, akhirnya dua juz itu pun selesai dalam waktu satu jam. Artinya, satu juz diselesaikan dalam waktu -+ 30 menit..

Meskipun selesai cepat, sebagian dari kami ada yang protes, “Ukhti baiknya besok antum di kelompok yang cepat mbaca aja, jangan di kelompok sini.”

Lalu dia menjawab, “Lho, ana kan kasihan kalau kita jadi kelompok yang terakhir, makanya tadi ana mbaca cepat biar cepat selesai.”

Tapi kami (yang protes..🙂 ) meyakini, membaca dengan kecepatan sedang tapi lancar itu lebih baik daripada membaca cepat tapi tidak kompak, dan akhirnya harus sering berhenti untuk menyesuaikan kecepatan atau membetulkan kesalahan. Meskipun demikian, alhamdulillah ana mendapatkan semangat baru dan ternyata bacaan ana yang biasanya lambat bisa dipercepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: