Learn to Be A True Muslimah

Teknis Menghafal Al-Qur’an

Posted on: 19 Februari 2012

Bismillah..

Jika kita memiliki permasalahan, maka kembali lah pada Allah karena Dia lah yang memberikan ujian itu, dan Dia telah mempersiapkan jawaban ataupun solusinya. Wa man yattaqillaaha yaj’al lahu makhrojaa.. wa yarzuqhu min haisu laa yahtashib.. “Barangsiapa yang bertaqwa pada Allah maka Allah akan memberikan padanya jalan keluar.. dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka..”

Salah satu permasalahan bagi santri tahfidz adalah masalah hafalan: baik ziyadah, muraja’ah, kedhobitan hafalan, kefahaman yang dihafal, mengajarkan ilmu, ataupun kemampuan untuk mengamalkan isi alqur’an yang telah dihafal. Oleh karena itu, sering2lah santri tahfidz untuk memohon pertolongan pada-Nya.

Bagaimana caranya?

Wasta’iinuu bish-shobri wash-sholaat.. wa innahaa lakabiirotun illaa ‘alal khoosyi’iin.. “Minta tolonglah kalian dengan sabar dan sholat.. dan sesungguhnya shalat sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ – tunduk jiwanya.” (QS. Al-Baqarah: 45-46)

Bagaimana realisasinya?

Barangkali di bawah ini bisa menjadi salah satu alternatif.

Teknis Menghafal Al-Qur’an

1. Sholat dua rakaat

Dianjurkan bagi orang yang akan menghafal al-qur’an, untuk mengerjakan sholat terlebih dahulu untuk memohon pertolongan pada-Nya. Seperti yang dilakukan Imam Bukhari, beliau selalu melakukan sholat dua rakaat lebih dahulu baru kemudian menulis hadits dalam kitabnya. Alhamdulillah, Allah jadikan kitab Shahih Bukhari menjadi penuh berkah bagi kaum muslimin hingga hari ini.

2. Berdoa mohon dimudahkan menghafal

Sesudah sholat, sebaiknya kita berdoa pada Allah dengan sungguh-sungguh, penuh harap dan cemas.

Doa dari Al-Qur’an: Rabbi zidnii ‘ilmaa.. “Ya Rabb, tambahkanlah padaku ilmu..” Al-Qur’an adalah ilmu teragung dan Allah-lah pemiliknya, maka jika kita ingin mendapatkan ilmu, kita memohon pada-Nya.

Atau doa-doa lain, misalnya:

-Doa mohon hafalan yang baik: Allaahumma innii as-aluka hifdhol anbiyaa-i wa fahmal mursaliin wa ilhaamal malaaikatil muqorrobiin.. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hafalan seperti hafalan para nabi, kefahaman seperti kefahaman para Rasul, dan ilham seperti ilhamnya para malaikat muqorrobiin..”

-Doa mohon kemudahan: Allahumma laa sahlaa illaa maa ja’altahu sahlaa, wa Anta taj’alul hazna, idzaa syi’ta sahlaa.. “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan apabila Engkau berkehendak, Engkau akan menjadikan kesusahan menjadi kemudahan. ”

3. Mulai menghafal dengan niat mendekatkan diri pada Allah

Menghafal di sini bisa berbeda-beda metode maupun sarana yang dipakai. Sebaiknya ketika menghafal menghadap  kiblat. jika tidak pun tidak mengapa. Keuntungan kita menghafal setelah sholat adalah kita berada dalam keadaan punya wudhu ketika membaca al-qur’an yang berarti melaksanakan sunnah. Salah satu tanda kecintaan kita pada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah melaksanakan sunnah2nya.

4. Memperdengarkan hafalan pada orang lain

Setelah memperoleh hafalan (misal: 1 halaman), maka hafalan itu perlu disimakkan pada orang lain. Hal ini untuk mengecek apakah hafalan kita itu memang benar atau masih ada kesalahan. Sebaiknya dilakukan dua kali:

-simakan 1: usahakan tidak ada kesalahan dalam simakan ini, tapi kalau belum bisa, tidak mengapa, masih bisa dibenahi.

-simakan 2: target sudah tidak ada kesalahan sama sekali, tidak terbata-bata dalam membaca, dan tidak berhenti untuk berpikir. hafalan yang mumtaz / sempurna.

Jika setelah disimakkan dua kali tapi masih ada yang salah, sebaiknya disimakkan lagi untuk yang ketiga kalinya dst. Hal ini bisa dilakukan kalau kita punya partner untuk menyimak atau ada keluarga di rumah yang bisa menyimak.

Bagaimana kalau tidak ada yang menyimak?

Pengecekan bisa dilakukan dengan: (1) membaca hafalan yang dimiliki bersama-sama dengan suara syaikh di murattal (bisa juga suara sendiri yang direkam), atau (2) membaca hafalan sambil melihat terjemah quran. Biasanya kalau kita lupa, bisa ingat kembali dengan melihat/mengetahui terjemahnya.

5. Berdoa memohon agar dikokohkan hafalan

Setelah punya hafalan dan sudah dimantapkan.. baik dengan disimakkan pada orang lain maupun dengan membaca hafalan sambil melihat terjemah, maka langkah selanjutnya adalah memohon pada Allah agar dikuatkan/dikokohkan hafalan kita agar tidak hilang, bisa dengan doa seperti ini: Allaahumma tsabbitnii fii maa hafidztu wa baarik lii fiih.. “Ya Allah, mantapkanlah aku atas apa yang telah kuhafal dan berikanlah aku berkah karenanya..”

6. Memindahkan hafalan tersebut ke dalam sholat

Ikhtiar kita agar dikokohkan hafalan adalah dengan senantiasa membaca/memuraja’ah hafalan yang telah diperoleh tersebut setiap hari, baik pada pagi siang hari atau malam hari.. baik di dalam sholat maupun di luar sholat.

Mengapa di dalam sholat juga? karena demikianlah para pendahulu kita menjaga hafalan al-qur’annya hingga akhir hayat. Mereka membaca hafalannya di dalam sholat, terutama di sholat malam yang memiliki keutamaan yang sangat banyak dan merupakan sebab kokohnya hafalan seseorang.

Bagaimana jika kita belum bisa memuraja’ah hafalan di sholat lail?

Jika belum bisa, maka bacalah hafalan tersebut pada sholat2 sunnah di siang hari hingga terasa mudah untuk dilaksanakan. Jika sudah bisa, maka alihkan dengan membaca hafalan dalam sholat di malam hari. Agar bisa bangun malam secara istiqomah, selain punya tekad kuat, sebaiknya juga punya sahabat yang membangunkan untuk sholat malam. Sholat malam merupakan salah satu dari kebiasaan orang-orang shalih yang disebutkan dalam hadits.

Alhamdulillah. Wallahu a’lam.

2 Tanggapan to "Teknis Menghafal Al-Qur’an"

jazakillah…semoga bisa mengamalkan bersama keluarga….aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,001 hits
%d blogger menyukai ini: