Learn to Be A True Muslimah

Latihan Memperpanjang Nafas – Berenang

Posted on: 15 April 2012

Bismillah..

Saat kita membaca al-Qur’an, terkadang sebelum kita selesai membaca hingga akhir ayat (atau tanda waqof), nafas kita sudah habis lalu terpaksa dihentikan. Ini bisa merusak bacaan. Jadi, kalau hal ini terjadi, kita perlu mengulang ayat yang terputus dengan tidak benar di tengah tadi. Salah satu ilmu yang perlu diketahui oleh para pembaca dan penghafal al-Qur’an adalah mengetahui tempat-tempat waqof, karena ini termasuk bagian dari kesempurnaan dalam membaca al-Qur’an.

Bagaimana kita mengetahui tempat2 waqof?

Dengan belajar ilmu tajwid dan mempraktekkannya dalam membaca al-Qur’an. Di dalam buku ilmu tajwid, bisa kita temui pembahasan tentang jenis2 waqof dan tanda2nya yang dilambangkan dengan huruf hijaiyah. Selain itu, bisa juga dengan mendengarkan murattal para syaikh sambil memberi tanda pada mushaf, di mana saja mereka berhenti dalam membaca al-Qur’an.. lalu apakah para syaikh itu langsung melanjutkan, atau kembali ke beberapa kata sebelumnya.

Bagaimana agar kita memiliki nafas yang panjang?

Salah satunya adalah dengan latihan berenang karena ketika kita berada di dalam air, saat itu kita tidak bernafas untuk beberapa waktu. Hal ini sudah saya praktekkan. Alhamdulillah, ternyata bisa meningkatkan kemampuan saya tiga kali lipat..  Sebagai orang fisika, maka saya ukur juga kelajuan saya bergerak di dalam air. Karena masih belum profesional, ternyata saya baru bisa bergerak dengan kelajuan 0,8 m/s. Oh ya, olahraga berenang adalah salah satu olaharaga yang disunnahkan untuk dipelajari dan diajarkan.

Macam Gaya Renang

Ternyata ketika berenang itu ada gayanya juga lho, kalau tidak salah: gaya bebas, gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu2/katak. Seperti yang dijelaskan dalam sebuah blog, ada sebuah gaya yang paling sulit ambil nafasnya, yaitu gaya bebas. Padahal yang baru saya kuasai dengan baik baru gaya bebas..🙂 Memang saat menggunakan gaya itu biasanya saya tidak nafas sama sekali dalam air atau cuma menghirup satu/dua kali saja untuk jarak sejauh 10,8 m.

Dalam gaya dada dan gaya kupu-kupu, bernafas bisa dilakukan dengan mudah karena ada saat di mana kepala kita seluruhnya berada diatas permukaan air. Bernafas dalam gaya punggung juga tidak sulit karena kepala dan tubuh kita menghadap dengan bebas ke arah langit. Adapun dalam gaya bebas, kepala kita tidak boleh sepenuhnya menyembul dari permukaan air. Inilah yang menjadikan bernafas dalam gaya bebas terasa lebih sulit.

Namun jika sudah biasa, tidak akan ada lagi hal yang sulit. Mengambil (menghirup) nafas dalam gaya bebas kita lakukan semenjak 2/3 kayuhan tangan kita, dan kita akhiri pada saat tangan kita kembali masuk ke dalam air. Kita ambil contoh mengambil nafas ke sisi kiri. Pada saat kayuhan tangan kiri kita sejajar dengan dada, akan timbul gaya angkat pada sisi kiri tubuh kita. Akibatnya, tubuh pun akan miring menghadap ke sisi kiri. Pada saat itulah kita mulai mengambil nafas. Dan kemiringan tubuh kita dengan sendirinya akan membantu wajah kita untuk bisa menyembul keatas permukaan air dengan mudah dan alami.

Pada saat wajah kita kembali terbenam ke dalam air, keluarkanlah udara dengan santai dari hidung kita. Ini akan menimbulkan gelembung-gelembung air yang keluar dari hidung kita.

Lalu kapan kita mengambil nafas?

Untuk renang jarak jauh semisal 1500 meter, beberapa perenang hebat seperti Grant Hackett mengambil nafas setiap dua kayuhan sekali. Ini artinya hanya berselang satu kayuhan saja, dan karenanya bernafasnya pun hanya ke satu sisi saja: ke kiri saja atau ke kanan saja.

Namun ada juga beberapa perenang yang mengambil nafas setiap tiga kayuhan sekali. Ini artinya pengambilan nafas akan dilakukan bergantian ke kiri dan ke kanan. Cara bernafas seperti dikenal sebagai bilateral breathing. Lalu mana yang lebih baik antara mengambil nafas ke satu sisi saja atau mengambil nafas ke dua sisi secara bergantian? Jawabannya, suka-suka Anda. Lakukanlah yang menurut Anda lebih rileks, santai, nyaman dan cocok untuk Anda. Jadi yang terpenting, Anda merasa nyaman ketika bernafas.

Meski demikian, banyak perenang sprint gaya bebas (50 meter atau 100 meter) yang berusaha semaksimal mungkin untuk menahan nafas mereka selama balapan. Mereka hanya mengambil nafas ketika betul-betul memerlukannya. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi pengurangan kecepatan yang biasanya terjadi ketika seorang perenang gaya bebas sedang mengambil nafas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: