Learn to Be A True Muslimah

Aku Kagum: Akhlak Nabi Yusuf

Posted on: 16 Juli 2012

Bismillah..

Saya sangat kagum dengan akhlak yang dimiliki oleh para Nabi yang diceritakan dalam al-Qur’an, salah satunya adalah akhlak Nabi Yusuf ‘alahissalam.

Kisah Nabi Yusuf: Kisah Terbaik

Surat Yusuf merupakan kisah terpanjang dalam Al-Qur’anul Karim. Allah menghimpun kisah Nabi Yusuf ini dalam satu surat. Pokok pembicaraan pada surat ini adalah berupa kisah seorang Nabi yang mengalami nasib berganti-ganti, antara kesengsaraan dan kebahagiaan yang pada semua itu beliau menjadi teladan yang baik.

Kisah ini merupakan kisah terbaik dari segi isi dan faidahnya karena mengandung pelajaran dan hikmah. Dalam surat ini terdapat puncak dalam gaya bahasa atau pengaruhnya terhadap jiwa, di samping keindahan isinya. Dengan membaca kisahnya, seseorang dapat memperoleh pelajaran berharga dan dapat melihat kekuasaan Allah dan kebesaran hikmah-Nya sehingga kita merasa takjub atau kagum.

Apa saja itu?

Akhlak Nabi Yusuf yang saya kagumi antara lain:

Pertama. Teguh dalam Menjaga Diri.  

Ketika beliau digoda oleh istri Al-’Aziz (raja Mesir), beliau menolaknya dengan sangat sopan.. Qoola ma’aadzallaah.. Innahuu rabbiiy ahsana matswaay.. “Aku berlindung kepada Allah.. Sesungguhnya dia, tuanku –yang memilikiku sebagai budaknya-  benar-benar telah memperlakukanku secara baik..”

Kemudian Nabi Yusuf memberi alasan tentang sikapnya tersebut dengan berkata: Innahuu laa yuflihudh-dhoolimuun.. “Sesungguhnya Allah Ta’ala takkan memberi kemenangan pada orang yang berbuat dholim..”, yaitu perbuatan menganiaya diri sendiri atau menganiaya orang lain dengan suatu pengkhianatan atau melanggar kehormatan.

Kata-kata Nabi Yusuf tersebut merupakan isyarat bahwa ia merasa bangga dengan Rabbnya dan teguh memegang agama dan amanat Rabbnya.. serta menyindir pengkhianatan istri tuannya. Oleh karena pengelakan itu, istri Al-‘Aziz menjadi marah, hendak membalas dendam kepada Nabi Yusuf agar kemarahannya terobati karena ia gagal mencapai keinginannya dan terhina dengan sikap Nabi Yusuf yang tidak mau meladeni kehendaknya. Sedangkan Nabi Yusuf bersiap-siap hendak membela diri dari serangan wanita itu dan hendak memukulnya. Namun, Nabi Yusuf melihat tanda dari Rabbnya.. dari lubuk jiwanya..

Apakah itu?

Allah memberi ilham pada Nabi Yusuf bahwa lari dari tempat itu adalah lebih baik sehingga ia tidak jadi menyerang wanita itu dan lebih baik lari menghindarinya. Dengan demikian, terlaksanalah kebijaksanaan Allah tentang apa yang Dia persiapkan untuk Nabi Yusuf.

“Kadzaalika linashrifa ‘anhus-suu-a wal fakhsyaa’..”Demikianlah agar Kami memalingkannya dari kemungkaran dan kekejian..” Allah menghindarkan Nabi Yusuf dan menjaganya dari dorongan untuk melakukan keburukan ataupun dorongan untuk melakukan kekejian sehingga beliau takkan keluar dari orang yang berbuat baik menuju golongan orang yang berbuat dholim.

“Innahuu min ‘ibaadinal mukhlashiin.. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk dari hamba-hamba Kami yang terpilih..”  Sesungguhnya Nabi Yusuf ini tergolong orang-orang yang dimurnikan, termasuk bapak-bapaknya yang dimurnikan dan dijernihkan oleh Allah dari segala aib dan cela. Allah Ta’ala berkalam mengenai mereka:

“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan manusia kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada ssisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.” (Shad, 38: 45-47)

 

Kedua. Pemaaf, mampu menahan amarah, membalas kejahatan dengan kebaikan, dan mendoakan kebaikan bagi orang yang pernah berbuat dholim kepadanya.

Hal ini diceritakan dalam Surat Yusuf ayat 77, 89-92. Pada ayat 77 Nabi yusuf menahan amarahnya dan tidak menampakkan kemarahan tersebut pada saudara2nya . Pada ayat 89-92, diceritakan akhirnya saudara2nya mengetahui bahwa pembesar Mesir yang mereka mintai bantuan itu adalah Nabi Yusuf. Tentu mereka merasa takut karena dulu pernah membuangnya ke sumur dan meninggalkannya. Namun, justru Nabi Yusuf dengan kelembutan hati tidak mencela kepada mereka sedikitpun. Bahkan, malah mendoakan agar Allah mengampuni kesalahan-kesalahan mereka.

Begitu juga akhlak Nabi Ya’qub yang begitu mulia dan mengesankanan dalam Surat Yusuf ayat 98. Meskipun beliau pada awalnya sudah mengetahui kedustaan anak2nya yang mengaku bahwa Nabi Yusuf dimakan serigala, namun pada akhirnya Nabi Ya’qub memohonkan ampunan bagi anak2nya tersebut.

 

Ketiga. Kecerdikannya dalam berdakwah. Meskipun Al-‘Aziz, istrinya, dan keluarganya mengetahui tanda-tanda bahwa Nabi Yusuf yang benar dan istri Al-Aziz yang salah, namun mereka tetap menjebloskan Nabi Yusuf ke dalam penjara. Maksudnya agar orang melupakan cerita tersebut dan tenteramlah kota dari peristiwa yang menggegerkan itu. Walaupun demikian, Allah sangat sayang dengan Nabi Yusuf, yakni dengan menganugerahkan ilmu ta’bir mimpi.

Suatu saat ada dua pemuda pelayan raja Mesir yang masuk penjara, seorang di antaranya juru masak roti, sedang yang satu adalah juru minumnya. Mereka berdua dipenjarakan karena suatu pengkhianatan, yaitu akan menghabisi riwayat raja. Mereka bertanya pada penghuni penjara, apa yang bisa Nabi Yusuf lakukan. Nabi Yusuf menjawab bahwa beliau dapat mena’birkan mimpi.  Lalu masing-masing menceritakan mimpinya.

Apa mimpi kedua pemuda itu?

Qoola ahaduhumaa inniiy arooniiy a’shiru khomroo.. Juru minum raja berkata pada Nabi Yusuf, “Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku memeras anggur supaya menjadi khamr.” Ada sebuah riwayat bahwa juru minum raja itu berkata,”Sesungguhnya aku mimpi ada sebatang pohon anggur yang mempunyai tiga cabang, yang pada masing2 terdapat anggur, aku memerasnya, lalu memberi minum kepada raja.”

Wa qoolal-akhoru inniy arooniy ahmilu fauqo ro’siy khubzan ta’kuluth-thoiru minh.. Sedangkan yang lain, yaitu juru masak roti berkata –yang menurut sebuah riwayat- dia berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi melihat diriku keluar dari dapur raja dengan menjunjung tiga keranjang roti di atas kepala, sedang burung-burung memakan dari atasnya.”

Nabbi’naa bita’wiilihii.. “Beritahukanlah kepada kami ta’bir mimpi itu.” Yakni tafsiran dari mimpi tersebut yang akan menjadi kenyataan. Mimpi tersebut ternyata mimpi yang benar, bukan hanya sekedar bunga tidur.

“Innaa narooka minal muhsiniin.. “Sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang yang berbuat baik.”, yakni orang yang pandai menakwilkan mimpi dengan baik. Kata-kata yang mereka nyatakan ini setelah mereka melihat ilmu Yusuf yang luas dan tingkah lakunya yang baik pada sesama penghuni penjara hingga menjadikan Nabi Yusuf sebagai ’ka’bah’  tempat berkunjung dan meminta fatwa.

Namun…  beliau tidak memberitahukan secara langsung ta’wil dari mimpi mereka berdua. Nabi Yusuf terlebih dahulu menerangkan kepada mereka kebenaran masalah tauhid dan ibadah yang murni hanya kepada Allah Ta’ala (ayat 37-40), baru kemudian beliau terangkan tentang apa yang mereka tanyakan (ayat 41).

 

Keempat. Kesantunan dan kelembutan Nabi Yusuf.

Jika kita memperhatikan gaya bahasa yang dipakai Nabi Yusuf dalam berbicara atau menjawab pertanyaan, maka akan kita temukan kata2 yang sangat halus, sangat sopan, dan sangat indah.. J Juga sikap beliau yang sangat santun dan hormat pada orang tuanya dan juga pada saudara2nya.

 

Dari keseluruhan akhlaq Nabi Yusuf ‘alaihis salam tersebut, saudara2nya yang awalnya iri dan dengki pada beliau hingga berbuat jahat pada beliau, akhirnya -bi idznillah- menjadi orang-orang yang baik dan bertaubat pada Allah. Ini merupakan kisah yang happy ending..

Dari sini dapat kita ambil pelajaran bahwa meskipun secara lahir pada awalnya seseorang mendapatkan bencana/hal yang tidak disukainya, namun sebenarnya Allah memiliki hikmah yang besar di baliknya.. sebenarnya Allah memberikan karunia kepadanya. Meskipun pada awalnya saudara2 Yusuf berlaku jahat padanya, sedangkan dia tetap sabar menghadapi segala kesusahan itu hingga Allah memberinya kedudukan yang tinggi di Mesir dan menganugerahi Nabi yusuf berupa hukum dan ilmu ta’bir mimpi.

Semua ini adalah balasan dari Allah atas kebaikan Nabi Yusuf ‘alaihis salam dalam perjalanan hidupnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi anugerah pada tiap cobaan dan memberi kenikmatan pada setiap yang pada lahirnya berupa bencana/musibah.

= = = = =

Aku kagum dengan akhlak Nabi Yusuf ‘alaihissalam.. Innahuu min ‘ibaadinal mukhlashiiiin.. Semoga kita bisa meneladani aklak beliau. Aamiin..

 

1 Response to "Aku Kagum: Akhlak Nabi Yusuf"

إنه من كــــــيد كن. إن كـــــــيد كن عظيـــــــــــــــم……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: