Learn to Be A True Muslimah

Ibnu Sina, Si Genius Pencipta Ilmu Kedokteran Modern

Posted on: 22 Agustus 2012

“Ibn Sina is the most famous scientist of Islam, and one of the most famous of all races, places, and times.” – Ibnu Sina adalah ilmuwan Islam paling terkenal, dan salah satu ilmuwan yang paling terkenal dari seluruh ras, tempat, dan waktu.

George Sarton, tokoh Amerika dalam bidang Sejarah Sains

Ibnu Sina adalah seorang tokoh besar dunia. Jika pikiran Newton menjelajah jauh ke luar angkasa, Ibnu Sinalah yang dengan ketajaman luar biasa menjelajah masuk ke dalam kompleksitas kesehatan tubuh dan pikiran manusia. Pengaruhnya sangat besar hingga sekarang. Karya kedokterannya menjadi standar di universitas-universitas utama di Eropa dan tidak tertandingi selama 700 tahun lamanya. Gambar wajah Ibnu Sina saat ini juga terpampang di aula kehormatan Fakultas Kedokteran Universitas Paris. (kapan ya saya ke Paris? Bukan untuk tamasya, tapi untuk belajar..)

Ibnu sina adalah prodigi, anak genius. Saat umur sepuluh tahun, ia sudah menguasai penuh al-Qur’an. Saking pintarnya, para tetangganya dibuat heran dan terkagum-kagum pada anak kecil itu. Lalu, ia belajar dan menguasai macam-macam ilmu berat: hukum, matematika, aritmatika, fisika, bahkan filsafat. Ia juga dengan tekun membaca  buku metafisika Aristoteles yang sangat kompleks hingga 40 kali supaya bisa memahaminya. Lalu, ia belajar ilmu pengobatan.

Berapa umurnya waktu itu?

Tiga belas tahun!! Semua pengetahuan itu ia serap, bahkan tanpa kesulitan yang berarti. Ia sudah mengobati banyak pasien saat umurnya 16 tahun. Ibnu Sina kecil memang benar2 pembelajar sejati. Ia bahkan tidak mau meminta bayaran atas pelayanannya. Semua itu ia lakukan karena untuk membantu orang lain dan untuk mempertajam pengetahuannya.

Umur 18 tahun, kehebatannya menyebar ke mana-mana, sampai ia dipanggil ke istana untuk mengobati Pangeran Samanid, Nuh Ibnu Mansur, yang sedang sakit. Ia berhasil menyembuhkannya -dengan izin Allah-. Atas prestasinya, ia ditanya oleh pangeran, “Hadiah apa yang paling engkau inginkan?”

Jika ia ingin harta berlimpah seperti emas permata, tentu ia akan mendapatkannya. Namun, bukan itu yang ia inginkan, Ia hanya ingin satu hal dari pangeran, yaitu membaca dan belajar sepuas-puasnya. Ibnu Sina minta diizinkan agar bisa belajar di perpustakaan pribadi pangeran yang sangat besar. Tentu saja, dengan senang hati pangeran mengizinkannya. Ibnu Sina pun dengan gembira menghabiskan waktunya di perpustakaan kerajaan itu dan membaca sepuas-puasnya.

Ibnu Sina juga adalah seorang polymath, yang berarti seorang yang sangat cerdas dan mampu menguasai beberapa macam ilmu sekaligus. Ibnu Sina menguasai ilmu kedokteran, filsafat, psikologi, matematika, fisika, astronomi, logika, etika, dan banyak lainnya. Ia belajar dengan kecepatan tinggi dan keluasan yang luar biasa.

Ibnu Sina menghasilkan banyak karya dalam berbagai bidang dan karya terbesarnya adalah dalam bidang kedokteran. Bukunya Al-Qanun Al-Tibb, The Canon of Medicine,  merupakan karyanya yang fenomenal di dunia sains. Buku itu adalah satu-satunya karya kedokteran terbesar dalam sejarah umat manusia. Ini adalah mahakarya yang sangat komplekas, sangat luas, dan begitu efektif sehingga di Eropa tidak tergantikan selama 700 tahun. Isinya mencakup sistem kesehatan manusia, kebersihan, anatomi, ratusan penyakit, penyebab dan penyembuhannya,  termasuk tuberkulosisi, radang otak, demam, diabetes, dan masih banyak lagi. Tidak ada karya orang lain, termasuk karya ahli-ahli paling brilian dalam kedokteran modern yang sanggup menyamainya.

Selama hidupnya, Ibnu Sina telah menulis buku dalam jumlah dan keluasan ilmu yang nyaris tidak terbayangkan. Empat ratus lima puluh buah buku dengan subjek dari pengobatan, filsafat, hingga buku kumpulan sajak yang indah telah ia hasilkan. Ia memang salah satu orang paling genius dalam sejarah.

” ‘Canon’ was a medical bible for a longer period than any other work. It stands for the epitome of all precedent development, the final codification of all Graceo-Arabic medicine.” – ‘Canon’ adalah kitab suci medis yang dipelajari untuk waktu yang lebih lama daripada pekerjaan lainnya. Ini adalah ringkasan dari pengembangan panduan dasar pengobatan, pembukuan akhir dari semua obat Graceo-Arab. “

Sir William Osler, profesor pertama di universitas kedokteran John Hopkins. Di Barat, ia banyak dianggap sebagai “Bapak Kedokteran Modern”. Ia sendiri menganggap Bapak Ilmu Kedokteran Modern adalah.. Ibnu Sina.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,001 hits
%d blogger menyukai ini: