Learn to Be A True Muslimah

Kisah Muslim dan Muslimah

Posted on: 22 Agustus 2012

Bismillah..

Ini ada sedikit kisah menarik  yang saya ambil dari sebuah buku yang sangat menarik perhatian para muslimah. Nama Muslim dan Muslimah dalam ilustrasi ini hanyalah nama samaran. Semoga menginspirasi..🙂

= = = = =

PEMUDA DAN PEMUDI YANG MENJAGA DIRI

Muslimah, adalah seorang gadis yang menutupi kecantikannya semaksimal mungkin. Dia tidak menampakkan kepada siapapun ketika masih lajang. Ia hanya menampakkannya ketika dia sudah menjalani kehidupan berumah tangga. Masa SMA dan universitas ia jalani dengan baik, tanpa terkotori oleh noda pacaran sama sekali.

Muslim, adalah seorang pemuda yang beriman. Dia menjadi muslimah semasa belajar di kampus. Keimanannya mendorong dia tekun dalam belajar dan menjalani studi di perguruan tinggi. Akhirnya dia lulus sebagai sarjana dengan predikat cum laude. Walaupun nilainya bagus, tetapi usaha wiraswasta yang dirintis Muslim kurang sukses. Dia hidup serba kekurangan, tetapi tetap mandiri, tak pernah minta belas kasihan orang lain, termasuk dari orang tuanya sendiri.

MEMILIH PENDAMPING TERBAIK

Tibalah saatnya Muslim memilih pendamping hidupnya. Siapa yang dia pilih? Dia memilih Muslimah. Mengapa? Apakah karena Muslimah berwajah cantik dan berpenampilan menarik? Bukan, bahkan Muslim sudah lupa dengan raut wajah Muslimah, karena dia hanya melihatnya sekali atau dua kali, itu pun karena tidak sengaja. Muslim memilih Muslimah karena dari sekian banyak wanita yang dia kenal, hanya Muslimah yang sangat menjaga pergaulannya dengan lelaki.

Empat setengah tahun keduanya duduk di dalam kelas yang sama dan menjalani kuliah di ruang yang sama, tetapi jumlah percakapannya dengan Muslimah masih dapat dihitung dengan jari, artinya tidak sampai sepuluh kali. Tidak hanya kepada dirinya, Muslimah juga bersikap yang sama dengan semua teman lelakinya. Tidak berbicara ketika sangat perlu, itu pun dengan menundukkan wajahnya.

Bagi Muslim, wanita seperti itu sangat mahal harganya, maka dia ingin memilikinya. Muslim tidak peduli dengan penampilan luar Muslimah. Tidak peduli apakah dia cantik atau jelek, apakah dia kurus atau gemuk, apakah dia berkulit kunit langsat atau berkulit sawo matang nan gelap. Muslim ingin membeli ketakwaannya, rasa malunya yang sedemikian besar, dan kekuatannya dalam menjaga kehormatan dirinya.

Akhirnya, Muslim meminang Muslimah. Muslimah menerima pinangan itu bukan karena Muslim adalah pemuda yang tampan, bukan karena dia bergelimang harta, bukan karena dia teman kuliahnya yang berhasil meraih kelulusan cecara cum laude. Bukan itu semua. Muslimah menerimanya karena Muslim adalah pemuda yang paling menjaga dirinya dalam pergaulan dan teguh dalam membentengi dirinya dengan muraqabah, iman dan taqwa.

Muslim menikah dengan Muslimah. Sesaat setelah pernikahan barulah Muslim mengetahui betapa cantiknya Muslimah. Kecantikan batin ternyata berdampak positif terhadap kecantikan dhahir. Muslim berbahagia karena hanya dirinya yang bisa menikmati kecantikan istrinya itu, sebab si istri hanya menampakkanya pada suami tercinta, bukan yang lain.

Sesaat setelah menikah, barulah Muslimah tahu betapa tampannya Muslim. Selama ini dia hampir tak pernah melihat wajah Muslim. Keindahan dan keteguhan hati Muslim ternyata memengaruhi penampilan luarnya. Dia mencintai orang yang baru saja menjadi suaminya itu luar dalam, karena Allah Ta’ala.

Apakah berhenti di sini? Tidak. Mari kita simak bersama-sama.

Karena Muslim selalu menundukkan pandangannya dari gadis lain atau wanita lain selain istrinya, maka dia selalu mendapati istrinya sebagai wanita tercantik di seluruh dunia. Bayangan wajah istrinya dan kemanisan tutur katanya mendorongnya untuk segera pulang ke rumah seusai bekerja.

Muslimah tak kalah shalehahnya. Dia tahu bahwa suaminya yang baru pulang dari kerja itu pasti payah dan capai. Dia mempersiapkan segala keperluan suaminya dan mempersiapkan masakan yang paling disukai suami. Dia berdandan secantik mungkin untuk menyambut suaminya. Dia melakukan hal itu karena Allah, walau juga didorong oleh rasa rindu dan cinta pada suami.

Muslimah selalu melihat Muslim sebagai laki-laki paling tampan di dunia. Mengapa? karena dia tidak pernah memuaskan kedua matanya untuk memandang lawan jenis sebagimana memandang suaminya. Dia hanya mengizinkan matanya untuk memandang suaminya berlama-lama dan tak pernah mengizinkan untuk memandang wajah lelaki lain selain suaminya, kecuali sekedar keperluannya saja.

MENIRU ISTRI TELADAN

Muslimah ingin menjadi istri teladan seperti Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah. Rumah tangga yang keberkahannya didoakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Alhamdulillah, dari pasangan penuh berkah itu akhirnya mereka dikaruniai sembilan orang anak, semuanya hafal al-Qur’an.

Muslimah ingin menjadi istri seperti Khadijah radhiyallahu ‘anha, yang selalu diingat-ingat kebaikannya oleh sang suami, walaupun dia telah meninggal dunia. Muslimah berharap rumah tangganya, meskipun tidak sebaik rumah tangga Nabi atau para sahabat, bisa menjadi rumah tangga yang penuh mahabbah, mawaddah, dan rahmah.

= = = =

Dikutip dan diringkas dari buku “Engkaukah Bidadari Itu?”, karya Ustadz Erwan Roihan.

1 Response to "Kisah Muslim dan Muslimah"

Barakallah…

Jazakalillah ukhti sudah berbagi kisah ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,007 hits
%d blogger menyukai ini: