Learn to Be A True Muslimah

Ustadzah Kautsar dan Pondok Darus Salam An-Nashr

Posted on: 25 November 2012

Alhamdulillah, setelah menunggu beberapa pekan di Kota Batu, akhirnya aku bisa bertemu dengan Ustadzah Kautsar, istri Ustadz Sufyan Nur. Beliau memiliki bacaan qur’an yang sangat bagus dan sangat fasih. Beliau juga berhasil mendidik anak2nya menjadi hafidz/hafidzah yang berperan dalam menjaga kemurnian al-Qur’an.

Meskipun sibuk dan sekarang memiliki 11 anak.. namun beliau tetap bersemangat dalam mengajar dan menyimak hafalan qur’an santri2nya. Awal pertama kali datang ke rumah beliau, mataku berkaca-kaca.. seolah-olah aku tidak percaya karena akhirnya aku bisa menginjakkan kaki di rumah orang yang berilmu..

Rumah itu tampak sederhana. Awal masuk adalah sebuah ruang tamu kecil di lantai 2, dikelilingi oleh rak-rak yang berisi buku2 berbahasa Arab. Ada beberapa baris kitab yang ditunjuk oleh sahabatku. Ternyata itu adalah bebrapa kitab Al-Qur’an yang ditulis dengan 7 qiraat.

“Ukh, ini lho qur’an yang riwayatnya berbeda-beda itu, qiro’ah sab’ah.”, kata sahabat yang mengantarku.

“Oh ya?”, tanyaku heran. Aku teringat, ternyata bacaan Qur’an itu bukan hanya Hafsh, masih ada rwayat lain seperti Warsy.. Dan di situ aku bisa melihat qur’an dengan riwayat lain.

Sahabatku mengerti beberapa susunan buku di perpustakaan kecil itu karena dia sudah pernah mondok dan menghafal qur’an 10 juz di pondok Darus Salam An-Nashr.

Alhamdulillah, setelah bertemu dengan Ustadzah Kautsar, ada ilmu baru yang kuperoleh. Aku bisa mengetahui bagaimana cara mengucapkan huruf ra’ yang benar dan bagaimana 2 getaran yang dimiliki huruf ra’ itu. Selain itu aku juga bisa mengetahu bagaimana waqaf  yang benar jika huruf yang disukun itu adalah huruf hamzah dan sebelumnya terdapat mad jaiz muttashil.

Alhamdulillah, aku diizinkan untuk setor hafalan cukup banyak. Sekali setor langsung 1/2 juz, tapi bin nadhor dulu (membaca dengan melihat mushaf) baru hari berikutnya bil ghaib (membaca dengan hafalan – tanpa melihat mushaf). Karena memang niatku datang ke sana adalah untuk memperbaiki bacaan, terutama tahsin dan tajwidnya sesuai sanad qiraat yang shahih.

Jika selesai setor hafalan qur’an ke beliau rasanya hati ini seperti hp yang diisi baterainya full, aku merasa mendapatkan semangat baru dan seolah masalah yang kuhadapi menjadi lebih ringan. Alhamdulillaah..

= = = =

Perjalanan masih sangat berat dan panjang.. Butuh kesabaran dan pengorbanan.. Allahu Musta’an..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,007 hits
%d blogger menyukai ini: