Learn to Be A True Muslimah

Outing Class di Pasar Batu

Posted on: 3 Maret 2013

 Belajar Kehidupan di Pasar Trdisional

Alhamdulillah, dua hari yang lalu para santri Al-Izzah kelas 7 melaksanakan outing di Pasar Batu. Kegiatan ini bertujuan agar para santri bisa mengetahui bagaimana kerasnya hidup dan betapa tidak mudahnya mencari uang. Sehingga mereka bisa lebih menghormati dan menghargai orang tua, lebih hemat dalam membelanjakan uang, dan bisa mengamati aplikasi dari apa yang telah mereka pelajari di sekolah.

Pagi-pagi benar setelah sarapan (pukul 05.30-06.00), para santri berjalan kaki dari sekolah menuju Pasar Batu. Santri yang berjumlah keseluruhan 140 santri ini dikelompokkan tiap 10 orang (berdasarkan kamar di asrama) dan dibariskan di lapangan apel sekolah. Mereka diwajibkan memakai seragam warna oranye. Sedangkan jilbabnya bukan seragam sekolah tapi harus seragam warnanya untuk satu kamar. Ada yang memilih warna hitam, putih, atau abu-abu.

Sebelum ke pasar, mereka singgah dulu di masjid belakang terminal Batu untuk mendapatkan pengarahan dari ustadzah bagian Kesiswaan. Tiap kelompok diberi tugas untuk melakukan wawancara atau interview dengan 2 pedagang pasar. Hasil wawancara tersebut ditulis dalam kertas yang sudah disiapkan. Isi kertas itu antara lain:

– biodata

-riwayat pekerjaan dan peghasilan/hari

-pertanyaan tentang kisah hidup yang menginspirasi dan apa hikmah yag dapat diambil dari kisah tersebut.. dan apa yang akan mereka lalukan jika menjadi anak dari pedagang tersebut

-pertanyaan pelajaran social tentang ciri-ciri pasar tradisional dengan pasar modern.. dan tentang keseimbangan harga di pasar.

Pukul 09.30 setiap kelompok harus sudah mengumpulkan hasil wawancaranya di Pusat Informasi Pasar yang terletak di tepi jalan raya. Para ustadzah membaca hasil wawancara itu dan meminta mereka untuk menceritakan kembali hasil wawancaranya.

Yang paling berkesan dari pengamatanku dari hasil kerja para santri ini ada 3, yaitu:

-ada bapak pedagang sayur yang usianya sudah lanjut usia, peghasilannya tidak tentu. Kadang dapat kadang tidak. Dan dia merasa kesepian karena sendirian, belum punya pendamping hidup.

-ada ibu2 yang berjualan di pasar. Ibu ini bekerja di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan membiayai sekolah anak-anaknya.. sedangkan suaminya sudah meninggal dunia.. kasihan..

-ada ibu-ibu yang jualan ayam potong. Ketika ditanya, “Berapa penghasilan ibu setiap harinya?”.. Ibu itu malah menjawab, “Nak, nanti kalau ibu beritahukan.. nanti ibu khawatir kalian nggak mau sekolah lagi.”.. Lho kenapa? Jawabannya adalah karena keuntungan dari berjualan di pasar itu sangat besar.. nanti malah pilih kerja daripada sekolah..🙂

Setelah menyerahkan tugas di Pusat Informasi, mereka boleh membeli makanan atau barang-barang di pasar. Para murabiyah berpesan, tidak boleh membelanjakan uang lebih dari 20ribu rupiah.. dan jika membeli sesuatu jangan lupa menawar hargaya agar harganya bisa lebih murah. Kemudian mereka kembali ke masjid untuk melaksanakan sholat dhuha.

Setelah cukup istirahat di masjid, acara ditutup oleh murabbiyah. Kelompok yang ditunjuk mempresentasikan hasil wawancara di depan semua teman-temannya. Setelah itu, kami berjalan menyusuri terminal menuju jalan raya untuk kembali ke sekolah. Kami pulang dengan menyewa sepuluh angkot Kota Batu warna hijau menuju Desa Sumberejo (Desa Wisata Petik Sayur), tempat sekolah yang kami cintai, SMP Al-Izzah.

= = = = = = =

Yah, mungkin ini sedikit cerita yang saya bagi. Semoga bermanfaat dan mengispirasi kita semua. Allaahu Akbar!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: