Learn to Be A True Muslimah

Kisah Ujian Nihai dan Tasmi’ Akbarku

Posted on: 14 Desember 2013

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, beribu syukur kupanjatkan pada-Nya. Tak terasa air mataku mengalir karena sangat bahagia. Aku senang sekali karena lima hari kemarin Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabulkan doaku. Aku telah memohon pada-Nya dalam waktu yang lama. Sudah dua Romadhon kulalui, dan itulah yang kupinta pada-Nya.. InnaHuu Kaana bii hafiyyaa..

Ternyata Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu di langit dan di bumi.. mengetahui yang telah lalu dan yang akan datang.. memberikan yang lebih bermanfaat dan lebih utama kepada hamba-Nya.. dan dengan ditundanya pengabulan permintaan itu, bisa jadi lebih baik dan lebih berkah daripada dikabulkan pada waktu yang kita minta…

Lama sekali aku memohon pada-Nya.. dengan linangan air mata dan dengan memelihara harapanku kepada Allah.. Aku pernah meminta kepada-Nya agar diberi sifat tawakkal. Ternyata untuk mendapatkannya, seseorang akan diberikan ujian dulu.. karena sifat itu akan nampak ketika seseorang telah menempuh ujian kehidupan..

Kadang dalam doaku aku bertanya dalam hati, mengapa selalu ada halangan ketika aku hampir meraih keberhasilan? Padahal aku telah mengerahkan seluruh tenagaku, waktuku, dan pikiranku untuk mencapainya.. Aku juga telah mengorbankan banyak hal, rela menderita, rela kelaparan, rela kecapekan karena perjalanan yang jauh dari rumah ke mahad, rela meninggalkan kesempatan sekolah S2, rela tidak menikah lebih dulu, rela tidak bekerja, rela tidak punya uang sama sekali selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu.. agar punya banyak waktu yang banyak untuk menuntut ilmu dan menyelesaikan hafalan hingga tasmi’ akbar..

Namun, pada akhir doaku, aku selalu berusaha untuk selalu berprasangka baik pada-Nya. Karena Dia lebih Mengetahui akan hamba-Nya daripada hamba itu sendiri. Itulah salah satu yang membuatku masih tetap bertahan, selalu bersyukur dan husnudhon kepada Allah.. dan aku berpikir bahwa semakin banyak ujian yang diberikan, itu artinya Allah semakin sayang pada hamba-Nya.. dan bisa jadi, ada orang yang ujiannya melebihi diriku… Bisa jadi kita tidak menyukai sesuatu tapi itu baik untuk kita, dan bisa jadi kita menyukai sesuatu tapi itu buruk untuk kita..

Sebenarnya aku sudah khatam hafalan quran sekitar bulan Maret 2012 yang lalu.. yang setelah kuhitung, aku telah menyelesaikan hafalan dalam waktu 1,5 tahun jika dihitung waktu aktif menghafal.. Delapan bulan pertama aku telah mendapatkan 15 juz, padahal aku bukan orang pondok dan tidak begitu mengerti bahasa Arab, dan waktuku masih terbagi lagi untuk mendapatkan sedikit uang pada sore hari.. Setelah itu, datanglah ujian, aku harus melamar pekerjaan di Jakarta dan di Solo, yang akhirnya mengantarkanku menjadi Guru Fisika di Sekolah Insan Cendekia..

Harapanku untuk menyelesaikan hafalan terlalu besar hingga akhirnya aku meninggalkan pekerjaan lalu masuk ma’had lagi.. Setelah khatam dan selesai murajaah semua hafalan 30 juz, tibalah waktu ujian niha-i.. Saat itu aku sangat bersemangat hingga menginap di kost teman dekat mahad. Tengah malam sudah bangun untuk murajaah dan datang pagi2 setelah shubuh ke mahad untuk muraja’ah lagi.. Tapi ketika jadwal ujian tiba, aku jatuh sakit dan kehilangan suaraku.. tidak bisa mengeluarkan suara kecuali dengan berbisik.. Setelah kuteliti apa sebabnya, ternyata karena aku menghafal di tempat yang dingin dalam waktu lama dan minum es satu hari sebelum ujian..

Aku tidak menyerah, aku mencoba lagi untuk kedua kalinya.. dan ketika mau ujian, aku jatuh sakit lagi.. sampai ibu kasihan padaku.. Sebenarnya semangatku sangatlah tinggi tapi fisik belum bisa mengikuti..

Aku mencoba lagi untuk yang ketiga, tapi saat itu adalah bulan Romadhon dan ustadzah hanya bisa hadir dua jam di mahad. Padahal, untuk ujian hafalan itu butuh waktu lama hingga berjam-jam.. Akhirnya ditunda.. ujian insya Allah akan dilaksanakan setelah liburan semester.. aku merasakan aku benar2 diuji dengan kesabaran..

Ketika aku akan mencoba yang keempat, aku sudah diminta untuk pergi ke Jawa Timur untuk menjadi guru tahfidz di sana. Padahal dulu aku memperkirakan bisa pergi ke sana setelah aku selesai ujian di mahad.. Setelah istikhoroh dan musyawarah dengan keluarga akhirnya aku berangkat ke Jawa Timur, meski dengan berat hati.. karena sebagai anak aku harus mengutamakan orang tua. Waktu keberangkatanku hanya selisih beberapa hari sebelum semester baru dimulai.. Aku pergi ke sana dengan merawat harapanku untuk bisa ujian suatu saat nanti.. Itulah sebabnya, aku hanya ingin fokus dengan hafalanku ketika menjadi guru tahfidz dan tidak mengajar Fisika, meskipun aku punya kemampuan dan sudah diminta pihak sekolah. Namun, qodarullah aku pun akhirnya jadi Guru Fisika juga di sana khusus untuk pemecahan soal2 sebelum UAN.

= = = = =

Alhamdulillaah,setelah lama berdoa akhirnya tercapai juga keinginanku yang telah lama kuimpikan… Tiga hari yang lalu aku telah berhasil melaksanakan ujian nihai/murajaah 10 juz per hari di hadapan ustadzah. Dua hari berikutnya, langsung dilajutkan Tasmi’ Akbar 30 Juz selama dua hari.

UJIAN NIHAI

-Senin, 10 Desember 2013: juz 1-10 (dibaca -dengan hafalan- dalam waktu 4 jam)

-Selasa, 11 Desember 2013: juz 11-20 (dibaca -dengan hafalan- dalam waktu 4,5 jam)

-Rabu, 12 Desember 2013: juz 21-30 (dibaca -dengan hafalan- dalam waktu 5 jam)

TASMI’ AKBAR

-Kamis, 13 Desember 2013: juz 1-15  (dibaca -dengan hafalan- dalam waktu 5 jam 45 menit)

-Jum’at, 14 Desember 2013: juz 16-30  (dibaca -dengan hafalan- dalam waktu 5 jam 45 menit)

= = = = =

Alhamdulillah, padahal 2 minggu yang lalu, aku hanya punya 12 juz yang sudah disimakkan ke ustadzah. Ketika di mahad pun aku hanya setor 1 juz saja.. kadang 2 atau 3 juz.. karena sibuk menjadi Guru Fisika dan Guru Kimia di pondok dekat rumah. Jadi delapan kali kedatanganku ke mahad tahfidz itu baru mendapatkan 12 juz. Sehingga masih ada 18 juz yang lain yang harus disiapkan dalam 2 minggu ini. Aku meminta izin kepada suami untuk bisa tinggal di rumah orang tua agar bisa fokus dengan hafalan.

Dalam dua minggu itu pun aku mengalami kegagalan dua kali, rencananya mau maju 6 juz sekali duduk pada minggu pertama tapi berhenti pada hari kedua.. karena memang beberapa juz agak sulit dimurajaah dalam waktu singkat. Pada minggu kedua ujianku terhenti pada hari keempat karena ada dua juz yang belum kumajukan. Apalagi ini sedang masa kehamilan, murajaah  bisa dilakukan dengan baik kalau sore dan pagi menjelang siang.. kalau malam hari dan dini hari itu mual dan badan lemes karena dingin..

Oleh karena itu, ujian niha-i dilaksanakan pada minggu ketiga, mepet sekali dengan tasmi’ akbar. Akhirnya, mungkin inilah yang dipilihkan oleh Allah, aku tidak ujian 6 juz sekali duduk tapi langsung 10 juz sekali duduk. Padahal aturan di mahad, ujian niha-i adalah mengkhatamkan quran dengan membacanya 6 juz sekali duduk/hari selama lima hari.

Dalam dua minggu itu aku selalu berdoa agar dimudahkan. Dan aku merasa memang sangat dimudahkan karena bisa memurajaah hafalanku dengan baik dan lancar hanya dengan melihat/membaca quran satu atau dua kali saja untuk tiap halamannya.. tapi itu masih belum cukup, karena tiap halaman harus digabung menjadi satu juz, dua juz, tiga juz, dst.. hingga sepuluh juz..

Ketika mau ujian niha-i 10 juz sekali duduk itu, ada juz yang hanya kubaca satu kali. Bahkan ada 3 juz yang belum kubaca karena sudah tidak ada waktu. Jadi aku menggunakan ingatanku satu minggu yang lalu atau bahkan dua minggu yang lalu.

Saat tasmi’ akbar hari pertama, aku tidur lebih awal, lalu bangun tengah malam untuk menyiapkan. Aku hanya punya waktu 3 jam (jam 01.00 – 04.00) untuk menyiapkan, dan baru bisa memurajaah dengan baik 8 juz saja, yaitu juz 8-15.. juz 7 dan 6 hanya kubaca sebagian.. sedangkan juz 1- juz 5 blm sempat terbaca sama sekali karena pukul 04.30 harus sudah di mahad untuk tasmi’. Namun, alhamdulillah.. akhirnya 15 juz pertama ini bisa kubaca dengan baik selama 5 jam lebih 45 menit (05.00 – 10.45).

Untuk tasmi’ akbar hari kedua, aku punya waktu lebih banyak untuk murajaah.. tapi masalahnya aku merasa 15 juz terakhir ini belum selancar 15 juz awal.. sehingga kemungkinan akan lebih lama dari hari pertama.. tapi tidak masalah karena sebenarnya kita yang niha-i diberi jatah 7,5 jam untuk membaca 15 juz itu.. Dengan pertolongan Allah alhamdulillah hari kedua pun juga sama, 5 jam 45 menit untuk menyelesaikan juz 16- juz 30. Kalau dirata-rata, satu juz dibaca dalam waktu 23 menit.

Namun, pada dasarnya.. aku sangat menyukai bacaan lambat dan mujawwad daripada bacaan cepat.. Hanya saja karena mengejar waktu aku mencoba untuk mencepatkan bacaanku.. dan alhamdulillah orang yang bacaan qur’annya lambat sepertiku akhirnya bisa membaca cepat juga.. setelah melalui proses panjang..

Aku membayangkan proses panjang yang dialami seseorang itu seperti sebuah logam yang sedang ditempa dengan besi dan dipanaskan dalam api, atau mungkin dipotong sebagian lalu dihaluskan dengan mesin.. mengalami kesakitan dan penderitaan.. namun setelah proses itu ‘selesai’, maka logam itu akan menjadi benda yang indah dipandang dan sangat bernilai harganya..

= = = = =

InnallaaHa binnaasi laRouufur-Rohiim…

Sesungguhnya Allah amat sayang pada hamba-hamba-Nya..

13 Tanggapan to "Kisah Ujian Nihai dan Tasmi’ Akbarku"

Maha Suci Allah, Dia lah pencipta seluruh isi alam yang menghidup dan mematikan dengan kuasaNYA, yang memberi dan mengambilnya kembali. Sesungguhnya kamu telah dianugerahi dengan setinggi iman dan akal yang membisakan kamu menghafal dan punya hati sejernih sungai yg mengalir. Aku mengucapkan setinggi tahniah di atas kejayaan kamu itu.

Jazakumullah khairan.. waiyyakum.. Apakah ukhti orang Malaysia?

Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah
Salam kenal.
Syukron jazeelan ya mbak.. Tulisan anti mjdkan cambuk buat diri saya unt segera menyusul ujian niha’i.
Barakallahu fikum.

Selamat ya.. Kmrn dah diwisuda.:-)
Dan ingat wisuda bkn akhir dr hifdz. Tp hifdz harus slalu dijaga hngga akhir hayat.

Oh ya, kalo boleh tahu. Ana minta tips muraja’ah hafalan unt bisa mncapai niha’i. Syukron

Untuk mencapai ujian niha-i sebenarnya ada suatu metode khusus dan teratur untuk mewujudkannya, dan akan baik sekali dilakukan oleh orang yang masih aktif di mahad.
Hanya saja karena ana sudah lama tidak di mahad, tiba2 dipanggil pihak ma’had untuk ujian sedangkan ana masih ada aktivitas lain, metode yang ana lakukan biasa sekali, yaitu membaca al-qur’an 10 juz per hari dan sering mendengarkan murottal ketika melakukan aktivitas harian, seperti ketika memasak, mencuci baju, atau ketika istirahat.
Setelah itu muraja’ah 1 juz saja tiap hari sampai benar2 lancar dan sama sekali tidak ada kesalahan. Kemudian setelah beberapa hari beberapa juz tsb dikumpulkan menjadi 3 juz, 6 juz, atau 10 juz.. dan disetorkan ke orang lain.

Mbak Niken, ana boleh minta no.hp nya??

Subhanallah, terimakasih yg sebesr-besarnya atas tulisan nya, ini tulisan yg paling baik yg pernah ana baca
mohon doa nya ana sekeluarga bisa hafidz

tetap menulis ya, ana butuh tulisan , obat jiwa yg malas ini

Ukhtiiiii, ana merindukanmu… gmn kabarnya setelah menikah?

Alhamdulillah, Allahu Akbar.. tulisan2 anti bagikan charger buat diri ana. syukron katsiran.

ditunggu laamaaa, akhirnya br ada lagi update tulisannya🙂
Barakallahu fiki

alhamdulillaah, khoir.. semoga suatu saat kita bisa bertemu ya ukhti fillah.. ya, semoga ana tetep suka dan sering menulis lagi meski udah nikah..🙂

Bi’idznillah, Allahumma Aamiin..?
ustdzah blh ana minta no hp ustadzah? jika berkenan send di email aja….

iya, sudah ana send, ukhti..🙂

Bismillah
Assalamu’alaykum ukh, ana boleh minta nomer hp anti? atau akun fb atau email, saya ingin tanya2 sama anti ukh, bisa kirim ke email ana di synovial_oi@yahoo.com
barakallahu fiyk ukhty shalilah ^^

Wa’alaikumus salam wr wb. iya ukh.. dah ana send,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,205 hits
%d blogger menyukai ini: