Learn to Be A True Muslimah

Wisuda Huffadz III Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq

Posted on: 22 Desember 2013

Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu, Selasa 17 Desember 2013 kami mengikuti wisuda tahfidzul qur’an di Gedung Auditorium M. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara wisuda ma’had AMCF ini diikuti oleh para wisudawan, wisudawati, pembimbing tahfidz kami, tamu undangan, dan keluarga dari wisudawan-wisudawati.

Acara ini diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. Pada tahun ini, wisudawan-wisudawati yang diluluskan sebanyak 44 orang, terdiri dari 26 wisudawan dan 18 wisudawati. Kami berasal dari ma’had2 AMCF se-Jateng dan DIY. Ma’had Putra berasal dari ma’had di Solo, Jogja, dan Demak. Kalau yang putri berasal dari dua ma’had di Solo, yaitu Ma’had Al-Manar dekat UMS dan Ma’had Baitus Salam dekat UNS.

Susunan acara terdiri dari pembukaan, sambutan2, parade murottal, prosesi wisuda, taushiyah, dan penutupan. Acara berlangsung dari pukul 08.30 hingga dhuhur. Banyak tokoh-tokoh penting yang mengisi sambutan.. lalu dilanjutkan parade murottal, yaitu beberapa wisudawan maju ke panggung untuk membacakan hafalan mereka. Saat prosesi wisuda, para wisudawan dipanggil satu per satu untuk maju ke depan untuk diberikan ijazah. Setelah itu ganti wisudawati maju ke depan tapi di sebelah kiri yang agak tertutup. Tempat duduk putra dan putri dipisah dengan hijab. Jadi kami bisa cukup nyaman beraktivitas.

Taushiyah diisi oleh Ustadz Mu’inidinillah. Isi taushiyahnya, subhanallah.. menggetarkan hati dan membuatku menangis.. entah berapa kali aku meneteskan air mata ketika mendengar taushiyah beliau. Isi taushiyahnya kurang lebih seperti ini:

-Ketika membaca al-qur’an, maka sertailah dengan tadabbur, maka akan muncul keberkahan. Dasar: QS. Shad: 29.

-Para penghafal alqur’an itu memiliki kedudukan yang mulia. Ini berbanding lurus dengan tanggung jawabnya. Semakin besar/mulia kedudukan maka semakin besar tanggung jawabnya. Al-Qur’an adalah mukjizat.. para da’i dan penghafal qur’an lah yang akan merefleksikan alqur’an (mukjizat) ini di tengah masyarakat. Kalau Nabi Isa ‘alaihis salam memiliki mukjizat dapat menghidupkan orang mati (dengan izin Allah), maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dengan mukjizat Al-Qur’an bisa menghidupkan sebuah generasi yang awalnya mati menjadi sebuah peradaban yang madani.

-Jangan sampai Islam dianggap jelek karena penghafal al-qur’annya. Penghafal al-qur’an harus memiliki akhlak yang baik, dan kelebihan2 lainnya. Ia dikenal dengan puasanya, dengan malam harinya yang diisi dengan ibadah2.. dll. Meskipun penghafal qur’an memperoleh kedudukan yang tinggi tapi hati2 karena kalau niatnya salah akan menjadi salah satu dari tiga golongan orang yang masuk neraka pertama kali. Na’udzubillahi min syarri dzaalik..

-Dalam masyarakat kita, penghafal al-qur’an adalah orang yang langka.. dan yang lebih langka lagi adalah yang memiliki hafalan MUTQIN, bukan hanya KHOTIM. Jadi, yang diharapkan bukan hanya khatam setor hafalan qur’an 30 juz  tapi juga memiliki hafalan yang KUAT, artinya bisa membacakan hafalannya kapanpun diminta (tanpa perlu muraja’ah atau berpikir panjang).

-Meskipun sudah lulus lembaga tahfidz, jangan berhenti di sini. Belajarlah lagi tentang ‘ulumuddin yang lain seperti Bahasa Arab, ‘Ulumul Qur’an, Hadits, Shiroh Nabi dan Ushul Fiqih.. agar lebih mudah memahami al-qur’an, mentadabburinya, dan mengamalkannya.

-Untuk orang yang sudah lulus mahad dan sudah mengikuti wisuda tahfidz akan diberikan ijazah tahfidz.. Sebenarnya ijazah itu bukan diberikan pada orang yang sudah hafal qur’an tapi pada orang yang sudah selesai belajar tahsin. Mengapa? karena hafalan itu bisa hilang sedangkan ilmu tahsin yang sudah dikuasai seseorang itu tidak hilang (jika selalu digunakan dan diajarkan). Contohnya: seseorang yang sudah hafal qur’an kemudian menikah, bisa dijumpai di antara mereka yang sudah hilang/kabur hafalannya karena sudah sibuk mencari nafkah (atau menjadi ibu rumah tangga). Namun, kalau ilmu tahsin itu bisa lebih bertahan lama meskipun disibukkan dengan aktivitas lain.

Man qoro’a khomsa laa yansa. “Barangsiapa yang membaca 5 juz per hari maka dia tidak akan lupa.” Tidak ada ceritanya, para sahabat melakukan muraja’ah dulu kemudian baru bisa membacakan hafalannya. Mengapa? kerena para sahabat sudah memiliki hafalan yang MUTQIN. Bisa jadi seorang yang (dulu) hafal qur’an itu kalah dengan seorang ibu atau nenek dalam hafalan surat Yasin. Mengapa? karena ibu/nenek tadi membaca Surat Yasin seminggu sekali. Sedangkan yang hafal qur’an tadi sudah lama tidak memurajaah hafalannya. Oleh kerena itu, minimal bacalah (khatamkan) al-Qur’an minimal sekali dalam sepekan, insya Allah tidak akan lupa (dilupakan).

Kurang lebih seperti itu taushiyah dari beliau. Seperti yang dikatakan teman2 mahad, wisuda bukanlah akhir, tapi sebuah awal untuk memeliharanya hingga akhir hayat. Sebuah program yang bukan hanya dijalankan oleh kita sendiri, tapi juga pendamping hidup kita dan keluarga kita agar program ini menjadi sebuah kebiasaan yang tak terputus hingga akhir hayat.

Alhamdulillah, aku diberikan karunia pendamping seorang yang hafal qur’an. Dengan demikian, kami bisa saling bantu-membantu untuk menjaganya. Dia tidak akan memarahiku ketika hafalanku kurang lancar atau ada yang salah. Dia akan memahamiku bahwa aku butuh waktu khusus agak lama untuk membaca al-Qur’an. Dia tidak akan meremehkanku ketika aku belum bisa melanjutkan sebuah ayat yang diucapkannya. Karena seorang yang hafal qur’an itu tahu untuk mendapatkan hafalan mutqin itu butuh waktu panjang yang tidak sebentar, bahkan bertahun-tahun lamanya..

= = = = =

Allaahummaj’alnaa min ahlil qur’aanilladziina hum ahluKa wa khosh-shotuka Yaa Arhamar Roohimiin..

Ya Allah, jadikanlah kami sebagai ahli qur’an yang mana mereka adalah keluarga-Mu dan orang2 pilihan-Mu.. Ya Allah Yang Maha Penyayang.. Aamiiiin…

5 Tanggapan to "Wisuda Huffadz III Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq"

subhanallah..
Iya mbak. Tausyiahnya benar2 menggetarkan hati. Terutama bg kami yg blm niha’i. Dan mjd cambuk diri unt segera melesat menyusul kawan2 yg sdh niha’i.
Sehingga saya bertekad, 2014 harus bisa sekali duduk, atau minimal niha’i. Dan niha’i itu akan saya jdkan syarat sblm msk jenjang dirasah selanjutnya, stlh lulus lughah.
Doakan lancar ya mbak…hmhmhm

keep spirit

Assalaamu’alaykum. Maaf mbk sebelumnya agak melenceng dari tema…. Semalem sy membaca bbrp tulisan njenengan, rasanya pgn berkenalan & minta nasehat. Sy sudah berkeluarga, rmh sy agak ujung barat kecamatan Karangpandan. Kami bisa disebut awam. Sy & suami pingin sekali belajar ilmu agama yg lebih terprogram. Mohon nasehatnya sebaiknya belajar dimana? Kalau kajian ahad pagi di isykarima qt agak susah ikut krn waktunya bersamaan dgn kajian umum di dekat kami. Pernah dengar di masjid annnur karangpandan akan bekerjasama dgn isykarima. Tp ternyata setahu sy belum juga.. Mhn nasehatnya ya mbk…

wa’alaikumus salam wr wb.. mm.. daerah sana ana kurang tahu ukh.. nanti kalau ada info insya Allah ana beritahukan.. Berdoa banyak2 pada Allah semoga dimudahkan untuk menuntut ilmu din… Aamiin

Bismillah.
Ustadzah, bisa dikasikan solusi trhdp seseorang yg tlh menghafal dan menyetor 10 juz lebih ttp makhrajnya masih perlu untuk diperbaiki ?

Memang idealnya seseorang itu sebelum masuk tahap menghafal alquran, ia telah melalui tahap2:
(1) lancar membaca al-qur’an
(2) mempelajari ilmu tahsin dan tajwid dari awal hingga akhir.. sehingga menguasainya dengan sempurna (atau hampir sempurna)
(3) sudah terbiasa mengkhatamkan alqur’an
baru kemudian serius menghafal alquran secara keseluruhan 30 juz..

Sebaiknya orang tersebut pergi menemui orang yang sudah menguasai ilmu tajwid dengan baik.. untuk membaca alqur’an di hadapan beliau.. dari sana bisa dipertimbangkan,
(1) apakah bisa melanjutkan hafalan sambil memperbaiki makhraj, atau
(2) berhenti dulu menghafalnya untuk memperbaiki makhraj terlebih dahulu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,001 hits
%d blogger menyukai ini: