Learn to Be A True Muslimah

Nama Buah Hatiku: Shuhaib Shafiyyurrahman

Posted on: 24 Maret 2014

Alhamdulillaah, hari ini -Senin, 24 Maret 2014- adalah hari ketujuh dari hari kelahiran putra pertama kami. Hari ini kami mengadakan aqiqah dan mencukur rambut buah hati kami, sekaligus memberinya nama. Pembagian daging aqiqoh terutama dilaksanakan di dua tempat, yaitu di tempat tinggal kami di Sragen, dan di tempat orang tua kami di Karanganyar. Selebihnya dibagikan pula kepada kerabat dekat, sahabat, para guru -ustadz/ustadzah- yang pernah mengajar.. memberikan ilmunya dengan ikhlas kepada kami.. serta kepada orang2 yang telah memberikan banyak jasanya kepada kami.

Orang tua yang baik tentu menginginkan anaknya menjadi orang yang istimewa di masa depan. Untuk itu, mereka akan selalu mendoakannya demi keberhasilan dan kesuksesannya. Salah satu doa itu tercermin dari nama yang diberikan pada anak tersebut.

Setelah bermusyawarah dan membaca beberapa buku dan rujukan, alhamdulillah akhirnya kami bersepakat untuk memberi nama buah hati pertama kami dengan nama: Shuhaib Shafiyyurrahman…🙂. Tentu ada latar belakang di balik pemberian nama tersebut. Nama pertama: Shuhaib.. adalah nama pemberian dari ibunya, sedangkan Shafiyyurrahman.. adalah nama pemberian ayahnya.

Mengapa dinamakan Shuhaib?

Karena saat menghafal al-Qur’an, ibunya sangat mengagumi sebuah ayat dalam kitabullah, yaitu Surat Al-Baqarah ayat 207. Kemudian, setelah membaca tafsir dan asbabun nuzulnya, kekaguman itu semakin bertambah dan bertambah.. dan tiada habis2nya hingga sekarang. Subhanallah..  betapa beruntungnya orang yang dimaksud dalam ayat tersebut. Apalagi ayat itu diakhiri dengan nama/sifat Allah yang sangat indah dan menentramkan hati.. Wallaahu Ro-uufun bil ‘ibaad.. Dan Allah Maha Penyantun pada hamba-hamba Nya..🙂 Siapakah orang yang dimaksud dalam ayat tersebut? Dia adalah Shuhaib bin Sinan Ar-Rumy..🙂

Shuhaib bin Sinan adalah seorang sahabat Nabi yang memiliki hati dan budi pekerti yang mulia. Dia termasuk As-Sabiquna Al Awwalun dan pejuang perang Badar dan perang Uhud. Selain itu, dia sosok yang terpandang dan berwibawa. Rasulullah sangat menyayanginya, lantaran keshalehan dan ketakwaannya. Dalam pergaulan, ia termasuk orang yang periang dan menyenangkan. Ia bisa diterima oleh semua sahabat dan kalangan.

Sahabat yang sangat mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ini dikenal taat beribadah, mudah bergaul, periang dan sangat dermawan. Sejarah mencatat, Shuhaib bahkan sering menghabiskan gajinya yang diperoleh dari baitulmal untuk membantu orang-orang membutuhkan. Yaitu fakir miskin, anak yatim, dan para tawanan perang.

Shuhaib selalu tampil dekat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, terutama dalam setiap peristiwa penting. Ia memiliki keahlian serta kemahiran dalam memanah dan lempar lembing. Ia tidak pernah membiarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berada dalam posisi antara dirinya dengan musuh. Begitulah kesetiaan Suhaib hingga Rasulullah wafat.

Betapa indahnya, kata-kata yang terucap oleh Shuhaib bin Sinan, sebagai bukti rasa tanggung jawabnya sebagai seorang Muslim yang telah berbai’at kepada Nabi.

“Tidak ada suatu perjuangan bersenjata yang diterjuni Rasulullah, kecuali pastilah aku menyertainya. Dan tidak ada suatu bai’at yang dijalaninya, kecuali tentulah aku menghadirinya. Dan tidak ada suatu pasukan bersenjata yang dikirimnya, kecuali aku termasuk sebagai anggota rombongannya. Dan tidak pernah beliau bertempur baik di masa-masa pertama Islam atau di masa-masa akhir, kecuali aku berada di sebelah kanan atau di sebelah kirinya. Dan kalau ada sesuatu yang dikhawatirkan Kaum Muslimin di hadapan mereka pasti aku akan menyerbu paling depan, demikian pula kalau ada yang dicemaskan di belakang mereka, pasti aku akan mundur ke belakang serta aku tidak sudi sama sekali membiarkan Rasulullah berada dalam jangkauan musuh sampai ia kembali menemui Allah…!”

Itulah, kata-kata yang terucap dari mulut Shuhaib bin Sinan. Bukankah hal ini menunjukkan gambaran akan keimanan yang istimewa dan kecintaan yang luar biasa atas Rasul-Nya?

Mengapa dinamakan Shafiyyurrahman?

karena ayahnya berharap.. kelak salah satu spesialis keilmuan yang ia kuasai adalah Sejarah Kenabian. Shafiyyurrahman adalah nama ulama yang mengarang kitab Ar Rahiqul Al Makhtum, Sirah Nabawiyah yang menjadi Juara I Lomba Penulisan Sirah Nabawiyah yang diselenggarakan oleh Rabithah Alam Islami dan telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa.

Selain itu, ketika buah hati pertama kami lahir, ia tidak menangis. Awalnya kami khawatir, mengapa tidak menangis? Apakah ia masih hidup di dunia ini? Ibunya memanggilnya beberapa kali agar ia bangun.. “Bangun sayaaang.. banguun..!”. Alhamdulillah, tidak lama kemudian ia membuka kedua matanya, dengan pandangan mata yang sangaat jernih.. Oleh karena itu ia diberi nama Shafiyyurrahman.. seseorang yang memiliki mata yang jernih pemberian dari Ar-Rahman. Semoga jernih pula akalnya dan jernih pula hatinya. Aamiin.. Inilah doa dari kami untuknya melalui nama yang indah yang kami pilihkan untuknya..🙂

 

8 Tanggapan to "Nama Buah Hatiku: Shuhaib Shafiyyurrahman"

Ternyata udah lahiran. Alhamdulillah. Smg anandanya menjadi anak yang shalih dan berbudi pekerti yang baik. aamiin

ya, jazakumullah khairan doanya ukhti..🙂

Alhamdulillah..semoga dek Shuhaib..menjadi anak yg soleh..Amiin

Aamiin.. jazakumullah khairan doanya ya ukh..🙂

Subhanallah… semoga menjadi anak yg berguna bagi Agama dan Negara,amien…

Smg ALLAH jadikan ananda Shuhaib Shafiyyurohman mjd anak yg Sholih,, Hafidz Qur’an,, Da’i IlaLLAH..

Aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,001 hits
%d blogger menyukai ini: