Learn to Be A True Muslimah

Rumah Merah Tahfidz

Posted on: 11 Februari 2016

Bismillah..

Suatu hari, setelah halaqoh al-qur’an dibuka, aku ingin memberi warna baru pada pelajaran qur’an, meskipun inti kegiatannya sama, yaitu menghafal dan muraja’ah al-Qur’an..

“Anak-anak, sebelum kalian menghafal al-qur’an, Ustadzah mau memberi sebuah tugas hari ini. Kira-kira kalian ingin tahu tidak, tugasnya apa?”

“Ya, Ustadzah, mau.”

“Kalau mau, dengarkan baik-baik! Carilah dua puluh batu kerikil di halaman, di taman, atau di rerumputan.”

“Untuk apa ustadzah?”

“Kerikilnya buat apa… nanti Ustadzah beritahu setelah kalian mendapatkan kerikilnya. Baik, apakah sekarang kalian sudah siap untuk mencari kerikil?”

“Siap, Ustadzah.”

“Ingat! Tidak boleh kurang dari dua puluh! Ustadzah beri waktu paling lama lima belas menit, harus sudah kembali. Carilah kerikil dengan ukuran yang besarnya hampir sama! Ustadzah ingin tahu, siapa ya.. yang nanti paling cepat mendapatkan dua puluh kerikil. Sudah siap?”

“Siaap!”

“Baiklah, ayo cari kerikilnya sekarang! Satu.. dua.. tiga!”

Alhamdulillah, anak-anak mulai berhamburan keluar dari rumah merah untuk mencari kerikil..

= = = = =

Kira-kira untuk apa ya, kerikil itu?๐Ÿ™‚

Kerikil itu digunakan sebagai alat untuk menghafal Al-Qur’an. Setiap kali membaca satu ayat, maka satu kerikil dipindahkan ke tempat lain di sebelahnya hingga kerikil itu habis dipindahkan. Dengan demikian, satu ayat diulang sebanyak dua puluh kali, baru disetorkan ke ustadzah..๐Ÿ™‚

 

 

1 Response to "Rumah Merah Tahfidz"

Two word…
Masyaa Allah….Salutttt

Salam Kenal mba niken!
๐Ÿ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 513,007 hits
%d blogger menyukai ini: