Learn to Be A True Muslimah

Lomba Masak Daging Qurban di Pondok Cahaya

Posted on: 5 September 2017

Bismillah..

Alhamdulillah.. hari ini ada acara lomba masak daging di pondok kami.. Dulu pondok kami bernama sekolah dasar qur’ani.. tapi sekarang sudah berubah menjadi pondok pesantren.. dan yang menjadi mudirnya adalah pasangan hidup ana sendiri.. Ana masih ingat bagaimana ketika pertama kali bertemu dengan beliau saat ta’aruf.. dalam hatiku mengalir dan terdengar ayat yang sangat indah.. waqulnaa haasya lillaahi maa haadzaa basyaroo.. in haadzaa.. illaa malakun.. kariiiim..

Lomba ini dilaksanakan antar tiap halaqoh tahfidz.. sedangkan tahun ini ana ditugaskan untuk mengajar kelas 1 usia 6-7 tahun.. Wah, lombanya sama kakak kelas nih.. akhirnya ana merencanakan membuat sate bumbu kacang dengan tumis kentang.. namun ternyata kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan..

Tadi malam.. putra keduaku yang bernama Syathibi sakit panas.. padahal rencana untuk membeli bahan dan bumbu adalah malam hari.. akhirnya diundurlah menjadi pagi hari..

Pagi harinya ternyatajuga belum bisa membeli bumbu.. akhirnya hanya membawa sedanya yang ada di rumah.. setiba di pondok.. dagingnya masih kaku karena baru dikeluarkan dari freezer..

Singkat cerita.. bumbu yang terbeli hanya dua: merica dan ketumbar bubuk.. padahal halaqoh lain sudah ada yang memotong sayuran dan menghaluskan bumbu..

Akhirnya halaqoh kami mendapat daging dan diolah sebisanya.. awalnya daging dibungkus dengan daun pepaya dan dikasih air sedikit lalu dipotong-potong, lalu dimasukkan ke dalam bumbu… ditusuk lalu dibakar di atas arang yang menyala..

Dengan bumbu seadanya.. bawang putih dan bawang merah dikasih halaqoh Ustadzah “Taat”, sedangkan garam dan kecap minta sedikit ke halaqoh Ustadzah “Pilihan”.. saosnya hanya kecap manis tanpa bawang merah dan cabai.. hiasannya timun dan tomat yang alhamdulillah sudah disiapkan 2 hari yang lalu.. tentu kami tidak berharap akan mendapatkan juara di lomba ini..

Tetapi… ternyata dugaanku salah.. dengan rencanaku membeli bumbu yang gagal memang membuatku sedih.. namun hal ini membuatku untuk lebih memahami kehidupan bahwa apa yang Allah takdirkan.. bisa jadi lebih baik daripada yang kita inginkan.. bahkan yang terbaik..

Alhamdulillah pada lomba memasak kali ini halaqoh kami mendapat juara dua dengan juri dari pengajar yang tidak mengampu halaqoh…

Alhamdulillaah bini’matillaah tatimmus shaalihaat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Statistik Blog

  • 626,503 hits
%d blogger menyukai ini: