Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘aktifitas’ Category

Alhamdulillah, kemarin siang ana dan beberapa teman mahad menghadiri acara Book Fair di Goro As-Salam. Kami belajar bagaimana mengubah koran bekas -yang biasanya dibuang atau dijual di rongsokan dengan harga murah- menjadi barang bermanfaat dan memiliki nilai jual.. Alhamdulillah, kegiatan ini sangat cocok bagi para muslimah karena bisa dikerjakan di rumah.

Pembimbing kami adalah Ibu Rosiena, pemilik dan pengelola Sanggar Nisrina. Kami diajari tiga teknik pemnafatan koran, yaitu

1. teknik membuat kepang. 1 halaman koran dibagi 8, lalu kita ambil 3 kertas panjag untuk dibuat kepang. Kepangan yang baik adalah yang rapat dan padat sehingga ketika sudah jadi lalu kita tarik tidak mudah putus.

2. teknik menggulung: 1 halaman korang dibagi 2 lalu digulung pada sebuah tongkat kecil dan panjang (bisa juga menggunakan tusuk sate, untuk mendapatkan gulungan yang lebih kecil).

3. teknik mengayam: kita perlu mendapatkan beberapa gulungan kortas koran dari teknik menggulung, lalu kita potong kecil2 dalam jumlah ganjil untuk anyaman yang berdiri, sedangkan untuk anyaman yang mendatar, kita gunakan satu gulungan yang disambung terus-menerus hingga ketinggian yang diinginkan..

Kami diberi bahan2 dan disediakan alat2 yan diperlukan, sehingga peserta tidak hanya pmendengar penjelasan, tapi juga praktek sekaligus.. Alhamdulillah, hasil karya kami nanti bisa dibawa pulang..

Alhamdulillah, hasil karya kami kalau sudah selesai, hampir sama dengan ada di gambar ini, no 2 dan no 4.

http://lifestyle.kompasiana.com/urban/2011/10/11/5-kreatifitas-dari-koran-bekas/

 

 

Bismillah..

Alhamdulillah, hari ini, Sabtu 24 Juli 2011 di Islamic Center diadakan kegiatan masak2 bikin kue lebaran istimewa. Sebagai seorang muslimah, tentu ana sangat tertarik. Why? Karena perempuan itu fitrahnya suka masak.. 🙂 Ana teringat ketika masih kecil, suka main rumah-rumahan atau masak-masakan. Bahan makanannya dari daun-daunan, pasir, tanah, dan air. Kalau masak bubur, tanahnya dikasih air. Kalau bikin mie, daunnya diiris tipis2 memanjang seperti mie. Trus kita juga jualan es dengan berbagai warna / rasa, yaitu dengan memberi air dengan teres/pewarna lalu dimasukkan ke dalam botol. Teman2 yang lain berperan sebagai pembeli.. Dari kegiatan bermain peran itu, kami juga belajar menghitung uang dengan uang-uangan.. Lucu ya.. 🙂

Masaknya bareng siapa? Apa saja yang dipelajari?

Alhamdulillah, dengan dibimbing Ustadzah Istiqomah, kami bisa mengenal bahan2 untuk membuat kue kering. Bahan utamanya adalah teung, gula. lemak, dan telur. Takarannya harus pas!! Kalau tidak, hasilnya tidak sempurna. Misalnya, kalau terlalu banyak tepung, kuemenjadi keras, tapi jika terlalu sedikit, maka kuenya akan menjadi lembek. Kalau gulanya kurang, warna kue kurang coklat.. tapi kalau terlalu banyak, kue kering jadi mudah gosong!

Beliau juga menjelaskan perbedaan penggunaan putih telur dan kuning telur. Kalau kuning telur, membuat kue menjadi empuk, sedangkan putih telur menyebabkan kue menjadi keras.. Bahan yang tak kalah penting adalah lemak, dengan menggunkan mentega atau margarin. Ternyata, kedua bahan tersebut bebrbeda lho! Kalau mentega itu terbuat dari lemak hewani, kalau margarin terbuat dari lemak nabati/tumbuhan.

Di Islamic Center masak kue apa saja?

Alhamdulillah, kami masak beberapa kue kering siang tadi.. antara lain: (1) kue semprit, (2) kaastengel, (3) cokelat crunchy, dan (4) vanila spikle.

Awalnya, Ustadzah Istiqomah memberi contoh bagaimana membuat adonan kue semprit, mengocoknya dengan mixer, mencetak kue, hingga mengoven- nya. Saat membuat kue dengan cetakan, beliau memberi kesempatan pada para peserta untuk mencetak juga. Ternyata mencetak kue semprit nggak segampang yang dilihat. Ada yang bisa mencetak kue itu seperti bunga mawar tapi bentuknya kecil, tapi ada juga yang malah nggak jadi. Lalu ana pun mencoba.. emm Alhamdulillah bisa..:) Kue yang kucetak bentuknya seperti bunga mawar yang memiliki mahkota yang lebar dengan lekukan kecil di tengahnya. Setelah itu, ana dan beberapa orang memberi hiasan sukade (pepaya yang dikeringkan) warna-warni di lekukan kecil tadi.

Selesai membuat kue semprit, beliau memberi kesempatan pada peserta untuk membuat kue selanjutnya dengan tangan sendiri. Paniti mempersilahkan tiga orang untuk maju ke depan. Seperti anak kecil yang penuh rasa ingin tahu dan mencoba melakukan sendiri, ana pun maju disusul dua akhwat yang lain. Kami membuat kue vanila spikle. Kue ini unik! Karena hiasannya seperti butiran2 pasir kecil warna-warni yang disebut spikle. Bentuk cetakannya pun baru kulihat pertama kali tadi, berupakurva tertutup dengan beberapa lengkungan dan tiga sudut lancip.

Setelah itu, teman2 yang lain membuat kaastengel, kue kering yang bentuknya panjang dan rasanya asin dan gurih. Kalau dua kue sebelumnya rasanya manis. Hiasan dari kue ini adalah keju edam yang diparut lalu ditaburkan di atasnya. Cetakan dari kue ini berbentuk persegi panjang yang berjajar rapi.

Terakhir, kami membuat cokelat crunchy, yaitu kue kering rasa coklat dengan campuran serbuk cornflake. Hiasannya adalah dua atau tiga cornflake yang masih utuh di atasnya seperti bentuk bunga. Rasa coklatnya terasa dan renyah dari choco crunch nya pun juga hmm.. crispy.. 🙂

Sebenarnya masih ada satu resep lagi, yaitu kue lidah kucing (namanya unik ya.. by the way, ana sangat suka kucing.. ). Tapi karena cetakannya tidak terbawa, ya sudah, acara dicukupkan sampai empat kue saja sambil menunggu kue di dalam oven matang. Para peserta bisa menikmati kue hasil masakan dengan tangannya sendiri maupun maskan teman2nya. Asyik deh, bisa jadi pengalaman berharga untuk masa depan..:)

= = = = =

Ramadhan nanti bikin kue yuuk..!

Bismillah..

Hari Ahad kemarin, ana mengikuti training “Revolusi Diri Menuju Sukses” di Islamic Center, pembicaranya adalah Ustadz Muh. Fatahillah Suparman, Lc, S.Pd.I. Dari beliau ana belajar bahwa untuk menjadi sukses, salah satunya adalah kita harus mau membuang  “rantai gajah” yang ada di kepala kita.

“Maaf, saya belum membuang rantai gajah saya.”, kataku setelah mengangkat tangan. Aku belum membuang tulisan yang telah kutulisi hal terbesar yang menghambat kesuksesanku yang akhirnya disebut “rantai gajah” dalam training motivasi ini.

“Mengapa”, tanya beliau.

“Karena dalam kadar tertentu, rantai gajah ini diperlukan. Sedangkan jika berlebihan maka memang dapat menghambat kesuksesan.”, jawabku.

Lalu beliau memberi penjelasan sedikit dan meneruskan training. Beliau menyebutkan orang-orang besar yang berpengaruh di dunia yang telah membuang “rantai gajah” mereka.

Salah satunya adalah Pak B.J Habiebie.. J .. kalau dengar namanya, kita langsung ingat pesawat terbang. ..

= = =

Selain itu, agar dapat sukses, kita harus mau meninggalkan sikap murahan, yaitu 3M dan BEJ.

3 M: (1) malas, (2) menunda, (3) maksiat

BEJ : (1) Blame (menyalahkan), (2) Excuse (beralasan), (3) Justify (Membenarkan bahwa orang lain bias sukses dan membenarkan kenapa kita tidak sukses). Misal: O iya, tentu dia sukses, kan orang kaya, semua fasilitas terpenuhi. Atau: O iya, dia bisa sukses, kan orang miskin, jadi perjuangannya keras. Lha kamu? Saya orang menengah! Jadi ya tidak seperti mereka yang sukses.. (lucu ya..  🙂 )

= = =

Lalu kita juga harus melaksanakan 3 As

  1. Kerja kerAS : fisik
  2. Kerja cerdAS : pikiran
  3. Kerja ikhlAS : hati

Dengan demikian, kita bias melakukan pekerjaan lebih produktif. Missal: bebannya bertambah dua kali lipat namun waktunya tetap sama, karena dilaksanakan dengan gembira dan penuh keikhlasan.

= = = =

Ada rumus “penumbuh motivasi” yang unik, yaitu:

M = TB x TH x V

M = motivasi

TB : To Be / cita-cita yang akan diraih (kok mirip nama blog ana.. ?? )

TH : To Have (memiliki harta atau kekayaan), di mana TH nanti diubah menjadi 1/TH agar ketika bekerja motivasi kita bukan hanya sekedar mencari harta saja.

V : valensi (total kapasitas diri).

Maksud dari rumus di atas adalah: jika To Be dan Valensi tinggi, maka motivasi akan tinggi dan To Have akan mengikuti..  🙂

= = =

Dari penejelasan singkat di atas, ada 3 point (yang saya tangkap) agar kita bisa MEREVOLUSI DIRI MENUJU SUKSES, yaitu:

1- mau membuang “rantai gajah” yang menghambat kesuksesan kita

2- meninggalkan sikap murahan: malas, menunda, maksiat, suka menyalahkan, suka beralasan, suka membenarkan suatu keadaan dengan cara yang tidak tepat

3. bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas..

= = =

Dalam pelatihan itu, kami menulis goal terbesar dalam hidup. Saya menulis dua hal. Tapi beliau minta hanya menuliskan satu saja di balon yang nantinya kami tiup. Ya sudah, ana menulis satu hal saja sesuai dengan apa yang telah lama ana pelajari selama ini, yaitu fisika.

Balon itu harus kami tiup sampai meletus, maksudnya adalah untuk menuju kesuksesan harus mengerahkan banyak energi, sebagai simulasinya, energi untuk meraih kesuksesan itu adalah energi untuk meniup balon hingga meletus.

Ternyata tidak mudah! Karena ana tidak biasa meniup balon. Akhirnya dibantu oleh trainer dengan menusukkan bolpoin ke balonku. Meskipun aku tidak bisa meletuskannya dengan ushaku sendiri, tapi ada energi lain yang membantuku untuk meletuskan balon itu.

Balon itu sekarang kusimpan di kotak pensilku. Balon berwarna kuning bertuliskan ilmuwan fisika peraih hadiah nobel. Meskipun kadang aku tidak percaya diri, tapi sang trainer memuji pilihan setting goalku, “Ya, itu bagus, sudah spesifik.” Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah..

= = =

Di akhir acara, kami menuliskan beberapa setting goal kami masing2, beberapa maju ke depan untuk membacakannya di depan semua peserta (semua peserta adalah akhwat / ummahat). Ana termasuk di antara muslimah yang maju. Giliran ketiga, ana membacakan cita-citaku satu-satu, tentu salah satunya adalah hafal al-Qur’an, bisa melaksanakan ujian hafalan qur’an 30 juz dengan nilai mumtaz tahun ini. Aamiin.. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.

Memang kedatanganku ke pelatihan itu salah satunya adalah untuk merevolusi diri agar lebih bersemangat dalam mengkhatamkan hafalan qur’an.

= = =

Sebelum acara berakhir, kami diminta memberi saran, pesan dan kesan. Ana maju untuk membacakannya. (calon orang sukses harus suka maju ke depan kan.. 🙂 ).

Menurut saya, pelatihan ini hebat dan menggugah, dapat menambah rasa percaya diri dan benar2 memotivasi seseorang untuk merevolusi diri menuju sukses. Saya juga sudah membuang rantai gajah dari hati saya, meskipun secara fisik kertas tadi masih saya simpan.. Allaahu Akbar!!

Ana pulang membawa energi baru dan 2 doorprize dari panitia ..  🙂

Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin..

Bismillah..

Kemarin para guru di sekolah mengadakan acara pelatihan calon guru olimpiade matematika se-Eks Karesidena Surakarta. Pembicaranya adalah Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M. Si. Beliau adalah trainer olimpiade matematika tingkat internasional dan pendiri Klinik Pendidikan MIPA di Bogor. Prestasi beliau sangat banyak, sampai kita sendiri lelah kalau membacanya.. 🙂 Selain itu, prestasi dari anak-anak didiknya juga luar biasa! Kecil-kecil cabe rawit.. anak-anak usia SD dan SMP bisa mendapatkan prestasi tingkat internasional dalam bidang matematika. (anakku nanti gimana ya? semoga juga pintar dan berprestasi, berakhlak mulia, berbhakti pada ortu, hafidz qur’an sejak kecil.. Amin.. 3x)

Acara ini dihadiri oleh 169 peserta (yang resmi mendaftar pada hari-hari sebelumnya). Ruang aula di lantai 2 sampai penuh! Komposisi peserta sebagian besar adalah para guru matematika, ada juga guru MIPA, atau bahkan orang tua murid. Peserta putra duduk di bagian depan, peserta putri duduk di bagian belakang. Ada dua layar dan proyektor, satu diletakkan di depan, yang lain diletakkan di depan peserta putri menyerong agar peserta putra dan putri dapat melihat dengan jelas.

Acara ini menarik perhatianku. Aku ingin mengikutinya dari awal hingga akhir dari pukul 08.00 s.d 16.30. Hanya saja ana hanya ikut (menjadi panitia) di bagian pertengahan s.d akhir acara. Why? karena di awal acara ada acara lain yang harus ana ikuti di lantai 1, yaitu Pelatihan untuk Trainer Pusdiklat AL-Abror dengan tema utama “Penguasaan Kelas Besar”. Ana tertarik dengan tema ini karena berkaitan dengan teknik atau mengajar di kelas. Dalam satu hari dapat dua jenis ilmu. Amin. Semoga bisa mengamalkan. Amin..

Di akhir acara, ada post test untuk guru2. Dari seluruh peserta yang hadir, hanya diambil 40-60 peserta untuk mengikuti pelatihan selanjutnya yang akan dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 20, 21, dan 22 Mei 2011 di SMP-SMA Insan Cendekia AL-Mujtaba (ternyata yang lolos ada 49 peserta.. 🙂 ). Coba ana ikut, lolos nggak ya? (obsesi: harus lolos dong!). Ana tidak ikut karena jadi panitia yang membagikan soal-soal test. Soalnya ada 10 soal isian dan 2 soal esay, waktunya 30 menit. Contoh-contoh soal olimpiade matematika dapat dilihat di sini.

Sebelum pulang, peserta (guru2) ditawari untuk mengikuti olimpiade matematika tingkat internasional di Australia. Berikut infonya:

= = =

Australian MAthematics Competition (AMC) akan dilaksanakan Serentak di Seluruh Dunia pada :

Hari/Tanggal : KAmis, 4 Agustus 2011

Waktu : Pukul 14.00 – 16.30

Tempat : SMP -SMA Insan Cendekia Al-Mujtaba Solo

Untuk wilayah Indonesia dilaksanakan juga di kota Bogor, Jakarta, Bekasi, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

– – –

Waktu, Tempat & Biaya Pendaftaran

Waktu : 17-31 Mei 2011

Tempat : SMP -SMA Insan Cendekia Al-Mujtaba Solo

Biaya : Rp. 175. 000,- / siswa

= = =

Siapa mau ikut?

Bismillah..

Ana diminta untuk mempromosikan kegiatan ini di blog ana. Ya, tidak apa-apa. Meskipun blog ini sebenarnya khusus membahas tahfidz dan kemuslimahan. Tapi ana bertanya, apa ada yang lihat promosi ana di blog ini trus ikut kegiatannya ya??  🙂

Acara ini bertemakan “Jejaring Sosial”, apa itu? Yang dimaksud adalah suatu sarana di internet yang memungkinkan untuk membuat link/hubungan/jaringan/ komunitas. Mungkin seperti ini yang dimaksud. Teknologi  seperti ini bermata dua: positif atau negative, tergantung penggunaaannya dan efek yang ditimbulkan. Oleh karena itu, sebagai pengguna internet, sebaiknya kita bias MENYARING INFORMASI dan dapat MEMBUAT KEPUTUSAN yang tepat.

Internet bisa membuat kita makin SMART dan MEMBANGUN JARINGAN dalam rangka kebaikan dan mewujudkan amal shalih. Ini sebuah invesatasi akhirat yang luar biasa. Sebaliknya, internet juga bisa menjadi sarana MENAMBAH DOSA dan KEBURUKAN.

Mari bijak memilih dan memanfaatkan!

= = = = =

Mari bikin jejaring sosialmu makin smart? Ayo gabung di acara…

TIPS JEJARING SOSIAL MAKIN HEBOH

Bersama:

M. Tri Harimurti, . Ag (pendidik)

Dr. Subhan Afifi, M.Si (pakar komunikasi)

Waktu:

Sabtu, 5 Maret 2011

Tempat:

Masjid Al-Huda, Kemasan I/IV, Tipes, Surakarta

Info dan pendaftaran:

Putra: 0857 2525 7730 (joko) atau 0856 4228 3620 (Yusuf)

Putri : 085 797 558 515 (Dian) atau 081 2 15 325 07 (Tanti)

Kontribusi :

Rp. 10.000,-

Fasilitas:

Makalah, snack

Penyelenggara:

Pusdiklat Al-Abrar Surakarta

Bismillah…

Setelah lulus dari SMA, aku ingin sekali masuk LIPIA. Aku sudah menyiapkannya hingga 75 %, mempelajari materi-materi Bahasa Arab, berkunjung ke rumah mbak Matin yang lulus test dan ketrima di LIPIA, mencari informasi tentang LIPIA di internet, dan membujuk ayah dan ibu agar mengizinkanku masuk LIPIA. LIPIA adalah lembaga yang mempelajari Bahasa Arab dan ilmu-ilmu dien. Sedangkan aku sangat menyukai Bahasa Arab sejak pertama kali mengenal dan mempelajarinya.

Namun, aku juga sangat menyukai dunia fisika. Mempelajari Fisika membuat diriku semakin kagum dengan kekuasaan Allah. Ada persamaan yang kurasakan ketika mempelajari Fisika dan Bahasa Arab, yaitu kesejukan. Hatiku menjadi dingin dan sejuk ketika mempelajari dua mata pelajaran itu.

Untuk itu, aku sholat istikhoroh, dan ternyata Allah memilihkanku: “FISIKA”. Awalnya aku bertanya-tanya, “Mengapa ya Allah? Bukankah Bahasa Arab itu ilmu syar’i? … Ya Allah, Engkau Maha Mengetahui, sedang hamba tidak mengetahui”. Aku merasa sangat dimudahkan Allah untuk masuk jurusan Fisika, bahkan aku merasa seolah digiring Allah untuk masuk Fisika. Berbagai kemudahan, satu demi satu kudapatkan ketika akan memasuki dunia kampus. Jurusan Fisika MIPA. Aktivitas yang paling banyak memakan waktu di Jurusan Fisika selain kuliah adalah melaksanakan praktikum atau penelitian di laboratorium.

Sekarang, aku diminta orang tua untuk mencari pekerjaan sedangkan tahfidzku belum selesai. Alhamdulillah, Allah mengujiku bukan dengan ujian terberat. Ujian terberat untuk orang yang sedang menghafal, menurutku adalah pernikahan. Alhamdulillah, aku tidak disuruh menikah, cuma disuruh bekerja. Aku pun istikhoroh, dan ternyata Allah memudahkanku dalam pilihan bekerja. Aku memohon pada Allah agar aku tetap bisa menyelesaikan hafalanku meski disambi bekerja.

Jika aku lolos hingga tahap akhir di test LIPI. Kemungkinan aku akan bekerja di Bandung. Alhamdulillah, aku mendapatkan informasi kalau di Bandung ada mahad tahfidz untuk putri juga. Alhamdulillah, ternyata dibuka dua kelas, yaitu kelas reguler dan kelas karyawan.

(insya Allah cerita ini akan dilanjutkan ketika ana sudah sampai kota Depok, tgl 21 Oktober 2010)

Alhamdulillah, ana dah sampai kota Depok,tanggal22 Oktober 2010. Ana naik kereta api senja utama, sampai Jakarta Kota. Lalu ganti kereta api listrik menuju Depok Baru. Hari itu, ana menyerahkan berkas untuk verivikasi fisik di LIPI Jakarta. Alhamdulillah,Allah memberi kemudahan padaku. Aku tidakperlu mengantri lama (seperti dalam bayanganku, karena yang dipanggil ujian tulis lebih dari 2000 orang). Setelah sampai sana, aku bisa langsung menuju meja pemberkasan hanya dengan mengantri satu orang sambil melihat proses yang ia lakukan.Alhamduliilah.

Di sela-sela menyiapkan ujian tulis LIPI, aku dihubungi oleh sahabat di Ma’had ‘aly,harus presentasi untuk kuliah Pengantar Ilmu Tafsir pada tanggal 28 Oktober 2010. Padahal, seluruh makalah dan referensi yang kugunakan masih ada di Solo. Bagaimana ini? Yang kuyakini,bersama kesulitan itu ada kemudahan.. 🙂

Ujian tulis LIPI insya Allah dilaksanakan hari Selasa tanggal 26 Oktober di Istora Senayan.Aku mendapatkan tempat melalui pintu A-5 – blok VIII. Alhamdulillah, aku mendapatkan kemudahan dari Allah, karena jika kulihat di peta, tempat itu mudah untuk ditemukan, dekat dengan pintu masuk gedung Gelora Bung Karno (Istora Senayan).

(lanjutan)

Selasa jam 5 pagi aku berangkat ke Jakarta, diantar pakai mobil paman. Ana ga biasa naik mobil, agak pusing nih.. Alhamdulillah bawa minyak kayu putih. Aku diantar sampai Gelora Bung Karno, masih sepi. Saat itu jam 05.45. Aku harus berangkat pagi-pagi karena kalau siang dikit nanti jalanan di Jakarta dah macet. Alhamdulilah, di sana aku bertemu dengan kakak tingkatku Jurusan Biologi. Beliau dulu ikut lomba Mawapres (Mahasiswa Berprestasi) bersamaku. Beliau memakai jas pascasarjana bertuliskan ‘Biosains’. Subhanallah, bisa neruskan S2. Ana juga pingin.. (mulai deh berkhayal..) tapi nggak ah.. pilih qur’annya dulu.

Aku menunggu lama di sana. Ko masih sepi ya?? Ada beberapa orang mendekatiku, “Mbak, ikut ujian LIPI ya?”. “Iya”, jawabku.

Masya Allah, ternyata Istora Senayan itu beda dengan Gelora Bung Karno! Aku salah gedung!

Ya Allah, yang ana pinta adalah yang terbaik menurut-Mu, bukan yang terbaik menurut persangkaanku. Ya Allah, jadikan hati ini ridho dengan keputusan-Mu. Amin.

Ya Allah, sesungguhnya takdir-Mu itu amatlah sempurna..

Bismillah..

Insya Allah tanggal 24 September 2010 nanti akan diadakan training Al-Qur’an-30 juz di Solo, diselesaikan selama 3 bulan. Training ini berisi kegiatan mempelajari Al-Qur’an dari segi makna per lafadznya dilanjutkan penjelasan tafsir singkat dari ayat tersebut. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada siang hari dibimbing oleh asatidzah yang berpengalaman dalam bidang ini. Ssedangkan pada malam hari, diadakan pengulangan terhadap materi yang telah dipelajari tadi siang.

Barangkali ada orang yang pernah bertanya dalam hati, “Al-Qur’an itu kan tebal sekali, apakah aku bisa mempelajari semua ayatnya dalam hidupku?”. Insya Allah training ini akan menjawab pertanyaan tersebut. Apakah bisa? Tentu bisa, karena sudah terbukti bertahun-tahun.  Training ini sudah dilakukan beberapa kali oleh Pusdiklat Al-Abror, yang merupakan program rutin yang dibuka tiap tahun. Tahun 2010 ini, peserta yang ikut menjadi peserta angkatan ke-11.

Apa syarat mengikuti kegiatan ini?

1. Muslim / muslimah

2. Bisa menulis huruf latin

3. Bersedia tinggal di asrama

4. bersedia mematuhi peraturan yang berlaku

Berapa Biayanya?

Biaya pendidikan / pengajaran GRATIS!!! (^_^)

Peserta hanya diminta untuk membayar biaya hidup (makan) selama 3 bulan. Mungkin untuk sebagian orang, jumlah ini terlalu besar. Tapi, coba bandingkan dengan biaya kita bersekolah sejak SD hingga sekarang, tentu jumlahnya sangat besar. Sedangkan ini untuk mempelajari Al-Qur’an yang merupakan pedoman hidup bagi orang beriman dan bertaqwa.

Misalkan Anda belum bisa membayar sejumlah itu, maka anda bisa menabung dan mengikuti training ini tahun depan.. karena training ini dibuka tiap tahun. Alhamdulillah.. (Memang berapa si biayanya?? ^_^ Biayanya untuk tahun ini…. satu juta dua ratus ribu rupiah.. ingat ya ini kembali ke peserta, untuk biaya makan selama 3 bulan.. ). Insya Allah manfaat yang diperoleh dari training ini jauh lebih besar daripada uang yang dikeluarkan.

Info dan Pendaftaran: 085 229 636 858

= = = =

Barangkali ada muslimah yang tertarik ikut kegiatan ini, insya Allah akan bertemu dengan saya karena saya menjadi salah satu panitia kegiatan ini..

Alhamdulillah..

Ma’as salamah.. ^_^


Arsip

Statistik Blog

  • 595,312 hits