Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘ana’ Category

Bismillah..

Sebuah kisah saat keluar dari ruang kuliah di lantai 3 Gedung B MIPA UNS dulu..

= = = =

“Padahal tadi malam aku dah belajar semalaman, eh, nggak jadi ujian.”, kataku.

“Ukh, kamu hari ini berbeda.”, kata sahabat karibku. Namanya Siti Wahyuni. Dia adalah sahabatku yang sangat baik, bersemangat tinggi, pantang menyerah dan cekatan dalam bekerja.

“Apanya?”, tanyaku dengan wajah penuh tanda tanya.

“Kamu mengeluh..”, jawabnya.

“Masya Allaah, jazakumullah khair mbak.., ana diingetin..”, jawabku.

“Wah, padahal tadi ana tidak sadar lho mbak, kalau ana tadi mengeluh. Alhamdulillah, ana punya sahabat seperti ukhti..”. Setelah itu kami saling senyum… ๐Ÿ™‚

= = = = =

“Nik, nanti kalau aku punya anak, mau kuberi nama: Niken.”, kata mbak Siti.

“Kenapa mbak?”, tanyaku.

“Biar aku bisa selalu inget sama kamu.”, jawabnya.

“Wah, ko sama seperti ortu ana sih? Bapak ana kan dulu ngasih ana nama: Niken, karena ada salah satu temannya yang bernama: Niken.”, jawabku dengan nada keheranan, ko bisa sama.

Lalu aku melanjutkan, “Kata bapak, Niken itu adalah orang yang pandai dan suka melakukan penelitian. Ayahku berharap agar aku bisa sepertinya.”, jawabku menerangkan.

“Oh, begitu.”, jawabnya..

“Paling tidak saat ini aku sudah melakukan beberapa kali penelitian. Jadi, harapan bapak yang dititipkan lewat namaku itu, saat ini sudah (pernah) terkabul.”

= = = = = =

Apakah aku nanti menjadi seorang peneliti ya?

Suatu hari ketika di Laboratorium Pusat, aku pernah ditawari oleh dosen Fisika Inti untuk kuliah S2 di luar negeri, yaitu di Australia. Aku bingung, kenapa? Karena aku perempuan, tidak bisa pergi jauh2 tanpa ditemani oleh mahram. Trus beliau bilang, nikah saja..

Haa? aku jadi bingung, sama siapa? Apalagi seorang istri itu hendaknya mendukung cita2 suaminya. Jadi, istri itu ikut sama suaminya, bukan suaminya yang ikut istrinya.

Pada masa2 akhir akan wisuda, aku juga ditawari dosen Fisika Material untuk kuliah di Jerman. Aku sebenarnya tertarik, tapi sekali lagi, tidak ada yang menemaniku. Jika aku pergi sendiri ke luar negeri, itu rawan (menurutku) dan hatiku melarang keras jika ingin mendapatkan sesuatu tapi melanggar aturan syar’i (pergi tanpa mahram). Saat itu aku hanya diam, seolah-olah tidak tertarik ke sana.

Setelah lulus, ada kakak tingkat yang memberitahu ada beasiswa S2 di salah satu universitas terkenal di kota besar. Ana ditawari juga, karena ada peluang diterima. Tapi saat itu aku masih di mahad tahfidz. Pingin juga sih, tapi hatiku memberitahu, Al-Qur’an harus diprioritaskan. Apalagi kalau udah masuk mahad tahfidz ada syarat tidak boleh menikah kecuali kalau sudah lulus..Jadi, Al-Qur’annya diselesaikan dulu aja!

Sebenarnya dulu ketika aku masuk mahad tahfidz, bapak memberi syarat, boleh masuk sana asal ilmu fisikanya dijaga. Begitu. Dan salah satu bentuk penjagaanku adalah dengan memberi les privat anak2 SMP dan SMA. Kadang2 aku membuka sekilas buku2 kuliahku dahulu. Buku-bukuku sejak SD hingga kuliah masih kurawat di kamar. Hampir seluruh kertas2 ujian masih kusimpan, sehingga aku masih ingat dulu pernah dapat nilai sekian.. sekian.. Ibuku yang mengajariku.

Semoga nanti ada kesempatan untuk kuliah S2 lagi. Dan jika memang benar, aku ingin S2nya di luar negeri. Salah satu dosen Fisika Dasar -yang dulu pernah jadi mahasiswa berprestasi di Australia- memberikan nasihat, “Kalau kalian nanti mau kuliah S2, sebaiknya di luar negeri saja.” Mengapa ya?? Barangkali beliau mengetahui perbedaan atmosfer akademik di dalam dan luar negeri. Penelitian di luar negeri umumnya lebih aktif daripada di Indonesia dengan fasilitas laboratorium yang sangat lengkap, berorientasi kepada produk dan link network industri yang sangat dekat.

= = = =

Ya Allah, berilah aku ganti yang lebih baik dari apa yang telah kutinggalkan. Aamiin.

Bismillah..

Ana memiliki beberapa ustadzah tahfidz. Di sini akan ana ceritakan satu per satu agar ana tetap ingat dengan mereka karena mereka sangat berharga di hati ana.. ๐Ÿ™‚ Ya Allah, jagalah mereka ya Allah… Amin..

– Ustadzah Romlah Nayla Hafadzah Fillah

Awal bertemu beliau, ana tidak tahu kalau beliau seorang hafidzah. Ana bertemu beliau saat masih kelas 3 SMA ketika mengikuti test membaca al-qur’an sebagai syarat pendaftaran kursus tahsin. Ana diminta membaca alqur’an, terserah yang mana. Ana membuka tengah al-qur’an, lalu membacanya. Alhamdulillah, nggak disalahkan.. ๐Ÿ™‚ Tapi begitu sampai akhir ayat, ada yang salah, yaitu bacaan madnya. Beliau membenarkanku tanpa melihat qur’an. Ana heran, apa ustadzah ini sudah hafal qur’an ya?? Ko bisa tahu kalau salah tanpa melihat qur’an..

Setelah belajar tahsin pada beliau, ana jadi tahu bahwa banyak huruf2 hijaiyah yang belum ana ucapkan dengan benar saat test dulu. Ada huruf2 yang mudah diucapkan, ada pula yang susah diucapkan. Beliau pernah bercerita, untuk bisa mengucapkan huruf shod sampai benar, beliau belajar satu tahun pada seorang syekh. Sedangkan untuk mengucapkan huruf dlod sampai benar, beliau belajar selama satu bulan pada syekh yang lain.

Ana begitu tersentuh dengan bacaan qur’annya ketika beliau menjadi imam shalat berjama’ah. Ana pernah mendengar beliau membaca surat al-zalzalah, sebagian dari surat ar-rum dan surat ath-thur. Beliau orangnya teliti dan sensitif terhadap makhraj yang salah. Kami para muridnya pernah membaca surat al-fatihah, lalu masing2 dari kami memberikan penilaian terhadap bacaan al-fatihah teman yang lain. Kadang kami bisa menemukan kesalahan, kadang tidak. Tapi ustadzah bisa tahu kesalahan masing-masing dari kami di mana.

– Ustadzah Tri Maryani

Beliau ana kenal sebagai ustadzah yang lembut, rapi, dan teliti dalam administrasi. Karena memang administrasi ma’had sebagian besar dipegang oleh beliau. Salah satu pesan beliau yang ana ingat dan terngiang-ngiang di telinga ana adalah kata: ISTIQOMAH. Bukan hanya lisan, tapi dari sikap beliau juga menunjukkan hal ini. Beliau termasuk ustadzah yang dikenal ketat peraturannya.

Ana pernah muraja’ah juz 1 hampir 1 bulan di hadapan beliau. Ana heran saja, “Ko ustadzah ini tidak bosen2 ya mendengarkan juz 1 dari mulutku”. Di akhir saat penutupan majelis, beliau sering berkata, “Hafalannya dijaga ya, hafalannya dipegang ya..”. Ana sampai berkata dalam hati, “Ustadzah ini ko nasihatnya mesti itu terus, ko nggak bosen2 ya??”. Namun, setelah beberapa waktu dan berulang-ulang nasihat itu masuk ke telingaku, aku baru paham benar maksud ustadzah. Ada makna yang tersembunyi dari nasihat ‘menjaga hafalan‘ itu, yaitu jika ada seseorang yang meminta kita untuk membacakan juz yang telah kita hafal, maka kita bisa langsung membacanya tanpa pikir panjang.

– Ustadzah Mukminah

Ana sangat kagum pada beliau. Dari beliaulah ana mengenal ayat-ayat mutasyabihat. Semakin menguasai ayat-ayat mutasyabihat, maka semakin akurat dan kuat hafalan seseorang. Beliau orangnya tegas, teliti dan disiplin ketika mengajar (menyimak hafalan). Tentu seseorang yang menguasai ayat2 mutasyabihat perlu memiliki sifat ini. Seorang penghafal quran sejati tidak akan rela jika ada satu kesalahan pun yang terekam dalam hafalan qur’annya.

Ana pernah ziyadah Surah Al-Hasyr di hadapan beliau. Baru membaca ayat pertama langsung ada kode dari beliau kalau bacaanku salah. Kemudian beliau berkomentar, “Itu Surat Al-Hadid..!”. Haa?? Padahal saat itu kan ana belum menghafal Surat Al-Hadid. Surat Al-Hasyr dan Surat Al-Hadid memang sangat mirip pada permulaan ayatnya. Bacaanku salah karena telah tersisipi kata maa fii. ย Surat Al-Hasyr, bunyinya: Sabbaha lillaahi maa fissamaawati wa maa fil ardl.., sedangkan Surat Al-Hadid: Sabbaha lillaahi maa fis-samaawati wal-ardl..

Salah satu contoh kekagumanku yang lain adalah beliau bisa mengetahui bahwa bacaan alquran muridnya salah meski tidak melihat mushaf alqur’an. Saat itu beliau menyimak tiga orang sekaligus: ada yang di kiri, di kanan, dan di depan beliau. Saat menyimak hafalan, beliau melihat mushaf masing2 muridnya secara bergantian, karena yang disetorkan santriwati ke ustadzah kan tidak sama. Suatu saat beliau menghadapkan wajah pada mushaf murid yang ada di kiri beliau, tetapi beliau bisa memberikan kode salah pada murid yang ada di kanan atau di depan beliau. Masya Allah.. Subhanallah..!! Memang semestinya penghafal alqur’an sejati memiliki kemampuan seperti ini, tetapi tetap saja ana kagum pada beliau.. dan kagumku tidak habis-habis juga.

Ko bisa ya beliau punya hafalan yang kuat dan akurat seperti itu? Setelah nanya2 ternyata beliau pernah menjadi juara tahfidz al-qur’an tingkat nasional. Wew! Beliau juga sering membaca al-Qur’an 30 juz dalam sehari disimak oleh orang-orang di desanya.

– Ustadzah Ufi

Beliau adalah sahabat dari Ustadzah Mukminah atau lebih tepatnya adik tingkat dari ustadzah Mukminah ketika di ma’had tahfidz dulu. Beliau mengajar ana kurang lebih satu bulan, menggantikan ustadzah Mukminah yang cuti melahirkan. Nasihat yang ana ingat2 dari beliau adalah: MURAJA’AH.. MURAJA’AH.. MURAJA’AH..!

Beliau memiliki kesamaan denganku, yaitu lebih suka membaca al-Qur’an dengan lambat/tartil. Tidak suka mbaca cepat2. Beliau pernah membenarkan bacaanku ketika salah satu harakat, aku membacanya ALLAHU, harusnya ALLAHA di Surat Muhammad. Ana pernah GR cz dilihat sama Ustadzah Ufi terus. Kenapa ya? Aku tidak berani melihat wajah guru ana ketika maju kecuali jika diperlukan. Karena pensaran, akhirnya aku memberanikan diri untuk melihat beliau. Ternyata beliau bukan melihatku (tiwas GR.. ๐Ÿ™‚ ), tapi lebih pada melihat mulutku. Beliau adalah ustadzah yang memperhatikan makharijul huruf dan tajwid, jadi memperhatikan pula bagaimana gerakan dan perubahan mulut dari murid-muridnya.

Ada keistimewaan dari Ustadzah Ufi. Beliau ini telah khatam hafalan al-quran dan akan dinikahi oleh seseorang. Ternyata, beliau tidak diizinkan menikah oleh orang tuanya sampai beliau telah mengkhatamkan hafalan qur’annya (bil-ghoib = tanpa melihat mushaf) sampai 41 kali di pondok. Jadi, setelah ujian niha-i, beliau harus menghkhatamkan quran 40 kali lagi. Ana memperkirakan, jika beliau membaca 1 hari 5 juz, maka beliau akan mengkhatamkan 40 kali itu dalam waktu sepuluh bulan.. Ternyata, tidak demikian! Beliau mengkhatamkan alqur’an bilghoib 30 juz itu dalam SEHARI…40 kali… !!! Subhanallah! Berarti ya tidak sampai 10 bulan, mungkin kurang lebih dua bulan saja.


Bismillah..

Alhamdulillah, setelah puluhan tahun, akhirnya aku mengetahui arti dari namaku. Aku mengetahuinya dari ustadz yang mengajarku pelajaran Pengantar Ilmu Tafsir di Ma’had ‘Aly, Dr. Muhammad Kholiq Hasan Al-Qudsy. Saat itu ada tugas mengumpulkan makalah dengan tema yang berbeda-beda. Kalau saya amati, sebagian besar temanya hampir sama dengan judul bab di dalam buku ‘Ulumul Qur’an. Waktu itu saya membuat makalah dengan judul “Tafsir, Ta’wil, Perbedaan antara Tafsir dan Ta’wil”.

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mengumpulkan tugas tepat waktu.. meski dengan berbagai kesulitan dan perjuangan yang berat. Kenapa? Karena kami hanya diberi waktu seminggu dan harus menggunakan minimal 10 referensi/kitab. Untuk mendapatkankan referensinya saja butuh 5 hari (Senin-Jumat), 4 hari (Rabu-Sabtu) untuk membaca dan membuat makalah. Selain itu, tugas ini dikerjakan pada saat-saat kritis, yaitu ujian tahfidz di akhir semester. Kuliah Pengantar Ilmu Tafsir dimulai pukul 06.00 pagi pada hari Ahad, sedangkan makalah baru diselesaikan pada malam harinya.. dalam keadaan belum diprint. Awalnya bingung, diprint di mana, rental mana yang dah buka habis shubuh? Akhirnya Allah memberikan jalan keluar, aku mengingat salah seorang sahabatku yang sangat baik. Pagi-pagi jam 05.00 aku ke rumahnya untuk mengeprint tugas itu dan ia menyambutku dengan hangat.

Sekitar pukul 06.00, pelajaran pun dimulai. Ustadz menanyakan tugas pekerjaan kami. Saya dan beberapa teman mengumpulkan tugas. Ustadz meneliti pekerjaan kami secara cepat dengan membuka-buka halaman makalah. Kemudian beliau terhenti ketika memegang makalahku. Aku mengira beliau berhenti karena namaku berbeda dengan nama-nama temanku yang lain. Nama teman-temanku sebagian besar diambil dari Bahasa Arab, sedangkan namaku.. nama biasa.. bukan dari bahasa Arab.. Setelah melihat isi makalahku, beliau bertanya,

“Namamu Niken ya? Tahu ndak kata Niken itu artinya apa, dari bahasa apa?”, tanya ustadz kepadaku.

“Tidak tahu, Ustadz.”, jawabku.

“Nanya ke orang tua, kenapa ngasih nama itu.”, lanjut beliau.

“Orang tua saya juga tidak tahu arti nama saya, Ustadz.”, jawabku dengan rasa malu.

Lalu beliau memberikan jawaban yang selama ini kucari-cari. “Niken itu dari Bahasa Jepang, artinya menulis.”

“Ooo…”, hatiku senang karena akhirnya aku mengetahui arti namaku. Teman-teman banyak juga yang baru tahu saat itu. Kemudian ustadz memberikan penjelasan lebih jauh tentang asal kata ‘niken’.

Di rumah, aku menceritakannya ke ayah dan ibu. Komentar mereka hampir sama, arti namaku sesuai dengan diriku. Bahkan arti namaku sesuai pula dengan aktivitas keluargaku. Ayahku adalah seorang sekretaris RT, sedangkan ibuku juga sekretaris ibu-ibu PKK. Kalau aku sendiri, sering jadi sekretaris juga, termasuk sekretaris di organisasi kemahasiswaan Mahad Tahfidz Al-Manar.

Aku memang sangat suka menulis, tapi masih terbatas ‘mencatat’ dan menulis hal-hal yang kuanggap penting, belum sampai tahap menulis buku. Kalau datang ke kajian, biasanya aku sudah sedia buku dan pena kemudian mendengarkan dengan seksama sambil menulis isi kajiannya. Aku memiliki buku khusus untuk mencatat kajian. Sebisanya kalau ikut kajian maka yang ditulis adalah dalil-dalil apa saja yang dipakai, baik ayat-ayat Al-Qur’an ataupun hadits-hadits sehingga mengikuti kajian juga dapat berfungsi untuk memuraja’ah ilmu/hafalan yang pernah diperoleh dengan cara menuliskannya kembali.

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Alhamdulillah, senyum terukir di hatiku….

hari ini aku mengetahui nilai skripsiku, alhamdulillah, dapat nilai A (cum laude)… ^_^

Judul Skripsi: “Pengukuran Karakteristik Akustik Ampas Singkong dengan Metode Tabung impedansi Dua Mikrofon”


Berikut perincian nilainya:

Nilai Seminar Skripsi :

Pembimbing I : 95

Pembimbing II : 100

Rata-rata nilai seminar skripsi : 97.5

Nilai Pelaksanaan Skripsi :

Pembimbing I : 100

Pembimbing II : 95

Rata-rata nilai pelaksanaan skripsi : 97.5

Nilai Ujian :

Penguji I : 99

Penguji II : 86

Penguji III : 75

Penguji IV : 80

nilai rata-rata ujian skripsi : 85.0

– – –

Total : 730ย ย ย  Nilai Akhir : 92.5ย ย ย  Nilai : A

– – –

Total SKS : 157

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nya : 3.59

Predikat : Cum Laude (lulus dengan pujian)

* * *

Alhamdulillah, ini semata-mata karunia Allah,

alhamdulillah, ini semata-mata pemberian Allah…

= = = = =

Haadzaa min fadhli Rabbiy…,

liyabluwaniy a-asykuru am akfur…

Ya Allah, masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang banyak bersyukur kepadamu, ya Rabb…

Aamiin…

Bismillahirrohmaanirrohiim…

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Entah pagi ini ada apa denganku. ana meraskan sesuatu yang berbeda dari pagi-pagi sebelumnya, padahal malam tadi hanya tidur 2jam. Tapi ana merasa tidak lelah, bahkan merasa punya energi baru yang sangat besar : kerja fisik lebih cepat dan timbul pemikiran2 strategis di benakku. Ternyata, di ta’lim pagi, rencana2 strategis tadi diterangkan oleh ustadz. Alhamdulillah…alhamdulillah…

Yap… ana punya proyek besar beberapa bulan ini.

Proyek besar ini insya Allah akan selesai dalam 7 bulan, lalu 5 bulan setelahnya adalah untuk persiapan proyek yang lebih besar lagi: bertemu dengan para hafidzah terbaik se-Indonesia di Jawa Timur, insya Allah.Mungkin yang nilainya mumtaz-mumtaz.

alhamdulillah, Allah semakin mendekatkan pada cita-citaku. Di sana ana berharap dengan para hafidz/ah yang mantap hafalan dan tahsinnya 30 juz dan memilki hafalan hadits tidak kurang dari 1000 hadits. Padahal, ketika ana menetapkan cita-cita itu, ana tdk tahu kalau ada lembaga yang bersungguh-sungguh untuk mencetak generasi seperti itu, generasi Rabbani.

Berikut visi dan misinya:

Visi

Mencetak Kader Ulama Robbany

Misi

1. Meluruskan pemahaman Islam yang benar menurut ahlussunnah wal jama’ah

2. Mempraktikkan metode “manhajiyyatut ta’liim”[1] yang merupakan tiang sistem belajar salafussholih

3. Membimbing anak didiknya untuk hifdzul qurโ€™an 30juz serta hadist-hadist Nabi.saw. dan menjaga kemurnianya

4. Mengembangkan bakat serta wawasan ilmiah santri dan santriwati dengan program kuliah,telaah dan dakwah

5. Mendidik santri dan santriwati untuk sehat jasmani dan ruhani dengan ibadah dan riyadloh

[1] Manhajiatuttaโ€™lim adalah: methode pengajaran ilmu dengan sistem jenjang; seorang pelajar tidak akan sampai pada jenjang yang lebih sempurna sebelum mampu menguasai jenjang dasar dari ilmu syarโ€™i tertentu

Sistemnya menggunakan sistem mulazamah, kurikulumnya bisa dilihat di sini : http://darulwahyain-kurikulum.blogspot.com/

Target Kemampuan Alumnus:

[1] Hafal Al-Qurโ€™an 30 juz beserta tahsinnya.

[2] Hafal 500-1000 hadits Nabi SAW. serta memahaminya dengan baik.

[3] Faham pokok-pokok ilmu dien serta mampu menjabarkannya.

[4] Mampu berbahasa Arab dengan aktif.

[5] Siap dicalonkan sebagai kader ulama pada program-program kaderisasi di dalam maupun di luar negeri.

[6] Mau mengajarkan global pokok-pokok dien dengan dasar dalil syarโ€™i yang tepat.

[7] Mampu dan siap untuk dakwah ke seluruh jenjang masyarakat.

= = =

Kulihat cita-citaku amat tinggi.. tinggi sekali…

Ya Allah, cita-citaku ini berasal dari lubuk hatiku yang amat dalam…

Dan hamba menjaganya hingga kini…

Sampai mati… (insya Allah)

Hanya dengan pertolongan, ampunan, dan rahmatMu yaa Allah.. Amin

annisa_fpb: Assalamu’alaikum wr wb

annisa_fpb: Pak Romi, shobaahul khoir…:)

annisa_fpb: Pak, saya akhirnya jadi murid bapak pas bapak ke uns kemarin jumat

annisa_fpb: alhamdulillah, saya bisa ketemu langsung dengan pak romi.

romi_sw: Www

romi_sw: Bentar yg mana yah ๐Ÿ™‚

romi_sw: Duduknya dimana?

annisa_fpb: saya yang duduk di pojok belakang, pakai kerudung putih, mungkin mahasiswa sendiri

annisa_fpb: yang lain dosen-dosen. Awalnya saya dikira dosen ๐Ÿ™‚

romi_sw: Pojok kiri?

romi_sw: ๐Ÿ™‚

annisa_fpb: iya

annisa_fpb: yang bawa buku biru dan pulpen

romi_sw: Hehehe ic, lha kemaren nggak ngajak ngobrol ๐Ÿ˜ฆ

annisa_fpb: ‘afwan pak. kan bapak orang penting, saya orang biasa, ya ngalah sama dosen2 dong

annisa_fpb: oya pak, saya juga membuat media pembelajaran lho

romi_sw: Haiyah

romi_sw: Pening opo ๐Ÿ™‚

romi_sw: Penting opo?

annisa_fpb: fisika smp kelas 1

romi_sw: ๐Ÿ™‚

romi_sw: Oh great

romi_sw: Mantab

annisa_fpb: pak, gimana kalau saya kirimi filenya trus kasih dikit komentar

romi_sw: Boleh ๐Ÿ™‚

annisa_fpb: tapi menurut saya msih belum sebagus yang bapak perlihatkan kemarin

annisa_fpb: oya pak, ke email yang mana?

romi_sw: romi@romisatriawahono.net

romi_sw: ya kalau dah bagus ntar mbak nisa yg ngisi di depan ๐Ÿ™‚

romi_sw: Orang harus pede mbak

annisa_fpb: mmm…

romi_sw: Perempuan perkasa spt njenengan harus pede

annisa_fpb: lho, kok bisa dibilang perkasa? kenapa?

romi_sw: Ya saya baca dari sorot mata njenengan, karakter wanita perkasa ๐Ÿ™‚

annisa_fpb: lho, emang bapak ingat saya yang gimana gitu?

romi_sw: Lah yg ujung kiri jilbab putih kan?

annisa_fpb: tapi itu ada dua muslimah

romi_sw: Perempuan cuman ada 4 kemarin

annisa_fpb: saya yang duduk nomor dua sebelah kirinya lagi

romi_sw: Jatu, asih, mbak sama satu yg sepuh

annisa_fpb: kalau yang pojok bawa PDa kalau tidak salah

annisa_fpb: ooo, wah bapak teliti ya

romi_sw: Hehehe

annisa_fpb: saya yang bawa tas hitam besar sama bawa buku

annisa_fpb: hehe..mencatat dikit keterangan bapak

romi_sw: Yup ngerti kok

romi_sw: Kalau ngajar biasanya saya sambil scanning karakter mahasiswaku ๐Ÿ™‚

annisa_fpb: mmm…

annisa_fpb: pak, saya masih tidak mengerti kalau saya ini ‘perkasa’

romi_sw: Ya perempuan banyak yg nggak sadar bahwa mereka wanita perkasa

romi_sw: ๐Ÿ™‚

annisa_fpb: maksudnya kuat secara fisik, gitu?

annisa_fpb: bisa ngangkat2 beban berat?

romi_sw: Bukan fisik, tapi karakter

romi_sw: Karakter pedjoeang …

annisa_fpb: mmm..

romi_sw: Gampang dikenali dari sorot matanya ๐Ÿ™‚

annisa_fpb: wah, masak sih…

romi_sw: Aku ngurusin banyak anak2 smk dan mahasiswa di jakarta

annisa_fpb: saya jadi senyum-senyum

annisa_fpb: pak, sudah saya kirim emailnya.

romi_sw: Banyak perempuan yg cerdas, logic dan gigih, terpaksa takluk oleh beberapa hal yg sebenarnya nggak logic

annisa_fpb: oya, kalau karakternya pedjoeang, berarti mirip pak romi dong. kan sering nulis ‘pedjoang’, ‘ayo berdjoeang’

annisa_fpb: ??

romi_sw: Latar belakang keluarga, lingkungan, penyakit, kekecewaan kadang menjadi kabut tebal

annisa_fpb: misalnya?

annisa_fpb: mmm…

romi_sw: Yg membuat para wanita perkasa hanyut

romi_sw: Dan roboh

annisa_fpb: kalau latar belakang keluarga sepertinya saya tidak terpengaruh. alhamdulillah keluarga saya baik-baik

annisa_fpb: kalau penyakit…insya Allah saya mudah sekali sembuhnya, cuman tidur aja bisa sembuh

romi_sw: ๐Ÿ™‚ mantab

romi_sw: Bener2 perkasa secara fisik dan mental dong ๐Ÿ™‚

romi_sw: traumatik, sindrom, masalah lingkungan, pergaulan, dsb

romi_sw: Wanita banyak pake otak kanan mbak, karena itu kadang kekuatan logikanya terkubur oleh perasaan ๐Ÿ™‚

romi_sw: Be a strong girl lah ๐Ÿ™‚

romi_sw: Sip sip

romi_sw: Mantab

annisa_fpb: Alhamdulillah, pikiran saya jadi lebih terbuka setelah mendengarkan penjelasan bapak jumat lalu ditambah sekarang

annisa_fpb: ternyata harus ada yang saya waspadai

romi_sw: ๐Ÿ™‚

romi_sw: Sangat banyak …

romi_sw: Dah puluhan mahasiswi nangis didepanku ๐Ÿ˜ฆ

romi_sw: Masalah simple padahal

romi_sw: Cmn karena muatan emosionalnya tinggi, jadi hancur

annisa_fpb: bisa kasih contoh pak, masalah yang dianggap simple itu gmn?

romi_sw: patah hati, trauma masa kecil yg benernya bukan masalah besar, kecewa ke bapak, ibu, saudara, teman, dsb

romi_sw: Banyak

romi_sw: Be realistic, hidup akan sendiri nantinya

annisa_fpb: Oya pak, kata Pak Mujiarto, bapak adalah seorang ilmuwan yang sangat muslim.

annisa_fpb: saya juga ingin suatu saat bisa seperti bapak

annisa_fpb: hihi ๐Ÿ™‚

romi_sw: Berlebihan ๐Ÿ˜ฆ

romi_sw: Aku dhaif

romi_sw: Bodoh dan banyak dosa

romi_sw: Nggak pantes dijadikan ukuran

annisa_fpb: mana ada orang pinter ngaku ๐Ÿ™‚

romi_sw: Aku jg bukan orang pinter :((

romi_sw: Modalku cmn semangat

annisa_fpb: wah, sama dong pak

romi_sw: Aku ini susah nangkep pelajaran sejak kecil dik

annisa_fpb: mmm…

romi_sw: Mbedain huruf b dan d saja sampe kelas 3 baru bisa

romi_sw: Semua karena pertolongan yg diatas

annisa_fpb: mmm…

romi_sw: Masuk smatn dg nem smp no 275 dari 280 siswa

romi_sw: Rencana kena cut, cmn nggak jadi

romi_sw: Beasiswa habibi jg dg nem paling rendah diantara 30 anak yg lain

romi_sw: But modalku semangat

romi_sw: Aku bisa jadi leader mereka, aku bisa lebih keras bekerja dan belajar daripada mereka

annisa_fpb: mmm…

romi_sw: Afwan ntar kita ngobrol lagi

romi_sw: Ane off dulu

annisa_fpb: ok, syukron jaziilan yaa mudarrisiy..

romi_sw: Tetap dalam perdjoeangan yah …

annisa_fpb: insya Allah

romi_sw: I will support you with everything I have

romi_sw: Wassalam

Nama : Niken Puspita Sari

 

Hobi : Berkenalan (menjalin persahabatan), mendengarkan nasihat, memberikan nasihat dan motivasi, diskusi dan menulis karya ilmiah, pergi ke perpustakaan, menasihati kalbu, memperhatikan alamโ€ฆ

 

Motto : Dengan doa, keyakinan, kesungguhan dan kesabaran maka sesuatu yang nampaknya tidak mungkin akan menjadi mungkin.

 

Perihal yang disukai : suasana yang tenang, senyuman yang benar-benar keluar dari hati tulus, perilaku dan perkataan yang lemah lembut, kerapian, kebersihan

 

Perihal yang tidak disukai : suasana gaduh, tidak jujur, malas, perilaku kasar dan tidak sopan, tidak mengakui kesalahan, tidak sabar, kurang syukur, ruang yang berantakan

 

Email/Hp : nikenfis@gmail.com, /(no mobile)


Arsip

Statistik Blog

  • 574,775 hits