Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘belajar’ Category

Bismillah..

Banyak tokoh besar yang suka menghabiskan waktunya sendirian dan merenung di tempat2 yang tenang.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melakukan khalwat (pengasingan) dan tahhannuts (menyendiri) mencari pencerahan di gua hira di atas bukit.

Ibnu Sina sejak kecil sering merenung di masjid hingga pagi. Sering kali, saat ia menemui kesulitan, ia pergi ke masjid untuk berdoa dan merenung. Ia berada di sana dalam keheningan dan ketenangan berjam-jam lamanya, dari malam hingga pagi, dan tidak mau pulang hingga ia menemukan pemecahannya.

Newton kejatuhan apel saat merenung dan menemukan teori Gravitasi Universal.

Einstein juga suka merenung. Sejak kecil dia memang pemalu dan suka menyendiri. Tempat favoritnya adalah di atas bukit yang ada desanya.

Napoleon juga sering diejek sebagai ‘anak kampung’ oleh teman2 sekelasnya dan juga lebih suka menyendiri dan merenung.

Positif atau negatif, perenungan mampu menciptakan katajaman pikiran yang ekstrim.

= = =

Sumber: Imperium III, Rahasia 1000 Tahun Keunggulan dan Kekayaan Manusia

 

Iklan

Bismillah..

Setelah selesai pelajaran terakhir..

“Ukh, apa bahasa latin dari tulang hasta?”, tanya seorang siswa SMA kelas 2 pada sahabatnya.

“Ulna”, jawab seorang muslimah.

“Kalau tulang lengan atas?”, tanyanya lagi

“Radius.”

“Kalau tulang paha?”

“Femur”.

“Lho, ko kamu bisa tahu, kan baru siang tadi diajarkan.”

“Oh, iya. Biasanya saya langsung menghafalnya begitu pelajaran itu diajarkan.”

= = =

Alhamdulillah, semoga menginspirasi..

Bismillah..

Salah satu motto hidup saya ketika di SMA dulu adalah: Make Habits, so Habits Make You.. Buatlah kebiasaan, maka kebiasaan akan membentukmu..

Kebiasaan yang saya bentuk saat itu adalah tidur 3 jam sehari. Kenapa? karena waktu yang lainnya sebagian besar digunakan untuk belajar dan saya harus mengejar ketertinggalan saya dari teman2 yang merupakan lulusan sekolah Islam dan pondok pesantren. Sedangkan saya lulusan sekolah umum lalu ketika kenaikan kelas, saya meminta izin pada wali kelas dan guru BP untuk memindahkan saya dari kelas umum ke kelas Aliyah pada saat akan memasuki kelas dua.

Saya terinspirasi oleh ayah saya. Beliau seorang pekerja keras, sangat kutu buku, sangat suka membaca al-Qur’an, dan tidurnya dalam sehari hanya 3 jam saja. Saya melihat beliau seperti orang yang tidak pernah lelah dalam bekerja dan belajar. Kadang saya malu, karena beliau yang sudah tidak sekolah (formal) saja masih saja membaca buku setiap hari. Apalagi saya yang masih sekolah.. harusnya membaca lebih banyak lagi! Mungkin salah satu misi yang akan saya terapkan pada anak saya nanti adalah dia harus sangat suka baca buku dan menguasai ilmu dalam buku itu dengan sebaik-baiknya.

Alhamdulillah, buah dari kebiasaan saya itu adalah peningkatan pesat dalam hal kecintaan membaca buku dan mengkhatamkannya. Saat itu saya sangat suka Fisika, Kimia, dan Matematika. Target saya, harus mengkhatamkan dan mengerjakan seluruh soal di buku diktat lebih cepat daripada yang lain.. agar saya punya waktu lebih banyak untuk belajar pelajaran agama: Al-Qur’an, Hadits, Fiqih, Bahasa Arab, dan Sejarah Kebudayaan IsIam. Yang paling menyita waktu adalah pelajaran menghafal ayat dan hadits.

= = = =

Sedangkan setelah khatam hifdz nya nanti, saya juga akan membuat suatu kebiasaan, insya Allah.. karena kemungkinan orang yang sudah khatam hafalan itu ada 2: semakin dhobit (kuat hafalannya) karena memiliki kebiasaan yang terpelihara dengan baik (dengan pertolongan Allah).. ataukah semakin lemah hafalannya..

Apa kebiasaannya?

(insya Allah ana jawab beberapa pekan lagi)

= = = = =

Taburkanlah suatu PIKIRAN, maka engkau akan menuai Perbuatan..

TaburkanLah suatu PERBUATAN, maka engkau akan menuai Kebiasaan..

Taburkanlah suatu KEBIASAAN, maka engkau akan menuai KARAKTER..

= = = = =

Jadilah seseorang yang kakinya menghujam di bumi..

Sedangkan cita-citanya setinggi bintang-bintang di langit..

ALLAAHU AKBAR!!

Bismillah..

Peradaban Islam dalam bidang sains mencapai puncaknya pada masa Khalifah Al-Ma’mun. Beliau sangat mencintai buku, bahkan membayar penerjemahnya dengan emas seberat buku yang diterjemahkannya itu. Ia juga mendirikan pusat pembelajaran yang megah bernama Baitul Hikmah. Di akademi yang besar ini, para intelektual dari seluruh negeri berkumpul dan mengembangkan berbagai macam ilmu. Di sana juga terdapat perpustakaan yang luas dan lengkap dari sumber-sumber terbaik dari seluruh dunia.

Para ilmuan muslim memiliki kecerdasan yang mengagumkan. Mereka rata-rata memiliki lebih dari satu macam ilmu, atau yang dinamakan polymath. Polymath adalah orang-orang jenius yang mampu menguasai beberapa bidang ilmu yang berbeda sekaligus. Beberapa polymath Islam antara lain:

-Al-Khawarizmi : menguasai ilmu Matematika (Algoritma, Aljabar, Kalkulus), astronomi, dan Geografi sekaligus.

-Al-Kindi : filosofi, matematika, kedokteran, fisika, astronomi, optik, metalurgi.

-Al-Farabi : ilmu sosial, logika, filosofi, ilmu politik dan ahli musik.

-Al-Razi: kedokteran, ilmu kimia, astronomi.

-Al-Biruni : astronomi, matematika.

-Ibnu sina : kedokteran, filosofi, matematika, astronomi.

-Al-Ghazali : sosiologi, teologi, filosofi.

-Ibnu Rusd :Filosofi, Teologi, ilmu hukum, kedokteran, astronomi.

-Ibnu Khaldun : filosofi sejarah, sosiologi, ilmu politik.

-Ibnu Haitham : sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat.

Nah, di bawah ini adalah cerita salah satu polymath Islam, yaitu Al-Biruni.

= = = =

Orang Alim itu Seorang Polymath

Oleh: Dr. Ing. Fahmi Amhar

Pernahkah anda bertemu seorang Polymath?  Polymath adalah orang yang sangat kompeten tidak hanya dalam satu bidang ilmu, namun dalam beberapa bidang ilmu sekaligus.  Mungkin orang akan mengatakan bahwa fokus di satu bidang akan membuatnya lebih hebat lagi, namun itu tidak berlaku bagi seorang Polymath.  Mereka memang sangat hebat dalam beberapa bidang sekaligus.  Sejarah keemasan Islam mencatat cukup banyak polymath, salah satu di antaranya adalah Abu Rayhan Muhammad ibn Ahmad al Biruni, yang hidup antara 973 M sampai 1048 M.

Sebagaimana lazimnya anak-anak di masa itu, al-Biruni sudah hafal Qur’an sebelum baligh.  Tentu saja dia juga belajar ilmu fiqih dasar dan dia mempelajarinya dengan serius sehingga pada saat berusia baligh dia sudah mengenal semua syariat Islam yang wajib diketahui dalam kehidupan sehari-hari.  Dia memiliki kualitas seorang alim.  Dia lalu menekuni berbagai cabang ilmu sesuai minatnya.

Pada usia 17 al-Biruni sudah menghitung posisi lintang bujur dari Kath, Khwarizm, dengan metode tinggi matahari.  Al-Biruni memecahkan persamaan geodesi kompleks untuk menghitung jari-jari bumi.  Dan dia mendapatkan angka sekitar 6339,9 Km, hanya berselisih 16,8 Km dari nilai modern yaitu 6356,7 Km.  Berbeda dengan pendahulunya yang menghitung jari-jari bumi dengan pengamatan simultan matahari dari dua tempat yang berbeda, al-Biruni mengembangkan metode trigonometris yang dapat dikerjakan satu orang dari satu lokasi.  Dengan cara itu dia juga dapat mengukur tinggi gunung tanpa harus mendakinya.

Pada usia 22 tahun, al-Biruni sudah menulis sejumlah karya ilmiah, termasuk tentang proyeksi peta, penggunaan sistem koordinat 3D – Cartesian (waktu itu tentu saja belum disebut Cartesian) dan transformasinya ke sistem koordinat polar.

Ketika membahas geografi, al-Biruni menggabungkan pemetaan dengan sejarah bangsa-bangsa terdahulu.  Ketika membahas geologi India, dari data-data tanah dia berhipotesa bahwa wilayah itu dulunya adalah laut – apa yang dia abad modern semakin diperkuat oleh bukti-bukti fossil binatang laut di Himalaya.

Metode ilmiah al-Biruni hampir sama dengan metode ilmiah modern, terutama dengan perhatiannya pada eksperimen yang berulang.  Al-Biruni sangat peduli pada kesalahan sistematis dan kesalahan acak (random), seperti kesalahan yang mungkin disebabkan oleh penggunaan alat yang renik dan kesalahan yang timbul oleh pengamat.  Dia mengatakan bahwa alat memproduksi kesalahan karena kualitasnya tidak sempurna, sehingga pengamatan mesti dilakukan berulang, dan setelah itu dilakukan rata-rata aritmetis untuk mendapatkan perkiraan yang masuk akal.

Untuk pengamatan astronomi, Al-Biruni banyak membuat berbagai instrumen astronomi, seperti alat untuk mencari kiblat atau mengukur saat-saat sholat di semua tempat di dunia.  Dia juga membangun prototype sextant, yaitu alat dasar survey.  Dia juga membuat prototype hodometer, semacam komputer mekanik untuk membuat kalender, mirip yang kini ada pada jam mekanik.

Al-Biruni secara tegas membedakan astrologi dari astronomi .  Dia menolak astrologi karena tidak empiris tetapi hanya menghubung-hubungkan dengan cara yang tidak logis.

Setelah membaca banyak data hasil pengamatannya, al-Biruni meyakini bahwa bumi ini bulat, berputar pada porosnya sehari sekali, dan beredar mengelilingi matahari setahun sekali.  Ini hal yang bertentangan dengan pendapat umum saat itu, namun diyakini al-Biruni paling dekat dengan data-data empiris.

Al-Biruni juga memulai suatu tradisi baru dalam astronomi, yang disebut “astronomi- experimental”.  Dia mulai memprediksi gerhana matahari total pada 8 April 1019 dan gerhana bulan pada 17 september 1019 secara detil, bahkan pada lokasi mana gerhana itu dapat disaksikan.  Dan berbeda dengan Ptolomeus, yang hanya memilih data yang sesuai teorinya, al-Biruni memperlakukan “error” dengan perlakuan yang lebih ilmiah, termasuk memperbaiki teorinya.  Inilah yang kemudian melahirkan dukungannya pada teori heliosentris, dan meninggalkan teori geosentris Ptolomeus.  Dia juga mengatakan bahwa orbit planet-planet itu bukan lingkaran tetapi ellips.

Karya al-Biruni berjumlah total 146.  Ini mencakup 35 buku tentang astronomi, 4 tentang astrolab (alat navigasi), 23 tentang astrologi, 5 tentang kronologi (cara pendataan temporal), 2 tentang pengukuran waktu, 9 tentang geografi, 10 tentang geodesi dan teori pemetaan, 8 tentang aritmetika, 5 tentang geometri, 2 tentang trigonometri, 2 tentang mekanika, 2 tentang kedokteran dan farmakologi, 1 tentang meteorologi, 2 tentang mineralogi, 4 tentang sejarah, 2 tentang India, 3 tentang agama dan filsafat, 16 tentang karya sastra, 2 tentang sihir, dan 9 tidak terklasifikasi.  Dari semua karyanya ini tinggal 22 yang bertahan hingga kini dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.  Yang paling terkenal adalah:

  • Critical study of what India says, whether accepted by reason or refused
    (تحقيق ما للهند من مقولة معقولة في العقل أم مرذولة) – sebuahkompendium dari filsafat dan agama India.
  • The Remaining Signs of Past Centuries
    (الآثار الباقية عن القرون الخالية) – studi perbandingan kalender dari berbagai budaya dan peradaban, dengan validasi matematis, astronomi dan informasi sejarah.
  • The Mas’udi Canon (قانون مسعودي) – ensiklopedi astronomi, geografi dan rekayasa, dinamai Mas’udi, putra Mahmud al-Ghazni, sultan yang menjadi persembahan buku itu.
  • Understanding Astrology (التفهيم لصناعة التنجيم) –soal-jawab tentang astrologi dikaitkan matematika dan astronomi, dalam budaya Arab dan Persia.

Pakar sejarah ilmu George Sarton menyebutkan bahwa al Biruni adalah “one of the very greatest scientist of Islam, and, all considered, one of the greatest of all times”.  Namanya telah diabadikan untuk sebuah kawah di bulan dan sebuah universitas teknologi di Tashkent Uzbekistan.

http://islamicnurse.wordpress.com/2010/08/06/orang-alim-itu-seorang-polymath/

Dalam tulisan ini dijelaskan bagaimana Orang Yahudi Israel dalam meningkatkan SDMnya, mungkin bisa menjadi motivasi. Namun yang menarik, semua kebiasaan mereka (Yahudi) yang dipaparkan di sini, hampir semuanya berakar dari ajaran Islam. Serasa disambar Gledek tulisan yang saya kutip dari milis Daarut Tauhid ini cukup menggelorakan jiwa. Apa iya? Ayo simak bersama…!

++++++++++++++++++++++

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”

Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban.
Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar.

Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.

Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ 0.7 /bungkus !!!

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan matematika sedunia?

Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”

=========================

Quote: “Jadilah kamu manusia yang saat kelahiranmu semua orang tertawa bahagia, tetapi hanya kamu sendiri yang menangis; dan pada waktu kematianmu semua orang menangis sedih, tetapi hanya kamu sendiri yang tersenyum”. (Mahatma Gandhi)

Sumber: http://vandha.wordpress.com/2009/02/26/rahasia-kecerdasan-orang-yahudi/

Bismillah..

Tulisan ini hanya sekedar mengenang perjalanan ana beberapa waktu dulu ketika masih SMA. Ana sangat suka pelajaran Fisika dan Matematika. Selain itu, ana juga sangat suka pelajaran agama. Oleh karena itu, ketika akan naik kelas 2, ana minta izin ke wali kelas dan guru BK untuk pindah dari kelas SMA ke kelas aliyah. Kenapa? Karena di Aliyah, pelajaran agamanya lebih sulit. Ana tertantang untuk menguasai ilmu yang lebih sulit dan lebih tinggi. Sedangkan di SMA, pelajaran agamanya cukup mudah dipahami. Untuk pelajaran Bahasa Arab saja ana selalu mendapatkan nilai sempurna di ulangan harian. Untuk pelajaran yang lain juga tidak begitu mengalami kesulitan karena ana sangat suka menghafal. Kunci mendapatkan nilai yang bagus di pelajaran agama saat ulangan harian adalah hafal materi dan dalil2nya di luar kepala. Namun, ana menanamkan dalam hati, bahwa nilai itu bukanlah segalanya. Nilai penting, namun amal lebih penting.

Orang tua dan guru2 memberikan nasihat yang berharga. Hal ini benar2 berbeda dengan sekolah umum. Belajar di sekolah Islam lebih sejuk menurutku. Selain nasihat agama yang selalu diberikan, juga suasananya yang lebih islami. Misalnya: (1) para murid dilarang pacaran, kalau ketahuan nanti dihukum oleh guru BK, (2) harus sholat tepat waktu di masjid, (3) para murid harus berpakaian dan berakhlak islami baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Dulu hobi ana adalah belajar. Karena dengan belajar, hati ana terhibur. Selain itu, ana juga suka membuat target2 dan memiliki cita2 yang tinggi. Jika sekolah libur, ini adalah kesempatan emas bagi ana untuk belajar sesuka hati. Karena kalau masuk, kita harus menepati jadwal yang ada dengan berbagai pelajaran. Kalau libur, bisa berjam2 mempelajari materi tertentu yang kita suka.

Pernah suatu hari ketika liburan, ana membuat target: harus menyelesaikan ratusan soal matematika dalam waktu 4 hari. Waktu yang kusediakan adalah 4 x 12 jam. Ana meminta izin pada ibu agar waktu 4 hari itu bisa kugunakan untuk belajar saja. Alhamdulillah, ibu mengizinkan.

Di sekolah ana sudah terbiasa belajar dari pagi sampai sore. Oleh karena itu, proyek belajar matematika 12 jam non-stop itu pun bisa kulalui tanpa halangan yang berarti. Oh ya, maksudnya 12 jam non-stop tentu ketika waktu sholat sudah tiba, sholat harus segera dikerjakan. Liburan saat itu, ana membuat strategi waktu siang untuk belajar ilmu umum sedangkan waktu malam adalah untuk belajar ilmu agama, membaca al-qur’an dan hadits.. Ibu pun memberi dukungan padaku. Alhamdulilah, kalau tiba waktu makan, ibu masuk ke kamar mengantarkan makanan dan minuman untukku.. 🙂

Hanya saja, ternyata di tengah perjalanan, ana jatuh sakit. Memang, biasanya kalau ana membuat program besar, ana akan jatuh sakit. Hal ini sudah kukenali. Namun, ana memohon pada Allah agar Allah menolongku dalam proyek ini.. Pada malam hari, sakitku makin bertambah sehingga membuatku tak bisa tidur. Ana berharap proyekku ini berhasil, karena setelah selesai ana masih punya proyek lagi, yaitu belajar fisika sesuka hati selama tiga hari, menghabiskan waktu liburan sepekan.

Alhamdulillah, Allah ‘Azza wa Jalla memberi pertolongan padaku. Saat sakit dan tidak bisa tidur itu, ana bingung, waktunya kugunakan untuk apa? Akhirnya ana kembali pada soal2 matematika tadi siang, kukerjakan hingga datang waktu shubuh.

Setelah itu, ana tidak berpikir lagi tentang waktu. Ana terus membaca, menulis dan mengerjakan soal. Hingga akhirnya pada hari ketiga, alhamdulillah targetku telah selesai. Hatiku pun senang, karena berarti waktu untuk belajar fisika bisa lebih banyak. Sakitku pun sudah mulai reda dan mulai sembuh. Hanya saja, sisa liburan itu akhirnya kubagi untuk pelajaran lain juga.

.. Suatu hal yang membuatku bertanya2 saat ini adalah: mengapa Allah memilihkanku Fisika? Padahal ketika lulus kelas 3 SMA ana ingin masuk jurusan Bahasa Arab dan sudah benar2 berusaha ke sana. Sekolah yang kuincar ada di Jakarta sedangkan ortu tidak mengizinkanku sekolah di luar kota. Ya sudah, akhirnya ana memilih jurusan Fisika dalam ujian masuk perguruan tinggi setelah ikhtiar dan istikhoroh.

.. Sampai saat ini, ana pun masih bertanya2: mengapa Allah memilihkanku Fisika?

= = = = =

Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui. Rabbanaa maa kholaqta haadza baathilaa. SubhaanaKa faqinaa ‘adzaaban-naar..

 

 

Alhamdulillah… Senangnya hati ana…:)

Ana menemukan blog bagus tentang belajar Bahasa Arab Al-Qur’an, ditulis oleh ahli IT yang (dulu awal menulisnya) sedang belajar Bahasa Arab.. ulasannya lengkap juga lho!

Dengan cara otodidak, ia coba mempelajari beberapa buku tata-bahasa Arab, baik yang berbahasa Indonesia, maupun Inggris. Proses itu menjadi lebih cepat setelah ia memiliki guru. Tulisan dalam blog itu dituliskan sebagai bagian dari proses belajar pribadinya (menjadi semacam refleksi ataupun dokumentasi) .

Ini salah satu artikelnya yang berjudul ” Muhrim” :

= = = = = = = = = = = = =

Bismillahirrahmanirrahim.

Kata muhrim sering kita pakai. “Eh awas… nanti whudhu’mu batal… jangan dekat-dekat… bukan muhrim”. Muhrim yang dimaksud disini, adalah orang yang haram dinikahi.

Kata yang dekat dengan kata muhrim banyak. Antara lain: kata haram, muharram, mahrum, mahram, dsb.

Haram dan Halal

Haram, حرام adalah lawan dari Halal حلال. Sudah tidak kita perlukan penafsiran apa-apa lagi kan. Haram artinya sesuatu yang dilarang. Halal artinya sesuatu yang dibolehkan.

Dari mana asalnya kata Haram? Perhatikan kata haram dalam bahasa Indonesia itu dalam bahasa Arabnya حرام . Ada 4 huruf kan. HA RO ALIF dan MIM. Nah sebuah kata bahasa Arab umumnya terdiri dari 3 huruf asli (yaitu huruf hijaiyah selain YA, WAW, dan ALIF).

Kalau begitu kata حرام – yang 4 huruf itu, karena ada ALIF, maka huruf aslinya hanya 3, yaitu HA RO dan MIM. Jadilah dia: حرم.

Nah yang jadi soal gimana mbacanya? Dia bisa kita baca harama, haruma, harima. Ada 3 kemungkinan. Lho… kan bisa juga kita baca hurima, hurimi, dsb? Ya Anda benar. Akan tetapi yang umum jadi entri pertama di kamus adalah AWAL dan AKHIR fathah. Dengan demikian tengahnya bisa fathah, kasroh, atau dhommah. So hanya 3 kemungkinan.

Okeh… sekarang kita lihat lagi. Kata حرم , jika mendapat alif sebelum huruf terakhir, maka biasanya kata itu menunjukkan sifat, dan cara bacanya tertentu. Jadi kata حرام , walau tidak ada harokatnya, dibaca haraam. Yaitu sesuatu yg sifatnya haram.

Sama halnya dengan رحمان walau tidak ada harokatnya kita baca rahmaan. Tidak bisa dibaca ruhmaan, atau rihmaan.

Sekarang balik lagi ke kata حرم. Bagaimana cara membacanya, diantara 3 kemungkinan? Hanya ada 1 cara, yaitu lihat kamus… (hik.. only that??? lah iya laaa…)

Di kamus ditulis:
حرم يحرم حرما – haruma yahrumu hurman : haram, terlarang.

Berarti kita bacanya haruma (kata kerja).

Simple kan? Insya Allah ya…

Oke, dari KKL haruma itu, banyak kata yang terbentuk setelahnya, seperti:

حرّم – harrama : mengharamkan (KKT-2)
أحرم – ahrama : berihram (KKT-1)

TAHRIIM dan MUHRIM

Kata ahrama – berihram. Orang yang melakukan ihram disebut محرم – muhrim (isim fa’il). Sama halnya dengan أسلم – aslama : berIslam, maka orang yang Islam disebut مسلم – muslim.

Jadi kalau begitu kata MUHRIM lebih tepat diartikan orang yang berihram (sedang melaksanakan ibadah haji).

Sedangkan kata محرم – mahram, adalah orang yang haram dinikahi.

Dalam AQ sesuatu yang dilarang disebut dengan mahruum محروم .

Kata tahrim artinya pengharaman. Kata ini adalah kata masdhar dari harrama. Tashrifnya adalah: harrama yuharrimu tahriim.

Muharram

Muharram محرم adalah nama bulan. Secara letterleijk, muharram adalah isim maf’ul (objek) dari kata harrama. Jadi kalau harrama mengharamkan, muharrim adalah sesuatu yang mengharamkan, sedangkan muharram artinya sesuatu yang diharamkan. Dari kacamata sejarah bulan muharram adalah bulan dimana berperang dibulan tsb diharamkan.

Kembali lagi ke konteks muhrim dan mahram. Kalau yang dimaksud orang yang tidak boleh dinikahi maka disebut mahram, bukan muhrim. Karena muhrim adalah orang yang berihram. Di Indonesia dan Malaysia (kalo tidak salah), sering dijumpai perkataan muhrim, tapi maksudnya mahram.

Allahu a’lam.

Sumber : http://arabquran.blogspot.com


Arsip

Statistik Blog

  • 616,336 hits