Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘guru sekolah’ Category

Bismillah..

Waktu kecil, Thomas Alva Edison dikeluarkan dari sekolahnya karena dianggap keterlaluan bodoh dan terlalu banyak bertanya. Namun, ia merasa tidak perlu percaya pada anggapan itu. Ia mulai belajar pada ibunya yang pernah menjadi guru. Karena suka mencoba-coba, Edison kecil lalu membangun “laboratorium”nya sendiri. Alat-alatnya dibeli dari hasil jualan koran dan makanan kecil di kereta api yang kemudian menempa bakat bisnisnya.Tidak seperti ilmuwan lain yang kebanyakan hidup sederhana, selain berpikir tentang penelitian dan penemuan yang hebat, Edison juga berpikir bisnis. Ia bisa mengembangkan kemampuan teknisnya sekaligus tahu apa yang bisa dijual untuk dapat untung besar.

Edison sejak kecil memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa besar. Ia sering penasaran dengan alat-alat baru dan unik, seperti telegraf. Pada usia 29 tahun, ia sudah menjadi penemu yang kaya dan terkenal. Penemuan yang membuatnya ternama adalah phonograph (alat perekam dan pemutar suara) dan bola lampu listrik. Sepanjang hidupnya, ia telah memiliki lebih dari 1000 hak paten atas penemuan-penemuannya.

Einstein, sejak kecil merupakan anak yang pemalu dan suka menyendiri. Ia lahir di Ulm, tempatnya berbukit, tenang dan sejuk. Tempat favoritnya adalah di atas bukit yang ada di desanya. Einstein ternyata pernah membenci sekolah karena murid2 saat itu tidak boleh bertanya apalagi menentang ajaran gurunya. Einstein cenderung pemalu tapi dia tidak pernah takut untuk bertanya sehingga guru2nya tidak suka padanya. Akhirnya, Einstein nekat memutuskan untuk berhenti sekolah pada usia 15 tahun karena gurunya galak dan melarangnya banyak bertanya.

Einstein pernah gagal menjadi guru dan malah terpaksa bekerja di kantor pencatatan hak paten. Akan tetapi, justru di tempat itu ia malah jadi bisa berpikir lebih banyak dan lebih bebas. Pada tahun 1905, ia berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Zurich pada usia 26 tahun. Kariernya pun mulai meningkat dan ia banyak menghasilkan ide2 original dan kontroversial.

Seorang guru hendaknya menjadi pribadi yang menyenangkan. Ia tidak memupus rasa ingin tahu anak dengan melarang mereka bertanya, tapi justru mengarahkan dan menginspirasi bagaimana agar murid2 aktif bertanya dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jangan sampai terjadi pengalaman, seperti Edison dan Einstein yang harus keluar dari sekolahnya karena bermasalah dengan sekolahnya. Orang-orang berilmu, para intelektual, dan juga guru harus dihargai dengan tinggi agar mereka bisa lebih bahagia dalam mengembangkan dan memberikan ilmunya, seperti halnya pada masa peradaban Islam dulu.

= = = =

Ditata ulang dan diramu dari berbagai halaman buku “Imperium III“. Buku yang sangat inspiratif.. πŸ™‚

Bismillah..

Beberapa hari yang lalu, sekolah dikunjungi oleh penilik sekolah dari Dinas Pendidikan Kab.Sukoharjo. Beliau akan mengadakan supervisi terhadap pelajaran |Matematika dan IPA tingkat SMP. Ana sebagai salah satu guru IPA, khususnya pelajaran Fisika.. diminta kepala sekolah untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Tugas yang dilakukan guru sebelum mengajar adalah membuat perencanaan yang matang, baik penguasaan materi, perangkat pengajaran, alat peraga, dan media pengajaran. Penguasaan materi dengan membaca buku diktat dari berbagai penerbit, melihat berbagai macam soal dari bank soal, dan membaca2 literatur2 terbaru di internet untuk mengetahui perkembangan mutakhir dari bab yang dibahas. Semua itu digunakan sebagai alat pemantik rasa ingin tahu murid agar mereka aktif bertanya dan antusias mengikuti pelajaran.

Saat itu ana akan mengajarkan Bab Suhu di Kelas 7A. Sebelum mengajar, ana menyerahkan perangkat pengajaran kepada kepala sekolah untuk diberikan pada penilik sekolah agar dinilai. Perangkat pengajaran terdiri dari Prota (Program Tahunan), Promes (Program Semester), dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Salah satu perbedaan RPP sekolah ini adalah adanya pencantuman dalil dari ayat al-qur’an atau hadits sebagai integrasi IMTAQ dalam pelajaran. Kalau dalam RPP tersebut tercantum surat AL-Kahfi yang menceritakan raja Dzulkarnain dalam membuat tembok dari besi panas dan cairan logam untuk mengamankan suatu kaum dari gangguan Ya’juj dan Ma’juj. Besi yang dipanaskan akan membara dan berubah warnanya. Nah, perubahan warna ini adalah salah satu sifat termometrik zat yang nantinya diterangkan saat pelajaran.

Alat peraga yang kusiapkan antara lain: tiga buah gelas ukur dan satu buah termometer laboratorium. Gelas2 tersebut berisi tiga macam jenis air, yaitu air dingin, air biasa, dan air panas/hangat. Sedangkan termometer yang ana gunakan untuk praktek adalah termometer alkohol. Ana meminta salah satu murid untuk membawa alat peraga itu dari ruang guru ke dalam kelas, sedangkan ana sendiri membawa buku diktat, jurnal mengajar, hand out, laptop dan kotak pensil berisi spidol white board.

Ana masuk kelas dengan mengucapkan salam. Murid2 agak heran, ko kepala sekolah masuk ke dalam kelas dan ada satu orang lagi yang belum mereka kenal juga masuk.. πŸ™‚ Entah apa yang terjadi, ternyata mereka tidak bertanya padaku, mungkin sudah diberi sedikit penjelasan oleh kepala sekolah atau guru lain sebelum ana masuk.

Setelah menyalakan LCD proyektor dan membuka file presentasi, ana membagikan hand-out kepada murid2. Sebelum ana masuk ke materi, ana bertanya kepada mereka tentang benda2 yang panas dan dingin dengan menunjukkan gambar kopi dan minuman es. Kemudian ana perlihatkan peristiwa2 alam dalam kondisi panas dan kondisi dingin, yaitu peristiwa gunung meletus dan adanya tumpukan salju di negara barat. Setelah memasuki alam pikiran mereka, lalu mereka ana bawa untuk mempelajari konsep suhu, sifat termometrik zat, bagian2 termometer dan jenis2 termometer.

“Zat pengisi termometer haruslah zat yang memiliki sifat termometrik, misalnya raksa dan alkohol.”, terangku pada murid2. Lalu ana menunjukkan gambar alkohol dan raksa. Alkohol sebenarnya tidak berwarna, agar dapat dilihat oleh mata maka termometer diberi zat pewarna merah. Ana juga menerangkan ke murid2 kalau raksa itu sifatnya tidak membasahi dinding kaca.

Lalu ada murid yang bertanya, “Ustadzah, kalau raksa itu mengenai kain, apakah nanti kainnya basah atau tidak?”

“Tidak basah. Hal ini berkaitan dengan adanya kohesi dan adhesi yang nanti juga akan kalian pelajari”, jawabku.

= = = =

Alhamdulillah, pelajaran berlangsung dengan lancar disertai beberapa pertanyaan kritis dari murid2. Yang paling membuat mereka tertarik mungkin adalah pada bagian perkembangan termometer. Ana menunjukkan pada mereka bahwa ada suatu termometer yang seperti pita, hanya ditempelkan di dahi anak kecil, yaitu termometer kristal cair. Lalu ada termometer yang memanfaatkan cahaya, yaitu pirometer optik dan pirometer radiasi total untuk mengukur suhu benda2 yang mengeluarkan cahaya. Selain itu ada gambar adik kecil yang sedang pakai dot.. ternyata dotnya itu adalah termometer.. πŸ™‚ Dan yang paling akhir, ternyata sudah ada handpone yang berfungsi sebagai termometer.

Ketika slide hampir berakhir, ana membagikan kertas buram sebagai lembar pengerjaan kuis/post test. Lalu ana melanjutkan diskusi selanjutnya tentang jenis2 skala termometer yang namanya diambil dari para ilmuwan fisika.

“Ternyata Celsius itu adalah seorang nama ilmuwan fisika, begitu pula Reamur, Kelvin, dan Fahrenheit. Jika kalian jadi ilmuwan fisika, bisa jadi nama kalian menjadi nama besaran, nama satuan, nama rumus atau nama bilangan dalam ilmu fisika. Barangkali di masa depan nanti akan ada yang namanya “bilangan Citra”. “, terangku pada murid2.Β Lalu murid2 pun pada tertawa sambil melihat temannya yang bernama Satria Citra.. πŸ™‚

Ketika sudah sampai pada slide “Rangkuman”, murid2 jadi lebih serius, karena sebentar lagi mereka harus mengerjakan post test. Soal post test yang ana buat ada lima buah, semuanya pilihan ganda. Setelah ana koreksi, alhamdulillah hasilnya memuaskan. Semuanya mendapatkan nilai 100 kecuali 3 orang anak saja..

= = = = =

Rabbi zidnii ‘ilmaa warzuqnii fahmaa… Aamiin..

Bismillah..

Alhamdulillah, hari ini di ruang perpustakaan sekolah telah diadakan pembinaan olimpiade fisika. Sebagai guru yang ditunjuk, maka ana menjadi pembina mereka, baik murid SMP maupun SMA. Murid2 SMP mendapatkan pembinaan pada pagi hari, sedangkan murid2 SMA pada siang hari. Mereka adalah murid2 yang terpilih dan sudah lolos seleksi tim olimpiade fisika tingkat sekolah.

Ana suka sekali mengajar mereka karena mereka adalah anak2 yang cerdas dan mudah paham dengan apa yang ana terangkan. Bahkan, mereka sudah mengetahui hasil / jawabannya sebelum ana selesai menuliskannya di papan tulis. Mereka tahu jawabannya hanya dengan melihat soalnya dan sedikit clue/petunjuk cara pemecahannya.

Selain materi, salah satu yang paling penting untuk dibangkitkan dari jiwa mereka adalah MOTIVASI belajar dan berjuang untuk menjadi seorang pemenang. Untuk itu, ada beberapa kata2 yang ana sampaikan ke murid2 tentang belajar Fisika ini.

“Fisika sangat dipengaruhi oleh kemampuan Matematika. Oleh karena itu, untuk menjaga nilai Fisika kalian, jagalah nilai Matematika kalian, jangan sampai turun.”

“Saya harapkan tidak ada dari kalian yang ikut remidi meskipun hanya satu pelajaran.. sehingga kita bisa selalu bertemu pada jadwal jam remidi ini.”

“Materi yang akan kita pelajari adalah seluruh pelajaran Fisika dari kelas satu hingga kelas tiga. Untuk itu, orang yang masuk tim ini harus siap mengorbankan waktunya untuk tidak banyak bermain-main atau menonton TV seperti sebelumnya.. Kenapa? Karena waktunya digunakan untuk belajar.”

“Belajar tidak harus lama, tapi berkualitas. Jika kalian sudah menjadikan belajar sebagai hobi, maka nanti kalian sendiri yang akan lebih memilih belajar daripada kegiatan lainnya (yang kurang penting).”

“Jangan puas hanya dengan mendapat nilai tertinggi di kelas! Jangan puas hanya dengan menjadi jago kandang!”

Bismillah..

Suatu hari setelah mengajar anak2 kelas 9 Bab Listrik Dinamis, ada murid SMA yang menyapa..

“Ternyata Ustadzah niken itu guru Fisika, ya?”, kata murid itu dengan keheranan.

“Iya, ada apa?”, tanyaku penuh tanda tanya, kenapa dia bertanya dengan nada seperti itu.

“Tapi ko tampangnya seperti tampang guru agama.. saya kira dulu guru Bahasa Arab atau guru Tafsir, gitu.”, jawabnya menjelaskan.

“Oh, iya. Saya dulu ingin sekali masuk jurusan Bahasa Arab, tapi akhirnya masuk Fisika.”, jawabku sambil mengenang masa lalu.

“Trus kenapa tidak masuk ke Bahsa Arab?”, tanyanya ingin tahu.

“Iya, sekolah itu ada di Jakarta dan saya tidak diperbolehkan sekolah di luar kota. Tapi , itu kebaikan untuk saya.”, jawabku.

“Kenapa tidak boleh?”, tanyanya lanjut.

“Karena saya perempuan. Orang tua saya bermaksud melindungi atau menjaga saya, mungkin.”, jawabku menjelaskan.

= = = = =

Beberapa waktu sebelumnya pun ada yang bertanya tentang hal ini..

“Ternyata ustadzah Niken itu guru fisika, ya?”, tanya seorang siswi SMA. Dia salah satu murid yang mendapat bimbingan Olimpiade Fisika di sekolah. Saat itu dia bersama dengan beberapa teman karibnya.

Lalu aku pun menjawab, “Iya, benar. Ada apa?”.

“Saya kira dulu guru Tahsin.”, jawab murid itu. Memang dulu saya pernah masuk ke kelasnya mengajar pelajaran tahsin, mengganti guru tahsin yang tidak masuk. Itu adalah pertamakali saya masuk ke kelasnya. Tiap murid saya suruh membaca al-qur’an beberapa ayat, lalu kuberitahukan cara membaca yang benar sesuai tajwid dan makhraj hurufnya.

= = = = =

Suatu malam ketika aku bersama adik-adikku di ruang tamu..

“Kak, cita-cita kakak pingin jadi apa?, tanya adikku.

“Cita-cita kakak pingin jadi wanita sholihah.”, jawabku singkat.

“Mesti itu, bukan yang itu, Kak..,”, jawabnya agak merengek.. ia ingin jawaban yang lain.

“Maksudnya cita-cita pekerjaan?”, tanyaku meneliti lebih jauh maksud adikku.

“Iya..”, adikku mengiyakan.

Lalu aku pun menjawab. “Oh, kalau itu.. kakak pingin jadi guru.. tapi guru agama..”, jawabku.

“Kenapa pingin jadi guru agama?”, tanyanya dengan nada penuh tanda tanya.

“Karena lewat guru agama itulah hati para murid2nya menjadi hidup.. dan guru2 agama kakak telah memberi banyak nasihat.. dan kakak merasakan kesejukan kalau belajar agama.. makanya kakak pingin jadi guru agama.”, jawabku menjelaskan.

Lalu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman, aku pun menambahkan penjelasanku, “Tapi kakak juga suka pelajaran lain. Guru2 kakak yang lain juga sering memberi nasihat2 yang berharga meskipun bukan guru agama.”

Bismillah..

Ada kesan menarik ketika awal mula ana mengajar di sekolah IC. Apakah itu? Yaitu ana bisa melihat cerahnya langit dari kaca yang ada di bumi. Kaca itu berukuran sangat besar dan ada di sepanjang jalan yang kulewati ketika pergi ke sekolah; berbentuk kotak-kotak, atau tak beraturan. Bahkan dari kaca itu, ana bisa melihat warna langit, meskipun agak buram sedikit dan tidak secerah yang sebenarnya. Kaca alami itu adalah air yang menggenang di sawah2.. πŸ™‚

Biasanya ana diboncengkan oleh sahabat ana dari asrama hingga sekolah melewati jalan desa. Kami melewati sawah2, kebun2, dan suatu daerah yang mirip hutan pinus.. Hmm.. indah sekali.. πŸ™‚ Awal masuk sekolah, ana melihat para petani menanam padi. Dan waktu2 ini, ana melihat kaca-kaca raksasa itu lagi ketika berangkat menuju sekolah. Artinya, para petani di daerah Sukoharjo panen padi setahun dua kali. Ada juga yang tiga kali, karena beberapa bulan sebelumnya sudah ada yang panen dan sudah membuat bibit2 padi lebih dahulu.

Sekolah ana adalah sekolah mewah. Why? karena letaknya ‘MEpet saWAH’.. πŸ™‚ Ruang guru yang ana tempati ada di lantai dua. Dari tempat itu, ana bisa melihat para petani giat bekerja dari waktu ke waktu. Mulai dari membuat bibit, menanam, hingga saat panen. Di lantai dua itu, ana juga bisa merasakan semilirnya angin pedesaan dan juga hangatnya mantari jika ana kedinginan karena nyala AC dalam ruangan.

Selain melihat kaca2 di bumi, ana juga bisa melihat salah satu sifat cahaya di langit, yaitu diteruskan menurut garis lurus. Ana melihat cahaya matahari bisa menembus celah2 awan, sinarnya membentuk garis2 lurus yang indah bagaikan kipas yang bercahaya.. πŸ™‚

Bismillah.

Alhamdulillah, tanggal 17, 18, dan 19 Agustus 2011 kemarin (hari Rabu, Kamis, Jum’at) sekolah IC mengadakan pesantren kilat untuk para murid SMP dan SMA. Anak-anak tinggal di sekolah selama 3 hari 2 malam. Mereka dibekali ilmu2 agama dan materi2 yang menggugah hati dan membakar semangat mereka sebagai seorang pelajar dan pemuda.

Materi2 yang diberikan pada para murid antara lain:

1. Ideologi Islam

Di sini mereka diajari tentang makna cita2 yang hakiki dan apa tujuan hidup yang sesungguhnya.

2. Meng-up grade Diri dengan Sholat

Pada acara ini murid2 diajari bagaimana gerakan sholat yang benar sesuai sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.. sejak takbiratul ihram hingga salam secara teori dan praktek. Misalnya:

-posisi telapak tangan ketika takbir, menghadap ke kiblat, boleh setinggi telinga, pundak, atau dada

-bagaimana merapatkan shaf: bagian sisi telapak kaki, mata kaki, betis, pundak.. saling menempel. Ujung2 jari kaki menghadap kiblat.

-bagaimana ruku’ dan i’tidal yang benar

-bagaimana duduk tahiyat awal dan akhir yang benar, posisi jari telunjuk ada 3 macam

-salam dan bacaannya

3. Adab Makan, Makan dan Minum Berpahala

Materi ini berisi berbagai adab makan sesuai sunnah dan bagaimana caranya agar mendapatkan pahal dari aktivitas makan dan minum.

4. Indahnya Berbhakti pada Orang Tua..

Banyak murid menangis ketika mengikuti kegiatan ini. Mereka diingatkan tentang jasa2 orang tua mereka dan contoh2 tentang anak2 yang durhaka dan anak2 yang berbhakti. Setelah mengikuti materi ini, ternyata bisa dirasakan bahwa berbhkati pada ortu itu benar2 indah.. πŸ™‚

5. Nikmat Allah yang sangat besar

Murid2 diingatkan akan segala nikmat yang mereka miliki dan diperlihatkan anak2 di tempat lain yang jauh lebih menderita karena kekurangan makanan. Selain itu, merka juga diperlihatkan bagaimana kondisi pemuda di tempat lain yang gigih mempertahankan agamanya.

6.Wanita dan Haid (putri), Ihtilam dan Istimna’ (putra)

Pemateri acara ini adalah seorang dokter untuk mengupas masalah dari segi medis. Beliau juga ditemani seorang ustadzah yang membahas dari segi agama dan dalil2nya.

7. Pemuda Generasi Masa Depan

Materi ini benar2 sangat menggugah. Murid2 hampir tidak ada yang ngantuk karena slide presentasinya benar2 seru. Semangat mereka dinyalakan. Di akhir acara, ada renungan yang membuat banyak murid menangis menyadari apa yang telah lalu.

8. Lomba Membuat Kartu Lebaran

Murid2 benar2 kreatif. Bagus2 kartu lebaran yang mereka buat. Bahan utamanya kertas karton atau kertas asturo. Bahan penghiasnya kain wol, kancing baju, pastel warna, spidol, cat air, manik2, payet, dan bunga2 dari pita.

Selain materi, ada juga acara baksos ke lokasi PPAP Seroja, yaitu lembaga yang salah satu kegiatannya adalah menangani anak2 jalanan di kota Solo. Di sana kami bertemu dengan para pengasuh dan pengajar, serta anak2 yang semangat belajar namun tidak mampu sekolah. Di antara mereka ada juga yang mendapat beasiswa agar bisa bersekolah di sekolah dasar atau sekolah menengah.

Murid2 dibangunkan pada pukul 02.15 lalu mereka bersiap-siap untuk sholat tarawih berjama’ah. Entah kenapa yang ditunjuk menjadi imam sholat adalah murid SMA. Barangkali untuk latihan mereka juga. Tapi kalau shalat wajib, yang menjadi imam adalah ustadz yang biasanya.

Acara terakhir kegiatan ini adalah buka bersama dengan para wali murid. Kami berbuka puasa di lapangan rumput hijau di tengah sekolah. Lapangan itu dibagi dua, dipisahkan oleh kain hijab berwarna hijau sebagai pemisah tempat makan putra dan putri. Di sana sudah ada beberapa meja bundar berlapis kain putih yang dikelilingi oleh kursi2 merah. mirip seperti meja di restoran.. :).

Bismillah..

Hari Kamis yang lalu, 4 Agustus 2011, sekolah ana menjadi salah satu penyelenggara Olimpiade Matematika tingkat Internasional untuk anak2 SD dan SMP. Olimpiade ini dilaksanakan serentak di seluruh dunia dalam waktu yang bersamaan. Alhamdulillah, ada 212 peserta dari berbagai sekolah se-Solo Raya dan sekitarnya. Ana menjadi salah satu pengawas di salah satu ruang ujian, yaitu di ruang 2.

Registrasi dimulai pukul 13.00 dan peserta memasuki ruang ujian pukul 14.15. Pukul 14.45 pengawas masuk membagikan lembar jawab. Para peserta dibimbing bagaimana menuliskan identitas di lembar jawab komputer miliknya masing2. Setelah itu dibagikan soal olimpiade yang terdiri dari dua macam: soal asli dalam bahasa Inggris dan soal terjemahan oleh KPM (Klinik Pendidikan MIPA).

Waktu pengerjaan satu jam dari pukul 15.10 hingga pukul 14.10. Setelah terdengar bel yang kedua, mereka diperbolehkan mengerjakan soal2 lomba. Sebagai pengawas, ana masih punya tugas membagikan presensi untuk ditandatangani oleh para peserta.

Ada satu hal yang mengganjal hatiku, yaitu waktu pengerjaannya berbarengan dengan waktu ashar. Namun, sebagai pengawas ana harus menjalankan kewajiban. Ana berharap setelah satu jam ana bisa segera sholat ashar. Alhamdulillah, baru saja ana duduk dari berkeliling mengedarkan presensi, tiba2 ada seseorang yang mengetuk pintu. Setelah kubuka, ternyata beliau menawariku untuk shalat ashar dan beliau yang akan menggantikan tugasku sementara untuk mengawasi anak2. Tentu tawaran ini kusambut baik dan senang hati. Ana bisa shalat ashar lebih cepat setengah jam dari awal perkiraan.

Setelah selesai, anak2 tidak boleh keluar dulu. Ana harus mengecek jumlah lembar jawab yang dikumpulkan dan mengambil semua soal. Soal itu akan diberikan satu pekan setelah lomba, untuk meminimalkan kebocoran soal di negara lain. Ketat banget ya.. Bahkan jam pengerjaan pun tidak bisa diundur atau diajukan karena alasan ini pula..

Anak2 yang selesai mengerjakan pada berkomentar, “Ust, tadi sulit banget, banyak soal yang belum dikerjakan.” Ana hanya mengangguk dan tersenyum karena harus segera ke kantor untuk membawa berkas2 olimpiade yang sudah dimasukkan dalam map. Memang soal olimpiade itu soalnya lebih sulit dari soal2 yang biasa diajarkan di sekolah. Untuk bisa menang, harus banyak latihan dan sering mengasah otak. Latihannya pun harus mengarah ke soal2 olimpiade, sehingga perkiraan soal yang akan muncul tidak meleset jauh.

Di sekolah, alhamdulillah ana menemukan anak kelas satu SMP yang sangat berbakat dalam bidang matematika. Dia sangat cepat menyeleaikan soal, bahkan tidak perlu menggunakan oret2an untuk menghitungnya. Saat itu ana mengajarkan tentang konversi satuan di pelajaran fisika. Anak itu namanya Farrel, dan wajahnya sangat mirip dengan adik ana yang bernama Umar Said (kelas 4 SD). Umar Said juga pintar Matematika. Alhamdulillah…

 

 

 


Arsip

Statistik Blog

  • 574,775 hits