Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘guru sekolah’ Category

Bismillah..

Ahad pagi, ana mencuci baju sambil muraja’ah. Biasanya pagi hanya untuk menghafal /muraja’ah saja di kamar lalu siangnya cuci2 dan bersih2. Hanya saja Ahad ini ana ingin pulang ke rumah lebih cepat. Ya sudah, berarti bersih2 dan muraja’ahnya dilakukan bersamaan.

Pagi ketika keadaan di luar masih gelap dan dingin, ana mulai ke tempat cucian yang juga ada di luar bangunan. Udara dingin menerpaku tapi ku tak peduli. Ah, biar saja.. nanti sebentar lagi juga hangat dengan munculnya sang surya. Khawatir kehilangan waktu berkah pada pagi hari, maka ana pun mulai mengulang hafalanku, mulai dari Surat Al-Mukminun, lalu Surat An-Nuur, kemudian Surat Al-Furqan. Alhamdulillah cucianku selesai ketika sampai pada Surat Asy-Syu’ara. Untuk kumpulan surat ini ana suka sekali menggunakan nada Syaikh Abu Bakar Asy-Syathiri.

Siangnya ana pulang ke rumah naik sepeda. Lalu sorenya balik lagi ke kos untuk mempersiapkan pelajaran besok pagi. Tiba2 saja ana merasakan suara agak serak di tenggorokan. Dengan makin dinginnya malam, ana tidak bisa lagi berbicara, hanya berbisik-bisik saja. Bagaimana ini?? Padahal besok harus ngajar. Ya sudah, akhirnya ana tetap masuk sekolah saja.

= = = =

Ana berjalan ke kelas sambil menunjuk ke arah lab komputer. Anak2 yang berada di luar kelas berteriak, “Ke lab komputer, ustadzah?”. Ana mengangguk, mengiyakan. Mereka pun bersorak gembira masuk ke kelas untuk mengambil buku lalu keluar lagi untuk menuju lab komputer. Setelah masuk, ana memberi kode pada salah seorang anak untuk membuka pintu belakang.

Ana pun menulis di papan tulis, yaitu tugas membuat makalah fisika pada anak2 tentang Hukum Newton. Kutuliskan format makalah dan contoh covernya. Lalu kutuliskan pula ketentuan2 makalah tersebut, dikerjakan berkelompok dan dikumpulkan hari itu juga.

Anak2 masih tidak merasa aneh dengan sikap ana yang sejak tadi tidak berkata sepatah kata pun! Lalu, ana pun menulis di papan tulis sisi kiri, “Bismillah.. Maaf, saya sedang sakit tenggorokan, tidak bisa berbicara keras, bisanya hanya berbisik. Terima kasih atas pengertiannya. Selamat mengerjakan!”

“Ooo..,” terdengar suara memenuhi ruangan dari anak2. Ana hanya senyum2 saja melihat mereka baru tahu apa yang sebenarnya terjadi. Lalu salah satu anak perempuan berkata, “Ustadzah, ayo bicara! Saya pingin denger suaranya ustadzah gimana?!”. Namun, ana hanya menoleh padanya dan menjawabnya dengan senyum dan gelengan kepala.. 🙂 lalu terus berjalan menyusuri celah2 barisan meja komputer sambil mengawasi pekerjaan mereka. Jika ada pertanyaan dari anak2, maka ana akan maju ke whiteboard untuk menuliskan jawabannya. Begitu seterusnya, hingga jam pelajaran berakhir.

= = = = =

“Tidak bisa berbicara kecuali dengan bahasa isyarat” pun dibicarakan dalam al-Qur’an. Hal ini pernah dialami oleh Nabi Zakariya ‘alaihis salam sebagai tanda bahwa beliau akan dikaruniai seorang anak yang sholih, yaitu ayat: Qoola Rabbij’alliy aayah.. Qoola aayatuka an-laa tukallimannaasa tsalaatsata ayyaamin illaa romzaa.. -Nabi Zakariya ‘alaihissalam berkata: Wahai Rabb, berilah aku tanda.. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjawab: Tanda (untuk)mu adalah kamu tidak bisa berbicara pada manusia selama tiga hari.. kecuali dengan isyarat.. – Setelah itu, Nabi Zakariya ‘alaihissalam diperintahkan untuk bertasbih/berdzikir pada Allah siang dan malam.

Wallahu a’lam

Bismillah..

Kemarin para guru di sekolah mengadakan acara pelatihan calon guru olimpiade matematika se-Eks Karesidena Surakarta. Pembicaranya adalah Ir. R. Ridwan Hasan Saputra, M. Si. Beliau adalah trainer olimpiade matematika tingkat internasional dan pendiri Klinik Pendidikan MIPA di Bogor. Prestasi beliau sangat banyak, sampai kita sendiri lelah kalau membacanya.. 🙂 Selain itu, prestasi dari anak-anak didiknya juga luar biasa! Kecil-kecil cabe rawit.. anak-anak usia SD dan SMP bisa mendapatkan prestasi tingkat internasional dalam bidang matematika. (anakku nanti gimana ya? semoga juga pintar dan berprestasi, berakhlak mulia, berbhakti pada ortu, hafidz qur’an sejak kecil.. Amin.. 3x)

Acara ini dihadiri oleh 169 peserta (yang resmi mendaftar pada hari-hari sebelumnya). Ruang aula di lantai 2 sampai penuh! Komposisi peserta sebagian besar adalah para guru matematika, ada juga guru MIPA, atau bahkan orang tua murid. Peserta putra duduk di bagian depan, peserta putri duduk di bagian belakang. Ada dua layar dan proyektor, satu diletakkan di depan, yang lain diletakkan di depan peserta putri menyerong agar peserta putra dan putri dapat melihat dengan jelas.

Acara ini menarik perhatianku. Aku ingin mengikutinya dari awal hingga akhir dari pukul 08.00 s.d 16.30. Hanya saja ana hanya ikut (menjadi panitia) di bagian pertengahan s.d akhir acara. Why? karena di awal acara ada acara lain yang harus ana ikuti di lantai 1, yaitu Pelatihan untuk Trainer Pusdiklat AL-Abror dengan tema utama “Penguasaan Kelas Besar”. Ana tertarik dengan tema ini karena berkaitan dengan teknik atau mengajar di kelas. Dalam satu hari dapat dua jenis ilmu. Amin. Semoga bisa mengamalkan. Amin..

Di akhir acara, ada post test untuk guru2. Dari seluruh peserta yang hadir, hanya diambil 40-60 peserta untuk mengikuti pelatihan selanjutnya yang akan dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 20, 21, dan 22 Mei 2011 di SMP-SMA Insan Cendekia AL-Mujtaba (ternyata yang lolos ada 49 peserta.. 🙂 ). Coba ana ikut, lolos nggak ya? (obsesi: harus lolos dong!). Ana tidak ikut karena jadi panitia yang membagikan soal-soal test. Soalnya ada 10 soal isian dan 2 soal esay, waktunya 30 menit. Contoh-contoh soal olimpiade matematika dapat dilihat di sini.

Sebelum pulang, peserta (guru2) ditawari untuk mengikuti olimpiade matematika tingkat internasional di Australia. Berikut infonya:

= = =

Australian MAthematics Competition (AMC) akan dilaksanakan Serentak di Seluruh Dunia pada :

Hari/Tanggal : KAmis, 4 Agustus 2011

Waktu : Pukul 14.00 – 16.30

Tempat : SMP -SMA Insan Cendekia Al-Mujtaba Solo

Untuk wilayah Indonesia dilaksanakan juga di kota Bogor, Jakarta, Bekasi, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

– – –

Waktu, Tempat & Biaya Pendaftaran

Waktu : 17-31 Mei 2011

Tempat : SMP -SMA Insan Cendekia Al-Mujtaba Solo

Biaya : Rp. 175. 000,- / siswa

= = =

Siapa mau ikut?

Pada hari Rabu dan Kamis kemarin, para guru dan anak2 mengadakan outing class ke beberapa tempat di Surakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menimba ilmu di luar kelas, mengasah kemampuan berbahasa, melatih bersosialisasi dengan masyarakat, mengetahui tempat2 bersejarah di kota solo, sekaligus refreshing sebelum menghadapi ujian Try Out pekan berikutnya. Pada acara ini anak2 dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok mendapatkan tugas dari beberapa bidang pelajaran seperti: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sejarah, Al-Qur’an dan Al-Hadits, dan Sosiologi. Tugas ini dijilid menjadi satu dan dikumpulkan 2 pekan berikutnya.

(Lho, ko pelajaran Fisikanya nggak diikutin jadi tugas sih? Soalnya kebanyakan tempat yang dikunjungi adalah tempat2 bersejarah. Mau ngasih tugas tapi mereka dah dapat tugas bikin 5 tugas/makalah, ya sudah.. kasihan.. semoga suatu saat nanti tempat tujuan outing classnya di tempat yang banyak menyajikan iptek dan sains).

KUNJUNGAN KE PANTI JOMPO

Hari pertama kami berkunjung ke Panti Jompo Aisyiyah. Mengapa tempat ini dipilih? Untuk menumbuhkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua, untuk mengingatkan bahwa mereka nanti juga akan menjadi tua, untuk mengingatkan pada anak2 agar mereka lebih berbhakti pada orang tua mereka.

Panti Jompo ini khusus mengurus lansia perempuan. Kalau ana perhatikan tabel yang tertulis di papan, seingat ana usia termuda adalah 59 tahun, usia paling senja adalah 97 tahun. Pengurus panti jompo mengatakan kalau ada orang yang mengunjungi maka para simbah merasa senang dan hatinya terhibur.

Setelah pembukaan, sambutan dan perkenalan.. anak2 mengajukan pertanyaan2 kepada pengurus panti jompo. Ternyata mereka kritis juga. Dari dialog interaktif tersebut, anak2 bisa mengetahui bagaimana prosedur seseorang bisa tinggal di panti jompo, bagaimana panti jompo memperoleh dana, bagaimana kesabaran para perawat ketika melayani dan merawat para lansia, kegiatan apa saja yang dilakukan mereka, kapan saja dijenguk anak2 atau cucu2nya.

Setelah itu, mereka diizinkan untuk menemui dan berdialog langsung dengan para lansia. Di sinilah mereka bisa menggali informasi untuk dijadikan bahan tugas. Kasihan.. kebanyakan mereka sudah tidak punya keluarga (sebatang kara). Ada juga yang ditaruh anaknya di situ, dan ia merasa dibuang oleh anaknya. Tapi ada juga yang sengaja masuk ke sana karena rumah anak2nya jauh, sedangkan ia di rumah sendirian, tidak ada yang menemani.. tapi setahun sekali anak2nya pulang untuk menjenguk orang tuanya.

Di tempat ini, perasaan halus / hati nurani anak2 disentuh. Apakah mereka juga akan memperlakukan orang tua atau kakek-neneknya seperti itu? Bukankah mereka nanti juga akan menjadi tua, bagaimana mendidik anaknya agar bisa berbhakti pada orang tuanya dan mau mengurusnya di hari tua?

KUNJUNGAN KE KRATON …

“Ustadzah, katanya kraton punya andil dalam penyebaran Islam di Indonesia? Yang mana?”, tanya salah seorang murid.

“Di sana, di bagian belakang sana nanti ada.”, jawab salah seorang guru.

Setelah menjelajah museum, akhirnya ditemukan juga, terjemahan al-qur’an dalam bahasa jawa dan peristiwa perang yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro.

* * *

“Lho, ini kan dosa!”, kata salah seorang murid yang polos. Ia mengucapkannya secara spontan setelah melihat sesaji yang diletakkan di bawah meriam yang dikeramatkan.

“Untuk beberapa benda yang dikeramatkan memang dikasih sesaji.. … Ini menurut keyakinan orang Jawa.”, jawab pemandu perjalanan di museum.

Sebenarnya kalau dilihat dari penjelasan dan cara berbicaranya, si pemandu sudah tahu kalau sesaji itu termasuk kemusyrikan dan ia tidak mempercayai khurafat2 di dalamnya.

KUNJUNGAN KE MUSEUM RADYAPUSTAKA

Ana kaget, ternyata Radyapustaka adalah museum paling tua di Indonesia lho. Isinya kebanyakan tentang jenis2 wayang dan artefak kuno. Tapi bukan itu yang menarik perhatianku, aku mencari ruang perpustakaan. Ketika sudah memasuki bagian perpustakaan museum, aku berkata. “Mbak, sudah lama saya ingin masuk ke perpustakaan ini!”, komentarku pada petugas perpus yang ramah, Mbak Ruly.

Sebenarnya ana belum tahu isi perpustakaan ini apa. Ternyata jenis buku yang paling berharga dan paling tua di sini adalah manuskrip kuno dalam bahasa jawa. Ada jenis buku jawa carik, yaitu buku yang ditulis dengan tangan secara langsung dengan huruf jawa. Buku ini ditulis beberapa ratus tahun yang lalu, jadi harus hati2 kalau membuka lembaran2nya. Setelah memperhatikan kodisi perpus dan membaca beberapa katalog, buku2nya kebanyakan bercerita tentang kerajaan2 yang pernah tumbuh di Jawa, perjanjian2 antar kerajaan, hasil karya seni pada masa itu, serta beberapa ensiklopedia dalam Bahasa Belanda.

Ana ditawari untuk membaca manuskrip kuno berbahasa Jawa. Ana dulu pernah sangat suka pelajaran bahasa jawa ketika SD, dapat nilai istimewa di ujian akhir. Alhamdulillah, dengan berbekal ingatan beberapa tahun yang lalu, akhirnya ada beberapa kata yang akhirnya bisa kubaca (kueja satu-satu).

* * *

“Dulu ketika kuliah saya pernah membuat target, harus mengunjungi seluruh perpustakaan umum di kota Solo. Dan perpustakaan terakhir yang belum saya kunjungi adalah perpustakaan ini.”

“Berarti tadi puas dong!”, kata sahabatku.

“Iya, paling lama saya berada di perpustakaan.”

Tapi setelah ana pikir2, ini bukan perpustakaan terakhir! Masih ada perpustakaan lain yang belum kukunjungi. Apalagi ada sekolah tinggi baru di kota Solo yang kalau ana lihat informasinya di internet, memiliki fasilitas perpustakaan yang cukup lengkap dan memadai, bikin orang betah di perpus.

Masih ada beberapa tempat yang kami kunjungi, seperti Kraton Mangkunegaran dan Taman Bale Kambang.. tp mungkin hanya ini dulu yang ana ceritakan.

= = = = =

..Faqshushil qashasha la’allahum yatafakkaruun.. (QS.Al-A’raf: 176)

(Tapi ayat di atas lebih ditekankan pada sejarah/kisah yang diceritakan dalam al-Qur’an. Wallahu a’lam)


Arsip

Statistik Blog

  • 821.185 hits