Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘guru tahfidz’ Category

Bismillah..

Sudah tiga tahun berlalu.. sejak aku selesai wisuda Al-Qur’an.. setelah menikah, aku minta izin untuk tetap bisa mengajar dengan niat menjaga dan menambah ilmu yang sudah dimiliki.. Awalnya mengajar anak-anak SMK pelajaran Fisika dan Kimia dari kelas 10 hingga kelas 12.. saat itu aku sedang hamil.. masih disibukkan dengan menghitung dan menganalisis, alhamdulillah itulah salah satu kesukaanku..

Namun, dalam hati aku berdoa pada Allah agar bisa mengajari anak-anak kecil untuk menghafal Al-Qur’an. Alhamdulillah doaku dikabulkan Allah.. setelah buah hati pertamaku berusia 3 bulan, aku mengajar anak-anak sekitar usia 6 tahun untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an.. Mereka semua belum bisa membaca Al-Qur’an, bahkan ada yang dari nol/jilid 1. Dengan berjalannya waktu, alhamdulillah dalam 4 bulan mereka semua sudah bisa membaca Al-Qur’an dan dalam 1 tahun sudah bisa menghafal 1,5 juz.

Setiap hari aku dan murid-muridku yang berjumlah 8 orang membaca Al-Qur’an di Sekolah Cahaya. Kami belajar di rumah joglo dengan cat dinding warna merah, sehingga kami sering menyebutnya Rumah Merah. Rumah itu di setiap sisinya diselimuti dengan tirai bambu sehingga ketika siang hari kami bisa melihat pemandangan di luar berupa tanah lapang yang hijau. Di depan rumah merah, ada bunga berwarna kuning yang indah.

Di Sekolah Cahaya yang luas itu ditanami berbagai macam tanaman buah-buahan. Orang-orang yang paham pertanian bisa mengetahui nama pohon itu hanya dengan melihat daunnya, meskipun pohonnya belum berbuah.

Tahun pertama aku diberi amanah untuk menjadi guru qur’an di sekolah ini. Indah, karena dekat dengan murid. Tahun kedua, jumlah murid menjadi semakin banyak berjumlah 80an sehingga diperlukan banyak guru, lalu aku diminta untuk menjadi Koordinator Al-Qur’an. Dan tahun ini adalah tahun ketiga, aku diamanahi untuk menjadi Waka Kurikulum di Sekolah Cahaya, dengan jumlah murid sekitar 120an anak..

= = = =

 

Iklan

Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin..

Pada pagi hari yang indah, tanggal 8 Februari 2014, saya mendapatkan kabar yang amat menggembirakan dari salah seorang ustadzah di Al-Izzah. Kabar ini juga saya dapatkan dari salah seorang ibu yang menelpon saya.. Dengan hati berbunga-bunga, ibu tersebut memberitahukan kabar yang amat baik mengenai putrinya ini.

Kabar apakah itu? Alhamdulillah.., salah seorang santriwati yang dulu saya bimbing di Al-Izzah hingga khatam 15 juz, insya Allah malam hari itu akan menyelesaikan hafalannya hingga 30 juz.. Allaahu Akbar!!

Shafa Shafira Rabbani, nama santriwati itu. Padahal, teman2nya lebih dulu satu bulan menyetorkan hafalan.. dan ananda Shafa merupakan urutan ke-3 dalam menyelesaikan hafalan 15 juz.. tapi akhirnya dialah yang pertama kali menyelesaikan hafalan 30 juz dalam satu angkatannya.

Aku jadi teringat masa-masa manis bersama mereka. Pagi, sore, dan malam hari.. membaca, menghafal, dan murajaah Al-Qur’an. Dari buku monitoring hafalan, bisa kulihat beberapa santriwati yang memiliki keistiqomahan yang baik.. tidak terlalu mengejar kuantitas hafalan, tapi istiqomah selalu menyetorkan hafalan sesuai target minimal, yaitu satu halaman per hari..

Alhamdulillah, dengan sedikit motivasi akhirnya semua santriwati bisa menghafal minimal satu halaman per hari meski waktu untuk mencapainya berbeda-beda. Saya melihat sebenarnya sebagian dari mereka memiliki kemampuan yang lebih dari itu. Lalu saya memberi pengumuman, “Santriwati yang bisa menghafal 1 halaman/hari mendapatkan nilai A, sedangkan yang bisa menghafal 2 halaman/hari (=1 lembar/hari) maka mendapat nilai A+.”

Awalnya sebagian dari mereka tidak percaya, “Ustadzah, apa mungkin kami bisa menghafal 2 halaman per hari?” Akhirnya kukatakan bahwa itu mungkin saja terjadi.. tentu membutuhkan beberapa tahapan, misal:

-hari ke-1: setor 1 halaman 5 baris. ini berlangsung selama satu minggu

-hari ke-1 pekan 2: setor 1 halaman 10 baris, berlangsung selama 1 pekan

-hari ke-3 pekan 3: setor 1 halaman 15 baris = 2 halaman

Apalagi jika hari libur (Sabtu dan Ahad) mereka tetap menghafal meski beberapa baris, maka itu bisa menjadi tabungan hafalan untuk pekan berikutnya..

“Nah, kalau kalian sudah terbiasa menghafal 2 halaman per hari pada saat masih kelas 7, maka insya Allah nanti ketika sudah duduk di kelas 8.. untuk menghafal 3 halaman per hari itu juga mudah..

Kalau kalian bisa menghafal 2 halaman/hari (Senin-Jumat), maka dalam satu bulan bisa hafal 2 juz, artinya insya Allah ketika selesai kelas 1, sudah khatam 15 juz. Jika kebiasaan ini diteruskan insya Allah kelas 8 nanti kalian sudah khatam 30 juz. Aamiin..”

YA.. alhamdulillah, cita-cita mereka untuk menjadi hafidzah akhirnya terwujud juga. Dalam waktu kurang lebih 8 bulan, sudah ada santriwati yang khatam 15 juz. Dan pada tahun kedua ini, sudah ada satu santriwati yang selesai 30 juz dalam waktu kurang dari 1,5 tahun (-+17 bulan).. yang insya Allah dalam waktu dekat akan disusul oleh teman2nya yang lain. Ya… kuperkirakan setiap selisih satu pekan atau dua pekan ini sudah ada teman2nya yang akan khatam 30 juz.

Alhamdulillah, padahal lembaga menginginkan santriwatinya bisa hafal minimal 15 juz dalam waktu 2 tahun.. tapi akhirnya cukup banyak yang bisa melebihi harapan. Dalam waktu dua tahun (atau kurang) anak usia 13-14 tahun ini sudah bisa khatam 30 juz. Allaahu Akbar!!

= = =

Semoga tulisan ini bisa memotivasi kita semua untuk menghafal Al-Qur’an hingga khatam 30 juz. Aamiiin.. 🙂

http://alizzah-batu.sch.id/hafidzah-pertama-santri-smp-al-izzah/

Bismillah..

Alhamdulillah, puji syukur atas nikmat dan karunia-Nya yang tak terputus dan tak terhingga. Hari ini adalah hari yang cerah, indah dan penuh berkah, insya Allah. Salah satu santriwati kami berhasil menyelesaikan hafalan 15 juz dalam waktu kurang lebih 8 bulan (September 2012-April 2013). Pada sore hari kami duduk melingkar untuk menyaksikan peristiwa yang berkesan ini, yaitu setoran halaman terakhir juz ke-15, yaitu juz 13. Hafalan santriwati takhasus dimulai dari juz 30, juz 29, kemudian dilanjutkan juz 1 s/d juz 13.

Sebenarnya jumlah  hafalan 15 juz ini adalah target minimal yang harus dicapai dalam 2 tahun. Namun, alhamdulillah.. belum mencapai satu tahun sudah ada santriwati yang mencapainya. Teman2 mengucapkan “ALHAMDULILLAAH..” serentak di masjid sekolah, Masjid Baitul ‘Izzah. Setelah selesai setoran, ananda yang bernama Nabila Syukrani ini mencium tangan para ustadzahnya. Suasana senang dan haru melingkupi kami. Banyak santriwati lain yang terinspirasi dan ingin mengikuti jejaknya.

“Ustadzah.., ana mbooking khatam 15 juz yang ke-3!”, kata salah satu santriwati yang bernama Shafa Safira Rabbani. Dia adalah salah satu murid terbaik kami. Selain mengejar target kuantitas hafalan, juga menargetkan kualitas hafalannya ketika ziyadah (hafalan lancar dan sesuai tajwid) dan muraja’ah (nilai ujiannya selalu mendaatkan SB/Sangat Baik – tanpa kesalahan).

Alhamdulillaah.. semoga kita semua makin mencintai Al-Qur’an.. semakin meningkat hafalan kita dan makin baik amal ibadah kita.. Aamiin.. 🙂

Bulan Desember ini adalah bulannya ujian untuk para santri SMP-SMA di Al-Izzah. Ada beberapa jenis ujian yang diadakah di sekolah, antara lain:

1. ujian Tahfidzul Qur’an

Ujian ini dibedakan antara kelas Takhasus (tahfidz quran), kelas Cambridge, dan kelas Reguler.

2. ujian Akademik

Meliputi ujian2 pada (1) pelajaran umum, dan  (2) pelajaran diniyah yang diajarkan pada pagi hari (Siroh, Aqidah, Akhlaq). ujian ini dibedakan berdasarkan kelasnya, yaitu kelas takhasus, reguler, dan cambridge. untuk kelas Cambridge, beberapa pelajarannya menggunakan Bahasa Inggris, meliputi: Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA (Fisika, Biologi, Kimia)

3. ujian Diniyah

Meliputi ujian diniyah yang diajarkan pada sore hari, diujikan pada sore hari.. meliputi: Hadits, Tarjamah, Mufrodat, Muhadatsah, dll.

4. ujian Kepengasuhan

Meliputi ujian peribadatan dan kemandirian. Ujian peribadatan adalah ujian praktek, yaitu ptaktek sholat, wudhu, tayamum, bacaan al-ma’tsurot. Ujian kemandirian meliputi kebersihan dan kerapian dari masing2 santri misalnya kebersihan dan kerapian: tempat tidur, lemari, dan kontainer. Ujian ini diadakan oleh murabbiyah.

 

Bismillah..

 

Target hafalan quran di semester 1 ini minimal 3,5 juz yaitu juz 30, juz 29, juz 1 dan setengah juz 2. Metode tahfidzul qur’an yang kami terapkan di sekolah Al-Izzah, terutama kelas 7 takhasus, antara lain:

 

METODE UMUM

Ada 3 kegiatan utama, yaitu

 

1/. ZIYADAH

satu hari menghafal 1 halaman. Santri boleh menyetor langsung 1 halaman, atau satu halaman dibagi 3, baru kemudian disetorkan:

-1/3 halaman ke-1 disetorkan setelah shubuh

-1/3 halaman ke-2disetorkan setelah ashar

-1/3 halaman ke-3 disetorkan setelah maghrib

 

2/. MURAJA’AH

Juz yang dihafal dimulai dari juz 30, juz 29 lalu juz 1, juz 2 dst. Untuk juz 30, banyak santri yang sudah hafal. Untuk manajeman waktu agar semua santri bisa maju maka santri boleh setor maksimal 1/4 juz. Muraja’ah juz 30 dilaksanakan setiap akan sholat dhuhur (Senin-Jum’at) dan setelah sholat maghrib (Sabtu) bersama-sama di masjid.

Untuk juz 29, jika seorang santri sudah menyetorkan sebuah surat, maka syarat diperbolehkan menambah hafalan surat berikutnya adalah harus mampu membaca surat yang baru saja dihafal tadi secara utuh dari awal sampai akhir. Karena biasanya mereka setornya tiap 5 ayat atau tiap 10 ayat untuk sekali pertemuan. Artinya, untuk bisa ziyadah surat berikutnya, santri harus muraja’ah dulu hafalan yang baru saja dihafal. Selain itu, muraja’ah juz 29 dilaksanakan pada hari kamis siang secara berkelompok. Beberapa santri maju untuk membaca 1 atau 2 surat secara bergantian, disaksikan oleh teman2nya.

Untuk juz 1, muraja’ahnya adalah 1-2 halaman sebelumnya. Misal: seorang santri setor halaman ke 7, maka muraja’ahnya halaman ke 6 dan ke-5. Kadang sistemnya saya ubah: ziyaadah 1 halaman diselesaikan waktu ashar sehingga maghrib khusus utk muraja’ah seluruh ayat yang sudah dimiliki di juz 1, ditambah qiro’ah (membaca alqur’an) dimulai dari ayat yang belum dihafal hingga akhir dari juz 1 (surat al-Baqarah ayat 141)

 

3/. QIRO’AH (membaca Al-Qur’an)

Qiro’ah ini diperuntukkan bagi santri yang muraja’ahnya kurang lancar dan masih perlu  banyak dibenarkan. Karena memang secara umum menambah hafalan beberapa ayat itu lebih mudah daripada muraja’ah satu surat yang terdiri dari berpuluh-puluh ayat.

 

METODE PENILAIAN

Penilaian yang dilakukan bukan hanya kualitatif (kelancaran hafalan), tapi juga kuantitas hafalan.

 

Penilaian kelancaran hafalan:

-Nilai 9 : hafalan sempurna, tanpa kesalahan

-Nilai 8 : hafalan lancar, terdapat beberapa kesalahan

-Nilai 7: hafalan terbata-bata, dituntun ustadzah

 

Penilaian capaian hafalan:

-ziyadah 1-5 baris / hari = C

-ziyadah 6-10 baris / hari = B

-ziyadah 11-15 baris  / hari = A

-ziyadah > 15 baris / hari = A +

 

Awalnya, masih ada santri yang masih mendapat nilai C. Namun, karena mereka bisa melihat bagaimana perkembangan tahfidz teman2nya dari hari ke hari di buku perkembangan tahfidz.. alhamdulillah, kemampuan menghafal mereka meningkat sedikit demi sedikit, misalnya yang awalnya:

– 5 baris menjadi 6 baris, 6 baris menjadi 7 baris, dst

– 1/3 halaman (5 baris) menjadi 1/2 halaman (7-8 baris)

– 2/3 halaman (10 baris) menjadi 1 halaman (15 baris)

Akhir2 ini, alhamdulillah tidak ada satu pun yang mendapatkan nilai C, nilai B hanya 1 atau 2 orang, sisanya semua mendapatkan A atau A+.  Bahkan, ada santri yang mendapatkan nilai A++ (ziyadah lebih dari 2 halaman / hari) dan A+++ (ziyadah lebih dari 3 halaman / hari).

Untuk capaian hafalan, alhamdulillah selama 6 pekan ini capaian hafalan santri yang terendah sudah sampai surat Al-Haqqoh di juz 29 (khatam 1 juz) dan capaian maksimalnya sudah sampai surat Al-Baqoroh di juz 3 (khatam 4 juz).

Bismillah..

 

Alhamdulillah, saya bisa merasakan kalau menyimak hafalan santri itu benar2 bisa menambah kuatnya hafalan. Padahal, dulu saya kira kalau sudah khatam trus jadi guru tahfidz, hafalannya akan luntur karena waktu untuk muraja’ah berkurang.

 

Awalnya saya tidak menyadari, tapi setelah beberapa lama akhirnya terasa juga. Alhamdulillah, saya bisa mengetahui dan membenarkan hafalan santri tanpa melihat mushaf, misalnya:

-bisa mengetahui kalau ada yang salah panjang pendeknya, contoh: ada santri yang membaca ‘jannatin’, padahal seharusnya ‘jannaatin’ (lihat surat al-muddatstsir)

kurang satu huruf, contoh: ada santri yang membaca ‘yuqootiluu’, padahal seharusnya ‘yuqootiluuna’ (kurang huruf nun berharakat fat-hah) (lihat surat al-muzzammil)

kelebihan satu huruf, misalnya: ada santri yang membaca ‘wa-innahuu’, padahal yang benar adalah ‘wa-innaa’ (lihat surat al-Haqqoh)

salah huruf, contoh: ada santri yang membaca ‘washbir’, padahal yang benar adalah ‘fasbir’ (menggunakan huruf fa’, bukan wawu) (bandingkan surat almuddatstsir dan al-muzzammil)

salah harakat, contoh: yaumi-idzin dibaca yauma-idzin (lihat surat al-Ma’arij)

Hanya saja ini baru bisa saya lakukan di juz 29 dan 30.. karena baru juz itu yang hampir semua santri sudah setorkan ke saya.. 🙂

 

Ada sedikit cerita. Suatu saat saya menyimak bacaan santri surat al-Ma’arij. terdapat kesalahan pada harakatnya. Santri membaca:

“Minallaaha..”, saya menggelengkan kepala sebagai isyarat bahwa bacaannya salah. Santri tersebut tetap saja membaca seperti bacaannya yang awal meskipun sudah dibenarkan. Akhirnya saya minta mushafnya untuk dicek. Ternyata ada kesalahan cetak di mushafnya..!?

 

Oh ya, setelah sedikit saya pelajari, ada syarat yang harus dipenuhi agar aktivitas menyimak itu bisa meguatkan hafalan, yaitu:

– kita menyimak dengan penuh perhatian

– suara santri terdengar dengan baik/jelas oleh telinga kita

dan yang perlu diingat, semua ini adalah karena pertolongan Allah.


Arsip

Statistik Blog

  • 616,336 hits