Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘kematian’ Category

Bismillah..

Setelah ana kehilangan salah satu sahabat ana, hidup ana menjadi berubah warnanya. Ana jadi teringat dengan sebuah ayat tentang kematian, yang tujuannya adalah agar diketahui siapakah yang terbaik amalannya..

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu,Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, (QS. Al-Mulk: 1-2)

Bagaimanakah amalan yang terbaik itu?

1. amal yang paling ikhlas

2. amal yang paling banyak manfaatnya

3. amal yang paling besar resikonya

4. (saya lupa tapi kalau tidak salah adalah: amal yang paling kontinyu.. barangkali ada pembaca yang bisa membantu menyebutkan jawaban yang ke-4..)

Bismillah..

Alhamdulillah.. hari ini ana sudah maju ujian 5 juz di depan ustadzah. Awalnya dimulai pukul 10.55 hingga 11.55 sudah dapat 1 juz dan 3 lembar. Adzan berkumandang, sholat dhuhur dulu. Habis dhuhur, ana menunggu ustadzah.. Ternyata ustadzah baru kembali ke tempat duduknya pada pukul 13.00. Selama kurang lebih dua jam, ana telah membaca 4 juz. Lalu ada adzan lagi untuk sholat ashar.. Habis ashar, rencananya mau melanjutkan lagi agar bisa membaca bil ghaib 6 juz seperti beberapa hari yang lalu.. tapi karena waktunya kurang, dilanjutkan besok pagi, insya Allah.

= = = = =

Sepulang dari mahad, ana bertemu dengan sahabat baik ketika dulu aktif di Islamic Center.. Ana memberitahu kalau ana sempat bekerja menjadi guru fisika selama 6 bulan di tengah2 menghafal dan menyebutkan nama sekolahnya. Tiba-tiba di berkata,

“Eh, ada kabar kalau ada guru yang meninggal di sekolah itu.”

“Oh ya?, siapa?”, tanyaku penuh keheranan.

“Namanya Mbak Era.”

Ana hampir tidak percaya.. Seperti ada yang hilang dari hati ana.. Sedih, tentu.. Padahal kami sudah berencana untuk bertemu di akhir bulan Januari setelah ana selesai ujian atau pertengahan Februari setelah selesai masa orientasi di mahad. Qadarullah, barangkali ini lah yang terbaik untuk beliau.

Beliau pernah bercerita ingin jadi seorang hafidzah juga. Selain itu, beliau ingin punya suami seorang hafidz agar cita2nya untuk menjadi hafidzah itu bisa terwujud, meskipun tidak di mahad tahfidz..

Kami dulu sama2 pernah menjadi pembina asrama di sekolah. Kami tinggal satu atap sekitar 4 bulan. Beliau menyemangati ana untuk menyelesaikan hafalan, sedangkan ana menyemangati beliau untuk menyelesaikan S2. Beliau lah yang ana ceritakan dalam beberapa tulisan ana di sini dan di sini.

Beliau meninggalnya sudah sekitar 3 pekan yang lalu dan ana baru mengetahuinya hari ini. Sampai di rumah, ana menceritakan pada ayah dan ibu, merek ajuga merasa kehilangan karena beliau benar2 sangat baik dan banyak membantu ana. Jilbab putihnya masih ana bawa dan buku2 bahasa arab ana masih ada di beliau.. Ana jadi teringat ayat qur’an yang berisi tentang kematian..

Wa likulli ummatin ajal.. fa idzaa jaa-a ajaluhum laa yasta’khiruuna saa’atan walaa yastaqdimuun.. (Al-A’raf: 34)

Saat membaca ayat itu, baik ketika membaca atau muraja’ah, biasanya hati pembacanya akan merasa takut dan bergetar..

= = = =

Ya Allah, betapa sedkitnya bekalku..

Rabbanaa afrigh ‘alainaa shobron wa tawaffanaa muslimiin.. (Al-a’raf: 126)

 

 

Bismillah..

Siapakah manusia yang paling cerdas? Lebih spesifiknya: Siapakah mukmin yang paling cerdas??

Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik persiapannya untuk setelahnya (kematian), maka itulah mukmin yang cerdas.

 

Apakah manfaatnya mengingat kematian?

1. Dia akan selalu mempersiapkan untuk kematiannya.

2. Dia akan tenang ketika musibah menimpanya.

3. Dia akan selalu bertaubat atas kesalahannya yang telah dilakukannya.

4. Dia selalu melembutkan hati dan matanya berlinangan air mata dan akan memperhatikan urusan agamanya daripada hawa nafsunya.

5. Dia akan menyeru kepada persaudaraan dan menjadi pemaaf.

6. Dia akan mencintai kehidupan akhirat sehingga menjadikannya taat beribadah

7. Dia akan meninggalkan kesenangan dunia dan ridha dengan yang sedikit (qana’ah) dan selalu mempersiapkan perjalanannya ke akhirat.

 

Apakah sebab-sebab khusnul khatimah?

istiqomah, taqwa, jujur, taubat

 

Apa saja sebab-sebab su-ul khatimah?

1. rusaknya aqidah dan beribadah dengan kebid’ahan sampai dia meninggal.

2. Amalan mereka bertolak belakang dengan hati

3. dosa dan kemaksiatan

4. panjang angan

5. menunda-nunda taubat dan amal shalih

6. menyembunyikan kemaksiatan dengan terus melaksanakannya

7. cinta dunia

8. menyimpang dari istiqomah

9. menggantungkan hatinya kepada selain Allah

 

Apakah tanda-tanda su-ul khatimah?

1. merasa aman dari balasan tipudaya kepada Allah, mereka merasa Allah memberi sebuah janji untuk tidak menyiksa mereka.

2. lalai dari dzikir kepada Allah.

3. kemunafikan, riya’, dan suka menyebarkan aib orang lain.

4. membenci takdir dan kufur kepada Allah

 

Apakah ada nasihat agar kita bisa khusnul khatimah?

1. Niatkan seluruh hidup kita untuk Allah SWT.

2. Berlomba dalam kebajikan dan amal shalih

3. Berbhakti pada orangtua

4. Perbanyak puasa agar terbentengi dari neraka

5. Bersedekahlah walaupun sedikit

6. Berdakwah di kalan Allah

7. Basahilah lisan Anda dengan dzikir.
= = = = =

Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tawaffanaa muslimiin..

Bismillah..

Malam ini sekitar pukul 10.00 aku mendengar berita di radio RDS (Radio Dakwah Syariah) kalau Ustadz Dzikron Al-Hafidz wafat. Inna lillaahi wa inaa ilaihi rooji’uun.. Hatiku berubah, seolah ada bagian hatiku yang hilang. Aku merasa kehilangan.. Seberkas kesedihan menginap di hatiku..

Ingatanku pun membuka simpanan-simpanannya. Aku jadi teringat saat beliau mengimami shalat tarawih di Masjid Istiqlal, lalu memberikan ceramah tentang amar ma’ruf nahi munkar. Beliau menawarkan program untuk memberantas kemusryikan yang biasa dilakukan masyarakat Jawa.. Aku teringat ketika beliau memandu kami dalam mempelajari MURI-Q di Islamic Center Dewan Dakwah.. Aku masih teringat sebagian nasihatnya pada khutbah Jum’at di Masjid dekat pondok putri NDM. Saat itu beliau memberikan nasihat taqwa, “Bertaqwalah kalian, maka Allah akan memberikan furqan pada kalian!”

Sesaat setelah mendengar berita itu, aku mendengar suara pintu diketuk. Ayahku pulang dari kajian. Aku membukakan pintu rumah untuknya. “Ayah, kenapa aku tidak diajak?”, tanyaku. Ayah menjawab, “Ini kajian untuk bapak-bapak, semuanya laki-laki. Ini kajian gabungan ta’mir masjid.”, jawab ayahku. “Ya udah, kalau gitu besok ya, yah. Nik diajak!”, pintaku. Besok malam ada kajian untuk ikhwan-akhwat, biasanya memakai slide presentasi. Ana suka kajian seperti ini.

“Ayah, apakah ayah tahu, kalau Ustadz Dzikron meninggal?”, tanyaku dengan sendu.

“Iya, tadi diumumkan di pengajian, beritanya dikirimkan lewat sms.”, jawab ayahku.

“Ayah, aku merasa kehilangan”, ucapku.

Aku mendengar cerita ayah. Sebelum meninggal, beliau muntah darah, beberapa menit kemudian ada berita lagi kalu Ustadz Dzikron sudah meninggal dunia. Hatiku bersedih.. lalu aku masuk ke kamar. Tidak terasa air mataku menetes.

Aku membuka buku catatanku. Beberapa hari yang lalu aku membaca buku tentang kematian, lalu aku menulis poin-poin pentingnya di buku. Isinya tentang manfaat orang yang selalu mengingat kematian, sebab su’ul khatimah, sebab khusnul khatimah, dan bagaimana merencanakan khusnul khatimah. Aku membacanya, sambil bertanya, “Bagaimana denganku? Apakah aku sudah siap mati?”

Setelah itu, aku membuka al-Qur’an sambil memasang earphone di telingaku untuk mendengarkan murattal Syekh Nabil Ar-Rifa’i. Aku membuka Surah Al-Furqan, di sana disebutkan tentang sifat-sifat ‘ibadurrahman. ‘Ibadurrahman adalah nama masjid di mana Ustadz Dzikron memberikan bimbingan tahfidz santri-santrinya. Selesai Al-Furqan lanjut ke Asy-syu’ara.. lalu An-Naml.. tidak terasa jam dinding telah menunjukkan pukul 12 kurang 15 menit.

Oh iya, ini adalah malam pergantian tahun Masehi dari 31 Desember 2010 menjadi 1 Januari 2011. Tadi sempat kudengar di radio RRi kalau jalan raya di Solo luar biasa padatnya. Mereka merayakan pergantian tahun Masehi. Andaikan mereka tahu, dengan merayakan hal itu berarti perilaku mereka mirip orang-orang ahli kitab. Andaikan mereka tahu dan mendapat taufik dari Allah tentu mereka akan meninggalkannya..

Meninggalnya Ustadz Dzikron ini mengingatkanku pada kisah Khalifah Umar bin ‘Abdul Aziz. Meskipun tidak sama persis. Beliau adalah umara sekaligus ulama yang zuhud. Pada hari kematian beliau, terdengar berita bahwa ada serigala yang membunuh ternak. Padahal dua tahun sejak beliau menjadi khalifah, tidak pernah terdengar berita kalau serigala memakan ternak.

Ada pepatah mengatakan, “Mati Satu Tumbuh Seribu’. Semoga ada pengganti-pengganti beliau yang bermunculan di masa datang. Amin

= = =

Pesantren Kilat Ramadhan


Arsip

Statistik Blog

  • 595,312 hits