Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘mahad almanar’ Category

Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu, Selasa 17 Desember 2013 kami mengikuti wisuda tahfidzul qur’an di Gedung Auditorium M. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta. Acara wisuda ma’had AMCF ini diikuti oleh para wisudawan, wisudawati, pembimbing tahfidz kami, tamu undangan, dan keluarga dari wisudawan-wisudawati.

Acara ini diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. Pada tahun ini, wisudawan-wisudawati yang diluluskan sebanyak 44 orang, terdiri dari 26 wisudawan dan 18 wisudawati. Kami berasal dari ma’had2 AMCF se-Jateng dan DIY. Ma’had Putra berasal dari ma’had di Solo, Jogja, dan Demak. Kalau yang putri berasal dari dua ma’had di Solo, yaitu Ma’had Al-Manar dekat UMS dan Ma’had Baitus Salam dekat UNS.

Susunan acara terdiri dari pembukaan, sambutan2, parade murottal, prosesi wisuda, taushiyah, dan penutupan. Acara berlangsung dari pukul 08.30 hingga dhuhur. Banyak tokoh-tokoh penting yang mengisi sambutan.. lalu dilanjutkan parade murottal, yaitu beberapa wisudawan maju ke panggung untuk membacakan hafalan mereka. Saat prosesi wisuda, para wisudawan dipanggil satu per satu untuk maju ke depan untuk diberikan ijazah. Setelah itu ganti wisudawati maju ke depan tapi di sebelah kiri yang agak tertutup. Tempat duduk putra dan putri dipisah dengan hijab. Jadi kami bisa cukup nyaman beraktivitas.

Taushiyah diisi oleh Ustadz Mu’inidinillah. Isi taushiyahnya, subhanallah.. menggetarkan hati dan membuatku menangis.. entah berapa kali aku meneteskan air mata ketika mendengar taushiyah beliau. Isi taushiyahnya kurang lebih seperti ini:

-Ketika membaca al-qur’an, maka sertailah dengan tadabbur, maka akan muncul keberkahan. Dasar: QS. Shad: 29.

-Para penghafal alqur’an itu memiliki kedudukan yang mulia. Ini berbanding lurus dengan tanggung jawabnya. Semakin besar/mulia kedudukan maka semakin besar tanggung jawabnya. Al-Qur’an adalah mukjizat.. para da’i dan penghafal qur’an lah yang akan merefleksikan alqur’an (mukjizat) ini di tengah masyarakat. Kalau Nabi Isa ‘alaihis salam memiliki mukjizat dapat menghidupkan orang mati (dengan izin Allah), maka Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dengan mukjizat Al-Qur’an bisa menghidupkan sebuah generasi yang awalnya mati menjadi sebuah peradaban yang madani.

-Jangan sampai Islam dianggap jelek karena penghafal al-qur’annya. Penghafal al-qur’an harus memiliki akhlak yang baik, dan kelebihan2 lainnya. Ia dikenal dengan puasanya, dengan malam harinya yang diisi dengan ibadah2.. dll. Meskipun penghafal qur’an memperoleh kedudukan yang tinggi tapi hati2 karena kalau niatnya salah akan menjadi salah satu dari tiga golongan orang yang masuk neraka pertama kali. Na’udzubillahi min syarri dzaalik..

-Dalam masyarakat kita, penghafal al-qur’an adalah orang yang langka.. dan yang lebih langka lagi adalah yang memiliki hafalan MUTQIN, bukan hanya KHOTIM. Jadi, yang diharapkan bukan hanya khatam setor hafalan qur’an 30 juz  tapi juga memiliki hafalan yang KUAT, artinya bisa membacakan hafalannya kapanpun diminta (tanpa perlu muraja’ah atau berpikir panjang).

-Meskipun sudah lulus lembaga tahfidz, jangan berhenti di sini. Belajarlah lagi tentang ‘ulumuddin yang lain seperti Bahasa Arab, ‘Ulumul Qur’an, Hadits, Shiroh Nabi dan Ushul Fiqih.. agar lebih mudah memahami al-qur’an, mentadabburinya, dan mengamalkannya.

-Untuk orang yang sudah lulus mahad dan sudah mengikuti wisuda tahfidz akan diberikan ijazah tahfidz.. Sebenarnya ijazah itu bukan diberikan pada orang yang sudah hafal qur’an tapi pada orang yang sudah selesai belajar tahsin. Mengapa? karena hafalan itu bisa hilang sedangkan ilmu tahsin yang sudah dikuasai seseorang itu tidak hilang (jika selalu digunakan dan diajarkan). Contohnya: seseorang yang sudah hafal qur’an kemudian menikah, bisa dijumpai di antara mereka yang sudah hilang/kabur hafalannya karena sudah sibuk mencari nafkah (atau menjadi ibu rumah tangga). Namun, kalau ilmu tahsin itu bisa lebih bertahan lama meskipun disibukkan dengan aktivitas lain.

Man qoro’a khomsa laa yansa. “Barangsiapa yang membaca 5 juz per hari maka dia tidak akan lupa.” Tidak ada ceritanya, para sahabat melakukan muraja’ah dulu kemudian baru bisa membacakan hafalannya. Mengapa? kerena para sahabat sudah memiliki hafalan yang MUTQIN. Bisa jadi seorang yang (dulu) hafal qur’an itu kalah dengan seorang ibu atau nenek dalam hafalan surat Yasin. Mengapa? karena ibu/nenek tadi membaca Surat Yasin seminggu sekali. Sedangkan yang hafal qur’an tadi sudah lama tidak memurajaah hafalannya. Oleh kerena itu, minimal bacalah (khatamkan) al-Qur’an minimal sekali dalam sepekan, insya Allah tidak akan lupa (dilupakan).

Kurang lebih seperti itu taushiyah dari beliau. Seperti yang dikatakan teman2 mahad, wisuda bukanlah akhir, tapi sebuah awal untuk memeliharanya hingga akhir hayat. Sebuah program yang bukan hanya dijalankan oleh kita sendiri, tapi juga pendamping hidup kita dan keluarga kita agar program ini menjadi sebuah kebiasaan yang tak terputus hingga akhir hayat.

Alhamdulillah, aku diberikan karunia pendamping seorang yang hafal qur’an. Dengan demikian, kami bisa saling bantu-membantu untuk menjaganya. Dia tidak akan memarahiku ketika hafalanku kurang lancar atau ada yang salah. Dia akan memahamiku bahwa aku butuh waktu khusus agak lama untuk membaca al-Qur’an. Dia tidak akan meremehkanku ketika aku belum bisa melanjutkan sebuah ayat yang diucapkannya. Karena seorang yang hafal qur’an itu tahu untuk mendapatkan hafalan mutqin itu butuh waktu panjang yang tidak sebentar, bahkan bertahun-tahun lamanya..

= = = = =

Allaahummaj’alnaa min ahlil qur’aanilladziina hum ahluKa wa khosh-shotuka Yaa Arhamar Roohimiin..

Ya Allah, jadikanlah kami sebagai ahli qur’an yang mana mereka adalah keluarga-Mu dan orang2 pilihan-Mu.. Ya Allah Yang Maha Penyayang.. Aamiiiin…

Iklan

Bismillah..

Alhamdulillah, pada bulan Ramadhan di mahad tahfidz almanar tahun ini benar2 berbeda dari tahun2 sebelumnya. Kalau dulu kita tetap aja setoran dan muraja’ah seperti hari2 biasa.. plus ada kegiatan ifthor jama’i (buka puasa bersama) menjelang maghrib. Kalau sekarang, jumlah jam setorannya dikurangi tapi kita diberi tugas oleh ustadzah untuk memperbanyak tilawah al-Qur’an.

TILAWAH AL-QUR’AN

Untuk santriwati baru, maka mereka diberi tugas untuk tilawah 10 juz tiap hari. Tujuaannya adalah agar benar2 lancar dalam membaca al-Qur’an sehingga nanti kalau sudah masuk tahap menghafal, menjadi lebih mudah karena sudah sering dibaca dan dikhatamkan. Target khatam adalah 10 kali khatam hingga hari pertama masuk setelah lebaran.

Untuk santriwati lama, tugas tilawahnya hanya 5 juz tiap hari. Lebih sedikit, karena sudah punya hafalan. Mereka juga diperbolehkan untuk muraja’ah di hadapan ustadzah untuk melancarkan dan menjaga hafalan. Setelah itu, kembali dengan kegiatan tilawahnya. Target khatam adalah 6 kali khatam hingga hari pertama masuk setelah lebaran.

IFTHOR JAMA’I

Pada sore hari menjelang maghrib, ada kegiatan ifthor jama’i. Acara dimulai pikul 5 sore, diisi kajian atau taushiyah singkat seputar Adab Membaca Al-Qur’an selama 20-30 menit. Pengisi kajian adalah para santriwati lama sedangkan MC nya adalah santriwati baru. Buku yang dibahas adalah buku karya Imam Nawawi yang sangat terkenal. Di buku itu disebutkan ada 51 adab dalam membaca al-Qur’an. Makanya, hanya mempelajari satu bab saja dibahas sampai beberapa kali pertemuan karena jumlah poin nya banyak.

Setelah kajian, adalah persiapan buka puasa. Santriwati yang tugas piket menyiapkan dan membagikan makanan dan minuman, dibantu bebrapa teman yang lain. Sambil menunggu buka puasa, ada yang membahas materi kajian itu lebih dalam, ada yang melanjutkan tugas tilawahnya hari itu..

Makanan buka puasa itu adalah bantuan dari AMCF, plus kurma yang dikirm dari Dubai. Ana membayangkan, betapa banyak pahala yang didapatkan para donatur karena orang yang memberi makanan buka puasa itu juga mendapatkan pahala orang yang berbuka. Apalagi kalau yang berbuka itu adalah para santri tahfidz. Padahal tiap santri tiap hari membaca 5-10 juz tiap hari. Sedangkan jumlah santri yang ikut buka puasa sekitar 30 orang. Berarti pahala mereka banyak sekali ya.. kalau mau sedikit menghitung barangkali setara dengan 300 kali khatam qur’an pada bulan Ramadhan!! Hmm.. Allah-lah yang lebih tahu dan berhak untuk melipatgandakannya tanpa batas.

DOA SAAT BUKA PUASA

Saat-saat berbuka puasa adalah salah satu waktu ijabah untuk dikabulkannya doa. Beberapa hari yang lalu ada seseorang yang menyumbagkan sekotak roti untuk para santri. Beliau berpesan agar para santri berkenan mendoakan ibunya yang sedang sakit agar segera sembuh.. Hm.. pemikiran yang sangat baik, mohon didoakan kesembuhan oleh banyak orang pada saat ijabah, oleh para santri tahfidz yang hari2nya setiap hari disibukkan dengan al-qur’an dan menjaga diri dari hal2 yang tidak dridhai-Nya..

= = = =
Alhamdulillaah..

Bismillah..

Ini sedikit ana tuliskan kisi2 soal yang diujikan dalam ujian tulis tanggal 5-6 Juli 2012.

= = =

 

KISI-KISI TAFSIR AYAT AHKAM

 

A. BAB SHAUM

1. Dalil shaum Ramadhan

2. Shaum yang biasa dilaksanakan Rasulullah sebelum turun ayat perintah shaum

3. Pendapat ulama :

a/. Rukhsah bagi yang sakit

b/. Rukhsah bagi musafir

c/. Rukhsah bagi wanita hamil, menyusui

4. Penentuan satu Ramadhan

 

B. BAB HAJI

1. Hukum umrah dan dalilnya

2. Hukum haji dan dalilnya

3. Hukum menyempurnakan haji dan umrah

4. Hal-hal yag harus dilakukan bagi orang yang tidak menyempurnakan haji karena sakit atau terhalang

 

C. BAB  IDDAH

1. Masa Iddah karena suami wafat

a/. Masa iddah bagi wanita yang ditinggal mati suamiya dan dalilnya

b/. Masa iddah bagi wanita hamil yang ditinggal mati suamiya dan dalilnya

c/. Masa lamanya berkabung wanita ata meninggalnya suami

d/. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan bagi wanita yang berkabung atas meninggalnya suami

2. Masa iddah karena dithalaq

a/. Bagi wanita normal, beserta dalil

b/. Bagi wanita yang sudah menopause, beserta dalil

c/. Bagi wanita yang belum pernah haid, beserta dalil

d/. Bagi wanita yang hamil, beserta dalil

 

D. BAB MAHAR

1. Hukum meminang wanita dalam masa iddah

a/. terus terang

b/. sindiran

2. Hukum akad nikah dan perkawinan pada masa iddah

3. Masa iddah dan pemberian mahar

a/. Bagi wanita yang sudah dicampuri

1). mahar sudah ditentukan, dan dalilnya

2). mahar belum ditentukan, beserta dalilnya

b/. Bagi wanita yang belum dicampuri

1). mahar sudah ditentukan, dan dalilnya

2). mahar belum ditentukan, beserta dalilnya

 

E. BAB POLIGAMI

1. Dalil poligami

2. Hikmah disyariatkan poligami

 

F. BAB RIBA

1. Keadaan pemakan riba pada hari kiamat

2. Tahapan diharamkan riba

3. Macam-macam riba yang diharamkan, beserta contohnya

 

F. BAB WUDHU DAN TAYAMUM

1. Hukum seorang muslim menikah dengan wanita Yahudi dan Nashrani menurut jumhur, dan dalilnya

2. Dalil wudhu

3. Dalil tayamum

4. Cara tayamum

5. Kapan dibolehkan tayamum

 

G. BAB QURBAN

1. Dalil penyembelihan hewan qurban dan sebab penyembelihannya

2. Cara penyembelihan unta

3. Waktu penyembelihan hewan qurban

4. Hukum makan daging hewan qurban dan membagikannya pada fakir miskin dan dalinya

 

H. BAB HAD ZINA

1. Hukuman zina pada masa  awal Islam, beserta dalilnya

2. Hukuman zina ghairu muhshan / bujang, beserta dalilnya

3. Hukuman zina muhshan, beserta dalil

 

KISI-KISI ‘ULUMUL QUR’AN

 

A. BAB MAKKI DAN MADANI

1. a/. Perbedaan Makki dan Madani

b/. Ciri Makkiyah dan Madaniyah

c/. Contoh Surat MAkkiyah

d/. Contoh Surat Madaniyah

e/. Contoh ayat yang diturunkan di Madinah tetapi hukumnya Makkiyah

f/. Contoh ayat yang diturunkan waktu malam

g/. Contoh ayat yang diturunkan musim panas

2. a/. ayat yang pertama kali turun

b/. surat yang pertama kali turun secara utuh

c/. ayat yang pertama kali turun mengenai minuman

d/. ayat yang terakhirkali turun  mengenai minuman

 

B. BAB ASBABUN NUZUL

1. Kitab yang membahas Asbab Nuzul dan pengarangnya

2. Asbab Nuzul:

a/. Al-Baqoroh: 223

b/. Al-Isra’: 85

c/. At-Taubah: 113

3. Munasabah ayat

a/. Contoh kesesuaian akhir surat dengan ayat surat (pada surat yang berbeda)

b/. Contoh kesesuaian awal surat dengan akhir surat (pada surat yang sama)

 

C. BAB TURUNNYA AL-QUR’AN

1. Pendapat ulama tentang turunnya Al-Qur’an

a/. Pendapat 1: Ibnu Abbas dan sebagian ulama yang akhirnya menadi penapat jumhur

b/. Pendapat 2: Asy-Sya’bi

c/. Pendapat 3: hasil ijtihad para mufassir

d/. Pendapat 4: sebagian ulama

2. Hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara bertahap

3. Tahapan Ayat Pengharaman Khamr

 

Oh ya, ini kisi2 di kelas pagi, kalau kisi2 di kelas siang beda lagi, karena ustadzahnya berbeda..

Alhamdulillah.. 🙂

 

Bismillah..

Jadwal Umum Ujian Santri Mahad Tahfidz Al-Manar:

18-29 Juni: Ujian Hafalan Al-Qur’an

Biasanya kita diminta milih hari, kapan kira2 bisa siap maju ujian. Sekali maju ujian, minimal membaca 5 juz sekali duduk, lebih juga boleh, sesuai waktu yang tersedia (max: 6 jam). Untuk santriwati yang sudah lancar, 5 juz bisa dibaca dalam waktu 2,5 jam. Untuk itu, kalau kita mau, kita juga diperbolehkan maju 10 juz sekali duduk karena waktunya masih cukup (sekitar 5 jam).

2-3 Juli      : Perkiraan Ujian Tulis

Ujiannya berupa menjawab pertanyaan secara tertulis. Biasanya kita diberi kisi2 soal oleh ustadzah untuk memudahkan belajar. Untuk semester ini, dibedakan berdasarkan ustadzah yang mengajar dan materinya juga berbeda sehingga untuk santri semester atas, mendapatkan materi yang lebih dalam daripada santri baru. Memang biasanya sistem belajar dan ujian berubah2 untuk tiap semester disesuaikan kondisi yang ada.

 

Jadwal bagi santriwati yang sudah khatam 30 juz:

11 – 15 Juni   : Ujian Niha-i Santriwati A

18 – 22 Juni  : Ujian Niha-i Santriwati B

25 – 29 Juni  : Ujian Niha-i Santriwati C

2 – 6 Juli         : Ujian Niha-i Santriwati D

(ini jadwal ujian niha-i di kelas pagi, kalau di kelas siang juga ada 1 santriwati yang akan ujian niha-i, tapi ana belum tahu beliau milih tanggal berapa)

Kalau dulu, ujian niha-i nya adalah 10 juz sekali duduk selama tiga hari, dan diberi tenggang waktu maksimal satu pekan dari hari ujian pertama ke hari ujian ke dua, dst. Kalau sekarang 6 juz sekali duduk tapi harus berturut2 (tidak diberi tenggang waktu sekian hari).

Kalau bisa pas maju ya benar semua tanpa kesalahan tiap juznya. Kalau ada kesalahan diberi tolerir hingga nilai kita minimal 80, kalau kurang dari ini, maka harus diulang lagi seluruhnya meskipun yang di bawah nilai 80 itu hanya satu juz. Untuk menanggulangi hal ini (agar sekali maju ujian langsung sukses), maka kita diperbolehkan latihan di depan ustadzah ataupun disimak teman dulu.

Rincian juz yang diujikan:

Hari 1   : Juz 1 – 6

Hari 2   : Juz 7-  12

Hari 3   : Juz 13 – 18

Hari 4   : Juz 19 – 24

Hari 5   : Juz 25 – 30

Kalau kita membaca cepat dan hafalan lancar, maka 6 juz bisa dibaca dalam waktu 3 jam (atau bahkan kurang). Tapi kalau bacaan lambat, biasanya lebih dari 3 jam. Setelah membaca 6 juz sekali duduk, ustadzah akan memberi pertanyaan. Kalau dulu pertanyaannya hanya melanjutkan ayat saja, tapi sekarang kita bisa milih model soal: (1) soal melanjutkan ayat, tapi jumlahnya banyak.. atau (2) soal lebih sedikit, tapi yang diujikan adalah: ayat2 mutasyabihat (ini lebih sulit, karena satu soal, jawabannya banyak) atau disebutkan sebuah tema lalu kita diminta untuk menebak ayatnya.

19-20 Juli : Tasmi’ Akbar 30 juz (2 hari)

Kalau dulu kita diperbolehkan milih, membaca 30 juz itu dalam satu hari atau dua hari. Kalau sekarang peraturannya hanya satu pilihan: membaca 30 juz dalam 2 hari (satu hari membaca 15 juz). Barangkali yang tasmi’ bisa saja membaca 30 juz dalam sehari, hanya saja konsekuensinya sampai malam dan tidak ada yang sanggup menyimak selama itu (banyak yang ketiduran… 🙂 )

Alhamdulillah.. Semoga nanti dimudahkan. Aamiin..

Ya Allah, kepada-Mu lah kami berharap..

Bismillah..

Jika kita sudah selesai/khatam menyetorkan hafalan kita 30  juz, maka perlu ada persiapan untuk menuju ujian niha-i. Kalau di mahad ana, ujian niha-i nya adalah membaca 6 juz per hari selama 5 hari berturut-turut. Setelah itu, pada awal semester selanjutnya, diadakan tasmi’ akbar 30 juz selama 2 hari.

Metode muraja’ah untuk santri yang telah khatam 30 juz sebagai berikut:

A. Pilihan 1

Muraja’ah partner, satu hari membaca 10 juz.

Keterangan:

( – ) = santri menyimak

Hari 1: muraja’ah juz 1-10

Santri A: membaca juz ganjil: 1, -, 3, -, 5, -, 7, -, 9, –

Santri B: membaca juz genap: -, 2, -, 4, -, 6, -, 8, -, 10

Hari 2: muraja’ah juz 1-10

Santri A: membaca juz genap: -, 2, -, 4, -, 6, -, 8, -, 10

Santri B: membaca juz ganjil: 1, -, 3, -, 5, -, 7, -, 9, –

Hari 3: muraja’ah juz 11-20

Santri A: membaca juz ganjil: 11, -, 13, -,15, -, 17, -, 19, –

Santri B: membaca juz genap: -, 12, -, 14, -, 16, -, 18, -, 20

Hari 4: muraja’ah juz 11-20

Santri A: membaca juz genap: -, 12, -, 14, -, 16, -, 18, , -, 20

Santri B: membaca juz ganjil: 11, -, 13, -,15, -, 17, -, 19, –

Hari 5: muraja’ah juz 21-30

Santri A: membaca juz ganjil: 21, -, 23, -, 25, -, 27, -, 29, –

Santri B: membaca juz genap: -, 22, -, 24, -, 26, -,28, -, 30

Hari 6: muraja’ah juz 11-30

Santri B: membaca juz genap: -, 22, -, 24, -, 26, -,28, -, 30

Santri A: membaca juz ganjil: 21, -, 23, -, 25, -, 27, -, 29, –

B. Pilihan 2

Muraja’ah partner, satu hari membaca 5 juz, dibaca dua kali.

Hari 1: muraja’ah juz 1-5

Santri A: 1, -, 2, -, 3, -, 4, -, 5, –

Santri B: -, 1, -, 2, -, 3,- 4, -, 5

Hari 2: muraja’ah juz 6-10

Santri A: 6, -, 7, -, 8, -, 9, -, 10, –

Santri B: -, 6, -, 7, -, 8,- 9, -, 10

Hari 3: muraja’ah juz 11-15

Santri A: 11, -, 12, -, 13, -, 14, -, 15, –

Santri B: -, 11, -, 12, -, 13,- 14, -, 15

Hari 4: muraja’ah juz 16-20

Santri A: 16, -, 17, -, 18, -, 19, -, 20, –

Santri B: -, 16, -, 17, -, 18,- 19, -, 20

Hari 5: muraja’ah juz 21-25

Santri A: 21, -, 22, -, 23, -, 24, -,25, –

Santri B: -, 21, -, 22, -, 23,- 24, -,25

Hari 6: muraja’ah juz 26-30

Santri A: 26, -, 27, -, 28, -, 29, -, 30, –

Santri B: -, 26, -, 27, -, 28,- 29, -, 30

= = =

Waktu: 5-6 jam.

Setelah ana perhatikan, ternyata metode ini digunakan oleh hampir semua santri di mahad ana.. karena salah satu peraturannya adalah jika sudah selesai ujian juz baru.. maka kita tidak diperkenankan menambah hafalan juz selanjutnya kecuali me-muraja’ah seluruh hafalan yang dimiliki.. Atau kita boleh nambah hafalan yang baru hanya saja jika sudah selesai ziyadah maka tidak boleh ujian juz itu kecuali seluruh juz yang dimiliki (juz lama) sudah disetorkan ke partnernya..

bismillah..

Alhamdulillah, hari ini sudah dilaksanakan orientasi mahasantri baru sekaligus tasmi’ al-qur’an untuk para alumni. Ada enam santri baru yang mendaftar di semester ini. Jumlah ini bisa bertambah karena di tengah2 semester pun ustadzah masih berkenan untuk menerima pendaftaran.

Pada awalnya, ustadzah memberikan penjelasan mengenai peraturan2 ma’had, baik ketika kegiatan di mahad maupun di asrama. Setelah itu, penyerahan hadiah kepada mahasantri yang berprestasi: dapat memenuhi target hafal 2 juz tiap bulan dan mampu mengujikan seluruh hafalannya saat ujian semester yang lalu. Kemudian dilanjutkan tasmi’ alqur’an oleh para alumni.

Saat tulisan ini ditulis, sudah ada delapan alumni ma’had yang menyelesaikan ujian ni-ha-i. Kami dibagi menjadi enam kelompok untuk menyimak hafalan mereka karena yang dapat hadir baru lima alumni dan satu santri yang sudah selesai setoran tapi belum ujian. Tasmi’ Al-Qur’an dilakasanakan berlangsung sekitar pukul 09.15 s,d 14.35. Sebelum sholat ashar, waktu singkat itu diisi dengan laporan pertanggungjawaban pengurus lama kepada forum, baik dari pengurus ma’had maupun pengurus asrama.

Setelah sholat ashar, acara selanjutnya adalah taujih dari Ustadz Syukur sebagai koordinator tahfidz AMCF di Surakarta. Beliau memberikan informasi mengenai AMCF dan motivasi2 dalam menghafal al-Qur’an. Di antara nasihat beliau adalah agar kita meluruskan niat dalam menghafal.. sehingga di manapun kita menghafal.. tidak masalah.. bahkan di rumah pun bisa. Selain itu beliau juga berpesan agar kami: (1) menjaga keikhlasan, (2) bermujahadah atau tekun dalam menghafal quran karena yang dinilai Allah adalah usahanya, dan (3) bersabar dalam menjalaninya.. meski berat.. sehingga tidak sedih atau kecewa dan dapat menepis kebosanan.

Setelah taujih, Ustadz Syukur memberikan informasi bahwa bagi mahasantri ma’had Al-Manar yang telah lulus ujian ni-ha-i 30 juz mendapatkan kesempatan untuk memperoleh besiswa dari Ma’had Lughoh Abu Bakar: gratis biaya SPP dan uang pangkal.. 🙂  (tapi ini belum termasuk dana nasyat/kegiatan dan uang buku tiap semester).

Setelah mendapatkan informasi itu, lalu muncullah pertanyaan di benakku. Lalu ana pun bertanya, “Ustadz, jika ada santriwati lulusan almanar mau melanjutkan ke ma’had Bahasa Arab, tapi di kota lain, misalnya ma’had di Bandung, apakah juga akan memperoleh beasiswa itu?” Beliau dengan bijaksana kurang lebih menjawab, “Ya, insya Allah bisa, karena kita satu jaringan AMCF, sehingga hal ini akan diatur dari pusat.” Mendengar jawaban itu, hati ana gembira.

Tidak berapa lama, salah satu sahabatku mencolekku lalu bertanya, “Ukh, emang antum mau ke Bandung?”. Lalu ana pun menjawab, “Mm.. iya, ana ingin ke Bandung, biar nanti bisa sekolah di ITB. Tapi tetep bisa belajar Bahasa Arab yang merupakan kerinduanku sejak SMA.. 🙂 ”

Setelah itu, acara dilanjutkan penyerahan bingkisan kecil pada para alumni yang telah berkenan hadir dalam acara Reuni Alumni dan Tasmi’ Al-Qur’an ini. Hanya saja, yang masih hadir sampai sore hanya dua orang, jadi hanya dua alumni orang yang dapat bingkisan. Sedangkan alumni yang lain yang kebanyakan ummahat sudah izin pulang lebih dulu sebelum ashar.

Alhamdulillah..

= = = = =

Oh ya, besok Kamis pagi pukul 09.00 sudah masuk untuk setoran hafalan!! Harus siap2 nih..

Bismillah..

Alhamdulillah, hari Selasa dan Rabu kemarin sudah dilaksanakan ujian tulis Durus Idhofiah (pelajaran tambahan) di ma’had Al-Manar. Dilaksanakan mulai pukul 08.00 pagi. Satu hari ada dua pelajaran yang diujikan.

Mulai hari Kamis ini, 26 Januari 2012 hingga 7 Februari 2012 libur akhir semester. Meski libur, bukan berarti santai2 di rumah. Nanti kalau udah masuk kami harus menytorkan hafalan tiap 5 juz lagi (bagi yang belum selesai ujiannya), baru diperbolehkan menambah hafalan. Kemudian, tanggal 8-9 Februari, ada Tasmi’ Akbar dan reuni para alumni ma’had tahfidz. Masuk semester baru tanggal 13 Februari 2012.

Di sini akan ana cuplikkan beberapa soal yang diujikan di mahad kami. Tapi soalnya ini tidak persis benar karena soalnya dikumpulkan lagi, dan ini ana tuliskan berdasarkan ringkasan dan ingatan ana. Semoga bisa memberi gambaran umum mengenai ilmu2 agama yang kami dapatkan di ma’had.. 🙂

 

Hari Selasa:

A. Materi: ‘Ulumul Qur’an

1. Sebutkan salah satu bukti  bahwa Al-Qur’an bukan dari Nabi Muhammad Saw, tapi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala!

Jawab:

Tentu bukan dari Nabi (bukan buatan beliau) karena beliau diperingatkan dengan al-Qur’an.

Saat Nabi memberikan izin orang-orang munafik untuk tidak ikut berperang di Perang Tabuk -padahal mereka tidak ikut berperang itu bukan karena udzur syar’i, tapi hanya mencari-cari alasan- maka turunlah Surat At-Taubah ayat 43 yang mencela dan mempersalahkan beliau:

Semoga Allah mema’afkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta? (QS. At-Taubah: 43)

Seandainya teguran keras ini datang dari perasaannya sendiri dengan menyatakan penyesalannya ketika pendapatnya itu salah, tentu teguran yang begitu keras itu tidak akan diuangkapkan beliau.

2. Bagaimanakah cara wahyu turun pada para Rasul?

Jawab: Ada dua cara, yaitu

1. Melalui perantara, yaitu melalui malaikat Jibril. Cara ini masih dibagi dua:

a. malaikat Jibril datang dengan suara mirip lonceng, yaitu suara yang amat kuat yang mempengaruhi kesadaran, sehingga beliau dengan segala kekuatannya siap menerima pengaruh itu. Ini merupakan cara terberat yang dirasakan Nabi.

b. malaikat Jibril menjelma menjadi seorang laki-laki. Cara ini lebih ringan kaerna adanya kesesuaian antara pembicara dan pendengar.

2. Tanpa melalui perantara, ada dua cara, yaitu:

a. melalui mimpi yang benar dalam tidur

b. kalam Ilahi di balik tabir

3. Sebutkan salah satu sifat dari Al-Qur’an! Jelaskan!

Jawab:

Asy-Syifa: Al-Qur’an emiliki sifat dapat meyembuhkan penyakit jasmani dan rohani dengan izin Allah.

Contoh:

-dengan membaca surat Al-Fatihah lalu ditempelkan pada yang sakit, bisa menyembuhkan sengatan (kisah sahabat)

-dengan membaca dan mentadabburi ayat2 tentang keutamaan berinfak/bersedekah, maka dapat mengikis sifat kikir.

 

B. Materi: Sirah Nabawiyah

1. Siapakah yang mendustakan Rasulullah, menyakiti beliau, menyobek baju beliau, dan meludahi beliau sehinnga Rasulullah mendoakan agar dia dilahap anjing?

Jawab: ‘Utbhah bin Abu Lahab

2. Kapan kaum muslimin hijrah yang pertama kali dari Mekah ke Habasyah? Berapa orang yang hijrah dan siapa pemimpin rombongannya?

Jawab: pada bulan Rajab tahun ke-5 dari kenabian, 16 orang yang terdiri dari 12 laki-laki dan 4 perempuan, ‘Utsman bin ‘Affan ra.

3. Siapakah wanita yang diberikan julukan oleh Allah “pembawa kayu bakar”? Apa yang dilakukannya terhadap Rasulullah?

Jawab: Ummu Jamil binti Harb bin Umayyah, memasang duri di jalanan yang dilalui Rasulullah Saw. dan di depan pintu beliau pada suatu malam.

 

Hari Rabu:

A. Tauhid

1. Jika kalimat “Laa ilaaha illaLLAAH” ditimbang dengan tujuh langit dan tujuh bumi, manakah yang lebih berat? Mengapa?

Jawab: lebih berat kalimat “Laa ilaaha illaLLAAH”

karena ia memuat penafian dan penetapan tauhid untuk Allah yang merupakan amal yang paling baik dan merupakan dasaragama. Barangsiapa yang mengucapkannya dengan ikhlas dan penuh keyakinan, mengamalkan tuntutannya, kewajiban dan hak2nya, serta beristiqamah dengan itu, maka kebaikan ini tidak bisa ditandingi dengan apapun.

2. Sebutkan sifat Nabi Ibrahim dalam al-Qur’an yang merupakan sifat2 tertinggi dalam tauhid!

Jawab: Sifat Nabi Ibrahim tersebut terdapat dalam QS. An-Nahl (16) ayat 120, antara lain:

a. imam: suri teladan, pemimpin dan pendidik kebaikan

b. senantiasa patuh pada Allah (qanit)

c. menghadapkan diri hanya kepada Allah dan berpaling kepada selain-Nya (hanif)

d. bukan termasuk orang2 musyrik, karena keikhlasannya dan kesempurnaan kejujurannya, dan jauhnya dari syirik

3. Jelaskan makna “dzalimun linafsihi” dalam QS. Faathir: 32!

Jawab: orang yang mencampur amal shalih dengan amal buruk. Orang ini berada di bawah kehendak Allah. Jika Allah berkehendak, Dia dapat mengampuninya atau menyiksanya karena dosanya dan tauhid akan menyelamatkannya dari kekekalan neraka.

 

B. Ayat Ahkam

1. Sebutkan madzhab2 yang menjelaskan apakah basmalah termasuk ayat dari al-Qur’an atau bukan!

Jawab: ulama telah sepakat bahwa basmallah itu terdapat dalam Surat An-Naml ayat 30, tetapi mereka masih berselisih pendapat apakah ia termasuk ayat dalam Surat Al-Fatihah/tidak ataukah merupakan ayat pertama dari setiap surat. Ada 3 pendapat:

a. Madzhab Syafi’i: ia adalah salah satu bagian dari Surat Al-Fatihah dan ayat pertama dari setiap surat

b. Madzhab Maliki: ia tidak terasuk dari bagian Surat Al-Fatihah dan tidak juga surat2 lainnya

c. Madzhab Hanafi: ia erupakan ayat yang berdiri sendiri yang berfungsi sebagai pemisah di antara surat2; tidak termasuk bagian dari surat Al-Fatihah

2. Apa arti “aw nunsihaa” yang terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 106? Siapakah nama ulama yang tidak setuju adanya nasakh dalam al-Qur’an?

Jawab:

lupa yang dimaksud dalam ayat ini bukan lawan dari ingat karena hal ini tidak terjadi pada diri nabi Muhammad Saw. Lupa bagi nabi di sini adalah atas kehendak Allah. Jadi, secara syar’i / ‘aqli sifat lupa itu boleh terjadi pada diri nabi. Namun, lupa yang lazim dimiliki manusia pada umumnya, maka Nabi terpelihara (ma’shum) dari hal yang demikian.

Ulama yang tidak setuju adanya nasakh dalam al-Qur’an = Abu Muslim Al-Asfahani

3. Apa yang menjadi sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lebih suka berkiblat ke Masjidil Haram daripada ke Baitul Maqdis?

Jawab:

a. supaya berbeda dengan Yahudi

b. dahulu Ka’bah adalah kiblat datuknya (Nabi Ibrahim)

c. kecenderungan bangsa Arab untuk masuk Islam karena ka’bah terletak di Arab

d. ka’bah berada di Mekah yang merupakan tanah air Rasulullah Saw.

= = = =

Alhamdulillah bi ni’matillah tatimmush-shalihah


Arsip

Statistik Blog

  • 616,336 hits