Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘mahad 'aly’ Category

Bismillah..

Suatu ketika..

“Ukh, mumpung ingat, ini ada titipan dari Ustadzah Munawarah untuk ukhti.”, kata salah seorang sahabat karibku sambil menyerahkan sebuah amplop kecil.

“Itu titipan dari Ustadz Hasan.”, lanjut sahabatku. Ustadz Hasan adalah seorang doktor tafsir qur’an lulusan Mesir dan Sudan. Beliau mengajari kami pelajaran Pengantar Ilmu Tafsir/’Ulumul Qur’an/Ushul at-Tafsir di ma’had ‘aly Al-Islam Solo pada semester kemarin.

“Apa ini? Oh…”, aku berhenti berkata karena tahu apa isi amplop itu.

“Padahal ana sudah menolak lho.. karena dananya masih ada.”, jawabku. Ya sudahlah, barangnya sudah ada di tangan. Jadi, tidak bisa ditolak.. hihi.. karena untuk sampai ke tanganku, amplop itu sudah melewati beberapa tangan. Kasihan yang sudah repot2 ingin menyerahkan barang itu padaku.

“Oh iya, Ustadz Hasan minta doa, beliau i’tikaf di Mekkah.”, tambah sahabatku.

“Masya Allah, i’tikaf di Mekkah?”, kataku sambil berteriak dengan rasa kagum dan senang. Langsung deh terbayang gambar ka’bah di benakku. Pingin juga sih bisa i’tikaf di sana.. Kalau Ustadz2 sih udah bisa Bahasa Arab. Lha ana? Masih belum bisa 😦

Lalu aku melanjutkan, “Apa nggak kebalik? Harusnya ana yang minta didoakan oleh beliau, doa di sana kan maqbul..”, kataku. Aku mengingat kisah Umar bin Khoththob radhiyallaahu ‘anhu: beliau akan melakukan haji/umrah menuju Baitullah, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata pada Umar ra agar mendoakannya. Umar ra menangis terharu, mengapa seorang Nabi dan Rasul yang sudah diampuni seluruh dosa2nya  dan jika berdoa pada Allah Subhanahu wa Ta’ala tentu dikabulkan, ,malah minta didoakan oleh dirinya?

Setelah berpikir sejenak, akhirnya ana menambahkan, “Eh, tapi nggak papa ding, sama2 mendoakan.”, jawabku sambil senyum.

= = =

Kapan ya, kita bisa i’tikaf di Mekkah? 🙂

Oh iya, kalau mau lihat tulisan2 Ustadz Hasan, silakan klik di sini.. 🙂

Iklan

Bismillah..

Salah satu cita-citaku sejak kecil adalah masuk pondok pesantren. Limaadza? karena nilai tertinggi di sekolah ketika ujian akhir adalah pelajaran agama. Saat itu, ana tidak tahu kalau nilai 10 dan 9 itu lebih tinggi nilai 10.

“Bu, nilai 10 dan 9 itu lebih bagus yang mana?,” tanyaku lugu pada ibu sambil menunjukkan hasil tesku.

“Ya bagus nilai 10..”, jawab ibu dengan penuh perhatian.

“Jadi, nilai agamaku lebih bagus dari nilai IPA ya?”, tanyaku lebih lanjut.

“Iya..”, jawab ibu dengan senyuman..

Tiap tahun, nilai agamaku selalu lebih bagus dari nilai IPA (meskipun ana juga sangat menyukai IPA). Oleh karena itu, ana ingin sekali masuk pondok setelah lulus SD. Namun, orangtuaku bukanlah orang kaya, sehingga tidak punya cukup uang untuk menyekolahkanku di pondok pesantren. Meskipun demikian, ana berusaha setiap selesai dari suatu tingkat pendidikan, untuk bisa sekolah di pondok. Hanya saja ternyata ana ditakdirkan lain, sekolah di sekolah umum, kuliah pun di jurusan umum, Fisika MIPA. Meskipun demikian, dengan perenungan yang panjang, ana yakin inilah yang terbaik dari-Nya.. karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana dengan segala ketetapan-Nya kemudian ana juga sudah istikhoroh ketika menjatuhkan suatu pilihan.

Alhamdulillah, sepertinya doa dan harapanku sejak kecil dikabulkan ketika sudah dewasa. Meskipun tidak melewati proses pendidikan di pondok, tapi bisa ikut belajar di ma’had ‘aly. Kalau sekitar setahun yang lalu (akhir 2009) ana mendaftar di ma’had ‘aly al-islam, beberapa hari yang lalu (secara tidak sengaja) ana mendaftar jadi tholibah di ma’had ‘aly HQA (Hammalatul Qur’an wal Atsar). Meskipun orang mungkin menganggapnya biasa, tapi berbeda denganku. Aku menganggapnya suatu nikmat yang sangat besar dari Allah SWT. Karena ana bisa berada dalam majlis ilmu yang dihadiri oleh para ustadz-ustadzah yang sangat pandai dalam hal agama. Selain itu, pengajarnya adalah Syekh dari Yaman dan pelajarannya disampaikan dalam Bahasa Arab.. (saat menulis ini pun ana menangis karena sangat bahagia..).

Program ma’had ‘aly HQA yang pertama adalah MKFY. Apakah MKFY itu?

MKFY adalah Majelis Khatam Fiqih Yaman, maksudnya adalah mempelajari kitab Fiqih sampai khatam, dengan pengajar dari Yaman (ini definisi dari ana). Ada hadits shahih/muttafaq ‘alaih yang menganjurkan agar kita (umat Islam) belajar agama kepada orang-orang Yaman. Mengapa ya? Ana belum tahu jawabannya..

Kitab Fiqih yang digunakan adalah Kitab Fiqih Madzhab Imam Syafi’i, Matn Abi Syuja’. Di dalamnya ada beberapa judul utama (yang disebut kitab), yaitu tentang thoharoh, sholat, zakat, puasa, haji, jual beli, dan seterusnya. Pembahasan pertama di MKFY adalah kitab buyu’ (jual beli). Entah apa alasannya mengapa langsung kitabul buyu’ mungkin karena fiqih jual beli itu lebih rumit, makanya dibahas. Sedangkan kitab thoharoh, sholat, zakat, puasa, haji itu sudah sering dibahas atau sudah cukup dikuasai oleh para ustadz/ustadzah.

Pertemuan hari Kamis kemarin (16/06/11) adalah pertemuan pertama, baru membahas satu halaman saja, sudah menghabiskan waktu 1.25  jam. Sebelum datang ke majlis, ana mempelajari buku itu, agar nanti bisa paham. Jika ada kosakata yang tidak kupahami, kutanyakan pada sahabatku. Kunci dari memahami perkataan Syekh tadi (menurutku) adalah harus memiliki pengetahuan dasar tentang jual beli dalam Islam (ini sudah kudapatkan ketika sekolah di SMA Al-Islam I Surakarta sehingga bisa menangkap maksudnya). Selain itu, harus menguasai kosakata yang dipakai oleh syekh (kalau ini ana harus nambah banyak secara aktif dan mandiri). Kunci yang ketiga, konsentrasi penuh. Kunci keempat, muraja’ah di rumah dan bertanya kepada teman jika ada yang belum dipahami.

= = = = =

Sedikit mengulas pertemuan pertama kemarin..

Syekh Ahmad Syihaby menjelaskan tentang pengertian jual beli secara bahasa dan secara istilah. Setelah itu beliau menjelaskan tiga jenis jual beli seperti yang disebutkan dalam kitab. Lalu menjelaskan rukun dan syarat jual beli.

Pembahasan yang menurutku baru adalah istilah bai’un mu’awadhoh, bai’un mu’aththoh, dan rof’ul yad. Sebagai umat Islam kita tidak boleh melakukan jual beli barang najis, misalnya jual beli anjing. Bagaimana kalau ada orang yang butuh anjing untuk menjaga ternak? Berarti lafadznya tidak boleh dengan lafadz jual beli, tapi rof’ul yad.. dst.

Para peserta majlis ini cukup kritis! Banyak pertanyaan berkualitas yang diajukan pada syekh. Semoga suatu saat nanti ana juga menjadi peserta yang mengajukan pertanyaan2 bermutu, bukan hanya menjadi mustami’ / pendengar saja. Aamiin. Alhamdulillaah.. 🙂

= = = =

Man yuridillaahu bihi khoiron, yufaqqih-hu fid-diin..

Barangsiapa yang dikehendaki Allah dengan kebaikan, maka Allah akan memberi kepadanya.. kefahaman akan agama..

Beberapa pekan yang lalu, Ma’had ‘Al-Islam Solo kedatangan tamu dari Jerman. Kami mahasiswa Ma’had ‘Aly diminta hadir dalam acara tersebut. Pembicaraan menggunakan bahasa Inggris. Dari pihak Ma’had mendatangkan penerjemah Bahasa Jerman, yang ternyata adalah seorang ummahat, adik kandung mudir ma’had.

Ana jadi teringat, sekitar 1 tahun yang lalu, ana ditawari beasiswa ke Jerman oleh Kepala Jurusan Fisika. Sebelum ke sana, ada beberapapersiapan, termasuk belajar bahasa Jerman selama 3 bulan. Ana sebenarnya sangat suka fisika dan sangat senang jika dapat memperdalam ilmu itu lagi. Tapi, ada pertimbangan lain, yaitu cita-citaku sejak 4 tahun yang lalu: mengkhatamkan hafalan qur’an. Selain itu, ana tidak bisa ke luar negeri kalau tidak ada yang menjagaku, misalnya: adik laki-lakiku, atau suamiku.. 🙂 (padahal ana belum kepikiran untuk menikah dulu sampai hafalan selesai -selain itu, ini juga peraturan ma’had-). Alhamdulillah, akhirnya aku memilih untuk menghafal qur’an. Allahumma yusahhil..

Lanjut ke cerita tamu dari Jerman itu, sepertinya akan ada rencana semacam pertukaran pelajar. Kemudian, di Ma’had ‘Aly sepertinya juga akan ada kuliah tambahan. Selama ini, mahasiswa di sana belajar Bahasa Indonesia, Arab,dan Inggris. Mungkin beberapa bulan lagi akan ada kuliah Bahsa Jerman. Pengajarnya adalah istri dari salah seorang tamu yang berkunjung yang sekarang berdomisili di Jogja. Insya Allah. Amin

Alhamdulillah, bulan Desember lalu ana lulus test Ma’had ‘Aly Al-Islam. Materi testnya meliputi Test Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Alhamdulillah, ana dipertemukan dengan Ukhti Fadhilatul Hasanah, anak ma’had lulusan Aliyah.
Masya Allah, ternyata beliau telah mengenal nama ana sebelum bertemu dengan ana… ^_^
Kami sekarang menjadi teman akrab yang saling mengingatkan dan menasihati serta saling berbagi ilmu, alhamdulillah…. ^_^

Insya Allah ana sambung waktu lain ceritanya karena datanya sekarang tidak ana bawa.. afwan ya..
Wassalam
= = = = =


Arsip

Statistik Blog

  • 616,336 hits