Learn to Be A True Muslimah

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

MELANKOLIS

 

SIFAT DOMINAN

Analitis, tekun, penuh perencanaan, perfeksionis, ekonomis, mendalam, perasa, tertib, rapi, serius, teliti, hati-hati dalam berteman, nomor satu dalam kualitas, senang hal0hal detail, suka memendam, cenderung konservatif, perhitungan, serius membela teman.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan:

-perfeksionis, perhatian pada “kualitas”

-peka terhadap perasaan orang lain

-tekun dalam mengerjakan sesuatu

-tertib dan teratus dalam menja;ankan tugas

-analitis, suka menganalisa sesuatu

-ekonomis, penuh perhitungan

-serius

-rapi dalam sega;la hal

-suka akan hal-hal mendetail

-penuh perencanaan dalam melakukan sesuatu

Kelemahan:

-perasa, sensitif

-tidak suka perubahan, ketidakteraturan

-sikapnya tertutup, introvert

-cenderung pesimis melihat masalah

-mudah tertekan, stress, dan lama hilangnya

-mudah menyesali sesuatu yang terjadi

-tidak senang bergaul

GAMBARAN UMUM

Hasrat                                   : melakukan sesuatu dengan benar

Kebutuhan emosional   : rasa stabil, ruang, ketenangan, kepekaan, dukungan

Kunci kekuatan                 : mampu mengorganisasikan dan menetapkan sasaran-sasaran jangka panjang, memiliki standar dan idealisme yang tinggi, menganalisa secara mendalam

Kunci kelemahan             : mudah depresi, terlalu membuang banyak waktu utnuk persiapan, terlalu terfokus pada detail, mengingat-ingat hal negatif, curigaan terhadap orang lain

Menjadi depresi kalau   : hidup tidal teratur, standar-standar yang tidak terpenuhi, dan tampaknya tidak seorangpun peduli

Takut akan                          : tak seorang pun memahami perasaanya, membuat kesalahan, mengkompromikan standar2

Senang dg orang yang    : serius, intelektual, mendalam, dan mau bercakap-cakap dengan masuk akal

Tidak suka dg orang yg   : kelas ringan, pelupa, lambat, tidak terorganisasikan, tidak mendalam, bohong, dan tidak dapat diramalkan

Dalam pekerjaan              : kemampuan detail, suka menganalisa, tindak lanjut, standar

Berharga dalam hal         : prestasi yang tinggi, belas kasihan pada yang mengalami kepedihan

Bisa lebih baik kl ia           : tidak terlalu serius dalam menjalani hidup, tidak memaksa yang lain menjadi perfeksionis

Sebagai pemimpin ia      :  mampu mengorganisasikan dengan baik, peka terhadap perassan orang lain, memiliki kreativitas mendalam, menginginkan prestasi berkualitas

Reaksi terhadap stress  : menarik diri, asyik membaca, menjadi depresi, menyerah, mengingat-ingat masalah

Dikenali dari                       : sifatnya yang serius dan peka, pendekatannya yang sopan, komentar merendah, penampilan teliti dan rapi

TEKNIK KOMUNIKASI DENGAN MELANKOLIS

-bersikap sopan

-berbicara sistematis

-penjelasan terperinci disertai fakta

-buatlah daftar keuntungan dan kerugian

-siapkan berbagai alternatif

-jangan mendesak untuk ambil keputusan

KOLERIS

 

SIFAT DOMINAN

Dominan, tegas, berorientasi ke “hasil”, bicara inti persoalan, kemauan kuat, praktis dalam pemecahan, cepat dalam bertindak, berpikir secara global, aktif, bertindak rasional, sok ngatur atau suka mengatur, tidak suka diatur, tidak suka basa-basi, tidak pernah merasa bersalah, tidak suka yang monoton, suka tantangan

 

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan:

-serius

-bicara langsung pada persoalan

-sangat pegang prinsip

-kemauan keras

-tegas

-tanpa kompromi

-keyakinan diri sendiri tinggi

-dominan dalam segala hal

-senang memimpin daripada dipimpin

-mandiri

 

Kelemahan:

-tidak peka terhadap perasaan orang lain

-suka menekan orang lain

-tidak sabaran

-suka memberontak

-ingin menguasai pihak lain

-mudah marah

-ingin menang sendiri

 

GAMBARAN UMUM

Hasrat                                   : mengatur

Kebutuhan emosional   : penghargaan atas segala prestasi, peluang untuk memimpin, partisipasi dalam pengambilan keputusan-keputusan keluarga, sesuatu untuk dikendalikan

Kunci kekuatan                 : mampu memimpin apapun, seketika itu juga, dan membuat penilaian yang cepat dan tepat

Kunci kelemahan             : terlalu “ngebos”, dominan, otokratis, tidak peka, tidak sabar, tidak bersedia mendelegasikan atau memberi pengakuan pada orang lain

Menjadi depresi kalau   : hidup tidak terkendali, orang tidak mau melakukan segalanya menurut caranya

Takut akan                          : kehilangan kendali atas apapun

Senang dgn orang yg      : mendukung dan mengalah, menuruti caranya, cepat bekerja sama dengannya, membiarkannya yang mendapat nama

Tdk senang dg orang yg : malas dan tidak mau terus bekerja, menentang kekuasaannya, menjadi mandiri, tidak loyal

Dalam pekerjaan              : dapat mencari yang lebih banyak dari siapapun, dalam waktu yang lebih singkat, biasanya benar

Bisa lebih baik kalau ia    : membiarakn orang lain mengambil keputusan, mendelegasikan kekuasaan, menjadi lebih sabar, tidak mengharapkan orang lain menghasilkan seperti dia sendiri

Sebagai pemimpin memiliki: kecenderungan untuk memimpin, naluri tentang apa yang akan berhasil, keyakinannya yang tulus akan keyakinannya untuk mencapai, potensi untuk menguasai orang-orang yang kurang agresif

Reaksi terhadap stress  : mempercepat kendali, bekerja lebih keras, becepat mengatur, kepercayaan diri, berolahraga lebih banyak, menyingkirkan yang bersalah kepadanya

Dikenali dari                       : pendekatannya yang cepat, sikap resah dan dominan

 

TEKNIK KOMUNIKASI DENGAN KOLERIS

-beri penghargaan yang tulus atas hasil kerjanya

-berbicara langsung pada persoalan

-berbicaralah dengan fakta atau bukti

-mintalah pandangan atau pendapatnya

-usahakan “keputusan” yang diambil seolah-olah “keputusan dia

-harus “siap” dikritik dan diremehkan

-jangan menyalahkannya secara langsung

 

 PHLEGMATIS

 

SIFAT DOMINAN

Mudah menyesuaikan diri, sabar, sederhana, baik dalam tekanan, tenang, teguh, menghindari konflik, ramah, suka mengamati, santai, mudah sepakat, menyembunyikan emosi, emosi stabil, pakaian seadanya, tidak trendy, tapi.. it’s OK… punya kekuatan

 

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan:

-pembawaannya yang tenang

-cinta damai, tidak suka konflik

-ramah dan bersahabat

-sopan

-sabar, tidak mudah diprovokasi

-suka mengalah

-bisa menyembunyikan perasaan

-mudah puas dengan apa yang dimiliki

-bisa mendengarkan orang lain

-pandai menengahi pertikaian

 

Kelemahan

-pemalu dan pendiam

-pesimis

-mudah ragu, sulit ambil keputusan

-pasif, santai, cenderung tidak bergairah

-kompromistis

-suka menunda-nunda

-tidak suka memimpin

 

GAMBARAN UMUM

Hasrat                                   : menghindari konflik, memelihara perdamaian

Kebutuhan emosional   : kedamaian dan relaksasi

Kunci kekuatan                 : keseimbangan, pembawaan yang tenang, rasa humor yang kering, kepribadian yang menyenangkan

Kunci kelemahan             : kurang bisa mengambil keputusan, kurang antusias, kurang energi, tekad baja tersembunyi

Menjadi depresi kalau   : hidup penuh dengan konflik, harus menghadapi konfrontasi pribadi, tak seorangpun mau membantunya

Takut akan                          : keharusan menghadapi masalah pribadi yang besar, ditinggalkan memegang tas, mengadakan perubahan besar

Senang dgn orang yg      : mau mengambilkeputusan-keputusan baginya, mau mengakui kekuatan-kekuatannya, tidak mengabaikannya, mau menghargainya

Dalam pekerjaan              : menengahi orang-orang yg berseteru, mengatasi masalah

Berharga dalam hal         : secara objektif

Bisa lebih baik kalau ia    : menerapkan saran-saran dan meotivasi diri sendiri, mau mengerjakan lebih banyak dan bergerak lebih cepat daripada yang diharapkan, bisa menghadapi masalah-masalah sendiri dan masalah-masalah orang lain

Sebagai pemimpin ia      : tetap tenang dan menguasai diri, tidak mengambil keputusan menurut kata hati semata-mata, tidak sering memberikan gagasan-gagasan baru yang brilian

Reaksi terhadap stress  : bersembunyi darinya, nonton TV, makan, menarik diri dari kehidupan

Dikenali dari                       : pendekatannya yang tenang, pembawaannya yang rileks (sebisa mungkin duduk atau bersandar)

 

TEKNIK KOMUNIKASI DENGAN PHLEGMATIS

-berbicaralah dengan cara yang bersahabat

-penjelasan masalah yang sederhana dan tidak terlalu rumit

-bisa memberi keyakinan

-jangan berbicara terlalu agresif

-jangan didesak / diburu-buru

 

Bismillah..

Kitab-kitab samawi seperti Zabur, Taurat, dan Injil diturunkan secara sekaligus pada para nabi yang dipilih-Nya. Bagaimana dengan kitab suci Al-Qur’an? Al-Qur’an berbeda karena diturunkan tidak sekaligus, tapi berangsur-angsur. Justru inilah salah satu keistimewaan Al-Qur’an.

Mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan secara sekaligus?

Ada hikmah besar di baliknya. Sebenarnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala pun mampu menurunkannya sekaligus, namun dengan kesempurnaan hikmah dan ilmu-Nya, Al-Qur’an diturunkan secara bertahap dalam beberapa waktu, seperti kalam Allah:

“Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (Qs. Al-Isra’: 106)

Dengan diturunkan secara berangsur-angsur, maka akan memudahkan Al-Qur’an untuk dihafal, difahami, dan diamalkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan para sahabat2nya. Orang2 Arab zaman dulu umumnya tidak bisa membaca dan menulis, sehingga mereka menyimpan ilmu mereka dengan hafalan.

Ayat lain yang menjelaskan hal ini adalah di Surat Al-Furqon berikut ini:

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). (QS. Al-Furqon: 32)

Dengan turun secara berangsur-angsur, maka dapat memperkuat/memperteguh hati Rasulullah karena dakwah itu berat dan penuh rintangan. Ada ayat yang isinya berisi hiburan untuk beliau sehingga menjadi lebih sabar dan teguh dalam berdakwah.. ada yang berisi berita gembira akan kemenangan yang akan peroleh meski keadaan saat itu sangat sulit.. ada yang berupa kisah2 para Nabi yang ternyata mendapatkan berbagai cobaan2 yang berat juga, sehingga beliau bisa mengambil ibrah dari kisah tersebut.. ada juga yang menjawab pertanyaan2 kaum musyikin Mekkah, kaum Yahudi maupun menjawab pertanyaan para muslimin tentang beberapa hukum saat di Madinah..

Jadi, betapa indahnya dan betapa besarnya hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur. Intinya, dalam Surat Al-Furqon di atas, tujuan diturunkan Al-Qur’an tidak sekaligus seperti kitab sebelumnya, tapi berangsur2 adalah untuk MEMPERKUAT/MEMPERTEGUH/ MEMPERKOKOH HATIMU..

Barangkali ini juga bisa menjawab pertanyaan salah satu saudari saya di Kalimantan,

Mengapa kita tidak bisa menguasai seluruh bidang yang kita inginkan sekaligus dalam satu waktu? Agar kita bisa menghafal ilmu itu, memahaminya, mempraktekannya.. dan agar ilmu itu benar2 kokoh dalam hati kita lebih dulu. Seperti ulama zaman dulu, tidak diperkenankan belajar hadits sebelum hafal/menguasai Al-Qur’an lebih dahulu. Jadi, kuasai dan tekuni dulu satu-satu.. 🙂

= = = =

Alhamdulillah, dalam perjalanan saya menghafal Al-Qur’an, banyak ayat Al-Qur’an yang saat saya hafal, saat itu pula saya mendapatkan kesan/hikmah/penjelasannya/mengingat masa lalu saya yang indah.. atau bahkan ujian bagi kehidupan saya. Misalnya,

-saat saya menghafal QS. Thaha, saat itu saya mendapat jatah dari ustadzah untuk mempresentasikan/menjelaskan pada teman2 di mahad tentang bagaimana proses Umar bin Khoththob masuk Islam. Padahal, Umar bin Khoththob masuk Islam setelah mendengar dan membaca QS. Thaha. Beliau kagum dan menangis karena merasakan keindahan Al-Qur’an. Hatinya luluh dan mengakui kebenaran karena tidak mungkin kata2 yang memiliki ketinggian satra itu itu adalah kata2 manusia lalu beliau masuk Islam.

-saat menghafal QS. Al-Ahqof, saya diuji untuk menuruti orang tua untuk bekerja dan tidak bisa masuk mahad lagi. Saat itu saya bertanya dalam hati, “Masya Allah, saya diuji dengan apa yang saya hafal.” Akhirnya saya mengambil cuti beberapa waktu dan terus memohon pada Allah agar bisa kembali lagi ke mahad untuk meneruskan hafalan.

-saat saya menghafal QS. Al-Hajj, saat itu adalah bulan Dzulhijah, di mana sebagian muslimin melaksanakan ibadah haji dan penyembelihan hewan qurban. Saya mendengar para penceramah di kajian membaca QS. Al-Hajj saat berkhutbah menjelang hari Idul Adha.

-suatu saat saya bertanya pada Allah, “Ya Allah, apakah yang paling berharga di dunia ini?” Setelah beberapa lama, hati saya menjawab : iman dan Islam. Lalu saya pun bertanya lagi, “Banyak orang yang mengaku orang Islam dan orang beriman, tapi ternyata mereka berbeda2. Ya Allah, bagaimanakah iman yang sesungguhnya itu?”.. Alhamdulillah, pagi harinya saya menghafal awal Qs. Al-Anfal yang menjawab pertanyaan saya. Alhamdulillah, saya sangat senang dan bersyukur sekali karena pertanyaan saya terjawab. Lalu saya menceritakan pada ayah, ayah menambahkan bahwa ciri iman yang sebebarnya itu diterangkan dalam Qs. Al-Hujurat.

-Suatu saya menghadiri majelis pengkhataman al-Qur’anyang diadakan besar2an di kota Solo, penceramah menjelaskan tentang kematian dan menyebutkan salah satu ayat di Surat Al-A’raf. “Masya Allah, ini adalah jatah hafalanku hari ini.”

-Saat saya menghafal salah satu ayat di Qs. Al-Qashash, saya teringat dulu pernah memohon pada Allah dengan doa yang mirip seperti yang diucapkan Nabi Musa ‘alaihissalam. Dan alhamdulillah, Allah mengabulkan doa itu dan memberikan kebaikan yang banyak.

-saat saya menghafal Qs. Maryam, saat itu saya sedang bersedih, lalu ada sebuah ayat yang benar2 menghibur dengan khitab yang tepat, “Alaa tahzanii..” Janganlah kamu besedih.. “. Kata kerja yang digunakan adalah kata kerja untuk perempuan tunggal, yaitu Maryam. Seolah-olah Al-Qur’an berkata padaku, “Janganlah engkau bersedih..” kemudian menceritakan bagaimana Allah memberi pertolongan dan kebar gembira pada Maryam. Setelah itu, saya tersenyum.. 🙂

Masih ada lagi yang belum bisa saya ceritakan, seperti kesan ketika menghafal QS. Az-Zukhruf, Al-Mukminun, Al’Ankabut, Al-Hijr, Al-Baqarah, Ali-Imran, Az-Zumar, Al-Isra’, Yunus, Yusuf, Muhammad, dst. Barangkali ini salah satu nikmatnya menghafal qur’an, untuk memperkuat hatimu.. karena memang menghafal qur’an itu banyak rintangan dan ujiannya.. saya akui.. berat.. Alhamdulillah, Allah memberi kabar gembira, menghibur kesedihan, dan menggantinya dengan kegembiraan.

 

 

 

Bismillah

Dua hari yang lalu saya dihubungi seorang Ibu Kepala Sekolah di SD Negeri di desa saya. Beliau menanyakan pada saya tentang pihak2 yang mungkin bisa dimintai bantuan untuk memberikan sumbangan buku2 pendidikan untuk perpustakaan sekolah.

Beliau menghubungi saya karena beliau tahu bahwa saya pernah menghubungkan antara pihak pemberi sumbangan dengan sekolah MI di desa saya tempat adik2 saya bersekolah.

= = =

“Apa saya bisa mendapatkan alamat lembaga yang bisa memberikan bantuan sekolah?”, tanya beliau dengan sangat harap. Lalu beliau melanjutkan, “Nanti saya kirimkan surat permohonan ke sana.”

“Begini, Bu. Saat itu saya ditawari. Jadi saya tidak mencari. Saya juga tidak tahu alamatnya karena mereka yang datang ke sekolahnya. Saya juga tidak bisa menghubungi beliau karena hanya lewat email, tidak tahu no nya. Insya Allah beliau akan saya hubungi lagi”, begitulah kira2 jawabanku.

= = =

Memang dulu itu saya sedang online di YM. Hanya sebentar, untuk mengirim sedikit nasihat ke teman2 di dunia maya lalu sign out. Eh, ada ustadz yang menghubungi saya dan menanyakan apa ada sekolah MI yang butuh buku2? Kebetulan, sekolah adik saya baru saja dibangun dan dikembangkan, jadi butuh sarana dan prasarana yang memadai. Lalu saya menceritakan hal itu pada ayah. Ayah menyarankan untuk menemui kepala sekolah MI. Alhamdulillah, kami disambut dengan baik. Kepala sekolah MI menyambut gembira tawaran bantuan buku2 untuk perpustakaan sekolah itu.

Akhirnya ustadz dan rekan2nya dari Jakarta datang ke rumah, sebentaar sekali, sampai hidangan yang disuguhkan pun tidak dimakan. Karena beliau orangnya sibuk, dan jadwalnya padat dan setelah dari MI harus balik lagi Jakarta. Beliau adalah ustadz yang membimbing saya dalam program “Daiyyah Penulis” beberapa tahun yang lalu. Beliau juga salah satu orang yang mengurus website berita islami di dunia maya. Beliau ke rumah saya dulu agar bisa bertemu dengan wakil Kepala Sekolah MI agar bisa menunjukkan jalan menuju MI. Beliau dan rekan2 nya menuju sekolah dengan mobil yang berisi ratusan buku2 di dalamnya. Alhamdulillah, semoga buku2 itu benar2 bermanfaat.

= = =

Jika ada pembaca yang berminat untuk memberikan sumbangan buku2 untuk perpustakaan sekolah di SD, silahkan menghubungi saya di: nikenfis@gmail com. Insya Allah bisa saya hubungkan dengan Ibu Kepala Sekolah tersebut. Bukunya tidak harus baru. Syukron salifan.

 

 

 

Termasuk hikmah dari Allah bahwasanya tingkatan semangat seseorang, motivasi, keinginan, dan konsentrasinya untuk mencari ilmu dan meraihnya berbeda-beda dan bervariasi antara satu waktu dengan waktu lainnya, sepanjang hari, minggu, dan bulan.

Itulah sebabnya di sebagian waktu seseorang merasakan kenikmatan jiwa yang menakjubkan, cepat paham dan kuat dalam menghafal, dibandingkan waktu2 yang lain. Waktu terbaik untuk menghafal menurut pengalaman para ulama antara lain:

1. Waktu sahur

“Waktu pikiran paling jernih adalah waktu sahur.” (Khalil bin Ahmad)

2. Awal pagi

“Ketika kekuatan semakin melemah, maka dibutuhkan refreshing. Ketika menulis, membaca, mengarang, tetap dibutuhkan, dan lebih penting lagi menghafal, maka waktunya harus dibagi dua, yaitu menghafal di awal pagi dan malam. Dan sisa waktunya dibagi untuk menulis, membaca, istirahat, dari hal2 yang mubah.” (Ibnul Jauzi)

3. Waktu malam

“Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur, di tengah hari, kemudian di pagi hari. Menghafal di waktu malam lebih baik dari waktu siang. Dan waktu lapar lebih baik dari waktu kenyang.” (Al-Khatib Al-Baghdadi)

Hanya saja, yang dimaksud lapar di sini bukanlah keadaan yang sangat lapar karena ketikamenghafal pun butuh tenag, seperti yang disampaikan oleh Syekh Waliyullah Ad-Dahlawi, “Waktu untuk menghadap Allah adalah ketika seseorang terbebas dari gangguan alami (fisik), seperti ketika sangat lapar, sangat kenyang, sangat mengantuk, terlalu capek.. atau gangguan pikiran seperti telinga yang mendengar suara bising karena ribut, pandangan yang dipenuhi dengan gambar2 berwarna-warni dan bisikan2 lainnya.

= = =

Sumber: 102 Kiat Agar Semangat Belajar Agama Membara

Suatu hari..

“Oh, mbak yang sering ikut kajian di Penumping itu ya..?”, tanya seorang akhwat.

“Iya.., ko bisa tahu?”, tanyaku penasaran.

“Iya, tentu tahu..”, jawabnya singkat, ia tidak mau mengaku bagaimana bisa mengenalku.

Memang salah satu hobiku adalah bersalaman dengan orang yang kutemui ketika di kajian. Mungkin dulu aku pernah bersalaman dengannya.. sebelum atau seusai kajian. Ternyata akhwat itu masih mengenal wajahku, padahal aku belum mengenal dan belum mengetahui namanya.

Barangkali juga ada yang memperhatikanku ketika aku mencatat isi kajian. Aku sangat bersemangat kalau ada kajian karena aku menemukan duniaku. Dan dari kajian itu, terjawablah pertanyaan2ku soal dien. Salah satu yang sangat kusuka adalah ketika ustadz menyebutkan dalil dari al-Qur’an yang sudah kuhafal.. kemudian aku mencatatnya (tanpa membuka mushaf). Artinya ketika ikut kajian, seseorang dapat me-muraja’ah hafalannya dengan cara mencatat/menulis.

= = = = =

Salah satu trik agar kita mudah hafal adalah dengan menuliskan “kata-kata awal” tiap ayat dalam satu lembar secara urut dari atas ke bawah. Biasanya ini adalah cara terakhir yang kugunakan setelah menghafal dengan cara melihat dan mengulang.. untuk memperkuat hafalan.

 

Bismillah..

Salah satu surat yang sering dibaca ayah ketika mengimami sholat shubuh di masjid adalah Surat Al-Munafiqun di juz 28. Mungkin itulah salah satu sebabnya mengapa kalau aku menghafal ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan sifat-sifat orang munafiq, maka hatiku merasakan sesuatu yang lain.

Salah satu yang berkesan adalah sifat orang2 munafiq yang diceritakan dalam surat Al-Baqarah ayat 204 – 206. Dulu ketika menghafal ayat itu, aku bertanya,”Ya Allah, benarkah ada orang di dunia ini yang sejahat ini?”. Seolah-olah aku tidak yakin adanya.

Beberapa bulan kemudian, seolah-olah Allah menjawab pertanyaanku. Aku pun bergumam,”Ya Allah, dia memiliki sifat-sifat seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an.” Lalu suatu saat kemudian, aku membaca tafsir “Fii Dzilalil Qur’an” juz 2. Ternyata, di sana penulisnya pun merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan. Beliau menuliskan bahwa jika engkau bertemu dengan orang2 yang memiliki sifat seperti yang disebutkan dalam al-Qur’an,itulah dia! Tanpa ragu. Dan ayat yang beliau bahas adalah sama,yaitu surat al-Baqarah ayat 204. Ko bisa sama ya? Padahal aku belum pernah membaca tafsir itu sebelumnya. Selain itu, ayat2 yang membahas orang munafiq itu ada di banyak tempat. Mengapa beliau menuliskan kata-kata itu di ayat 204 surat al-Baqarah?

Wallahu a’lam

Bismillah..

Alhamdulilah, kemarin diadakan bedah buku dengan judul “Santri-santri Dahsyat” di Masjid Al-Huda, Nirbitan, Solo. Hampir saja ana tidak bisa mengikuti acara ini karena ada tugas dari ustadzah untuk mengetik laporan tujuh lembar untuk bulan ini. Alhamdulillah, akhirnya ana bisa ikut karena laporannya ada yang belum lengkap, harus dilengkapi dulu dan perlu musyawarah dengan ustadzah yang lain dulu.

Apa isi bedah buku ini?

Sedikit ana ceritakan ya.. Isinya tentang biografi para ulama zaman dulu yang sangat giat dalam beribadah, mencari ilmu, dan menulis karya ilmiah berupa kitab2 yang sebagiannya bisa kita baca sekarang ini. Pendahuluan buku ini berisi syair yang dibuat oleh Imam Syafi’i (alhamdulillah, peserta dapat bukunya gratis.. 🙂 ). Lho, sepertinya ana pernah baca syair ini, di buku favoritku.. Setelah kulihat di catatan kaki.. ternyata benar.. Kata-kata syair itu diambil dari muqoddimah kitab Riyadhus Sholihin, karya Imam Nawawi..

Setelah itu diceritakan tentang kebiasaan Imam Syafi’i di waktu malam. Beliau membagi waktu malamnya menjadi tiga. Trus Kisah Imam Ahmad, Imam Subki, Imam Ibnul Jauzi dan imam2 yang lain.. yang paling lucu: Kisah Imam Daqiqil “id.. 🙂

Acara ini dibedah oleh pengarangnya, yaitu Ustadz Abu Zaidan. Beliau memberi semangat pada pendengar agar suka membaca biografi orang-orang shalih karena rahmat akan turun dan akan timbul semangat untuk meniru mereka.

Ustadz ini udah hafal qur’an lho.. Trus, nasihat yang paling kuingat dari beliau yang berkaitan dengan tahfidz adalah: 1. sebelum menghafal, maka sholatlah dua rakaat dulu, meminta pertolongan kepada Allah; 2. Sukalah menghadiri majlis ilmu, dan niatkan bahwa datang ke majlis ilmu adalah benar2 ikhlas lillahi ta’ala, benar2 untuk ilmu saja

Pesan beliau yang lain:

1. Barangsiapa punya cita-cita tinggi, maka dia menjadi orang paling letih di dunia.

2. Hidup bukanlah waktu istirahat/santai2. Waktu istirahat itu kalau di kuburan..

3. Kewajiban kita pada Al-Qur’an itu sangat banyak, misal: menghafalnya, apakah sudah hafal? memahami tiap kata dalam al-qur’an? Sudahkah kita paham? dst.. dst..

4. Sukalah membaca buku..

Insya Allah dilanjutkan lain waktu ya.. cz ini baru yang ada di kepala dan baru sempat ditulis dlm waktu singkat (n belum lihat catatan).

= = = = =

Mari menjadi Manusia Dahsyat! (Aamiin, moga bisa.. )

 

“Kalian pindah rumah ya?”, tanyaku pada semut-semut yang giat bekerja. Aku mengamati sekumpulan semut yang bergotong royong membawa makanan mereka. Ada yang aneh! Biasanya semut-semut itu berjalan ke sebelah kiri kamarku, melewati tumpukan buku yang biasa kubaca.. Tapi semut itu membentuk barisan kberjalan ke arah kanan. Mau ke mana mereka? Apa sudah pindah rumah?

Tiba-tiba adikku datang ke kamar dan berkata, “Ternyata kakak di kamar sedang asyik sama semut ya?”. “Iya, semut-semut itu membantu kakak membersihkan jasad-jasad nyamuk.”, jawabku. Makanan yang dibawa semut itu adalah nyamuk-nyamuk yang sudah mati. Adikku pun ikut-ikutan berkomunikasi dengan semut, “Nih, kukasih makanan untukmu!”.

= = =

Semut dalam bahasa Arab ternyata menjadi salah satu nama surah dalam Al-Qur’an, yaitu Surah An-Naml. Salah satu ayatnya mengisahkan komunikasi antara seekor semut dengan semut-semut lainnya. Apa yang diucapkan semut itu? Coba lihat QS. An-Naml ayat ke-18. Di dalam ayat itu disebutkan, “Yaa ayyuhan-namlud-khuluu masaakinakum laa yahthimannakum Sulaimaana wa junuuduhuu wahum laa yasy’uruun.” – Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya sedangkan mereka tidak menyadari. Perkataan semut tadi terdengar oleh Nabi Sulaiman ‘alaihis salam sehingga membuat beliau tersenyum dan tertawa. Nabi Sulaiman ‘alaihis salam diberi keistimewaan oleh Allah untuk dapat memahami bahasa binatang.

Dalam ayat QS.An-Naml ayat 18  ini terdapat kata yang menakjubkan. Apakah itu?

Laa yahthinmannakum“. Dalam qur’an terjemahan diartikan, “agar kamu tidak diinjak”, seperti yang sudah ana tulis di atas. Akan tetapi, kalau ana lihat di kamus Arab-Indonesia Mahmud Yunus, kata hathoma-yahthimu itu berarti memecahkan.

Maka muncul pertanyaan, mengapa Allah memilih kata ‘laa yahthimannakum’ – agar tidak memecahkan kalian- dalam ayat ini. Dalam sebuah penelitian, diketahui bahwa tubuh semut tersusun dari bahan-bahan yang mirip kaca. Dibuktikan dengan: ketika semut dihancurkan tubuhnya, maka dengan menggunakan sensor penerima bunyi yang amat sensitif, suara semut yang hancur itu seperti suara kaca yang pecah. Hal ini bukan hanya untuk semut saja tapi juga hewan2 lain yang sejenis.

“Masuklah ke sarangmu agar mereka tidak menginjakmu!”

“Masuklah ke sarangmu agar mereka tidak memecahkanmu!”

Masya Allah!! Subhanallah!!

Wallahu a’lam

**) Terinspirasi dari Taushiyah TMTA


Arsip

Statistik Blog

  • 842.013 hits