Learn to Be A True Muslimah

Posts Tagged ‘arab

Alhamdulillah… Senangnya hati ana…:)

Ana menemukan blog bagus tentang belajar Bahasa Arab Al-Qur’an, ditulis oleh ahli IT yang (dulu awal menulisnya) sedang belajar Bahasa Arab.. ulasannya lengkap juga lho!

Dengan cara otodidak, ia coba mempelajari beberapa buku tata-bahasa Arab, baik yang berbahasa Indonesia, maupun Inggris. Proses itu menjadi lebih cepat setelah ia memiliki guru. Tulisan dalam blog itu dituliskan sebagai bagian dari proses belajar pribadinya (menjadi semacam refleksi ataupun dokumentasi) .

Ini salah satu artikelnya yang berjudul ” Muhrim” :

= = = = = = = = = = = = =

Bismillahirrahmanirrahim.

Kata muhrim sering kita pakai. “Eh awas… nanti whudhu’mu batal… jangan dekat-dekat… bukan muhrim”. Muhrim yang dimaksud disini, adalah orang yang haram dinikahi.

Kata yang dekat dengan kata muhrim banyak. Antara lain: kata haram, muharram, mahrum, mahram, dsb.

Haram dan Halal

Haram, حرام adalah lawan dari Halal حلال. Sudah tidak kita perlukan penafsiran apa-apa lagi kan. Haram artinya sesuatu yang dilarang. Halal artinya sesuatu yang dibolehkan.

Dari mana asalnya kata Haram? Perhatikan kata haram dalam bahasa Indonesia itu dalam bahasa Arabnya حرام . Ada 4 huruf kan. HA RO ALIF dan MIM. Nah sebuah kata bahasa Arab umumnya terdiri dari 3 huruf asli (yaitu huruf hijaiyah selain YA, WAW, dan ALIF).

Kalau begitu kata حرام – yang 4 huruf itu, karena ada ALIF, maka huruf aslinya hanya 3, yaitu HA RO dan MIM. Jadilah dia: حرم.

Nah yang jadi soal gimana mbacanya? Dia bisa kita baca harama, haruma, harima. Ada 3 kemungkinan. Lho… kan bisa juga kita baca hurima, hurimi, dsb? Ya Anda benar. Akan tetapi yang umum jadi entri pertama di kamus adalah AWAL dan AKHIR fathah. Dengan demikian tengahnya bisa fathah, kasroh, atau dhommah. So hanya 3 kemungkinan.

Okeh… sekarang kita lihat lagi. Kata حرم , jika mendapat alif sebelum huruf terakhir, maka biasanya kata itu menunjukkan sifat, dan cara bacanya tertentu. Jadi kata حرام , walau tidak ada harokatnya, dibaca haraam. Yaitu sesuatu yg sifatnya haram.

Sama halnya dengan رحمان walau tidak ada harokatnya kita baca rahmaan. Tidak bisa dibaca ruhmaan, atau rihmaan.

Sekarang balik lagi ke kata حرم. Bagaimana cara membacanya, diantara 3 kemungkinan? Hanya ada 1 cara, yaitu lihat kamus… (hik.. only that??? lah iya laaa…)

Di kamus ditulis:
حرم يحرم حرما – haruma yahrumu hurman : haram, terlarang.

Berarti kita bacanya haruma (kata kerja).

Simple kan? Insya Allah ya…

Oke, dari KKL haruma itu, banyak kata yang terbentuk setelahnya, seperti:

حرّم – harrama : mengharamkan (KKT-2)
أحرم – ahrama : berihram (KKT-1)

TAHRIIM dan MUHRIM

Kata ahrama – berihram. Orang yang melakukan ihram disebut محرم – muhrim (isim fa’il). Sama halnya dengan أسلم – aslama : berIslam, maka orang yang Islam disebut مسلم – muslim.

Jadi kalau begitu kata MUHRIM lebih tepat diartikan orang yang berihram (sedang melaksanakan ibadah haji).

Sedangkan kata محرم – mahram, adalah orang yang haram dinikahi.

Dalam AQ sesuatu yang dilarang disebut dengan mahruum محروم .

Kata tahrim artinya pengharaman. Kata ini adalah kata masdhar dari harrama. Tashrifnya adalah: harrama yuharrimu tahriim.

Muharram

Muharram محرم adalah nama bulan. Secara letterleijk, muharram adalah isim maf’ul (objek) dari kata harrama. Jadi kalau harrama mengharamkan, muharrim adalah sesuatu yang mengharamkan, sedangkan muharram artinya sesuatu yang diharamkan. Dari kacamata sejarah bulan muharram adalah bulan dimana berperang dibulan tsb diharamkan.

Kembali lagi ke konteks muhrim dan mahram. Kalau yang dimaksud orang yang tidak boleh dinikahi maka disebut mahram, bukan muhrim. Karena muhrim adalah orang yang berihram. Di Indonesia dan Malaysia (kalo tidak salah), sering dijumpai perkataan muhrim, tapi maksudnya mahram.

Allahu a’lam.

Sumber : http://arabquran.blogspot.com

Alhamdulillah, di desa kami mulai diadakan kegiatan rutin berupa ta’lim Tahsin al-Qur’an dan Bahasa Arab khusus muslimah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Akhwat (FOSWAT) sejak bulan Mei 2009.

Diikuti oleh sekitar 30 orang dan semakin lama semakin banyak muslimah yang tertarik dan antsias mengikuti kegiatan ini. Ingin belajar tentang Tahsin Al-Qur’an & Bahasa Arab? Kalau pembaca adalah seorang muslimah yang tertarik dengan kegiatan ini serta berada di daerah Solo dan sekitarnya, ikut saja kegiatan ini, gratis kok ^_^.

Kursus Tahsin Al-Qur’an & Bahasa Arab

(Tingkat Dasar I)


Lama Belajar : 8 × pertemuan

(2 pekan sekali, dimulai 17 Mei 2009)

Kurikulum Tahsin Al-Qur’an:

I    : Makhraj Huruf ,

II   : Makhraj Huruf ,

III : Makhraj Huruf , ,

IV : Makhraj Huruf ,

V   : Makhraj Huruf ,

VI : Makhraj Huruf ,

VII   : Makhraj Huruf ,

VIII : Makhraj Huruf ,

Kurikulum Bahasa Arab:

I    : Kata Benda (Al-Ismu)

II   : Kata Kerja (Al-Fi’lu)

III  : Kata Depan (Al-Harfu)

IV  : Tashrif Isthilahi & Tashrif Lughowi

V   : Perubahan Kata (I’rob)

VI  : Mubtada’-Khobar, Na’at, Idhofah

VII : Fa’il – Maf’ul – Naibul Fa’il

VIII: Kata Tanya (Al-Istifham)


Tempat Belajar :

Bulan Mei : Masjid At-Taqwa (Jetak-Pool Barat)

Bulan Juni : Masjid Al-Mukmin (Watuburik-Pool Timur)

Bulan Juli : Masjid Al-Barokah (Saudan, Pool Tengah)

Bulan Agustus : Masjid Nur Ilham (Gang Rambutan, Pool Perumnas)

Pengajar :

Alumni Ma’had Tahfidzul Qur’an “Khoirotun Hisan”,

Mahasiswi Ma’had Tahfidzul Qur’an “Abu Bakar Ash-Shiddiq”

Biaya Pendidikan :

Gratis !!


Fasilitas :

Makalah, snack, hadiah bagi yg berprestasi

Contact Person : 085 647 582 141

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Untuk melihat blog Resmi Forum silaturahmi Akhwat, silahkan berkunjung ke : http://www.foswat.wordpress.com. ^_^


Bahasa Arab dipilih Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menghantarkan kalam-Nya yang mulia, sudah pasti dikarenakan bahasa Arab memiliki keistimewaan tersendiri.

Beberapa keistimewaan tersebut di antaranya :
[1] Bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa yang mampu melukiskan wahyu Ilahi secara sempurna dengan sefasih-fasihnya kalam dan seindah-indahnya susunan. Begitu indahnya bahasa Arab Al-Quran sampai ahli sastra Arab di zamannya tidak bisa mendefinisikannya (al-Muddatstsir:18-25). Kata bahasa Arab mempunyai tashrif (perubahan) yang amat luas. Satu kata akar bisa melahirkan 3000 kosa kata baru dan satu tema bisa diungkapkan oleh lebih dari 10 kata dan setiap kata bisa diungkapkan dalam bentuk asli atau kiasan. Sebagai contoh, bahasa arab mempunyai lebih dari 700 kata yang berbeda untuk seekor unta dengan berbagai kondisinya atau 200 kata untuk anjing. Dengan kekayaan perbendaharaan katanya tersebut, bahasa Arab mampu menjelaskan makna isi Al-Qur’an dengan tepat. Meskipun demikian, bahasa Arab Al-Quran termasuk mudah difahami seperti disebutkan 4 kali dalam al-Qamar: 17, 22, 32 dan 40.
[2] Kaidah-kaidah tatabahasa Arab sangat sempurna dan kuat. Kaidah-kaidah tersebut meliputi ilmu Shorof, Nahwu, Ma’ani, Bayan, Badi’, ‘Arudh, Qowafi, Matan Lugho, Qordhus Syi’ir dan lain-lain. Kesemuanya itu mempunyai fungsionalitas tertentu dan saling melengkapi. Bersama Al-Quran, kaidah-kaidah tersebut ikut berperan menjaga orisinalitas dan kesehatan bahasa Arab. Kata bahasa Arab termasuk paling sehat dari penyakit kata-kata, seperti penyakit substraksi, addisi, ireguler dan perubahan bunyi.
[3] Bahasa arab termasuk bahasa tertua di dunia ini, bahkan lebih tua dan lebih kekal dari umur sejarah manusia di bumi berdasarkan pendapat ilmuwan yang menyebutkan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa Nabi Adam a.s. ketika di surga dan menjadi cikal bakal bahasa-bahasa di dunia ini. Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di awal bahkan menyebutkan bahasa Arab sebagai bahasa penduduk surga. Alih-alih punah seperti bahasa-bahasa tua dunia lainnya, bahasa Arab termasuk bahasa besar dan resmi di dunia modern saat ini.
[4] Bahasa Arab adalah bahasa persatuan umat Islam. Sebagai bahasa Al-Quran, bahasa Arab tidak diturunkan untuk satu kaum saja, tapi juga untuk semua kaum di dunia ini, karena bahasa Arab merefleksikan bahasa aqidah umat Islam yang penuh persaudaraan universal. Berbicara bahasa Arab membuat citra kuat status kemusliman seseorang di kalangan komunitas yang tidak berbahasa Arab. Sebagai orang bukan Arab, kita akan disambut layaknya seorang saudara di dalam komunitas bangsa Arab, dan dikagumi ketika kita mampu berbicara bahasa Arab klasik.

Referensi : Memahami Tatabahasa Al-Quran, e-book Bahasa Arab,
http://www.denyhamdani.de.vu


Arsip

Statistik Blog

  • 821.185 hits