Learn to Be A True Muslimah

Posts Tagged ‘belajar

Bismillah..

Setelah selesai pelajaran terakhir..

“Ukh, apa bahasa latin dari tulang hasta?”, tanya seorang siswa SMA kelas 2 pada sahabatnya.

“Ulna”, jawab seorang muslimah.

“Kalau tulang lengan atas?”, tanyanya lagi

“Radius.”

“Kalau tulang paha?”

“Femur”.

“Lho, ko kamu bisa tahu, kan baru siang tadi diajarkan.”

“Oh, iya. Biasanya saya langsung menghafalnya begitu pelajaran itu diajarkan.”

= = =

Alhamdulillah, semoga menginspirasi..

Oleh : Hidayatullah Hamim Effendi, Lc

Bendahara Umum Yayasan Muntada Ahlil Quran

 

Dalam hidup ini siapapun kita pasti ingin menjadi yang terbaik dan winner. Jauh-jauh hari ini hal memang sangat dianjurkan oleh baginda Rasulullah saw kepada kita. Bahkan dalam mengejar posisi khoiriyyah (the best) ini, Rasulullah langsung mengkaitkan dengan amalan berinteraksi dan bermuamalah dengan ayat-ayat al-Qur’an. Katanya:

Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya.”(HR.Bukhari dan Muslim)

Sebenarnya orang baik itu banyak. Dalam segala dimensinya. Memiliki akhlak yang yang terpuji itu baik. Memiliki kelebihan rejeki dan harta, lalu menginfakkannya di jalan yang benar , itu baik. Berilmu dan mengajarkannya, baik. Menolong orang yang sedang ditimpa kesulitan, itu baik. Membantu sesama, itu baik. Dan banyak lagi perbuatan-perbuatan baik lainnya. Semuanya sangat terpuji dan diperintahkan oleh Allah. Karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kita setelah Dia menciptakan kita.

Namun ada yang spesial dari Rasulullah saw tentang posisi amalan terbaik dari semua yang baik di atas. Yakni di antara perbuatan yang TERBAIK di antara semua perbuatan-perbuatan baik itu adalah BELAJAR AL-QUR’AN dan MENGAJARKANNYA. Perpaduan antara belajar dan mengajarkan inilah yang menjadi perhatian utama Rasulullah kepada kita, umatnya sekarang. Belajar al-Qur’an untuk memenuhi kebutuhan kita terhadap kewajiban berinteraksi dengan wahyu akhir zaman. Mengajarkannya kepada orang lain sebagai sebuah action menularkan petunjuk ilahi itu kepada orang lain.

Sebelum bersabda dengan hadits di atas Rasulullah saw sendiri sudah menjadi panutan utama dalam hal ini. Beliau sendiri adalah tauladan pertama yang sudah hafiz al-Qur’an terlebih dahulu. Itu pasti. Karena beliau adalah seorang nabi yang menerima wahyu pamungkas dari Allah swt. Nabi atau rasul adalah manusia terbaik di atas muka bumi. Pastinya isi wahyu itu sudah dihafal oleh beliau. Meski Allah sudah tidak lagi mengutus nabi dan rasul setelah Muhammad saw, maka umatnya lah yang diberi amanah untuk melanjutkan estafeta perjuangan ini. Yaitu melestarikan kebiasaan belajar al-Qur’an dan mengajarkannya kepada mereka yang belum pandai dan mahir.

Sifat terbaik inilah yang harus diperhatikan umat Islam jika mereka mau menjadi khoiru ummah. Malah sifat terbaik ini akan terus dibawa ketika sang pelakunya sudah kembali menghadap Allah swt. Sungguh, ahli Qur’an adalah generasi terbaik dan unggulan zaman Rasulullah saw dan zaman sekarang. Abu Bakar sendiri yang merupakan binaan Rasulullah saw begitu merasa kehilangan dengan wafatnya para huffaz binaan Rasulullah saw. Gugurnya mereka di perang Yamamah seakan membuat kering ruhiyyah dan gairah hidup mereka. Yang syahid pun tidak tanggung-tanggung, 70 orang.

Sungguh, sifat terbaik yang tidak dimiliki oleh para pengikut nabi dan rasul sebelum Rasulullah saw.
Tahukah anda bahwa kemuliaan seorang penghafal al-Qur’an akan terus Allah pelihara fid dunya wal akhiroh (di dunia dan akhirat)…

Belum berapa lama, ada kisah di salah satu televisi bahwa sebuah jasad yang sudah dikubur puluhan tahun tidak hancur dimakan cacing alias masih utuh. Usut punya usut, ternyata mayat tersebut dahulu adalah seorang pengajar al-Qur’an dan penghafalnya..Subhanalloh! Itulah cara Allah memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada mereka. Padahal usia makamnya sudah lebih dari puluhan tahun. Harusnya khan, umumnya jika kuburan biasa yang tinggal hanya tulang-belulang saja. Namun ini berbeda dan penuh hikmah. Nampaknya Allah ingin memperlihatkan kejaiban hamba-Nya dengan al-Qur’an meski jasadnya sudah terkubur. Karena memang al-Qur’an itu sendiri juga adalah wahyu, mukjizat akhir zaman yang akan senantiasa Allah jaga dari penyimpangan, pengotoran isi, pemalsuan dan penodaan. Sungguh, orang yang menjaga al-Qur’an pasti Allah akan menjaganya dalam hidup ini dan di akhirat nanti. (bersambung…)

 

http://muntadaquran.net/v2/kolom/teladan/1221-menjadi-yang-terbaik-dengan-al-quran.html


Arsip

Statistik Blog

  • 821.185 hits